• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anonim. 2010. Biokimia http/id.wikipedia.org/wiki/lignin. Diakses pada tanggal 25 september 2013.

. 2013. Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah. Kanisius, Yogyakarta. Diakses pada tanggal 25 september 2013.

Arief, R. 2001. Pengaruh Penggunaan Jerami Pada Amoniasi Terhadap Daya Cerna NDF, ADF Dan ADS Dalam Ransum Domba Lokal. Jurnal Agroland volume 8 (2) : 208-215.

Arora, 1989. Pencernaan Mikroba Rumen. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Atmosoedarjo, S., J. Kartasubrata, M. Kaomini, W. Saleh, dan W. Moerdoko. 2000. Sutera Alam Indonesia. Yayasan Sarana Jaya. Jakarta.

Bolsen, K. K , & D. A. Sapienza. 1983. Teknologi Silase (Penanaman, pembuatan, dan pemberiannya pada ternak) diterjemahkan oleh B.S. Martoyoedo. Poner Fondaton for Asia and The Pasific.

Crampton, E.W. dan L. E. Haris. 1969. Applied Animal Nutrision 1st E. d. The Engsminger Publishing Company, California, U. S. A.

Datta, R. K., A. Sarkar, P. R. M. Rao, and N. R. Singhvi. 2002. Utilization of mulberry as animal fodder in India. Dalam: M. D. Sanchez (Editor). Mulberry for animal production. Proceedings of an electronic conference carried out, May and August 2000. Roma: FAO Animal Production and Health Paper 147: 183-188.

Engsminger, M.E. dan C.G. Olentine. 1980. Feed and Nutrition. 1st Ed. The Engsminger Publishing Company. California, U. S. A.

Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan untuk Ilmu-ilmu Pertanian, Ilmu-ilmu Teknik dan Biologi, CV. Armico, Bandung.

Handayani, I. P. 2002. Laporan penelitian pendayagunaan vegetasi invasi dalam proses agradasi tanah untuk percepatan restorasi lahan kritis. Lembaga penelitian Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Haris, L. E. 1970. Nutritional Research Techniques For Domestic and Wild Animals, Vol. 2. Anim scr. Dept. Utah State University, U. S. A.

Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo, S. Lebdosoekojo, dan A. D. Tillman. 1993. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

32 Jennings. 2006. Principle of Silage Making. Division of Agriculture. University of

Arkansas. USA.

Kartiarso, Wiryawan, K.G., Satoto, K.B. dan Syahrir, S. 2009. Optimalisasi potensi daun murbei sebagai pengganti konsentrat guna mendukung peningkatan produktivitas ternak berkelanjutan. Laporan Akhir Hibah Kompetitif Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor.

Kusnandar, F. 2010. Mengenal Serat Pangan. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB. http://itp.fateta.ipb.ac.id/ Diakses tanggal 25 September 2013.

Lubis, D. A. 1992. Ilmu Makanan Ternak. PT. Pembangunan, Jakarta.

Lynd L.R., P.J. Weimer, W.H. van Zyl WH and I.S. Pretorius. 2002. Microbial Cellulose Utilization: Fundamentals and Biotechnology. Microbiol. Mol. Biol. Rev. 66(3):506-577.

Machii, H. A, Koyama, and H. Yamanouchi. 2000. Mulberry Breeding, Cultivation and Utilization in Japan. National Institute of Sericultural and Entomological Science. Owashi. Japan.

McDonalds, P., R. A. Edward and J. F.D. Greenhalgh. 1973. Animal Nutrition. 4th ed. Logman Scientifity and Technology, New York.

Mcllroy, R. J. 1977. Pengantar Budidaya Padang Rumput Tropika. Pradnya Paramita, Jakart.

Pratama, N.R. dan Widiyantoro, A. 2011. Murbei (Morus alba L). CCRC Farmasi UGM. http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklo pedia-tanaman-anti-kanker/ensiklopedia-4-2/murbei-morus-alba-l/ (diakses pada tanggal 25 September 2013).

Regan, E.S. 1993. Forage Conservation in the Wet/Dry Tropics for Small Landholder Frmers. Thesis. Fakulty of Science Nothern Territory University, Darwin, Australia.

Reksohadiprojo, S. 1994. Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropik. EDISI ke III. BPFE UGM. Yogyakarta.

. 1988. Pakan Ternak Gembala. BPFE UGM. Yogyakarta. Ristianto, U. Soekanto L. dan A. Harlianti. 1979. Percobaan Silase. Laporan

Proek Konservasi Hijauan Makanan Ternak Jawa Tengah. Dirjen Bina Produksi Dirjen Peternakan Departemen Pertanian dan Fakultas Peternakan UGM.

33 Ruddel. A., S. Filley and M. Porat, 2002. Understanding Your Forage Test Result. Oregon State University. Extension Service. [diakses 25 Januari 2004 pada situs

http://alfalfa.ucdavis.edu/SUBPAGES/ForageQuality/interpretingfqreport. pdf.].

Rusminandar. 1989. Mendayagunakan Tanaman Rumput. Sinar Baru.Bandung. Sanderson, M. A. dan R. A., Paul. 2008. Perennial forages as second

generationbioenergy crops. International Journal of Molecular Sciences, 9, 768-788.

Sastromidjojo dan Soeradji. 1981. Peternakan Umum. CV. Yasaguna. Jakarta. Schukking, S. 1977. Fodder Conservation. Internatinal Course Dairy Cattle

husbandry, International Agricultural Centre, WegeningenThe Netherland. Silk, B.J. 2008. Khasiat Daun Murbei (Morus alba L). http://ariefjais.

blogspot.com/2008/03/khasiat-murbei.html (diakses pada tanggal 25 September 2013).

Singh, B., dan H. P. S. Makkar. 2002. The potential of mulberry foliage as a feed supplement in India. Di dalam : Sánchez MD. Editor. Mulberry for animal production. Proceedings of an electronic conference carried out, May and August 2000. J. Of. FAO. Anim. Prod. And Health Paper. 147: 139-156. Siregar, S. B. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar swadaya. Jakarta. . 1996. Pengawetan Pakan Hijauan Ternak. Edisi I. Penebar

Swadaya. Jakarta.

Sofyan A. dan A. Febrisiantosa. 2007. Tingkatkan Pakan Ternak dengan Silase Komplit. UPT. BPPTK – LIPI, Yogyakarta. Sumber: Majalah INOVASI Edisi 5 Desember 2007.

Sunanto, H. 1997. Budidaya Murbei & Usaha Pesutraan Alam. Kanisius. Yogyakarta.

Suparjo. 2008. Degradasi Komponen Lignoselulosa oleh Kapang Pelapuk Putih. Jajo 66.Wordpress.com

. 2000. Analisis Secara Kimiawi. Fakultas Peternakan. Jambi.

Sutardi, T. 1981. Sapi Perah dan Pemberian Makanan. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. IPB. Bogor.

Syahrir, S., Wiryawan, K.G., Parakkasi, A., Winugroho dan O.N.P Sari. 2009. Efektivitas Daun Murbei Sebagai Pengganti Konsentrat dalam Sistem Rumen in Vitro. Media Peternakan Agustus 2009. Vol. 32 No.2.hal. 112-119.

34 Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo.. 1994. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

United State Department of Agriculture. 2011. Pennisetum purpureum. http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=PEPU2. Diakses tanggal 25 September 2013.

Utomo, R. 1999. Teknologi Pakan Hijauan. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Van Soest P. J. 1976. New .Chemical Methods for Analysisof Forages for The Purposeof Predicting Nutritive Value. Pref IX International Grassland Cong.

Weiss, B. 1992. Silage Additives. Department of Horticulture and Crop Science. Ohio State University Extension.Columbus.http://ohioline.osu.edu/agffact/ 0018.html.Diakses tanggal 25 September 2013.

Widya. 2005. Enzim Selulase. http://kb.atmajaya.ac.id/default. aspx? tab ID= 61&src=a&id=84059. Diakses 15 Maret 2014.

Winarno, F. G., dan D. Fardiaz, 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Woodard, K. R., dan G. M., Prine. 1993. Dry matter accumulation of elephantgrass, energycane and elephantmillet in a subtropical climate. Crop Science, 33, 818– 824.

1

35

Dokumen terkait