Adriani M, Wirjatmadi B. 2012. Pengantar gizi masyarakat. Jakarta: Kencana. Almatsier S. 2009. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Alwi Q. 2007. Tema budaya yang melatarbelakangi perilaku ibu–ibu penduduk
asli dalam pemeliharaan kehamilan dan persalinan di kabupaten Mimika. Bulletin Penelitian Kesehatan. 35(3):137–147.
Angkupi P. 2015. Formulasi perkawinan adat Lampung dalam bentuk peraturan daerah dan relevansinya terhadap hak asasi manusia. Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum. 49(2):315–327.
Arisman. 2009. Buku ajar ilmu gizi: gizi dalam daur kehidupan ed.2. Jakarta: EGC.
Ariyani DE. 2012. Validitas ukuran lingkar lengan atas terhadap indeks massa tubuh dalam mendeteksi risiko kekurangan energi kronis pada wanita (20–45 tahun) di Indonesia (analisis data Riskesdas 2007) [skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia.
Ariyani DE, Achadi EL, Irawati A. 2012. Validitas lingkar lengan atas mendeteksi risiko kekurangan energi kronis pada wanita Indonesia. Kesehatan Masyarakat. 7(2):83–90.
Badan Pusat Statistik, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Survei demografi dan kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Bakar SA. 2014. Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (dalam tanya jawab). Jakarta: Rajawali Pers.
Brown J. 2005. Nutrition through the life cycle ed.2. USA: Thomson Wadsworth. Budiarto E. 2003. Metodologi penelitian kedokteran: sebuah pengantar. Jakarta:
66
Dahlan S. 2012. Seri 3 evidence based medicine: langkah–langkah membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan ed.2. Jakarta: Sagung Seto.
Daniyah. 2014. Perilaku suku Paser terhadap pola makan ibu hamil dan menyusui di desa Lomu kecamatan Batu Engau kabupaten Paser Kalimantan Timur [tesis]. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2014. Gizi dan kesehatan masyarakat ed.9. Jakarta: Rajawali Pers.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1996. Pedoman penanggulangan ibu hamil kekurangan energi kronis. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Pedoman pengukuran dan pemeriksaan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Ensara T. 2008. Kedudukan Anak Angkat pada Masyarakat Adat Lampung Pepadun Siwo Migo Buai Subing Studi di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro.
Fathonah S. 2016. Gizi dan kesehatan ibu hamil: kajian teori dan aplikasinya. Jakarta: Erlangga.
Hamid F, Thaha AR, Salam A. 2014. Analisis faktor risiko kekurangan energi kronik (KEK) pada wanita prakonsepsi di kota Makassar.
Hartriyanti Y, Triyanti. 2007. Penilaian status gizi dalam gizi dan kesehatan masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Haryani FD, Darmono SS, Maya DR. 2013. Hubungan karakteristik, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan frekuensi periksa kehamilan dengan pertambahan berat badan ibu hamil trimester II. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah: 1(2):32–41.
Hidayati F. 2011. Hubungan antara pola konsumsi, penyakit infeksi dan pantang makanan terhadap risiko kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di puskesmas Ciputat kota Tangerang Selatan tahun 2011 [skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
67
Indra D, Wulandari Y. 2014. Prinsip–prinsip dasar ahli gizi. Jakarta: Dunia Cerdas.
Indriany, Helmyati S, Astria PB. 2014. Tingkat sosial ekonomi tidak berhubungan dengan kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 2(3):131–138.
Kalanda B. 2007. Maternal antropometry and weight gain as risk factor for poor pregnancy outcomes in a rural area of Southern Malawi. Malawi Medical Journal. 19(4):149–153.
Kartasapoetra, Marsetyo. 2010. Ilmu gizi, korelasi gizi, kesehatan dan produktivitas kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Kastanakis MN, Voyer BG. 2014. The effect of culture on perception and cognition : a conceptual framework.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Profil kesehatan Indonesia 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. 2015. Laporan pencapaian tujuan pembangunan milenium di Indonesia 2014. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Khadivzadeh T. 2002. Mid upper arm and calf circumferences as indicators of nutritional status in women of reproductive age. Eastern Mediterranean Health Journal. 4–5.
Mahirawati VK. 2014. Faktor–faktor yang berhubungan dengan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di kecamatan Kamoning dan Tambelangan kabupaten Sampang provinsi Jawa Timur. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 17(2):193–202.
Marlenywati. 2010. Risiko kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil remaja (usia 15–19 tahun) di kota Pontianak tahun 2010 [tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia.
Mboi N. 2013. Gizi seimbang atasi masalah gizi ganda. Departemen Kesehatan Rrepublik Indonesia [Artikel Online] [diunduh 23 Mei 2016]. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/article/view/2239/gizi–seimbang–atasi– masalah–gizi–ganda.html.
68
Notoatmodjo S. 2012. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta. Oemiati R, Rini KF, Utami NH, Narendro. 2013. Riskesdas dalam angka 2013
provinsi Lampung. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pasaribu. 2005. Dalam: Rahmaniar MBA. 2011. Faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil di puskesmas Tampa Padang kec. Kalukku kab. Mamuju provinsi Sulawesi Barat tahun 2011 [tesis]. Makassar: Universitas Hassanudin.
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. 2012. Terbanggi Besar. [Artikel Online] [diunduh 25 Desember 2016]. Tersedia dari: http://www.lampungtengahkab.go.id.
Phengxay M, Ali M, Yagyu F, Soulivanh P, Kuroiwa C, Ushijima H. 2007. Risk factors for protein–energy malnutrition in children under 5 years: study from Luangprabang province, Laos. Pediatric International. (49):260– 265.
Podja K, Kelley L. 2000. International low birth weight: simposium and workshop. in Low Birth Weight.
Puli T. 2014. Hubungan sosial ekonomi dengan kekurangan energi kronik pada wanita prakonsepsi di kota Makassar tahun 2014 [skripsi]. Makassar: Universitas Hassanudin.
Radhakrishna R, Ravi C. 2004. Malnutrition in India trends and determinants. Economic and Political Weekly. 39(7):671–676.
Rahmaniar MBA. 2011. Faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil di puskesmas Tampa Padang kec. Kalukku kab. Mamuju provinsi Sulawesi Barat tahun 2011 [tesis]. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Ravishankar AK. 2003. The consequence of chronic energy deficiency (CED) on children’s nutritional status in Tamilnadu: Evidence from NFHS–II. 1– 26.
Rosmelina. 2008. Sistem Pewarisan pada Masyarakat Lampung Pesisir yang Tidak Mempunyai Anak Laki-Laki (Studi pada Marga Negara Batin di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro.
69
Sandjaja. 2009. Risiko kurang energi kronis (KEK pada ibu hamil di Indonesia. Gizi Indon. 32(2):128–138.
Saputra LY. 2015. Pernikahan amalgamasi (studi pada pasangan nikah antara suku Jawa dan Lampung di kecamatan Metro Timur) [skripsi]. Bandarlampung: Universitas Lampung.
Sastroasmoro S, Ismael S. 2007. Dasar–dasar metodologi penelitian klinis, Jakarta: Binarupa Aksara.
Sastroasmoro S, Ismael S. 2011. Dasar–dasar metodologi penelitian klinis ed.4. Jakarta: Sagung Seto.
Schaible dan Kauffman. 2007. Dalam: Hidayati F. 2011. Hubungan antara pola konsumsi, penyakit infeksi dan pantang makanan terhadap risiko kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di puskesmas Ciputat kota Tangerang Selatan tahun 2011 [skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. 2012. Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.
Suparyanto. 2011. Wanita Usia Subur. [Artikel Online] [diunduh 30 Mei 2016]. Tersedia dari: http://www.wordpress.com.
Surasih H. 2006. Faktor–faktor yang berhubungan dengan keadaan kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di Kabupaten Banjarnegara tahun 2005 [skripsi]. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Susanti A, Rusnoto, Asiyah N. 2013. Budaya pantang makan, status ekonomi dan pengetahuan zat gizi ibu hamil pada ibu hamil trimester III dengan status gizi. JIKK. 4(1):1–9.
Susanti LM. 2014. Kedudukan Istri dalam Perkawinan Jujur pada Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Desa Tiuh Balak di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan [skripsi]. BandarLampung: Universitas Lampung
Telake DS, Bitew FH. 2010. Undernutrition among women in Ethiopia: rural– urban disparity. DHS Working Papers. (77):1–25.
Venkaiah K, Brahmam GNV, Vijayaraghavan K. 2011. Application of factor analysis to identify dietary patterns and use of factor scores to study their relationship with nutritional status of adult rural populations. Journal of Health, Population and Nutrition: 29(4):327–338.
70
Wade C, Tavris C. 2007. Psychology ed.9. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Wallace JM et al. 2006. Dalam: Marlenywati. 2010. Risiko kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil remaja (usia 15–19 tahun) di kota Pontianak tahun 2010 [tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia.
Wasiso DE. 2014. Faktor–faktor yang berhubungan dengan resiko kekurangan energi kronik pada ibu hamil di puskesmas Gunung Sugih kabupaten Lampung Tengah [skripsi]. BandarLampung: Universitas Malahayati. White K. 2012. Pengantar sosiologi kesehatan dan penyakit ed.3. Jakarta: