• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterangan :

Kursus 1 tahun intensif masuk : 1 minggu 1 x waktu ditentukan sendiri/kelompok total 1 tahun 48x pertemuan.

Keterangan : Pilihan Waktu Diklat / Kursus : 08.00-10.00; 10.00-12.00; 13.00 15.00; 15.00-17.00; 17.00-19.0; 19.00-21.00 WIB.

Tabel 2.3 . Daftar Harga Khusus Selama Promosi

(sumber: Istibank)

3) Tempat (place)

Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya adalah menentukan dimana produk atau jasa tersebut akan disampaikan kepasar sasaran pada tempat yang tepat, dengan harapan produk atau jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan kebutuhan barang atau jasa tersebut. Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis.

Lokasi berarti berhubungan dengan dimana perusahaan harus melakukan operasi atau kegiatannya. Dalam hal ini ada tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu:

No Nama program Biaya

pendaftaran Biaya operasional pendidikan

Jumlah pertemuan (Jam Pertemuan) 1 Microsoft Office Rp 200.000 s.d Rp 300.000 30 JP 2 Komputer Akuntansi (MYOB) Rp 250.000 s.d Rp 400.000 28 JP 3 Desain Grafis Rp 250.000 s.d Rp 400.000 28 JP 4 Autocad Rp 250.000 s.d Rp 400.000 28 JP 5 Bahasa Asing Rp 150.000 s.d Rp 250.000 24 JP

commit to user

a. Konsumen mendatangi penyedia jasa atau perusahaan, yaitu apabila

keadaannya seperti ini maka menjadi sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih tempat yang dekat dengan konsumen sehingga mudah dijangkau dengan kata lain harus strategis.

b. Penyedia jasa mendatangi konsumen, yaitu dalam hal ini lokasi tidak terlalu

penting tetapi yang harus diperhatikan adalah penyampaian jasa harus tetap berkualitas.

c. Penyedia jasa dan konsumen tidak bertemu langsung, yaitu penyedia jasa dan

konsumen berinteraksi melalui sarana tertentu seperti telephon, komputer, atau surat. Dalam hal ini lokasi menjadi sangat tidak penting selama komunikasi antara kedua pihak terlaksana dengan baik.

Lokasi atau tempat berpengaruh terhadap dimensi-dimensi pemasaran

strategis seperti fleksibilitas, competitive possitioning, manajemen permintaan dan

fokus strategis. Suatu lokasi disebut strategis bila berada dipusat kota, kepadatan populasi, kemudahan mencapainya menyangkut kemudahan transportasi umum, kelancaran arus lalu-lintas dan arahnya tidak membingungkan konsumen, kelancaran arus pejalan kaki dan sebagainya. Menurut Peter, J Paul (2000: 98), berpendapat bahwa lokasi yang baik menjamin tersedianya akses cepat, dapat menarik sejumlah besar konsumen dan cukup kuat untuk mengubah pola berbelanja dan pembelian konsumen. Masalah pemilihan tempat adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam pemilihan dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyalur produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Dalam memilih saluran distribusi atau tempat ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut:

a. Sifat pasar dan lokasi pembeli

b. Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang- pedagang perantara

c. Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persedian yang ekonomis

d. Jaringan pengangkutan.

Istibank memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di seluruh indonesia, sehingga hal ini dapat memudahkan konsumen untuk menjangkau dari daerah manapun. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi Istibank yang

commit to user

berada di jalan Ir. Sutami 46 Sekarpace Ketingan. Kelebihan dari lokasi ini adalah antara lain :

a) Lokasinya yang mudah dijangkau

b) Dekat dengan akses jalan raya

c) Tempat parkir yang mendukung

d) Gedung paling besar diantara gedung istibank lain yang cabangnya di

surakarta

e) Dekat dengan area kampus dan tempat olahraga

f) Laboratorium yang luas, ber Ac, dan ruang tunggu yang nyaman

g) Akses internet online dan free hotspot

4) Promosi

Promosi atau bauran komunikasi pemasaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Perusahaan tidak dapat menghindari peranan sebagai komunikator dan promotor sebagai media komunikasi pelanggan yang ada dan pelanggan potensial. Promosi merupakan istilah yang luas yaitu salah satu aktivitas pemasaran yang meliputi kegiatan perusahaan guna mendorong keputusan konsumen untuk memakai produk atau jasayang ditawarkan perusahaan, yang merupakan salah satu variabel dalam

marketing mix yang sangat perlu dilaksanakan oleh perusahaan didalam pemasaran barang atau jasanya.

Menurut Swastha (2000:237) menyatakan bahwa promosi adalah arus informasi dan persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Dalam hal ini, perusahaan harus mampu menentukan atau memilih media yang dapat digunakan untuk menunjang sukses pemasaran. Jadi kegiatan tersebut perlu dikombinasikan, dikoordinir agar perusahaan dapat melakukan tugas pemasaran dengan baik, sehingga perusahaan tidak saja memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga mengkoordinir berbagai elemen dari marketing mix.

Menurut Fandy Tjiptono (2006) promosi pada hakekatnya adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu

commit to user

produk kepada pasar sasaran, untuk memberi informasi tentang keistimewaan, kegunaan dan yang paling penting adalah keberadaannya untuk mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang untuk bertindak.

Dalam kenyataanya promosi itu tidak hanya satu variable saja yang dipraktekkan, tetapi biasanya perusahaan menggunakan kombinasi dari berbagai variabel dari promosi. Dan biasanya kombinasi ini sering dikenal dengan istilah

promotional mix. Menurut Philip Kotler dan A.B Susanto (2001: 774)

promotional mix terdiri dari lima variabel, diantaranya :

a) Pengiklanan

Semua bentuk presentasi non personal dan promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.

b) Promosi penjualan.

Insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk atau jasa.

c) Pemasaran langsung

Penggunaan surat, telepon, dan alat penghubung non personal lainnya untuk berkomunikasi dengan atau mendapatkan respon dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.

d) Publisitas

Suatu stimulasi non personal terhadap suatu permintaan produk jasa atau unit dagang dengan menyebarkan berita-berita komersial yang penting mengenai kebutuhan akan produk tertentu disuatu medis yang disebarluaskan atau menghasilkan suatu sosok kehadiran yang menarik mengenai produk itu di radio, televisi atau panggung yang tidak dibayar oleh pihak sponsor.

e) Penjualan pribadi

Penyajian lisan dalam suatu pembicaraan dengan satu arah atau beberapa potensial dengan tujuan untuk melakukan penjualan.

Promosi yang dilakukan Istibank antara lain :

a) Presentasi dan Seminar ke 200 Sekolah Exs-Surakarta / 72.000 Siswa Kelas 3

commit to user

c) Pemasangan Banner dan Spanduk yang akan dipasang di sejumlah titik

Strategis Wilayah Exs Solo baik untuk Shortcourse maupun D3 dan Progam 1 Tahun.

d) Pengiklanan Dengan Media Internet Facebook, Website, Email, Friendster,

Flixser, MIG, SMS Iklan, dll

e) Pembuatan Stopmap / Sampul Ijasah Lulusan Siswa kelas 3 bulan Tahun

2010

f) Pameran Bursa kerja, dan Pameran Lembaga Pendidikan 2

g) Pembuatan kaus dan baju Seragam mahasiswa Istibank dan Karyawan.

(sumber : Istibank)

Adanya suatu promosi dalam sebuah perusahaan akan dapat membantu perusahaan dalam mengenalkan produk atau jasanya kepada masyarakat luas. Semakin banyak promosi yang dilakukan maka semakin banyak pula masyarakat mengetahui tentang kelebihan dan keistimewaan produk atau jasa tersebut. Masyarakat akan jauh lebih detail mengetahui berbagai macam produk yang bisa memuaskan kebutuhan mereka sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk atau jasa tersebut.

2. Profil Istibank

1) Sejarah Perkembangan Lembaga

LPK Kharisma adalah suatu Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan yang memadukan materi Komputer Akuntansi dan Bahasa Inggris, dimana Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan Kharisma dengan title Istibank mendapat ijin operasional dari Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Surakarta. Adapun penanggung jawab dan penyelenggara adalah Drs. Joko Sutrisno. Pada Angkatan pertama LPK Kharisma memperoleh peserta kursus sebanyak 134 siswa untuk program 1 (satu) Tahun sedangkan untuk program regular sebanyak 1260 untuk program regular yang terbagi dalam dua program yang diantaranya, Komputer Operator dan Bahasa Inggris. Pada tahun kedua dan tahun tahun berikutnya jumlah peserta didik mengalami kenaikan sampai hampir 100 % baik untuk program 1 tahun maupun regular. Pada tahun 1999 jumlah

commit to user

siswa mengalami penurunan sampai 25%, hal ini dipengaruhi oleh menurunnya daya beli terhadap sektor pendidikan yang memakan waktu lama dan biaya besar, dimana saat itu puncaknya krisis ekonomi. Mulai tahun 1998 LPK Kharisma mulai bergerak langsung pada masyarakat bawah untuk mengenalkan program 1 tahun secara langsung pada siswa-siswa di SMA/SMK. Melihat perkembangan dan prospek yang sangat bagus maka diputuskan pada tahun 1998 membuka cabang-cabang baru di Surabaya, Madiun, Kediri, Jember, Lampung dan untuk tahun-tahun selanjutnya dibuka cabang-cabang di pulau jawa maupun luar jawa antara lain : Lampung, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Gorontalo, Kendari dan sampai saat ini tercatat sudah ada 21 cabang. Mulai tahun 2005 Lembaga Pendidikan Istibank telah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk memberikan pelatihan-pelatihan gratis untuk pengembangan Sumber Daya Manusia dalam pengentasan pengangguran dan kemiskinan yang bekerjasama dengan kelurahan dan desa di wilayah di Surakarta dan sekitarnya. Dalam upaya untuk penambahan cabang-cabang baru maka pada tahun 2006 LPK Kharisma dengan Title Nama Istibank mulai dipasarkan kepada masyarakat yang ingin terjun ke bisnis pendidikan dengan menggunakan sistim franchise. Sampai dengan saat ini kami sudah memiliki beberapa franchise di Batam, Pekanbaru, Jogjakarta, Bandung, Balikpapan, Aceh, Jambi, Menado.

Visi dan misi Lembaga

Visi

Menciptakan tenaga kerja yang terampil, ahli, produksi dan kompeten melalui pelatihan yang mendukung perluasan lapangan kerja, peningkatan produktifitas, memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan usaha perekonomian daerah / nasional.

commit to user

Dokumen terkait