• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 1.5 Daftar Coding

Coding Partisipan 1

Jawaban Tematik

kurikulum yang mengedepankan tentang pendidikan karakter, jadi memanusiakan manusia..jadi lebih humanisme.

Tujuan Kurikulum 2013

kalau itu memang digarap sungguh- sungguh itu sangat efektif jadi kita lebih menggali masukan dari anak, menurut saya begitu

secara teori sangat mendukung dengan tematik integratif tetapi itu e..sangat sulit..sangat sulit dilaksanakan karena semua materi itu kadang-kadang itu pelaksanannya masih per mapel kalau e.. harusnya kan itu dibungkus dengan ceritera. Lalu materi itu juga disesuaikan seperti yang dilaksanakan misalnya anak-anak Matematika kemarin, ya itu ada Matematika ini yang diolah dengan cerita-cerita rakyat, iya to? ada to itu? nah itu kan seperti itu tetapi ga gampang untuk membuat seperti itu harusnya kan seperti itu, tapi ini menjadi ujian dari guru-guru juga untuk mencoba.

Pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 (tematik integratif dan pendekatan saintifik)

Pendekatan saintifik dari mengamati sampai pada mengkomunikasikan nah e..ini untuk kelas-kelas kecil ini sangat baik. Itu idealnya pembelajaran itu seperti itu jangan sampai kita itu hanya..hanya istilahnya itu menerima mentah tetapi kita harus menggali Itu ideal, idealnya hanya e guru-guru kita secara umum guru itu kan e secara umum mengajarkan buku ya, iya to? Mengajarkan buku, yang ada di dalam buku ya udah sik diajarkan yo itu urut kan begitu, padahal tidak seperti itu, apalagi sekarang buku tematik itu kan hanya poin-poinnya, hanya memang

ada kelemahannya, tingkat kedalamannya itu kan ga sama to dari guru yang satu dengan guru yang lain. Buku pemerintah..bisanya bisa.. cuma bukunya itu buku yang belum layak keluar sudah dipaksakan keluar sehingga ada materi-materi yang memang itu salah fatal, iya to? Ada salah fatal. Kemudian dari buku yang satu dari tema 1 ke tema 2 yang materinya masih sama tidak ada batasan..tidak ada batasan kedalaman, jadi kalau itu tingkat kedalaman itu yang sulit jadi e..ini perlu berlatih kalau misalnya buku murid, buku guru itu e..hanya sekilas seperti itu ya pengembangan guru yang sulit. Maka ini perlu pelan-pelan lah, pelan-pelan kita latih.

Efektivitas buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013

Ya sangat membantu karena e..dari, dari buku guru itu kan pengembangan dari..pengembangan dari buku murid, buku murid yang hanya tingkat kedalaman rendah kemudian e..didalami ditmbahkan materi di buku guru meskipun juga itu tadi e..tingkat kedalamannya juga agak rendah

Secara..secara ini e..detail itu memang belum, belum detail tapi poin-poinnya sudah kami cocokkan dengan buku guru dengan buku murid. Nah kemudian apa yang harus dilakukan apa yang harus dikembangkan kan guru harus mengembangkan sendiri, kalau guru ada me..memberikan sesuai dengan buku itu akhirnya juga ini e..tidak akan terkuasai semua

Kalau kita lihat KI KD itu secara teori sesuai secara teori, tergantung pengembangan dari gurunya itu nanti karena e..semua guru itu kan harus belajar, iya to? harus belajar dulu dan itu tingkat kemampuan berbeda dengan berbagai macam latar belakang guru, basicnya kan berbeda-beda itu.

jadi e..kan semuanya itu karena materi itu kan belum tentu e..semua dengan pengamatan misalnya matematika, bilangan itu apa bisa kita amati, iya to? jadi e..pendekatan saintifik itu tidak semua untuk mapel tetapi akan lebih banyak itu adalah hal-hal yang ada hubungannya dengan IPA dan sebagainya dan lebih banyak di kelas bawah akan cocok di kelas bawah Buku guru..belum, belum, menurut saya belum maka kalau di panduan ya buku penilaian otentik itu ya..dari kami menambahkan dengan buku.. apa ya tadi?kelas 5 itu,e..kelas..bupena..bupena untuk me..untuk sebagai apa ya..referensi.

Ee..semuanya ini e..RPP tetapi sudah

semua membuat tetapi belum

sempurna. Yang jelas e..karena ini hal yang baru e..itu ada yang sudah diprint ada yang belum. RPP memang dari pemerintah kan ada RPP juga itu, tapi RPPnya pemerintah itu kan tidak.. tidak

e..langsung kami gunakan karena

PPRnya harus ada nilai-nilai PPRnya dimasukkan disitu dulu.

Pembelajaran Kurikulum 2013 (parangkat pembelajaran dan proses pembelajaran)

Kalau pemahaman RPP dari e..dari yang e..dari buku itu ya itu tadi belum ada pengembangan jadi e..kurikulum

e..opo RPP yang itu harus

dikembangkan ke dalam e..PPR opo ke dalam RPP yang bernuansa PPR dan ada nilai-nilai Kanisiusnya itu, jadi bisa kalau hanya sekedar memberikan bisa tetapi belum sesuai dengan RPP yang kita harapkan gitu lho.

Ada yang sudah ada yang belum karena pada saat saya amati itu e.. ada yang

memang sudah melaksanakan

pembelajaran saintifik, ada yang masih kesulitan itu tadi apalagi yang kelas- kelas besar itu karena dikejar oleh materi ya itu dikejar oleh materi pemahaman itu sudah paham hanya itu tadi e..untuk mengolah dari pengamatan

sampai pada dalam proses, produksi dan sampai mengkomunikasikan itu memang masih harus belajar.

Kalau e..di dalam pembelajaran itu menurut kami tidak tidak begitu banyak kendala tidak banyak kendala hanya karena ini juga hal yang baru anak-anak juga diajak hal yang baru. Nah ini keterampilan-keterampilan dari guru itu yang mungkin e..cara kesulitan itu cara

menyampaikan itu kadang-kadang

kesulitannya itu, kan mereka harus berkreatif. ya kalau melihat kesulitan memang banyak kesulitan tetapi hal-hal seperti itu sebetulnya hal-hal yang praktis saja.

Yang saya tanya pelatihan-pelatihan itu yang dilaksanakan oleh Dinas itu belum mencakup karena dikejar oleh waktu jadi dikejar oleh waktu, dan harus selesai, dan materinya banyak dan harus ada bukti-bukti sehingga pada saat pelatihan itu..itu hanya disuruh

mengerjakan LK dan tingkat

kemampuan dari narasumber..

narasumber yang mungkin dikatakan narasumbernya dari nasional sebetulnya itu hanya e.. guru-guru yang direkrut kemudian dilatih sebntar dijadikan narasumber.. untuk pelatihan-pelatihan apalagi yang diberikan dari narasumber dari Dinas menurut saya belum apa- apa, lalu untuk diklat-diklat yang lain itu lebih cenderung ke aplikasi to tetapi ditingkat opo.. narasumber-narasumber itu pemahamannya kan berbeda-beda sehingga semakin banyak e..pelatihan

semakin bingung nah sekarang

pelatihan ini untuk workshopnya

penilaian nah nanti ada penilaian lagi

beda lagi makanya kemarin

pelatihannya adalah raport itu berupa deskripsi ya di dalam e..Permendiknas tertulis itu ada penilaian dengan berbentuk nilai dan atau deskripsi kalau nilai tok berarti kan juga boleh to?

deskripsi tok kan boleh tetapi apakah sudah mencakup semua nilai, maka kan karena ada dan itu disini sekarang kita coba nilai dan deskripsi. Nah itu lho ini ini masuk kendala itu, e..maka e..dari tingkat tadi dari tingkat kedalaman materi berbeda-beda itu tadi tidak ada batasan itu lho, tidak ada batasan.

kalau metode jelas tidak

pastinya..pastinya itu mungkin ada PPT kemudian dijelaskan kemudian setelah dijelaskan kita pelajari bersama kita mencoba, kan harusnya gitu tidak..tidak ada penjelasan suruh mengerjakan LK

Pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 (metode)

Yang kami lakukan lebih banyak kami

ikut sertakan workshop-workshop

karena meskipun apapun perbedaannya pasti disitu ada hal yang bisa kita ambil. jadi lebih banyak kami kirimkan guru- guru itu untuk pelatihan-pelatihan dan workshop-workshop dan sebagainya.

Termasuk sekarang mengundang..

mengundang dari pengawas untuk penilaian khusus ini

Upaya untuk mendukung penerapan Kurikulum 2013

e..kalau kami e..usulannya e..tapi ini juga sulit diberikan misalnya itu pelatihan guru, tetapi it e..tidak hanya sekedar e..melaksanakan tetapi betul- betul itu dibedah sampai tuntas misalnya e..itu bagaimana memahami buku, bagaimana cara memberikan pelajarannya, bagaimana mengevaluasinya sampai bagaimana memasukkan ke dalam raport lalu bagaimana membuat kriteria taraf kenaikan kelas

Usulan untuk penerapan Kurikulum 2013

Lampiran Coding Partisipan 2

Jawaban Tematik

Kalau sepemahaman bagus tetapi perangkatnya tidak mendukung, kesiapan e..SDMnya tidak mendukung sangat tidak mendukung karena terkesan mblejog terkesan dipaksakan.

Tujuan Kurikulum 2013

Kalau saya tidak bergantung kurikulum saat membentuk karakter murid tetapi apa ya apa yang sudah menjadi visi misi saya bahwa murid-murid saya jelas harus tahu sopan santun tahu tanggung jawab, kerja sama, disiplin itu apapun kurikulumnya yang akan dipakai harus tetap dengan cara saya, jadi lebih yang lebih penting adalah bagaimana mengenali karakteristik anak secepat mungkin, begitu.

kalau pendekatannya bagus tetapi yang menjadi rancu adalah bahwa di kelas 2 sudah akar dari pangkat 3 itu sudah masuk jadi contohnya begini 27 itu berapa kali berapa kali ... (titik titik) itupun belum sedang murid-murid saya 7x8 saja masih lama gitu lho dan disna juga ada berapa kali berapa supaya hasilnya 120 saya belum pernah mengajari selama awal dari awal saya ngajar sampai hari ini baru kali ini dapat angka di atas 100

Pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 (tematik integratif dan

pendekatan saintifik)

apa ya..dalam prinsipnya begini karena kesannya yang terburu-buru itu dan harus menghabiskan dalam 1 hari 1 PB itu jadi penting materi disampaikan jadi mengambang pemahaman anak itu mengambang kalau dulu walaupun dulu tematik kami tetap menggunakan sesuai alur jadi kalau semester 1 itu perkalian semester 2 pembagian jadi anak-anak

benar-benar paham fasih terkonsep tentang perkalian kalau ini engga dalam 1 buku ada perkalian langsung ke pembagian jadi opo ya..jadi agak

crowded agak bermasalah juga buat saya membuat anak-anak paham jadi

akhirnya yang kepontal-pontal gurunya kalau efektivitas masih kurang karena ternyata banyak salah cetak buktinya kami masih menggunakan Bupena bikinan Erlangga tetap bikinan swasta itu lebih baik daripada bikinan Negeri

Efektivitas buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013

membantu, karena memang harus dengan itu karena kami tidak ada panduan yang lain

sesuai cuma kadang ada beberapa yang salah tempat saja, hanya salah tempat hanya meletakkan dalam cetakan buku pembelajaran karena memang buku itu juga buru-buru kan membuatnya tidak terkonsep dengan baik

jelas tetapi kadang kurang apa ya

kurang..tidak semua bisa diterapkan gitu lho seperti contohnya membuat

anyaman dari pohon kelapa itu tidak saya berikan karena waduh saya tidak bisa manjat pohon kelapa untuk mengambil itu kan tidak setiap saat pohon kelapa itu ada janurnya gitu lho saat-saat tertentu saja

agak absurd agak abstrak, kalau saya pakek Bupena, iya karena di situ jelas seumpama membuat kliping apa yang dinilai di situ langsung dicantumkan kalau di buku guru pakek lampiran pakek di belakang itu kan jadi harus ini tadi apa mbolak balik begtu jadi kurang efisien

kami membuat RPP di awal semua jadi kalau yang Kanisius sebetulnya sudah dibagi kami yang Sleman timur itu membuat tema 2 yang Sleman barat 1 pokoknya sudah dibagi-bagi, memang sudah kesepakatan dari pihak Yayasan pembuatan e..RPP sama jadi kita share gitu lho jadi ndak usah Kota itu

Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013

membuat yang ini ini, kami tugasnya membuat yang ini ternyata mereka belum bisa mengumpulkan sampai hari ini akhirnya ya kita pedomannya Bupena dan buku guru

jauh dari paham karena setiap saat ada perubahan seperti kemarin sewaktu membuat soal itu ada perubahan lagi tentang KDnya jadi di tengah perjalanan pun KD itu bisa diganti dan itu tidak ada di buku gitu lho jadi bingung mau memberikan materi itu tapi kok di buku tidak ada begtu jadi e se..sejauh saya tahu kayaknya ya itu tadi dipaksakan di apa..diaplikasikan. Harapan saya menteri baru ganti

Pembelajaran pada Kurikulum 2013

iya pasti

sebagian besar iya

kalau pembuatan RPP kesulitan adalah waktu, waktu itu sangat sangat tersita banyak untuk membuat RPP yang setiap hari harus kita buat. Kalau dalam

pelaksanaan kadang kekurangan waktu kalau menuruti buku guru ya itu sangat kurang waktunya karena harus ada penilaian-penilaian sikap kan setiap hari belum. Penilaian saat itu belum ada, saya ingin melihat model raportnya saja tidak dijelaskan padahal yang paling penting buat saya itu justru malah

penilaian dilain e..sisi praktek ya praktek kita mengajar dan RPP

Pelatihan Kurikulum 2013

iya katanya tujuannya begitu lebih jelas dari pada saat sebelumnya..lebih jelas

kalau seperti itu saya menggunakan buku panduan yang lain seperti Bupena jadi untuk melengkapi materi yang ada di buku siswa dan buku guru

Upaya untuk mendukung penerapan Kurikulum 2013

dihabiskan tahun ajaran ini saja yang besuk ganti

Usulan untuk penerapan Kurikulum 2013

Lampiran Coding Partisipan 4

Jawaban Teamtik

ehm..kalau menurut saya sih tujuannya bagus kan dia kan tidak hanya menilai secara kognitifnya saja artinya tidak hanya sisi pengetahuannya saja tetapi kan memang ada sisi sikap yang harus ritual yang harus ditampilkan

ditonjolkan disini tujuannya sih bagus

Tujuan Kurikulum 2013

menurut saya cukup efektif tetapi memang ada kekurangannya menurut saya karena kan disitu dia e..kan lebih ideal dia penilaiannya per tiap

pembelajaran ada penilaian sikapnya ini kan e.. idealnya seperti itu tetapi kami juga mengalami keteteran untuk menilai per pembelajaran sikap mana yang harus ditonjolkan.. tapi kalau secara garis besar untuk penilaian sikap bisa di..di..dicapai di K13 ini sudah hampir mirip dengan yang PPR yang sudah kami lakukan

kalau menurut saya pendekatan tematik terpadu ini memang lebih memberikan gambaran ke anak secara menyeluruh jadi kalau misalnya disni kan tidak ditampilkan per muatan mapelnya jadi anak..anak diharapkan diharapkan dia lebih paham dari e per tema yang

diberikan dia bisa mempelajari beberapa muatan itu yang saya pahami seperti itu

Pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 (tematik integratif dan

pendekatan saintifik)

ee..menurut saya dengan pendekatan saintifik ini anak lebih paham jadi dia bisa mengamati sesuatu bisa apa ya bisa menggali sendiri informasi dari sesuatu yang memang dia pelajari kemudian dia bisa menjawab sendiri dari dia e.. pertama dia mengamati menalar dan seterusnya sampe dia nanti bisa mengkomunikasikan dari hasil e..dari rangkaian apa tahapan..tahapan dari

pendekatan ini e..bahkan kalau dimungkinkan sampe mencipta Buku yang dari pemerintah itu masih terlalu dangkal. Memang diharapkan dengan K-13 ini mengurangi beban anak dalam belajar tapi pada waktu evaluasi yang tadinya belajar hanya permukaan saja dievaluasi ternyata lebih detail. Jadi kami mau tidak mau masih memberikan pembelajaran yang tidak hanya sebatas dibuku guru dan buku siswa kami memberikan pengayaan yang lain. Sebenarnya kalau tujuannya untuk mengurangi beban belajar anak

seharusnya ada kesinambungan antara si pembuat soal dengan yang dimateri itu sehingga ada keterkaitan dengan waktu pembelajaran, misalnya di targetkan satu PB satu hari, kalau hanya menurut dibuku itu masih terbatas sekali, yang harus dipelajari anak masih kurang, kalau yang diharapkan seperti itu bisa kami capai sehari tapi kalau misalnya dengan tuntutan yang lain seperti yang dievaluasi kami juga tidak bisa

menambah waktu

Efektivitas buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013

buku guru ya maksudnya? Ya membantu iya karena kan disitu memang sudah ada langkah-langkahnya tapi memang kami e.. tidak hanya terpaku disitu kami menggunakan sumber belajar yang lain misalnya kami gunakan dari penerbit lain kami menggunakan sumber belajar dari internet kami googling untuk cari apa yang ga ada disitu kadang-kadang kan jawabannya anak macem-macem, mau tidak mau kami harus e..mencari informasi jawaban anak ini bener atau tidak karena kan memang kalau di K 13 kan terbuka dengan jawaban anak Ada beberapa dibuku itu yang tidak sinkron, kami pernah kemarin waktu pelatihan ada yang mencermati dari KD itu ada yang tidak sinkron dibuku gurunya tapi kalau memang untuk kemarin membuat RPP, KI dan KD

kami tidak bisa merubah itu memang sudah pakemnya kemudian kami hanya memasukkan diindikatornya apa yang bisa kami masukkan kekhasannya Kanisius. Kalau kesesuaiannya menurut saya ada beberapa yang tidak sesuai tapi memang secara garis besar sudah sesuai dengan KI dan KDnya

kalau untuk itu saya rasa sudah tapi memang kita juga harus tidak terpaku disitu karena kan e.. kadang-kadang konteks yang di buku kan tidak sesuai dengan konteks yang ada di sekolah, misalnya kemarin ada panduan kemudian siswa disuruh mengamati pohon, pohon terus untuk pecahan burung pelatuk kalau dikonteks siswa kan ga ada di sini burung pelatuk kan ga ada jadi memang untuk memandu iya itu membantu sekali tapi tetap kita harus tetap melihat kekonteksannya yang di lingkungan sekitar kan tidak harus pakem gambar yang ada di situ kami bisa kadang-kadang mencari gambar sendiri atau anak suruh mengamati yang ada di sekitar sekolah tidak harus pakem yang dicontohkan disitu

ada..kayaknya ada disitu, tapi menurut saya kok malah enak yang Erlangganya itu, ho.o yang Bupena itu lebih enak lebih cetho gitu lho, ini nanti

penilaiannya kayak ini kayak ini lebih enak di buku Erlangga menurut saya idealnya iya..iya..tapi memang

administrasine ini kan mblenger banget to mbak, jadi kami kami e.. membuatnya kadang-kadang gantian misalnya kan kita paralel e.. jadi e.. membuatnya hanya 1 orang nanti untuk bertiga gantian. nanti pulang jam 1 menyiapkan RPH yang besuk kami malah lebih mengedepankan yang pelaksana hariannya dari RPPnya jadi kami menuangkan di buku kerja kami itu langkah-langkahnya apa-apa. dari pada RPP yang sifatnya administratif semua

Pembelajaran Kurikulum 2013 (parangkat pembelajaran dan proses pembelajaran)

itu tapi memang idealnya iya tapi untuk RPH kami buat setiap hari

Kami mendapat pelatihan dari Yayasan kemudian yang terakhir kemarin mendapat pelatihan di Muntilan ada perbedaan antara pembekalan yang diberikan Yayasan dan ada perbedaan yang diberikan oleh dosen Sanata Dharma pada waktu itu jadi memang ketika itu di pelatihan Yayasan KI dan KD kami diminta untuk memberikan kekhasan dari Yayasan dan kekhasan dari Kanisius, kemudian kami kemarin dibukakan pengetahuannya oleh dosen Sanata Dharma bahwa KI dan KD itu pakem tidak bisa diubah jadi kami bisa memasukkan kekhasan dari Kanisius diindikatornya saja tidak boleh di KI dan KD itu kami rubah-rubah, jadi kami masih mengalami kebingungan yang digunakan itu nanti yang mana, karena mau tidak mau kami itu punya dua tuan dari Yayasan tuntutannya seperti ini, dari Dinas seperti ini. Kadang-kadang akhirnya kami sesuai kebutuhan kalau yang membutuhkan Dinas kami membuat RPP versi Dinas kalau versi Yayasan yang meminta kami membuat versi Yayasan. Setelah dari Muntilan itu belum menemukan kata sepakat yang digunakan yang dari Negeri dan yang dari Yayasan tapi kalau kemarin di Muntilan itu diberitahukan itu sudah kombinasi artinya yang diharapkan Yayasan itu tetap masuk tapi hanya diindikatornya tapi KI KD dari pusat tidak boleh. Setelah itu kami pakai yang sudah dimatchkan artinya yang dari pemerintah tetapi tetap memasukkan nilai-nilai Kanisius, ciri-ciri Yayasan yang harus masuk

Kami menggunakan, jadi kalau kami ambil intinya hampir sama PPR jadi yang aktif mereka yang mencari tahu, bertanya, menalar sampai nanti

aktif kita sebagai fasilitator, kami sudah melaksanakan yang pendekatan saintifik Kesulitannya pertama waktu, mau tidak mau kita tetap ada guru mapel itu tentu saja makan waktu misalnya SBDP itu adalah musik tari kemudian ada KTK padahal dibuku itu tidak setiap minggu ada KTK kemudian tidak setiap minggu ada PJOK tapi kami tetap ngeplotkan jadi mau tidak mau kami kehabisan waktu. Pertama kehabisan waktu kemudian kami ditargetkan PB 1 diselesaikan sehari kemudian PB selanjutnya yang harus ditargetkan dalam satu minggu subtema itu selesai pada kenyataan tidak selesai, kami kadang-kadang keteteran kalaupun kita masuk tematik harus selesai seperti itu nanti pengetahuan anak juga terbatas sekali. Kemudian administrasi, misalnya masuk itu satu PB itu saja 28 halaman bayangkan saja buatnya kapan, belum mengoreksi, kami membuat media, kami persiapan untuk RPH pelaksanaan harian, kemudian untuk penilaian sikap yang kami kesulitan. Kemudian karena keempat juga kami mengalami kesulitan karena kami pergantian dari guru mapel dari mapel yang tadinya sudah diplotkan bertahun-tahun kami di bahasa

Dokumen terkait