BAB II LAPORAN KERJA PRAKTEK
2.1.8. Daftar Notasi Dan Singkatan
Daftar notasi atau lambang dan singkatan di gunakan untuk menjelaskan arti notasi/lambang dan singkatan yang digunakan dalam laporan kerja praktek.
Penjelasan disertai dengan satuannya. Suatu notasi/lambang dan singkatan tidak boleh digunakan untuk dua hal atau lebih yang berbeda.
Contoh halaman daftar notasi dan singkatan di tunjukkan pada Lampiran 9.
6 2.1.9 Daftar Lampiran
Daftar lampiran digunakan apabila laporan kerja praktek banyak memiliki lampiran, sehingga perlu disusun daftar lampiran yang memuat urutan judul lampiran beserta dengan nomor halamannya. Akan tetapi, kalau hanya ada satu atau dua lampiran saja, daftar ini tidak perlu dibuat.
Contoh halaman daftar lampiran di tunjukkan pada lampiran 10.
2.2 Bagian Utama
Bagian utama laporan kerja praktek memuat: pendahuluan, tinjauan perusahaan/institui, landasan teori, hasil kerja praktek dan pembahasan, penutup.
2.2.1 Pendahuluan
Bab pendahuluan memuat: latar belakang, rumusan kerja praktek, batasan kerja praktek dan tujuan kerja praktek.
a. Latar Belakang
Bagian ini berisi: pembahasan hal-hal yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan kerja praktek pada perusahaan tersebut. Selain itu, diberikan gambaran tentang hal-hal yang dikerjakan pada perusahaan tersebut, masalah yang sering terjadi dan langkah-langkah untuk memecahkan masalahnya..
b. Batasan Kerja Praktek
Berisikan penjelasan tentang batasan-batasan kerja praktek yang dilakukan pada perusahaan tersebut sehingga pelaksanaan kerja praktek lebih difokuskan.
c. Tujuan Kerja Praktek
Tujuan kerja praktek menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kerja praktek di perusahaan tersebut. Bagian inilah yang nantinya akan dijawab dalam kesimpulan skripsi tersebut.
d. Waktu dan Tempat Kerja Praktek
Menjelaskan tentang kapan dan dimana kerja praktek dilakukan.
e. Metodologi Kerja Praktek
Metodologi kerja praktek menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan kerja peraktek. Adapun metodologi yang dilakukan adalah:
7 1. Metode Studi Pustaka
Metode ini dilakukan untuk mencari sumber pustaka yang digunakan sebagai informasi awal tentang peralatan yang digunakan dalam perusahaan yang dijadikan tempat kerja praktek dan untuk menyelesaikan permasalahan yang didapatkan saat proses kerja praktek.
2. Metode Praktek Kerja Langsung.
Metode ini mewajibkan mahasiswa melakukan praktek kerja langsung berdasarkan batasan kerja praktek yang telah ditentukan. Praktek kerja langsung ini terdiri dari memproses produk, melakukan perawatan ataupun mendesain sesuai bidang teknik mesin.
3. Metode Interview
Metode ini dilakukan jika ada beberapa alat atau hal-hal yang menjadi bagian dari proses kerja praktek tidak diketahui secara pasti sehingga datanya perlu dapatkan melalui interview pihak perusahaan.
2.2.2 Tinjauan Perusahaan
Tinjauan perusahaan ini memuat tentang profil perusahaan, unit-unit kerja, produk yang dihasilkan dan kegiatan atau proses produksi yang terjadi pada perusahaan tempat KP. Selain itu, dalam tinjauan perusahaan memberikan informasi secara spesifik tentang unit kerja yang menjadi batasan kerja praktek (manajemen perawatan, proses produksi ataupun desain).
2.2.3 Landasan Teori
Landasan teori disusun berdasarkan batasan kerja praktek dan disusun sebagai landasan dan tuntutan untuk memecahkan masalah yang diperoleh selama kerja praktek. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis atau persamaan-persamaan yang langsung berkaitan dengan batasan kerja praktek yang telah dilakukan. Apabila terdapat model, persaman atau algoritma yang di ambil dari buku, maka harus di cantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan, sesuai yang tercantum dalam daftar pustaka.
8 2.2.4 Hasil Kerja Praktek dan Pembahasan
Bab ini memuat hasil kerja praktek berdasarkan batasan kerja praktek dan membahas hal-hal yang dilakukan selama kerja praktek.
2.2.5 Penutup
Bagian ini berisi kesimpulan terhadap hasil kerja praktek yang telah dilakukan serta saran untuk kerja praktek selanjutnya. Kesimpulan dan saran harus di nayatakan secara terpisah.
a. Kesimpulan merupakan pernyataan atau jawaban dari tujuan kerja praktek itu sendiri.
b. Saran di buat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis, ditujukan kepada para mahasiswa yang ingin melanjutkan kerja praktek di Persuahaan tersebut. Saran tidak merupakan keharusan.
2.3 Bagian Akhir
Bagian akhir sebuah laporan kerja praktek terdiri atas daftar pustaka dan lampiran.
2.3.1 Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam kerja praktek. Apabila ada hasil penelitian A dalam tulisan B, maka perlu memperhatikan cara penulisan pustakanya.
Contoh: ….menurut Douglas dalam Kennedy (2001), material komposit alam ….
2.3.2 Lampiran
Lampiran di pakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah di sajikan dalam bagian utama kerja praktek.
9
BAB III
STRUKTUR PENULISAN LAPORAN
Tata tulis meliputi: bahan dan ukuran, pengetikan, penomoran, daftar dan gambar dan penulisan nama.
3.1 Bahan dan Ukuran
Bahan dan ukuran mencakup: naskah, sampul, warna sampul, tulisan pada sampul, dan ukuran.
3.1.1 Naskah
Naskah dibuat di atas kertas HVS A4 minimum 70 gram dan tidak bolak balik.
3.1.2 Sampul
Sampul dibuat dari kertas Buffalo atau yang sejenis dan diperkuat dengan karton serta dilapisi dengan plastik. Tulisan yang tercetak pada sampul (tinta hitam) sama dengan yang terdapat pada halaman judul (tinta hitam).
3.1.3 Warna Sampul
Warna sampul laporan kerja praktek disesuaikan dengan warna jurusan yaitu warna merah (contoh dapat dilihat di Perpustakaan Jurusan Teknik Mesin).
3.2 Pengetikan
Pada pengetikan disajikan: jenis huruf, bilangan dan satuan, jarak baris, batas tepi, pengisian ruangan, alinea baru, permulaan kalimat, judul dan sub judul, perincian ke bawah, dan letak simetris.
3.2.1 Jenis Huruf
a. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman 12 point dan untuk seluruh naskah harus dipakai jenis huruf yang sama.
b. Huruf miring di pakai untuk tujuan tertentu seperti untuk penulisan istilah asing (kata berbahasa inggris)
Contoh: ….umumnya rudder dipasang pada ekor pesawat terbang.
10 c. Judul bab dituliskan dengan ukuran font 12 point, bold dan HURUF
KAPITAL.
d. Judul sub bab dituliskan dengan ukuran font 12 point, bold dan Huruf Kapital pada huruf pertama.
e. Judul sub-sub bab: 12 point, regular, Huruf Kapital pada kata pertama.
f. Jarak dari judul bab ke kalimat pertama atau judul sub bab = 3 spasi.
g. Jarak dari kalimat terakhir sampai sub bab berikutnya = 2 spasi.
h. Jarak dari sub bab sampai sub-sub bab = 2 spasi.
i. Judul bab di tulis di tengah (center).
j. Judul sub bab di tulis mepet kiri (align left).
k. Isi bab di tulis rata kiri-kanan.
3.2.2 Bilangan dan Satuan
a. Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat misalnya, 10 g bahan. Pada awal kalimat di tulis: Sepuluh gram bahan.
b. Bilangan desimal di tandai dengan koma, bukan dengan titik, misalnya berat telur 50,5 g.
c. Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya tanpa titik belakangnya, misalnya m, g, kg, cal kecuali pada akhir kalimat.
3.2.3 Jarak Baris
Jarak antara dua baris dibuat 1,5 spasi, kecuali untuk intisari (abstract) dibuat 1 spasi.
3.2.4 Batas Tepi
Batas-batas pengetikan, ditinjau dari tepi kertas, diatur sebagai berikut:
a. Tepi atas : 3 cm b. Tepi bawah : 4 cm c. Tepi kiri : 4 cm d. Tepi kanan : 3 cm 3.2.5 Pengisian Ruangan
Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh, artinya pengetikan harus dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan dan jangan sampai ada ruangan
11 yang terbuang, kecuali jika akan mulai dengan alinea yang baru, persamaan daftar, gambar, sub judul, atau hal-hal yang khusus.
3.2.6 Alinea Baru
Alinea baru dimulai pada 12,5 mm dari batas tepi kiri. Contoh jarak alinea baru dapat dilihat pada gambar di bawah pada left tab berwarna hitam
3.2.7 Permulaan Kalimat
Bilangan, lambang atau rumus kimia yang memulai suatu kalimat, harus dieja, misalnya: Sepuluh ekor tikus.
3.2.8 Judul, sub judul, anak judul dan lain-lain
a. Judul harus ditulis dengan huruf besar (kapital) semua dan diatur supaya simetris, dengan jarak 3 cm dari tepi atas tanpa di akhiri dengan titik.
b. Sub judul ditulis dari batas tepi kiri, kata pertama dimulai dengan huruf besar (kapital). Kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.
Kalimat pertama sesudah sub judul di mulai dengan alinea baru.
c. Anak sub judul diketik mulai dari batas kiri tetapi hanya huruf yang pertama saja yang berupa huruf besar, tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah anak sub judul dimulai dengan alinea baru.
3.2.9 Rincian ke Bawah
Jika pada penulisan naskah ada rincian yang harus disusun ke bawah, pakailah nomor urut dengan angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian. Penggunaan garis penghubung (-) atau tanda yang lainnya yang di tempatkan didepan rincian tidak di benarkan.
3.2.10 Letak Simetris
Gambar, tabel, persamaan, judul, dan sub judul ditulis simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan.
3.3 Penomoran
Bagian ini dibagi menjadi penomoran halaman, tabel (daftar), gambar dan persamaan.
12 3.3.1 Halaman
a. Bagian awal laporan KP, mulai dari halaman judul sampai daftar lampiran, diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil (i, ii, iii dan seterusnya).
b. Bagian utama dan bagian akhir, mulai dari pendahuluan (Bab I) sampai ke halaman terakhir, memakai angka Arab sebagai nomor halaman (1, 2, 3, 4 dan seterusnya).
c. Nomor halaman ditempatkan disebelah kanan bawah.
d. Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan (rata kanan) dan 2 cm dari tepi atas dan tepi bawah.
3.3.2 Tabel
Tabel diberi nomor urut dengan angka Arab.
3.3.3 Gambar
Gambar dinomori dengan angka Arab.
3.3.4 Persamaan
Nomor urut persamaan yang berbentuk rumus matematis, reaksi kimia dan lain-lainnya ditulis dengan angka Arab di dalam kurung dan di tempatkan di dekat batas tepi kanan yang menyatakan nomor bab dimana rumus tersebut berada dan nomor urut rumus tersebut ada dalam bab itu.
Contoh: (3.1)
3.4 Tabel dan Gambar
3.4.1 Tabel
a. Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel, tanpa di akhiri dengan titik.
13 b. Tabel tidak boleh di penggal, kecuali kalau panjang sehingga tidak mungkin diketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjutan tabel, dicantumkan nomor tabel, judul dan kata lanjutan yang dituliskan diantara dua tanda kurung.
Contoh: Tabel 2.1 Hasil Proses De-S cairan Logam Ferro-Nikel (lanjutan) c. Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antara yang satu dengan
yang lainnya cukup tegas.
d. Jika tabel lebih besar dari ukuran lebar kertas, sehingga harus dibuat memanjang kertas, maka bagian judul tabel harus diletakkan di sebelah kiri kertas.
e. Tabel diketik simetris dengan ukuran 12 point.
f. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau yang harus dilipat, ditempatkan pada lampiran.
g. Sumber tabel ditulis sebelah kanan setelah nama tabel dengan mencantumkan nama sumber dan tahunnya (Amal, 2016).
3.4.2 Gambar
a. Bagan, grafik, peta dan foto semuanya disebut gambar (tidak dibedakan).
b. Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya diletakkan simetris dibawah gambar tanpa diakhiri dengan titik.
c. Gambar tidak boleh di penggal.
d. Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat yang lowong didalam gambar dan jangan pada halaman lain.
e. Bila gambar dilukis melebar sepanjang tinggi kertas, maka bagian atas gambar harus diletakkan sebelah kiri kertas.
f. Ukuran gambar (lebar dan tingginya) diusahakan sewajar-wajarnya (jangan terlalu kurus atau terlalu gemuk).
g. Skala pada grafik harus dibuat agar mudah dipakai untuk mengadakan interpolasi atau eksterpolasi.
h. Letak gambar harus diatur supaya simetris.
i. Sumber gambar ditulis sebelah kanan setelah judul gambar dengan mencantumkan nama sumber dan tahunnya.
14 3.5 Bahasa
3.5.1 Bahasa yang dipakai
Bahasa yang dipakai ialah bahasa Indonesia yang baku (ada subyek dan predikat dan supaya lebih sempurna, ditambah dengan obyek atau keterangan).
3.5.2 Bentuk Kalimat
Bentuk kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama dan orang kedua (saya, aku, kami, engkau, dan lain-lainnya), tetapi dibuat berbentuk pasif. Pada penyajian ucapan terimakasih pada prakata saya diganti dengan penulis.
3.5.3 Istilah
Istilah yang dipakai adalah istilah Indonesia atau yang sudah di Indonesiakan. Jika terpaksa harus memakai istilah asing, ditulis dengan huruf miring (italic).
3.5.4 Ejaan
Ejaan sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
3.5.5 Contoh kesalahan-kesalahan yang sering terjadi
a. Kata penghubung, seperti sehingga, dan, sedangkan, tidak boleh dipakai memulai suatu kalimat.
b. Kata depan, misalnya pada, sering dipakai tidak pada tempatnya, misalnya diletakkan didepan subyek (merusak susunan kalimat).
c. Kata dimana dan dari sering kurang tepat pemakaiannya dan diperlakukan tepat seperti kata where dan of dalam bahasa Inggris.
d. Tanda baca harus dipergunakan dengan tepat.
3.6 Penulisan Nama
3.6.1 Nama penulis yang diacu
Penulis nama mencakup nama penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dari satu, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan dan derajat kesarjanaan.
Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirnya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan
15 diikuti dengan dkk.
a. Menurut Calvin (1978)….
b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fermstrom, 1943) menghasilkan….
c. Bensisn dapat disubtitusikan dengan Metanol (Meisel dkk., 1976)….
Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumlah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., Mc.Collough,J.P., Leckhtaler, C.H. dan Weisz,P.B.
3.6.2 Nama penulis dalam daftar pustaka
Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya dan tidak boleh hanya penulis pertama ditambah dkk. saja.
Contoh: Meisel, S.K., Mc.Collough,J.P. dan Weisz,P.B., 1976…
Tidak boleh hanya: Meisel, S.L. dkk.
3.6.3 Nama penulis lebih dari satu kata
Jika nama penulis terdiri dari 2 kata atau lebih, cara penulisannya ialah nama akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik..
Contoh:
a. Sultan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana, D.T.
b. Donald Fitgerald Othmer ditulis: Othmer, D.F.
3.6.4 Nama dengan garis penghubung
Jika nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung diantara dua kata, maka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.
Contoh: Sulastin-Sutrisno ditulis Sulastin-Sutrisno
3.6.5 Nama yang diikuti dengan singkatan
Nama, yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu kata yang ada didepannya.
Contoh:
a. Mawardi A.I. ditulis: Mawardi A.I
b. Williams D. Ross Jr. ditulis: Ross Jr., W.D
16 3.6.6 Derajat Kesarjanaan
Derajat kesarjanaan tidak perlu dicantumkan.
3.7 Gambar Teknik
Apabila dalam laporan kerja praktek terdapat gambar teknik, maka gambar tersebut harus dibuat dengan aturan sebagai berikut:
a. Gambar teknik harus menggunakan tinta/plotter/printer.
b. Gambar teknik digambar dengan aturan dan standar sistem ISO.
c. Ukuran kertas yang digunakan adalah: A0, A1, atau A2, sesuai kebutuhan.
d. Sebisa mungkin gambar dikecilkan (ukuran A4 atau A3) dan dimasukkan dalam naskah laporan kerja praktek sebagai lampiran.
e. Isi gambar harus memuat keterangan gambar yang dibuat.
3.8 Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi seluruh data pustaka yang diacu dalam tulisan laporan kerja praktek dengan susunan sebagai berikut:
a. Ke bawah:
Daftar pustaka ditulis kebawah berurutan menurut abjad nama akhir penulis pertama, atau nama buku atau penerbit bila tidak ada nama penulisnya.
b. Ke kanan: ditulis menurut ukuran berikut:
Buku: penulis, tahun terbit, judul buku, jilid, edisi penerbitan, penerbit, kota tempat terbit.
17 Lampiran 1. Contoh Halaman Sampul/Judul Usulan Kerja Praktek
PROSES PRODUKSI BODY MOBIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR BODY PLANT (14 point; 1,5 spasi)
(3 spasi)
Usulan Kerja Praktek (12 point; 1,5 spasi) Di PT. Astra Daihatsu Motor
Diajukan oleh: (12 point; 1,5 spasi) Nama Mahasiswa (NIM )(12 point)
(3 spasi)
JURUSAN TEKNIK MESIN (14 point, 1.5 spasi) FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI
2016
18 Lampiran 2. Contoh Halaman Persetujuan
Usulan Kerja Praktek (12 Point; 3 spasi)
PROSES PRODUKSI BODY MOBIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR BODY MOBIL
(12 point; 1,5 spasi)
(3 spasi)
Yang diajukan oleh: (12 point; 1,5 spasi) Nama Mahasiswa (NIM ) (12 point)
(3 spasi)
Telah disetujui oleh:
Dosen Pembimbing
Nama Lengkap. tanggal……….
NIP.
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Muhammad Hasbi, ST., MT. tanggal……….
NIP.
19 Lampiran 3. Contoh Cara Penunjukan Sumber Pustaka
Penunjukan sumber pustaka dalam uraian, dapat dijalankan sebagai berikut:
1. Nama Penulis pada bagian permulaan kalimat
Jerret (1959) menyebutkan bahwa marga Artocarpus di Asia mencakup sejumlah 50 jenis.
2. Nama Penulis pada bagian tengah kalimat
Leukoplas yang mengandung butir-butir amilum yang besar ditemukan oleh Diers (1963) didalam serbuk Oenthera Hookerg.
3. Nama penulis pada bagian akhir kalimat
Penggunaan sterilisator autoklat dapat memberikan pengaruh baik atau buruk terhadap pertumbuhan, tergantung pada gula yang dipergunakan dalam medium (Suprapto, 1979).
4. Penulisan 2 orang
Jika penulis terdiri atas dua orang, maka kedua-duanya harus disebutkan.
Philips dan Andrew (1966) menemukan spermatozoon pada skripsi Herefor yang berumur 224 hari.
5. Penulisan lebih dari dua orang
Kalau penulis lebih dari 2 orang, maka yang dicantumkan hanya 1 diikuti dengan dkk.
Buluh serbuk sari Lilium Lingiflorium mengandung sejumlah besar amiloplas (Rosen dkk., 1964).
6. Yang diacu lebih dari 2 sumber
a. Kalau nama penulis masuk dalam uraian, semua sumber disebutkan:
Menurut Shuka dan Misra (1979), Davis dan Heywood (1973), dan Heywood (1976), studi mengenai kekerabatan merupakan bagian studi sistematik.
b. Jika penulis tidak masuk dalam uraian, maka antara sumber-sumber itu dipasang tanda titik koma: Pemberian Vitamin C dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pencoklatan permukaan irisan jaringan yang disebabkan oleh reaksi oksidasi senyawa polifenol menjadi quinon yang
20 berwarna coklat (Wereing dan Philips, 1976; Bidwell, 1979; Harisuseno, 1974).
7. Pengutipan dari sumber kedua
Pengutipan dari sumber kedua harus menyebutkan nama penulis aslinya dan penulis buku yang dibaca.
Contoh: Hasil yang sama ditujukan pula oleh Vasil dan Hildebrant (Stevess,1972).
Dalam hal ini yang terdapat dalam daftar pustaka hanyalah tulisan Stevess (1972). Sedapat-dapatnya yang dibaca oalah sumber aslinya.
21 Lampiran 4. Contoh Halaman Sampul/Judul Laporan Kerja Praktek
PROSES PRODUKSI BODY MOBIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR BODY PLANT (14 point; 1,5 spasi)
(3 spasi)
LAPORAN KERJA PRAKTEK
(14 point; 1,5 spasi)
Untuk memenuhi sebagian persyaratan (12 point; 1 spasi) Menyelesaikan studi pada Jurusan Teknik Mesin
Diajukan oleh:
Sutiyoko 09/292453/PTK/06160
Diajukan oleh: (12 point; 1,5 spasi) Nama Mahasiswa (NIM )(12 point)
(3 spasi)
JURUSAN TEKNIK MESIN (14 point, 1.5 spasi) FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI
2016
22 Lampiran 5. Contoh Halaman Pengesahan
LAPORAN KERJA PRAKTEK (3 spasi)
PROSES PRODUKSI BODY MOBIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR BODY MOBIL
(12 point; 1,5 spasi)
(3 spasi)
Yang dipersiapkan dan disusun oleh: (12 point; 1,5 spasi) Nama Mahasiswa (NIM) (12 point)
(3 spasi)
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji (12 point; 1 spasi) Pada tanggal 15 April 2016
(3 spasi)
Susunan Dewan Penguji (1,5 spasi)
Dosen Pembimbing Dosen Penguji
….………. ………..
Laporan kerja praktek ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi pada Jurusan Teknik Mesin
tanggal……….
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Muhammad Hasbi, ST., MT.
Nip. 19740324 200312 1 001
23 Lampiran 6. Contoh Halaman Daftar Isi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
KATA PENGANTAR... iv
DAFTAR ISI... vi
DAFTAR GAMBAR... viii
DAFTAR TABEL... x
DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN... xii
DAFTAR LAMPIRAN... xi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Batasan Kerja Praktek... 2
1.3 Tujuan Kerja Praktek……... 3
1.4 Waktu Dan Tempat Kerja Praktek... 4
1.5 Metodologi Kerja Praktek……… 4
BAB II TINJAUAN PERUSAHAAN... 5
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Boiler... 9
3.2. Prinsip Kerja Boiler... 13
3.3. Jenis-Jenis Boiler………... 15
BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK DAN PEMBAHASAN 4.1. Perakitan Boiler... 40
5.2. Perawatan Boiler... 42
24 BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan... 53 6.2. Saran... 54
DAFTAR PUSTAKA... 55
25 Lampiran 7. Contoh Halaman Daftar Gambar
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Turbin Uap 11
Gambar 3.2. Klasifikasi Pompa 11
Gambar 3.3. Struktur Organisasi Body Division 12
Gambar 3.3. Struktur Organisasi Body Division (Amal, 2016)
26 Lampiran 8. Contoh Halaman Daftar Tabel
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Spesifikasi Rotary Dryer (RD) FeNi III 23
Tabel 4.1. Produk PT. Astra Daihatsu Motor 27
Tabel 4.2. Spesifikasi Turbin di PLTU Nii Tinasa 28
Tabel 4.2. Spesifikasi Turbin di PLTU Nii Tinasa (Manufacturing, 2016)
27 Lampiran 9. Contoh Halaman Daftar Notasi dan Singkatan
DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN
a : Notch length (mm)
Ag : Perak
ASTM : American Society for Testing Materials
b : Lebar (mm)
B : Tebal (mm)
Cu : Tembaga
d : Tebal (mm)
D : Diameter (mm)
Ir : Iridium
ISO : International Organization for Standardization LED : Light Emitting Diodes
MMC : Metal Matrix Composites
Ni : Nikel
pH : Power of Hydrogen
P : Beban maksimum (N)
Pd : Paladium
PE : Polyethylene
28 Lampiran 10. Contoh Halaman Daftar Lampiran
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Rotary Dryer 59
Lampiran 2. Rifle Flow Screener 59
Lampiran 3. Pengambilan Data Spesifikasi Pompa 60
29 Lampiran 11. Contoh Halaman Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Bastioli, C., 2005, Handbook of Biodegrable Plymers, Rapra Technology, UK.
Beddoes, J. and Bibby, M.J., 2006, Principles of Metal Manufacturing Processes,Elsevier, Oxford, UK.
Bintoro, A.G., 2005, Dasar-Dasar Pekerjaan Las, Konisius, Yogyakarta.
Callister, Jr.W.D. and Rethwisch, D.G., 2010, Materials Science and Engineering An Introduction, Eighth Edition, Wiley, USA.
Campbell, F.C., 2010, Structural Composite Materials, ASM International, Materials Park, Ohio 44073-0002.
Craig, R.G. and Powers, J.M., 2002, Restorative Dental Materials, Eleventh Edition, Mosby, St. Louis.
30 Lampiran 12. Format Proposal/Usulan Kerja Praktek
1. Halaman Judul
2. Halaman Persetujuan Usulan Kerja Praktek 3. Latar Belakang
4. Batasan Kerja Praktek 5. Tujuan Kerja Praktek
6. Waktu Dan Tempat Kerja Praktek 7. Metodologi Kerja Praktek
8. Teori Dasar Yang Berhubungan Dengan Batasan Kerja Praktek