BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BPS. 2000. Indikator kesejahteraan Masyarakat. Jakarta. Badan Pusat Statistik. BPS. 2005. Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan Komite
Penanggulangan Kemiskinan. Jakarta.
BPS. 2007. Tingkat Kemiskinan di Indonesia. Berita Resmi Statistik. Nomor 38/07/Th. X, 2 Juli 2007
Comb, P. H & Ahmed, M. 1999. Memerangi Kemiskinan di Pedesaan Melalui Pendidikan Non-Formal. Jakarta. CV. Rajawali.
Hardjono. 2004. Mengurangi Kemiskinan dengan Teknologi Komunikasi. Jakarta. Makalah Penanggulangan kemiskinan.http//:[email protected]. (diakses tanggal 20 Mei 2007)
Hart, Keith. 1973. Kemiskinan di Indonesia.
http://www.jurnalkemiskinan.com/id/index.php=1230.
Komite Penanggulangan Kemiskinan. Buku Pedoman Pendampingan Penanggulangan kemiskinan Tahun 2003. Jakarta. Sekretarian Komite Penanggulangan Kemiskinan.
Mubyarto. 2003. “Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia”. Jurnal Ekonomi Rakyat. Th. II - No. 2 - April 2003 Mubyarto. 2003. “Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia”. Jurnal Ekonomi Rakyat. Th. II - No. 2 - April 2003.
Mubyarto. 2002. LSM SEBAGAI ELIT DESA HARUS MEMBELA KAUM MISKIN. Jurnal Ekonomi Rakyat. Ekonomi Rakyat dan Kemiskinan – Tahun I. no 7. September 2002.
Rachmat. 2004. Perkembangan Penduduk Miskin. Bandung: Humaniora Utama Pers.
Rusli, S. et al. 2002 Komunitas Permukiman Miskin di Jakarta. Bogor. Pusat Kajian Agraria Lembaga Penelitian IPB dan ISJ
Rusli, S. et al. 1995 Metodologi Identifikasi Golongan dan Daerah Miskin. PT Gramedia Widiasarana. Jakarta.
Sahdan, G. Penanggulangan Kemiskinan Desa. Jurnal Ekonomi Rakyat. Ekonomi Rakyat dan Kemiskinan - Maret 2005. Th II no. 16
Sahdan, G. 2005. Menanggulangi Kemiskinan Desa. Jurnal Ekonomi Rakyat. Jakarta.
Sajogyo (Ed.). 1997. Menciptakan Visi Mendukung Perkembangan Kelompok Swadaya Mandiri Dalam Gerakan Nasional PPK. Jakarta. PUSPA SWARA dan Pusat P3R-YAE.
Sayogyo. 2003. Dua Jenis Pertemuan Apakah Sambungan?. Jurnal Ekonomi Rakyat. Ekonomi Rakyat dan Kemiskinan –Tahun I. no 11. Januari 2003
Subagyo, Herry. 2003. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Perekonomian Rakyat. Bogor. Pusat P3R.
Sugiyono, L. 1999. Karakteristik Kemiskinan dan Pemetaan Penduduk Miskin propinsi Jawa Barat (Studi Kasus dua Desa Tertinggal kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Sulekale, D. D. 2004. ”Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Indonesia di Era Otonomi Daerah”. Jurnal Ekonomi Rakyat. Th. II - No. 2 - April 2004. Summase, I. 1999. Dinamika Kelompok Masyarakat Penerima Dana Bantuan IDT
(studi kasus desa tertinggal di kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan). Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Tim Crescent. 2003. Menuju Masyarakat Mandiri dengan pengembangan model sistem keterjaminan sosial. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama. Tim Crescent. 2002. Upaya Pengembangan Kemiskinan di Era Otonomi Daerah.
Dalam Bab III Program yang Telah Dilaksanakan Pemerintah. Jakarta. PT Gramedia.
Yudhoyono, S.B. dan Harniati. 2004. Pengurangan Kemiskinan di Indonesia. Jakarta. Brighten Press.
Lampiran 1. Potensi Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Desa SUMBER DAYA ALAM DESA CIBATOK SATU
I. RW 01, 02, 08 NO JENIS SUMBERDAYA ALAM LOKASI KETERANGAN RW 01 RW 02 RW 08 1 Sungai
Cibungbulang x v x Masih Digunakan
2 Batu kali x v x
Sdh Banyak Berkurang Dan Kecil-Kecil, Digunakan Untuk Bangunan Dan Di Jual Masyarakat
3 Pasir x v x
Dijual Dan Digunakan Sendiri
4 Ikan x v x
Berkurang Akibat Di Racun Dan Sisa Buangan Pestisida Sawah
5 Mata air v (12) v (6) v (7)
Digunakan Untuk Segala Kebutuhan Rumah Tangga,
6 Lahan (Kebun) v v v
Berkurang Akibat Perumahan Dan Fasilitas Umum
7 Lahan(sawah) v v v
Sebagian(50%)Lahan Milik Orang Luar Desa
II. RW 07
LOKASI
NO JENIS SUMBERDAYA
ALAM RT 01 RT 02 RT 03 KETERANGAN
1 Sungai Cibungbulang x x v masih digunakan
2 Batu kali x x v
digunakan untuk kebutuhan wrga
3 Pasir x x v
dijual dan digunakan sendiri
4 Ikan x x v
dipancing oleh penduduk setmpat
5 Mata air v x v digunakan untuk segala
kebutuhan rumah tangga 6 Lahan (Kebun) v v v
ditanam tanaman pertanian musiman
7 Lahan(sawah) v v v
sebagian(50%)lahan milik orang luar desa
III. RW 03
LOKASI NO JENIS
SUMBERDAYA RT 01 RT 02
JUMLAH
1. Persawahan 3 Ha Tidak ada 3 Ha
2 Kebun campuran 1 Ha 2 Ha 3 Ha
3 Saluran irigasi a) 2 km 2 km 2km
4 Sumber mata air 1 titik Tidak ada 1 titik
5 Sungai/kali 1 km Tidak ada 1 km
6 Kolam ikan 0,5 Ha Tidak ada 0,5
keterangan: a) Berfungsi sebagai batas RT 01 dan RT 02 IV. RW 04
LOKASI (RT)
NO. JENIS
SUMBERDAYA 01 02 03 04 KETERANGAN
1. Sawah - - 1 ha 2,5 ha Pemilik orang kota
2. Kebun - 2000m2 1000m2 7500m2 Tidak produktif
3. Kolam - - 1000m2 4200m2 Saluran air
rusak
Pemilik orang kota
3. Mata Air - - - 1 Tidak ada
pengelola
4. Sungai/Irigasi ada Ada - ada Sapak
Saluran menyempit V. RW 05 LOKASI NO JENIS SUMBERDAYA RT 01 RT 02 RT 03 KETERANGAN 1. Lahan sawah 8 Ha 20 Ha 5 Ha
2. Kebun kosong 1 Ha Tidak ada Tidak ada Wakaf
3. Wahangan/sungai ciarueten
Ada Tidak ada Ada 1 km
4. Batu kerikil Ada Tidak ada Ada Tidak diambil
5. Batu besar Ada Ada Ada Kebutuhan warga
RW 05 , dijual untuk warga
6. Pasir Ada Ada Ada Kebutuhan warga
RW 05, dijual untuk warga
7. Air sungai (mandi, cuci, kakus)
Ada Ada Ada Umum
8. Udang
9. Ikan lele
10. Kepiting
11. Mata air (sawah, minum, mck)
2 2 1
12. Rumput Pohon
VI. RW 06
Lokasi Jenis
RT 01 RT 02
Keterangan 1. Mata Air ada 2
RT 01 RT 02
Mata air: Di sini ada 2 atau 4 mata air yang bertempat, 2 di cikarat dan2 di cikidul gunanya untuk keperluan para penduduk, yang digunakannya untuk mandi, cuci, dan apa saja
Ada (1)
ada (1)
Mata air disini cukup bagus bagi masyarakat disini dan juga banyak kegunaannya. Contohnya
Buat mandi, cuci, minum, dan keperluaan masyarakat lainnya.
RT 01 => sudah dibangun RT 02 => masih dialami 2. Sungai
Sungai Leumi Jengkol: Sangat banyak digunakan oleh
warga 01/06 misalnya: Untuk mandi, mencuci pakaian ,mencuci piring, dan juga ada jenis ikan , batu dan pasir. Disini juga jenis ikannya hampir punah, kalau dulu jenis ikannya banyak tetapi sekarang hampir tidak ada karena banyak orang yang meracunnya.
Ada Tidak ada
Sungai banyak digunakan untuk mandi, cuci piring, cuci pakaian.
Keadaan: Sedikit memburuk karena banyak buang sampah di sungai, kotoran binatang, dan kotoran manusia.
Untuk irigasi: Untuk perkebunan dan saluran
3. Ikan sering diracun Hampir habis
4. Udang hampir habis
Ada Ada Tidak ada Tidak ada
Kalau dulu sangat banyak tetapi sekarang hampir punahkarena banyak orang yang meracuni, sehingga ikan sekarang susah didapat. Contohnya ikannya: Udang, lele, benter, dan jeler
5. Batu-batu di kali Ciasutan Ada Tidak ada
Batu sekarang hampir habis karena banyak yang diambil untuk dijual dan keperluan sendiri misalnya:
Untuk rumah dan jalan
6. Pasir RT 02 Ada Tidak
ada
Pasir hampir habis karena diambil hampir setiap hari jadi keadaan pasir yang ada di sungai hampir buruk 7. Lahan
- perumahan - singkong
Ada ada Perumahan, kebun singkong,
kebun pepaya, kebun campuran/tumpang sari, sawah.
VII. RW 09 LOKASI