• Tidak ada hasil yang ditemukan

Citra Produk Jasa Kereta Api Deutsche Bahn Dilihat dari

4. SIMPULAN

4.1 Citra Produk Jasa Kereta Api Deutsche Bahn Dilihat dari

Dalam analisis unsur nonverbal, ketujuh komik dalam antologi Rückenwind menampilkan ikon kereta api. Masing-masing memiliki keunikan yang dipengaruhi oleh gaya komikusnya. Meskipun demikian, hampir semua ikon kereta api ini terbukti merepresentasikan kereta api Deutsche Bahn. Komik-komik ini memiliki ikon kereta api yang bentuk lokomotifnya memiliki kekhasan yang sama dengan kereta api Deutsche Bahn. Selain itu, beberapa di antara ikon kereta api tersebut berhiaskan logo DB dan atau ICE. Tanda yang bersifat konvensional berkaitan dengan simbol DB yang memberi perhatian khusus pada pembaca karena sering muncul dalam antologi ini, yaitu dalam komik ‘Zuckerfisch’, ‘das Wurschtprinzip’, dan ‘der Waffelprinz’.

Ciri-ciri kereta api dalam komik karya Mawil ini tidak merepresentasikan kereta api DB karena bentuk kereta api yang digambarkan dalam cerita ini tidak menunjukkan kemiripan yang jelas dengan bentuk kereta api DB.15 Menurut pendapat saya, hal ini membuat komik karya Mawil ini tidak dapat mencitrakan Deutsche Bahn secara utuh. Ada hal-hal yang masih dapat merepresentasikan DB, walaupun kereta api yang digambarkan tidak terlalu mirip dengan DB.

       15

       

Unsur nonverbal lain yang mempengaruhi citra adalah penggambaran karakter. Hampir semua karakter fisik tokoh pada umumnya merepresentasikan gaya anak muda yang melakukan perjalanan. Hampir semua tokoh utama menggunakan ikon earphone, ransel, tas gunung dan atau kantung tidur, kecuali tokoh dalam ‘das Wurschtprinzip’ karena konteksnya ia sedang bekerja. Penggambaran ini merepresentasikan anak muda yang hidupnya berhubungan erat dengan teknologi, dan yang menyukai perjalanan bergaya backpacking. Orang muda pada umumnya yang membaca dan melihat penggambaran tokoh semacam itu akan merasa, tokoh-tokoh dalam komik itu seperti dirinya. Dari penjelasan ini, pencitraan menjadi tepat sasaran karena komik ini memang menjadikan kaum muda sebagai target pelanggan kereta api DB16.

Citra pelayanan juga direpresentasikan melalui unsur nonverbal, yaitu pelayanan yang diberikan oleh pegawai customer service dan pemeriksa tiket. Dalam ‘Zuckerfisch’, keduanya menimbulkan citra positif karena sikap tokoh menunjukkan keramahan. Peran komunikasi nonverbal melalui ikon tokoh-tokoh petugas memberikan efek yang besar terhadap citra karena dari gestik dan mimiklah citra positif atau negatif dapat diketahui. Selain itu, sistem teknologi informasi digital dan fasilitas internet wi fi juga muncul dalam komik ini sebagai pelayanan DB yang diiklankan.

Hal terakhir berkaitan dengan citra yang dimunculkan oleh unsur nonverbal adalah tujuan perjalanan. Ikon kota Berlin dalam cerita ‘Miau und Wau’ menimbulkan citra bahwa jasa transportasi Deutsche Bahn tidak hanya digunakan oleh orang-orang Jerman yang ingin pergi dari Jerman ke negara lain, tetapi juga digunakan oleh orang-orang dari negara-negara lain, khususnya di dalam kawasan Uni-Eropa. Selain itu, dalam komik ini, digambarkan pula ikon perbukitan dengan langit berbintang dan dalam cerita karya Markus Witzel direpresentasikan objek pantai sebagai tujuan wisata favorit orang Jerman.

  16

4.2 Citra Produk Jasa Kereta Api Deutsche Bahn Dilihat dari Unsur Verbal Jika sebelumnya rangkuman pencitraan dieksplorasi dari unsur nonverbal, pada bagian ini rangkuman pencitraan merupakan hasil analisis unsur verbal. Analisis unsur verbal dilakukan pada tataran kata dengan memperhatikan faktor pembentuk konteks berdasarkan teori makna kontekstual Hannappel dan Melenk. Berikut adalah pencitraan yang dihasilkan dari penggalian makna kontekstual kata-kata dalam cerita.

Mengacu pada kriteria citra produk yang telah saya tentukan pada bab I, citra produk jasa DB terbagi menjadi dua, yaitu citra pelayanan jasa dan citra pengalaman menggunakan kereta api. Citra pelayanan jasa dalam analisis unsur verbal hanya muncul dalam komik ‘Zuckerfisch’.

1. Citra jasa transportasi kereta api DB yang menyediakan kemudahan bila membawa hewan peliharaan.

2. Citra petugas pengontrol karcis yang ramah dan baik hati. Citra ini juga ditemukan di dalam komik ‘Zuckerfisch’.

Adapun rangkuman citra produk jasa Deutsche Bahn dalam unsur verbal komik yang berkaitan dengan hal-hal yang dapat dialami apabila menggunakan produk jasa kereta api Deutsche Bahn adalah sebagai berikut.

1. Kenyamanan dalam kereta api (Bequemlichkeit) yang direpresentasikan dalam komik karya Mawil.

2. Perkenalan dan pertemanan dalam kereta api Deutsche Bahn (Bekanntschaft) yang direpresentasikan dalam komik karya Mawil, ‘Zuckerfisch’, dan ‘Miau &Wau’.

3. Bersenang-senang dalam perjalanan kereta api DB (Spaß) yang direpresentasikan dalam komik karya Mawil, dan ‘Zuckerfisch’.

4. Kereta api DB memfasilitasi anak muda yang ingin menggapai impian mereka, yaitu menuju tempat yang disukainya. Citra ini direpresentasikan dalam komik ‘das Wurschtprinzip’.

5. Kereta api DB menyediakan tujuan yang menyenangkan untuk berlibur. Citra ini direpresentasikan dalam komik ‘das Wurschtprinzip’ dan ‘Mia & Wau’.

6. Kereta api DB menibakan seseorang ke tempat yang sangat jauh, bahkan ke negara lain. Citra ini direpresentasikan dalam komik ‘das Wurschtprinzip’.

7. Menggunakan kereta api DB tidak selalu menyenangkan yang direpresentasikan dalam komik ‘das stählerne Pferd’.

8. Perjalanan menggunakan kereta api DB sangat membosankan yang direpresentasikan dalam komik ‘der Waffelprinz’.

Citra produk jasa yang paling menonjol dalam komik adalah perkenalan dan pertemanan (butir ke-2), kesenangan (butir ke-3), dan tujuan berlibur (butir ke-5). Disebut paling menonjol karena ketiga citra tesebut tidak hanya muncul dalam satu cerita saja, tetapi muncul dalam beberapa judul cerita. Bahkan, citra berkaitan dengan tujuan berlibur yang disediakan DB, dimunculkan juga dalam unsur nonverbal.

Ketiga citra yang paling menonjol tersebut juga diangkat atas dasar target pembacanya. Kaum remaja dan dewasa muda tertarik dengan perkenalan dengan lawan jenis, dan dengan keberagaman penumpang. Kesenangan yang identik dengan kaum dewasa muda di Jerman tidak lepas dari alkohol dan musik. Tempat yang biasa ingin dituju oleh mereka adalah alam terbuka, seperti pantai dan perbukitan atau kota-kota tua yang indah dan terkenal seperti Paris.

Meskipun demikian, ditemukan pula beberapa citra yang kontradiktif dengan pertemanan dan kesenangan yang dapat dialami penumpang. Hal yang tidak menyenangkan dan kebosanan yang dialami ini bukan disebabkan oleh buruknya pelayanan DB, melainkan dipengaruhi oleh perbedaan karakter penumpang. Meski kontradiktif, citra ini tetap diangkat dalam komik dengan tujuan pembaca dapat melihat suatu kenyataan yang memang dapat dialami siapapun ketika melakukan perjalanan menggunakan kereta api DB.

Analisis empat faktor pembentuk makna kontekstual pada kata-kata yang telah dipilih menghasilkan kekhasan penggunaan kata yang dirangkum dalam dua hal di bawah ini.

       

• Relasi makna dalam Begriffsopposition dalam komik yang banyak ditemukan adalah relasi hiponimi17. Kata-kata yang digunakan bersifat lebih umum (Oberbegriff). Penggunaan kata-kata yang lebih umum ada karena konteks percakapan yang terjadi kebanyakan membahas hal-hal yang umum berkaitan dengan perjalanan atau pelayanan kereta api.

• Kata-kata yang sering muncul dalam percakapan berasal dari kata-kata ragam bahasa sehari-hari dan cenderung tidak baku. Hal ini cocok dengan suasana perjalanan menggunakan kereta api.

• Kata-kata yang dianalisis tersebut menyentuh kehidupan pembaca, baik secara pribadi maupun komunal sebagai masyarakat Jerman. Hal tersebut terjadi karena gambaran tipikal dan gambaran individual kata-kata yang menunjukkan pengalaman dan pengetahuan masyarakat Jerman relevan dengan konteks cerita yang disajikan.

Berdasarkan simpulan di atas, dapat disimpulkan unsur yang lebih berperan dalam membentuk citra adalah unsur verbal. Citra yang muncul dalam unsur verbal lebih dominan dibandingkan dengan citra dalam unsur nonverbal. Selain itu, keberadaan unsur nonverbal kebanyakan berfungsi untuk mempertegas citra yang dibentuk oleh unsur verbal.

 

  17

Dalam pesona bahasa (halaman 118) relasi hiponimi adalah relasi makna yang berkaitan dengan peliputan spesifik dalam makna generik, seperti makna anggrek dalam makna bunga.

Korpus Data

Moga Mobo. (2004) Rückenwind. Berlin: Deutsche Bahn

Buku

Bienk, Alice. (2008). Einführung in die interaktive Filmanalysen. Marburg: Schüren-Verlag.

Darmojuwono, Setiawati dalam Kushartanti, dkk. (2005). Pesona bahasa: langkah awal memahami linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Duden 8. Die sinn- und sachverwandte Wörter: Wörterbuch der treffende

Ausdrucke. (1997). Mannheim: Bibliographisches Institut & F. A. Brockhaus AG.

Hannappel, Hans & Melenk, Harmut. (1984). Alltagssprache. Semantische Grundbegriffe und Analysebeispiele. München: Fink Verlag.

Hidayat, Rahayu & Husen, Ida Sundari. (2001). meretas ranah: bahasa, semiotika, dan budaya. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Hoed, Benny. (2007). Semiotika dan dinamika sosial budaya. Depok : FIB UI. Jefkins, Frank. (1996). Public relations (H. Munandar, Penerjemah). Jakarta:

Penerbit Erlangga

Kushartanti, dkk. (2005). Pesona bahasa: langkah awal memahami linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Mc. Cloud, Scott. (2001). Memahami komik (S. Kinanti, Penerjemah). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

Nöth, Winfried. (1990). Handbook of semiotics. Indiana University Press. Platthaus, Andreas. (2004). Rückenwind. Berlin: Moga-Mobo.

Schwarz, Monika & Chur, Jeannette. (1993). Semantik: ein Arbeitsbuch. Tübingen: Narr Verlag.

Van Zoest, Aart. (1993). Semiotika tentang tanda, cara kerjanya, dan apa yang kita lakukan dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.

Kamus

Kridalaksana, Harimurti. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. ___________________. (2007). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. Wahrig, Gerhard. (1997). Wahrig der Deutsches Wörterbuch. Gütersloh:

Bertelsmann Lexikon Verlag.

Laman Internet

Ackermann, Titus. (n.d). Profil. 29 November 2011. http://titusillu.com/.

Backpacking ist out, Flashpacking der neue Trend. (2008). 4 Maret 2011.

http://www.dw.de/dw/article/0,,3484386,00.html

Bahnwelt. (n.d.) 1 Desember 2011. http://www.deutschebahn.com/de/bahnwelt/ Deutsche Autor: Mawil. (n.d.). 4 Maret 2012.

http://www.reprodukt.com/creator_info.php?creators_id=1

Fearn, Naomi. (n.d.). Who is this. 29 November 2011. http://naomifearn.blogspot.com/

Geschichte von Interrail. (2007). 12 Mei 2012.

http://deutsch.interrailnet.com/ende/about-us/history

Gronle, Thomas. (n.d.). Profil. 29 November 2011. http://www.gronle-legron.de/ Kinder und Jugendliche. (n.d.). 1 Desember 2011.

http://www.deutschebahn.com/de/bahnwelt/bahnweltkinder/

Oesterle, Uli. (n.d.). Profil. 29 November 2011. http://ulioesterle.blogspot.com/ Wifi access. (n.d.). 10 Mei 2012.

www.bahn.com/i/view/GBR/en/trains/overview/wi-fi-access.shtml

Witzel, Markus. (n.d.). Über mich. 29 November 2011. http://www.mawil.net/

Diktat

Sukantendel, Arko. 1990. Public Relations Perusahaan. Fikom Unpad. Bandung

Email

Ackermann, Titus. 2012. Nordamerikanischer Indianer. 25 Juni 2012. [email protected]

Lampiran 1

Latar Belakang Komikus dari 7 komik dalam antologi Rückenwind

1. ‘Das stählerne pferd’ karya Titus Ackermann.

Berdasarkan laman internet http://www.titusillu.com/?page_id=2, Titus menjadi salah satu pendiri kelompok komikus Moga Mobo dan majalah Moga Mobo. Pendidikan design grafis yang ia jalani di Staatlicher Akademie der Bildenden Künste, Stuttgart menjadi salah satu modalnya dalam menggeluti bidang seni komik, sebagai ilustrator. Selain itu, sejak tahun 2000 ia aktif mengadakan sejumlah pameran-pameran. Dalam pelaksanaan beberapa pameran, ia bekerja sama dengan negara yang sangat aktif memproduksi komik dan menjadi tren di dunia, yaitu Jepang.

Sebelum menggarap komik Rückenwind, ia telah terlebih dahulu menghasilkan sebuah buku anak-anak yang mendukung publikasi transportasi di Jerman berjudul Olis erster Flug. Karakter Oli masih muncul dalam beberapa buku anak-anak, program televisi ‘Oli-Schau’, ‘Olis Bahnwelt’, dan Film ‘Olis Chance’ yang diproduksi oleh Deutsche Bahn. Film ini mendapatkan beberapa penghargaan di tingkat nasional dan internasional.

2. ‘Zuckerfisch’ karya Naomi Fearn.

Informasi biografi Naomi Fearn diunduh dari situs resmi milik Naomi pribadi yaitu http://naomifearn.blogspot.com/p/who-is-this.html. Latar belakang pendidikan Naomi ialah desain grafis di Staatlichen Akademie der Bildenden Künste Stuttgart.

3. ‘Pfrotzner’ karya Thomas Gronle

Menurut informasi yang diunduh dari situs pribadi Thomas yaitu http://www.gronle-legron.de/, ia merupakan salah satu anggota pendiri grup Moga Mobo. Ia mempelajari ilmu seni komik di Institut St. Luc, Brussel, Belgia dan lulus tahun 1997. Kemudian pada tahun 1998 ia menyelesaikan studi komunikasi desain di Hochschule der bildenden Kuenste Saarbruecken. Ia bekerja lepas sebagai ilustrator komik untuk agen dan klien periklanan di

dalam dan luar Jerman. Beberapa klien Thomas yang cukup terkenal antara lain Adidas, Berliner Zeitung, Daimler Chrysler, Goethe Institut, der Spiegel, dan lebih banyak lagi. Seniman yang terkenal dengan panggilan Legron ini juga aktif dalam banyak pameran, bahkan sampai Korea.

4. Komik tanpa judul karya Mawil

Ilustrator bernama lengkap Markus Witzel ini menerbitkan komiknya yang pertama, Super Lumpi, di umurnya yang keduapuluh. Mawil dikenal dengan karakter kartun kelinci bernama Supa Hasi. Dari sembilan komik yang ia terbitkan, 5 di antaranya adalah cerita dengan tokoh utama Supa Hasi. Supa Hasi juga sering muncul dalam komik-komik yang digarap secara kelompok, seperti Rückenwind. Pada tahun 1996 Mawil mengambil kuliah desain komunikasi di Kunsthochschule Berlin Weissensee, dan lulus tahun 2002. Informasi di atas diunduh dari situs pribadi milik Markus Witzel yaitu http://www.mawil.net/

5. ‘Das Wurscht-Prinzip’ karya Uli Oesterle.

Berdasarkan laman internet http://ulioesterle.blogspot.com/ diketahui bahwa Uli merupakan seorang pengarang dan seniman dari banyak novel grafis. Selain itu, ia juga berprofesi sebagai desainer logo-logo dan ikon, ilustrator untuk majalah dan iklan.

6. ‘Miau & Wau’ karya Guilermo Ganuza

Sejauh ini informasi mengenai Guilermo Ganuza tidak ditemukan.

7. ‘Der Waffelprinz’ karya Robert Labs.

Robert Labs adalah komikus muda dengan gaya berkiblatkan gaya komik Jepang. Keterangan mengenai komikus ini sangat terbatas untuk diketahui.

Lampiran 2

Ringkasan Cerita 7 Komik dalam Antologi Rückenwind

1. Ringkasan Cerita ‘das stählerne Pferd’

Tokoh A memasuki kereta api dan kemudian duduk bersebelahan dengan Tokoh B. Tokoh A menyadari bahwa penumpang yang duduk di sebelahnya adalah orang Indian. Ia mulai mengoceh mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Indian. Mulai dari Film ‘Der mit dem Wolf tanzt’ yang dalam bahasa Inggris berjudul ‘Dances with the Wolves’ (film Hollywood tahun 1990), roh-roh mistis dan sihir, hingga musik khas Indian. Tokoh A bertanya, tetapi hampir selalu Tokoh B tidak menjawab. Ia hanya merespon “hm..” atau menjawab dengan satu kata (lihat Lampiran 1)

Tokoh A menyatakan bahwa tidak ada musik Indian yang bagus, kecuali Indianertechno. Baginya, genre musik tersebut membuatnya bergairah. Tiba-tiba Tokoh B bangkit dari tempat duduknya, mengambil tasnya, dan meninggalkan Tokoh A. Untuk mengakhiri pembicaraan tokoh A meminta sebuah peribahasa Indian dari Tokoh B. Jawab Tokoh B “Manche Menschen reisen schneller als ihre Seele”.

2. Ringkasan Cerita ‘Zuckerfisch’

‘Zuckerfisch’ Naomi Fearn hendak melakukan perjalanan menggunakan jasa transportasi kereta api Deutsche Bahn bersama dengan dua ekor kelinci miliknya. Ia terlebih dahulu memastikan peraturan yang berlaku, apabila ia ingin membawa serta kedua kelincinya dalam perjalanan menggunakan kereta api DB. Berdasarkan layanan informasi, Deutsche Bahn tidak melarang penumpang untuk membawa hewan peliharaan, atau membebankan biaya tambahan bagi yang membawanya. Syaratnya, harus dibawa dalam transportbox, atau di dalam sebuah karton.

Hase, kelinci yang dapat berbicara, mengatakan bahwa ia tidak ingin melakukan perjalanan berjam-jam di dalam sebuah karton. Naomi kemudian menemukan suatu ide, yang di dalam dunia nyata tidak mungkin terjadi, yaitu

meminta Hase menggunakan pakaian manusia, dan menjadikan Steffen sebagai sebuah boneka dari Jepang. Hal tersebut akhirnya berhasil mengecoh bapak pengontrol karcis, meskipun sempat mempertanyakan keberadaan Hase dan Steffen. Mereka pun dapat melanjutkan perjalanan dalam kereta api DB.

Tiba-Tiba suatu masalah lain terjadi, Steffen menghilang. Hase diperintahkan untuk tetap berada di dalam kamarnya, sementara Naomi mencari Steffen. Ia mencari di setiap kamar di dalam kereta, dan akhirnya ia ditemukan sedang mabuk bersama sekelompok pelaut. Naomi membawa Steffen yang mabuk ke dalam kamarnya. Setibanya di sana, ia mendapati Hase sedang berkumpul dengan sekelompok pemuda yang melakukan Interrail dan bernyanyi-nyanyi di dalam kereta tersebut. Sepertinya Naomi tidak menginginkannya, tetapi akhirnya ia pun menerimanya keadaan tersebut.

3. Ringkasan Cerita ‘Pfrotzner’  

Penumpang B merasa sangat terganggu oleh kesibukan dari Herr Fringer yang selama dua jam menelepon dengan suara yang keras. Penumpang A yang awalnya menggunakan headphone pun turut terganggu. Penumpang B yang merasa kesal bertengkar dengan Herr Fringer sehingga menimbulkan keributan. Akan tetapi, Herr Fringer tidak mengubah sikapnya. Herr Fringer terus berteriak-teriak di teleponnya karena ia tidak dapat menghubungi rekan kerjanya bernama Herr Pfrotzner. Berkali-kali ia menelepon ke kantor Herr Pfrotzner dengan suara yang tidak pelan. Akan tetapi, Herr Pfrotzner ini tidak ada di tempat, padahal mereka harus bertemu di Berlin hari itu. Herr Fringer tidak menyerah. Ia menitipkan nomor teleponnya sehingga Herr Pfrotzner dapat menelpon balik. Nomor tersebut didengar oleh Penumpang A dan ia mendapatkan ide. Ia dan Penumpang B bekerja sama untuk mengerjai Herr Fringer ini.

Penumpang A dan B pergi ke toilet untuk menelpon Herr Fringer dengan mengaku dirinya sebagai Herr Pfrotzner. Pfrotzner palsu memintanya untuk turun di Braunschweig—stasiun terdekat dengan kereta api yang sedang dinaikinya—dengan mengaku bahwa ia sedang bermain golf di sana. Tanpa berpikir panjang Herr Fringer turun di stasiun Braunschweig dan gagal

bertemu dengan Herr Pfrotzner. Seluruh penumpang di dalam kereta tersebut tampak senang ketika ia pergi.

4. Ringkasan Cerita Komik tanpa judul karya Mawil

Supa-Hasi dan seorang kawannya, yang juga hewan (selanjutnya disebut Si Kucing) berlari menaiki tangga di stasiun mengejar kereta api yang sudah berangkat. Ternyata kereta yang mereka dapati itu bukan kereta yang seharusnya mereka tumpangi. Candaan ringan mewarnai kisah ini sebelum akhirnya keduanya melihat seorang pemudi yang menghalangi jalan mereka. Gadis itu bersama seorang teman perempuannya. Ketika mereka sedang beristirahat di dalam kabin, Supa-Hasi terus-menerus membicarakan mereka dan ia berharap dapat bersama-sama dengan mereka. Akan tetapi, Si Kucing merasa itu tidak penting, ia tidur dan mengacuhkannya. Keadaan temannya yang sedang tidur tidak membuat Supa-Hasi berhenti mencari tahu tentang kedua perempuan tersebut, mengganggu ketenangan kawannya, dan membuatnya tidak dapat tidur kembali.

Tak disangka, ketika Si Kucing meninggalkan gerbongnya menuju toilet, ia mendapatkan kesempatan bertemu dengan kedua gadis tersebut. Mereka bertiga sepakat untuk berbincang-bincang bersama di kereta makan. Pada saat Supa-Hasi mendapati mereka, ia terbata-bata berkenalan dengan kedua gadis ini, tetapi tak lama kemudian mereka menikmati pembicaraan mereka. Dua ekor hewan dan dua pemudi ini menghabiskan waktu mereka di dalam kereta bersama-sama. Layaknya anak muda pada umumnya, sikap yang menunjukkan kebebasan digambarkan di dalam cerita ini. Mereka mengganggu pengusaha yang selalu sibuk mengurusi bisnis dengan telepon genggamnya dan mereka berlari-lari dengan senang menuju ujung kereta. Dalam pertemanan yang baru mereka jalani ini, mereka membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kenikmatan perjalanan dengan kereta api. Kisah berakhir ketika mereka sampai di tujuan wisata mereka dan berpisah.

5. Ringkasan Cerita ‘Das Wurscht-Prinzip’

Benjamin adalah seorang pemuda yang bekerja sebagai pramusaji di sebuah kedai makanan bernama ‘HEINI’S WURSCHT PALAST‘ yang terletak di

lingkungan stasiun kereta api. Ia seorang pemuda yang memiliki impian melakukan perjalanan ke tempat-tempat terkenal seperti Roma, Praha, Paris, dan kota lain-lain. Masalahnya, ia merasa terjebak dalam pekerjaan yang membebaninya. Hal tersebut membuatnya tidak berkonsentrasi pada pekerjaannya, malah melamun dan mengabaikan pelanggannya. Percakapan dengan pelanggannya membuat ia sadar bahwa ia dapat berhenti berangan-angan dan mengejar keinginannya. Apalagi bos-nya yang tambun itu sama sekali tidak membuatnya nyaman bekerja di kedai tersebut. Kisah ini berakhir dengan keputusan Benjamin yang meninggalkan pekerjaannya untuk pergi ke Paris.

6. Ringkasan Cerita ‘Miau & Wau’

Raul sedang berada di dalam kereta Deutsche Bahn yang berangkat dari Spanyol menuju ke Berlin untuk menemui pacarnya bernama Kathi yang tinggal di Jerman. Ketika kereta berhenti di Stuttgart, seorang perempuan bernama Conny duduk di sebelah Raul. Di tengah-tengah perjalanan Conny tidak sengaja tertidur di bahu Raul. Ia tidak tega bila harus membangunkan Conny. Akan tetapi, bila ia membiarkannya, ia khawatir Conny akan berpikir yang macam-macam terhadapnya.

Telepon genggam milik Conny yang tiba-tiba berdering menyelamatkan Raul. Nada dering dari telepon genggam tersebut berbunyi suara kucing yang mengeong “Miau”. Tak lama kemudian, telepon genggam milik Raul ikut berdering dengan suara anjing menggonggong “wau-wau”. Hal tersebut menimbulkan kelucuan karena seakan-akan ada kucing dan anjing yang saling menyalak. Dari kejadian tersebut mereka akhirnya berkenalan.

Dari telepon yang ia terima, Raul menerima informasi dari sahabatnya yang menyatakan bahwa Kathi berselingkuh. Hal tersebut membuatnya kecewa, tetapi setibanya di Berlin ia cepat melupakan kekesalannya karena ia menghabisan sepanjang hari bersama Conny sampai akhirnya mereka harus berpisah. Pada malam hari, setelah ia bertemu dengan Kathi dan pria yang berselingkuh dengannya, ia menerima telepon dari Conny. Mereka memutuskan untuk pergi ke daerah dataran tinggi dan kemping di sana.

Dokumen terkait