Adawiyah CR. 2011. Memperkokoh Ketahanan Pangan Dengan Penganeka- ragaman Pangan. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indone- sia 33 (6): 5-7.
Anonim 2009. Keanekaragaman Hayati di Papua Dalam Ancaman nak.multiply.com/journal/item/1. [17 Nopember 2009]
Anonim 2011. Ketersedian Habitat
Arabbi PR, Genovese MI, Lajolo FM. 2004. Flavonoids in Vegetable Foods Commonly Consumed in Brazil and Estimated Ingestion by the Brazilian Population. Agriculture and Food Chemistry 52:1124-1131
Apriyani RDP. 2010. Derajat Kesaman (pH) Sebagai Parameter Perairan. http:// rainadpa.blogspot.com/2010/01/derajat-keasaman-ph-sebagai-parameter .html. [20 Januari 2010]
Benavente-Garcia O, Castillo J. 2008. Update on Uses and Properties of Citrus Flavonoids: New Findings in Anticancer, Cardiovascular, and Anti-inflam- matory Activity. Agriculture and Food Chemistry 56: 6185-6205
Biro Pusat Statistik. 2011. Realisasi Penerimaan Pemerintah Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia 2006-2009 dan Realisasi Penerimaan Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia.
Biro Pusat Statistik Kabupaten Mappi. 2010. Hasil Sensus Penduduk (Angka Sementara) Kabupaten Mappi Papua. 16 Agustus 2010.
Boland DJ et al. 2006. Forest Trees of Australia Fifth Edition. Collingwood, Aus- tralia: CSIRO Publishing.
Dahuri R. 1998. Pembangunan Pertanian Berkelanjutan: Dalam Perspektif Ekono- mi, Sosial dan Ekologi. Agrimedia 4(1): 5-11.
Dowe JL. 2010. Australian Palms Biogegraphy, Ecology and Systematics. Collingwood, Australia: CSIRO Publishing.
Downey MO, Dokoozlian NK, Krstic MP. 2006. Cultural Practice and Environment Impacts on the Flavonoid composition of grape and wine: A review of recent research.. American Journal of Enology and Viticulture
57: 257-268
Dwi I. 2011. Penentuan Klasifikasi Iklim Kota Batu menurut Koppen dan
Schmidt Fergusson.
Endarwati. 2005. Keanekaragaman Hayati dan Konservasinya di Indonesia.
Ferrell KE, Thorington RW. 2006. Squirrels: the animal answer guide. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Fink BN, Steck SE, Wolff MS. 2007. Dietary Flavonoid Intake and Breast Cancer Survival among Women on Long Island. Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention 16: 2285-2292
Hamdani R. 2011. TDS untuk Standar Air Sehat
Com/2011/11/17/tds-untuk-standar-air-sehat/. [
Hanafi F. 2010. Keanekaragaman Hayati di Indonesia. http://earlfhamfa.Word press.com/2010/02/10/keanekaragaman-hayati-di-indonesia/. [10 Pebruari 2010]
Harborne JB. 1996. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung: Penerbit ITB Bandung.
Hardjoamidjojo S. dan Setiawan BI. 2001. Pengembangan dan Pengelolaan Air di Lahan Basah. Keteknikan Pertanian 15:40-47
Harold MG. 2004. On food and cooking: the science and lore of the kitchen. New York: Scribner.
Hartono, Meteray BS, Farda NM, Kamal M. 2006. Kajian Ekosistem Air Permukaan Rawa Biru Torasi Merauke Papua Menggunakan Citra Pengin -deraan Jauh dan SIG. Forum Geografi 20(1):1-12
Hartoto. 2009. Penelitian Deskriptif. http://www.penalaran unm.org/index.php/ artikel-nalar/penelitian/163-penelitian-deskriptif.html. [11April 2009] Haytowitz, D.B., Bhagwat, S., Harnly, J., Holden, J.M., Gebhardt, S.E. 2006.
Sources of Flavonoids in the U.S. Diet Using USDA’s Updated Database on the Flavonoid Content of Selected Foods. 2012]
Huda T. 2009. Hubungan antara Total Suspended Solid dengan Turbidity dan
Dissolved Oxygen.
tus 2009]
Isroi. 2008. MasalahAnalisa Rasio C/N Kompos TKKS.
Khumaidi A. 2012. Kekeruhan Air
Lelykesehatan. 2011.Kekeruhan Air
Maharani H. 2006. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor. Teknologi Pengelolaan Benih Beberapa Tanaman Obat di Indonesia.
Jurnal Litbang Pertanian 25(2):68-73.
Marthen H. 2003. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh masyarakat suku Maibrat di kampung Sembaro distrik Ayamaru Kabupaten Sorong. Fakultas Kehutanan Universitas Papua.
Miean KH, Mohamed S. 2001. Flavonoid (Myricetin, Quercetin, Kaempferol, Luteolin, and Apigenin) Content of Edible Tropical Plants. Agriculture and Food Chemistry 49(6):3106-12
Najeb A. 2009. Tanni Maret 2009]
Nugroho LH, Purnomo MS, Sumardi I. 2006. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Nurfazilah S AR, Othman AS, Mohd Fahmi AB, Boyce1 PC. 2010. Studies on
Hanguana (Commelinales, Hanguanaceae) for Sunda II: Five new forest species from Peninsular Malaysia and recircumscription of Hanguana malayana.Willdenowia 40: 205-219
Notohadiprawiro T. 1989. Pola Kebijakan Pemanfaatan Sumberdaya Lahan Basah, Rawa, dan Pantai. Disajikan dalam Seminar Ilmiah Dies-Natalis ke -25 Universitas Jember. 14-15 Juli 1989.
Omana J. 2009. Sebuah Kekhawatiran Atas Kelangkaan Air di Merauke.
Tabloidjubi.com Parker R. 2004. Introduction to Plant Science-Revised. New York: Thomson
Delmar Learning.
[PSEKP] Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. 2011. Memperkokoh Ketahanan Pangan dengan Penganekaragaman Pangan. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 33(6): 5-7.
Pramono GM. 2011. Indonesia Negara Megabiodiversitas. http://dunia.news. viva.co.Id/news/read/229304-indonesia-sang--megabiodiversity-country- [26Juni2011]
Priyasmoro KY, Hazrina A, Widya Dharma L, Sutrisna A, Henry KS. 2008.
Alternative Pengelolaan Beberapa Tumbuhan Air pada Kolam Koleksi 1 dan 10 di Kebun Raya Bogor. Program Kreativitas Mahasiswa, Institut Pertanian Bogor.
Purbayu BS. 2011. Paradigma Penelitian Kualitatif. Multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SDT5pQoKCDQAABJQIGs1 /Metode%20Penelitian%20Kualitatif.doc?nmid=97239350. [28 Januari 2011]
Reza. 2012. Kearifan Lokal dan Pembangunan Indonesia.http://www.passopatifm. com/index/php?option=com_content&view=article&id=81:kearifan-lokal- dan-pembangunan-indonesia-&catid=4:culture&ITEMID=14. [30 Januari 2013]
Rohyami Y. 2008. Penentuan Kandungan Flavonoid dari Ekstrak Metanol Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Scheff Boerl). Jurnal Logika
5(1):2-16
Satriyonegoro B. 2010. Apa pengertian C/N ratio?. question/index?qid=20101017204114AANf2FL. [18 Oktober 2010]
Simpson MG. 2006. Plant Systematics. San Diego, California: Elsevier Academic Press.
Sirait M. 2007. Penuntun Fitokimia Dalam Farmasi. Bandung: Penerbit ITB Bandung.
Soemarwoto O. 2004. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Edisi ke10. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Stern KR. 2006. Introductory Plant Biology. Chico, California: Mc Graw Hill Higher Education.
Taman Nasional Wasur. 2011. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan. http://www.ditjenphka.gov.id/ ?Page=Tamnas&Sub=Biotik&Do=Detail&ID=49. [2 Pebruari 2011] Tim PLBT. 1999. Konsolidasi Melalui Penyelamatan Lahan Basah Terpadu pada
Proyek Lahan Garnbut di DAS BAKAKAS, Kalirnantan Tengah. Laporan Akhir BAPPENAS. 16 Desember 1999
Triyanda H. 2012. Ekosistem Perairan (Parameter Kimia, Fisika, Plankton).
Trubus infokit. 2010. Herbal Indonesia Berkhasiat Bukti Ilmiah dan Cara Racik.
Jakarta: PT Trubus Swadaya.
United States Department of Agriculture, Natural Resources Conservation Services. 2011. Plants Profile for Hanguana malayana. http://plants.usda. gov/java /profile?symbol =HAMA8. [3 Februari 2011]
Wikipedia Indonesia. 2011. Kabupaten Mappi, Papua. Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas. http://id.wikipedia.org/wiki/Mappi. [16 Januari 2011]
Wikipedia Indonesia. 2011. Penelitian kuantitatif. Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas. http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kuantitatif. [29 Januari 2011]
Wikipedia. 2012 Kekeruhan Air.
Wikipedia. 2012 Flavonoid.http://id.wikipedia.org/wiki/Flavonoid. [30 September
2012]
Yuwono NW. 2008 Unsur Hara Mikro yang dibutuhkan oleh tanaman November 2008]