• Tidak ada hasil yang ditemukan

K. Alasan Mengukur Mutu dan Kepuasan Pelanggan

4. Bersifat open source dan tidak bergantung pada platform manapun 2.4 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

2.4.2 Class Diagram

Menurut Mathiassen (2000, p69-70), class diagram menyediakan gambaran dari problem-domain dengan mendeskripsikan hubungan struktural antar class dan object.

Class merupakan penjelasan dari sekumpulan objek yang mempunyai struktur, behavioral pattern dan attribute yang saling berbagi. Objek adalah

sebuah entitas yang memiliki identitas, state dan behaviour. Objek harus dapat dideskripsikan sebagai entitas, objek harus memiliki identitas yang memisahkan dari seluruh objek, objek juga memiliki state yang menjelaskan statis dan dinamisnya suatu properti pada objek, dan behaviour pada objek adalah urutan dari event yang akan dilakukan selama daur hidup objek. Event adalah suatu kejadian yang berlangsung seketika atau secara cepat dan melibatkan satu atau banyak objek. Event table menjelaskan events yang berhubungan dengan objek class dan menjelaskan objek apa saja yang berhubungan pada suatu event.

2.4.3 Structure

Structure menentukan hubungan antara classes dan objects. Hubungannya adalah generalization dan cluster untuk hubungan antar classes, sedangkan hubungan antar objects adalah aggregation dan association. Cara menentukan structure adalah dimulai dengan class dan event yang ada pada event table, yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan struktur objects dan stuktur class yang akhirnya menghubungkan hubungan antar class. Hasilnya adalah class diagram.

2.4.4 Behaviour

Behaviour merupakan urutan event yang mungkin terjadi pada objects dalam sebuah class. Deskripsi dari behaviour dan attribute menghasilkan satu atau lebih karakterisasi dari setiap objects.

Behavioral Patterns adalah daftar kemungkinan urutan dari suatu event yang terjadi pada semua objects di dalam class. Attributes adalah keterangan properti dari suatu class atau event.

2.4.5 Usage

Usage merupakan penjelasan cara dalam target sistem digunakan pada application domain dengan mengidentifikasi dan menyusun actor dan use case. Actor adalah user atau sistem lain yang berinteraksi dengan target sistem. Use case adalah interaksi antara sistem dan actor dalam application domain. Notasi yang digunakan untuk membuat use case diagram adalah : 1. Aktor

Aktor adalah abstraksi dari pengguna atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem target (Mathiassen, 2000, p119).

Gambar 2.2 Aktor (Mathiassen, 2000, p343) 2. Use case

Use case adalah pola untuk interaksi antara sistem dan aktor pada application domain (Mathiassen, 2000, p120).

Gambar 2.3 Use case (Mathiassen, 2000, p343)

Actor1

“actor” Actor

3. Patisipasi

Partisipasi menggambarkan partisipasi antara aktor terhadap suatu use case (Mathiassen, 2000, p343).

Gambar 2.4 Partisipasi (Mathiassen, 2000, p343) 4. Use case group

Use case group digunakan untuk menggambarkan kumpulan use case yang berhubungan dengan suatu sistem yang diberi nama dengan nama suatu sistem (Mathiassen, 2000, p343)

Gambar 2.5 Use case Group (Mathiassen, 2000, p343) 2.5 Activity Diagram

Menurut Anonymous03 (2007,

http://atlas.kennesaw.edu/~dbraun/csis4650/A&D/UML_tutorial/activity.htm), activity diagram mendeskripsikan alur kerja dari sebuah sistem. Activity diagram sebenarnya hampir sama dengan state diagram karena activity adalah sebuah keadaan (state) dalam melakukan sesuatu. Diagram ini mendeskripsikan keadaan dari aktivitas dengan menunjukan rangkaian kerja dari aktivitas yang sedang berjalan. Activity diagram dapat menunjukkan aktivitas yang terjadi menurut kondisi atau yang berjalan bersamaan. Alasan utama mengapa kita menggunakan activity diagram adalah untuk memodelkan alur kerja di belakang sistem yang sedang didesain. Activity diagram juga

berguna untuk menganalisa use case dengan mendeskripsikan tindakan apa yang perlu berjalan dan kapan kegiatan itu berlangsung. Activity diagram tidak menjelaskan secara detail tentang bagaimana sebuah object berkolaborasi dengan object lainnya.

Menurut Bennet (2006, pp113-114), activity diagram digunakan untuk : 1. Memodel aktivitas bisnis di sistem yang sekarang.

2. Mendeskripsikan sebuah fungsi sistem yang digambarkan oleh use case. 3. Memodel rincian bagaimana suatu operasi dijalankan.

4. Digunakan dalam Unified Software Development Process (USDP) untuk memodel cara suatu aktivitas di USDP diorganisir dan hubungannya dengan aktivitas lain dalam alur hidup pengembangan perangkat lunak.

Activity diagram merupakan flowchart yang menunjukkan alur kontrol dari aktivitas ke aktivitas. Activiy diagram digunakan untuk memodel aspek dinamik dari suatu sistem.

Notasi yang digunakan untuk membuat activity diagram adalah : 1. Initial state

Initial state merupakan titik awal dari activity diagram. 2. Action State

Action state merepresentasikan eksekusi dari sebuah aksi. 3. Transisi

Transisi merupakan alur kontrol yang berpindah ke action state selanjutnya.

4. Branching

Branching merupakan jalur alternatif yang diambil. Sebuah cabang dapat memiliki 1 transisi yang masuk dan 2 atau lebih transisi yang keluar.

5. Forking dan joining

Forking merepresentasikan pemisahan satu alur kontrol menjadi 2 atau lebih alur kontrol secara bersamaan. Sebuah fork dapat memiliki 1 transisi masuk dan 2 atau lebih transisi yang keluar yang masing-masing merepresentasikan alur kontrol yang independen.

Joining merepresentasikan penggabungan 2 atau lebih alur kontrol secara bersamaan. Sebuah join dapat memiliki 2 atau lebih transisi yang masuk dan 1 transisi yang keluar.

6. Swimlanes

Swimlanes merupakan sebuah grup dimana setiap grup dipisahkan oleh garis vertikal. Setiap swimlanes memiliki nama yang unik. Activity diagram yang terbagi dalam swimlanes, setiap aktivitas merupakan milik 1 swimlane namun transisi dapat melewati setiap swimlane.

7. Final State

Final state merupakan titik akhir dari activity diagram. 2.6 Navigation Diagram

Menurut Mathiassen(2000, p34), navigation diagram merupakan bentuk khusus dari statechart diagram yang berfokus pada keseluruhan user interface yang dinamik. Navigation diagram menunjukkan partisipasi antara window dan transisi diantara window yang ada.

Notasi yang digunakan dalam navigation diagram adalah : 1. Initial State

Initial state merupakan titik awal dari navigation diagram.

2. State

State merupakan representasi dari window. Sebuah state memiliki nama dan sebuah icon yang merupakan miniatur dari sebuah window (Mathiassen, 2000, p344).

Gambar 2.7 State (Mathiassen, 2000, p344) 3. Transisi

Transisi digambarkan diantara window. Transisi menunjukkan apa yang harus dilakukan pengguna di suatu window untuk mengaktifkan transisi

state.

Gambar 2.8 Transisi (Mathiassen, 2000, p344) 4. Final State

Final state merupakan titik akhir dari navigation diagram.

Gambar 2.9 Final State (Mathiassen, 2000, p341)

Login

OK Cancel

User Id

Dokumen terkait