Bungin, Burhan. 2001. Metodologi penelitian sosial. Surabaya : Airlangga University Press.
____________________. 2003. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Cangara, Hafiedz, 2003. Pengantar komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya,
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Ilmu Komunikasi Dan Praktek. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya..
____________________. 2002. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis. Bandung : Remaja Rosdakarya.
____________________. 2004. Ilmu komunikasi teori dan praktek.bandung : Remaja Rosdakarya
Gerungan, W.A. 2002. Psikologi Sosial. Bandung: P.T. Refika Aditama Kuncoro, Mudrajat .2003. Metode Penelitian.Yogyakarta:Pustaka Pelajar Lewis, richard. 1996. Komunikasi bisnis lintas budaya. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya
Liliweri, Alo,. 1997. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung : Citra Aditya Bakti. ____________. 2003. Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya : Lkis
Lukiati, Komala, 2009. Ilmu Komunikasi: Perspektif, Proses, dan Konteks. Bandung: Widya Padjadjaran.
Mulyana, Deddy.2003. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Rachmat, Jalaluddin. 2002. Metode penelitian komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Samovar Larry,Porter,Mcdaniel. 2010. Komunikasi Lintas Budaya : Salemba Humanika
Sugiyono, 2005. Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Susetyo, Budi D.P.1999. Stereotip etnik pada kelompok etnik mayoritas dan Minoritas :Bagian Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Toer, Pramoedya Ananta. 1998. Hoakiau di Indonesia. Jakarta: Garba Budaya. Yogyakarta
Non Buku Media Online :
http://pratanti.wordpress.com.php
Komunikasi%20antarpribadi %20files/_files/script.js Model-Komunikasi Radiska : 2005 files/scribd_options.js
model-komunikasi-transaksional_22_files/authorization.css www.google.com www.scribd.com.doc/43081535/pola-komunikasi http://rossi-makalahku.blogspot.com/2009/10/gaya-komunikasi.html http://digilib.pe(reprository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19229/5/chapter%20l. pdf - 10 Oct 2012, 13.10) tra.ac.id/viewer.php http://hankam.kompasiana.com/2012/05/22/kerusuhan-mei-1998-saya-malah-patroli-keliling-kota/ (http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/180/jiptiain--sabrinasil-8955-4-babiir-i.pdf) (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24729/4/Chapter%20II.pdf) (http://js-patalatu.blog.ugm.ac.id/2012/05/20/komunikasi-lintas-budaya/, 10 november 2012)
Sumber Instansi : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.
Lampiran 1
Daftar pertanyaan wawancara. Nama :
Usia Alamat Umum :
1.Berapa lama tinggal dikawasan Ampel Surabaya? 2.Anda merupakan keturunan dari suku apa? (Keturunan asli atau keturunan campuran)
3.Tahukah anda ada berapa suku yang tinggal dikawasan Ampel? Culture :
1.Bagaimana pandangan anda terhadap orang dari suku lain yang tinggal disini. (Dijabarkan pandangan responden kepada masing-masing suku)
2. Pernah ada keluhan terhadap suku lainnya? a. jika pernah, biasanya karena mengapa? b. hal itu(keluhan) sering terjadi atau tidak? c. bagaimana penanganan masalahnya?
keluhan anda kepada suku apa, dan apa keluhannya? Bisa di rangking atau semua sama saja
3.Pernahkah terjadi konflik antara anda dengan masyarakat dari suku yg lain? Jika pernah bagaimana penyelesaiannya, tahap mediasi komunikasi pemecahan masalahnya seperti apa?
jika tidak bagaimana cara menjaganya, adakah cara berkomunikasi khusus yang anda terapkan untuk menjaga kerrukunan?
4. Bagaimana hubungan anda dengan orang2 dari suku yang berbeda : sangat dekat,dekat,biasa,jauh,sangat jauh,lainnya
Sosiocultutal:
1. Saya dengar ada penyebutan khusus (sandi atau kode) yang digunakan
masyarakat (sebut nama sukunya) untuk membicarakan masyarakat dari suku yg lainnya?
Sandi yang digunakan bermakna buruk bagi suku lainnya atau hanya untuk kode saja?
Menurut Apakah suku yang lain juga melakukan hal yang sama?
2. Bagaimana cara anda berkomunikasi dengan orang-orang disekitar anda baik sesama suku atau dengan suku yg lainnya?
Apakah ada kata-kata dari anda yang sulit dimengerti oleh orang dari suku lainnya atau sebaliknya, jika pernah mengalami itu (Noise) bagaimana cara menjelaskannya?
3.Apakah anda memiliki kelompok khusus (perkumpulan baik personal maupun perkumpulan suku yang umum), bagaimana pandangan kelompok anda terhapat suku yang lain?
4. Apakah hak privasi beragama anda pernah diganggu oleh masyarakat dari suku yang lain.
Apakah anda perlu mengkomunikasikan acara besar atau ritual agama anda dengan yang lain, atau masing=masing sudah saling mengerti dan menghargai?
Psikocultural:
1. Bagaimana perasaan anda selama tinggal di Ampel Surabaya?
2.( Pertanyaan akan diarahkan ke arah adakah prasangka atau etnosentrisme) Lingkungan :
1.Pernahkah anda melakukan kerjasama dengan orang2 dari suku lainnya? Sepenting apa kerjasama tersebut bagi kehidupan anda?
2. Menurut anda apa yang menyebabkan masyarakat Surabaya khusunya masyarakat Ampel mampu mempertahankan kerukunannya sampai saat ini? Kita tahu Banyak konflik ras dan suku yang terjadi akhir-akhir ini, bagaimana saran anda untuk mengatasinya....
Lampiran 2
Keterangan : P = peneliti N = narasumber Narasumber 1
Nama : Anisah Aljufri Usia. :47 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Khm Mansyur 179, Surabaya.
P : selamat malam dengan ibu anisah ya? Ibu anisah sebelumnya ini
standart dulu yang pertama, sudah berapa lama tinggal dikawasan ampel?
N : 37 tahun
P : dari lahir atau sebelumnya sudah berpindah?
N : dari gresik dulu terus pindah ke kawasan Ampel.
P : Tapi di Ampelnya sudah kurang lebih 37 tahun ya?
N : lebih dong hampir 40...
P : hampir 40 malah ya bu, diatas 30 tahun ya...
N : saya mulai umur
P : kalau saya boleh tahu, bu Anisah ini merupakan keturunan dari
suku apa?
N : Arab
P : kan ada macem-macem ya ada asli ada yang campuran, sudah
campur sama jawa, kalau bu anisah sendiri?
N : masih asli
P : asli ya?
N : iya
P :baik ini standart,tau tidak ada berapa suku yang tinggal dikawasan ampel? N :ada suku arab, ada tionghoa, madura, ada penduduk asli Indonesia
madura juga ada, ada jawa, banjarmasin juga ada...
P : oh, ada suku banjar juga ya?
P : baik ini agak pribadi ibu ya, mungkin bisa dijabarkan jadi (bagaimana) pandangan anda terhadap suku-suku yang lain, jadi terhadap jawa bagaimana, cina bagaimana dan madura bagaimana?
N : yang khas?
P : pandangan anda saja, menurut anda mereka bagaimana
N : kalau jawa se sama dengan kita tapi kita bukan namanya perbedaan
biasanya penduduk madura disini pendatang-pendatang yang tidak tetap
P : tapi bagaimana, maksudnya nyamankah anda?
N : ya kadang kadang tidak nyaman dengan sikap mereka apalagi kadang
dia tinggal di tempat-tempat depan rumahnya orang, menempel itu...
P : tapi ada yang dekat atau tidak sama (dengan) yang maduranya?
Apakah semua begitu?
N : enggak, ditempat lain dia ada perumahan-perumahan sendiri ,
kalo sementara disini (pendatang baru) dia menempel di gudang-gudang belakang.
P : kalau untuk jawanya?
N :enggak, dia ada rumahnya sendiri memang penduduk tetap.
P : tapi anda merasa nyaman saja dengan mereka?
N : nyaman,saja
P : bagaimana dengan cinanya ?
N : cinanya nyaman, dia juga dengan kesibukannya sendiri, dagang
sendiri, tidak mengganggu kita juga.
P : oh sama-sama punya kesibukan masing-masing ya?
N :kesibukan masing-masing...iyaa , Sebenernya orang madura juga
tidak mengganggu, tapi yang mengganggu yang buka kaki lima
depan rumahnya kita orang tanpa izin, dan memaksa tidak mau pindah. P : secara pribadi tidak, tapi secara penggunaan tempat ?
N : iya, kadang ya mengganggu (warung kaki lima ), baunya, kadang
kotorannya, buang-buang sampah depan rumah kita, dia gak peduli tapi kalau dikasih tau marah, ya kita orang diem aja, tidak cari masalah.
P : jadi ketika merekanya marah, ibu Anisah diam aja gitu?
N : diem aja, iya...mau lapor kemana?
P : tadi kan sudah ada sedikit keluhan, mungkin diperjelas pernah
terjadi konflik tidak dengan ketiga suku yang lain? Tadi karena sudah dimulai dengan maduranya dulu ya, bagaimana?
menempel-menempel itu aja yang mengganggu, yang lain dia tidak mengganggu...
P : yang lain enggak ya?
N : iya
P : jadi itu sudah banyak terjadi ya, sering ya?
N : banyak, iya...
P : kalau memang ada penanganan masalahnya bagaimana biasanya?
N : yaa....
P : ada masalah itu terus untuk menyelesaikannya?
N : diarahkan, sebenarnya kita orang kepingin mengarahkan tapi
ditaruh dimana misalnya kaki lima itu, mau ditempatkan dimana kita gak tau lokasinya, jadinya sekitaran Ampel dia menempel didepan rumah orang-orang itu...
P : jadi akhirnya solusinya adalah dibiarkan dulu?
N : iya
P : sampai?
N : Soalnya sering lapor, sering lapor gak ada tanggapan yang
didaerah Ampel yang menempel menempel itu. Terus apa lagi yang dikalimas yang menempel digudang-gudang itu , tapi alhamdulilllah sekarang ini mulai dibersihkan, kita tidak mau mempersalahkan dia orang yang sudah penduduk tetap, yang ada KTPnya, yang diperkampungan masing-masing kita orang ndak masalah, masalah yang itu aja...
P : yang menempel itu ya? Baik kalau dengan suku yang lain dengan
jawa atau cina pernah ada keluhan ?
N : ndak ada...
P : tidak ada sama sekali ya?
N : ndak ada....dia (Tionghoa) saling menghormati kita juga, puasa juga dia menghormati...
P : oke, tadi kan masalah dan cara menanganinya, kalau sebelum masalah itu
terjadi ada cara khusus tidak untuk mencegah masalah dengan ketiga suku yang lain? Perlakuannya harus sama atau berbeda
N : Sama sebenernya
P : Sama ya...
N : ya, kita orang memperlakukan orang sama, cuman kadang yang, apa,
suku madura cepet tersinggungan, orangnya keras biasanya, kebanyakan, meskipun pedagang-pedagang dipasar itu juga kita kalau tawar-menawar juga takut, biasanya kan keras juga malah marah kalau ditawar, kalau suku jawa kan enggak, paling dia (pedagang jawa) bilang "masih belum nyampe modalnya, bu" kalau dia orang (sebagian pedagang madura) "jangan dipegang gak usah
P : demi kerukunan, gimana ditinggal saja atau ditawar baik-baik?
N :iya ditinggal , ya kita orang nawar baik-baik musti, bu ini berapa?
P : tapi kalau gak boleh ya udah, tinggal saja gitu ya?
N : iya, tapi kadang dia orang jawabannya kasar-kasar kebanyakan, ya
mungkin dia orang kurang pendidikan juga yang pendatang-pendatang itu, kecuali anak mudanya sekarang yang sekolah-sekolah.
P : aman
N : iya aman
P : kalau cinanya sendiri bagaimana?
N : aman
P : ada perlakuan khusus?
N : ndak ada
P : sama saja dengan yang lain ya?
N : sama saja
P : baik, ini kalau bisa di ranking (diurutkan) mana yang anda paling merasa nyaman sampai ke tidak nyaman antara jawa, cina, dan madura?
N : paling nyaman ya sama suku jawa, kita orang masih bisa membaur, kalau
cina kan dia orang masing-masing ndak membaur tapi dia gak mengganggu gak apa dia bisnis baik, ndak ada masalah.
P : untuk yang kedua?
N : yang kedua, cina baru madura.
P : iya itu soal nyaman, tapi kalau soal kedekatan hubungan antar pribadi kalau bisa dirangkin seperti apa?
N : Jawa dulu, Madura , Cina.
P : dengan suku cina hubungannya dekat, jauh, atau biasa saja?
N : biasa aja, soalnya kita orang didaerah sini ya gak seberapa banyak suku Cinannya ya...
P : ada sekitar 4 sampe 5 keluarga cina ya...
N : iya he'em...tapi wes biasa kita orang kenalan, paling kita bicara-bicara seperlunya aja
P : biasanya interaksinya karena apa?
N : karena kita belanja di toko-tokonya dia
P : mereka punya toko disini ya?
N : ya, cuma mereka gak membaur. Kalau ada. Kalau kita ikut apa apa gitu
enggak?
P : ada pernah ada undangan dari cina kawinan atau apa?
N : ndak pernah,
P : begitu juga sebaliknya,tidak ada undangan dari anda ya?
N : iya iya...
P : hanya bisnis berarti ya?
N : bisnis, iya...tapi kadang-kadang kalau tempat lain masih ada P : tempat lain ada ya, tapi kalau di Ampel ini tidak ada ya...?
N :iya...
P : saya pernah denger ada penyebutan khusus sandi atau kode jadi kalau
memang arab bertemu dengan arab dia menyebut suku yang lain dengan ini?
N : oh, iya ada panggilan
Peneliti : penyebutan itu hanya untuk kode saja atau maknanya negatif untuk suku yang lain...
N : penyebutan saja tidak bermakna negatif
Peneliti : ada tiga suku yang lain, masing-masing punya penyebutannya atau sama saja?
N : ada, kayak madura kita sebut inggris timur, 35, Peneliti: saya pernah dengar nagras itu ya?
N : iya nagras Peneliti : cinanya?
N : iya kita orang bilang baudeh. Peneliti : kalau jawanya?
N : ndak ada, paling ahwal, ahwal itu dari kata awal jadi penduduk asli, jadi awal pertama
Peneliti : oh, ahwal itu dari awal pertama ya? N : iya iya...
Peneliti: jadi hanya kode saja ya? N : iya
Peneliti: menurut ibu Anisah sendiri, kalau arab kan punya penyebutan, apakah suku yang lain juga punya?
N : ada, Cina ada malahan cina yang menyebut suku arab kayaknya negatif Peneliti: oh gitu? Sepengetahuan anda cina menyebutnya negatif
N : iya, apa se namae saya lupa, ada panggilan suku cina kalau manggil suku arab itu apa artinya negatif kayak...
Peneliti: gak papa sebutkan aja?
N : kayak monyet atau apa gitu, pokok'e hewan Peneliti : kalau dari suku yang lain ?
N : ndak ada
P : ibu punya kelompok khusus, kelompok pengajian atau arisan yang isinya orang satu suku saja?
N : enggak….kelompok ada tapi kalau satu suku gak ada , pasti ada campurannya mas.
P : oh gitu,tapi bagaimana pandangan kelompok ibu dengan suku yang lain : N : baik-baik semua.
Peneliti: sebelumnya ada berapa agama yang tinggal di Ampel?
N : kebanyakan Islam, kecuali cina ya yang konghuchu tapi kita orang berdampingan masing-masing ndak ada masalah
Peneliti: jadi hak ber agama anda tidak pernag dilanggar ya? N : alhamdulilllah didaerah sini ndak pernah ada perbedaan agama
Peneliti: baik, ketika anda ada acara besar gitu,mau ada pengajian,mau ada nikahan atau apa gitu, apakah anda perlu mengkomunikasikan gitu saya mau ada acara ya tolong, atau masing-masing saling menghargai saja?
N : oh, ada bilang tetangga, ada acr nyampeken, tolong minta maaf sebelumnya, begitu juga kita kalau mau bangun rumah juga lapor ama tetangga
Peneliti: kalau acara agama, kepada yang beragama lain ada perlu mengkomunikasikan ada pengajian atau apa?
N : kebetulan disini satu daerah ini bertetangga ini semua beragama islam jadi gak perlu
Peneliti: yang berbeda agama adalah suku cina. Ketika mereka ada acara agama? Apakah mereka lapor dahulu atau masing-masing saling menghargai saja?
Peneliti: masing-masing saling menghargai saja. Soalnya disini kita gak pernah keliatan dia mengadakan pesta-pesta pasti digedung-gedung lain
P : bagaimana dengan kelenteng di jalan --- itu kan masuk kawasan Ampel juga? N : iya tapi itu kan agak jauh, tapi gak terganggu kita, malah dia juga toleransi pada penduduk sini kadang bagi-bagi.
P : Bagaimana perasaan anda selama 40 tahun tinggal dikawasan Ampel
N : Nyaman, tenang, tidak ada perbedaan,saling tolong menolong,eh...gotong royong ya tadi itu terus apalagi ya...ya itu nyaman aja
P : pernah tidak anda merasa bahwa suku arab ini adalah suku yang terbaik ? N : oh enggak, karena kita merasa memang kita orang Indonesia, karena mulai nenek kita memang dilahirkan di Indonesia. Jadi gak ada kita merasa saya ini orang asing, memang wajah masih asli tapi makan sudah lodeh,rujak tidak ketinggalan yai itu...
P : sudah satu gitu?
N :jadi gak bakal kita makan makanan kayak kita asli orang arab gitu, kadang juga gak suka kadang.
P : pernah ada prasangka terhadap suku lain, misal madura pasti begini? Jawa begini?
N : oh endak ada ndak ada, cuman ya itu ada sebagian suku madura yang keras, paling ditempat kita orang kalau belanja dipasar-pasar, atau orang yang menempel dibelakang pemukiman itu kita resah itu aja yang lain gak ada masalah.
P : Anda pernah melakukan kerjasama dengan suku yang lain?
N : yah kalau ke pasar sayur-sayur ya sama suku madura,tapi kalau masalah beras,apa... kita di toko-toko cina
P : Menurut ibu Anisah sendiri, apa yang menyebabkan masyarakat Ampel dari dahulu sampai saat ini dengan empat suku berbeda tapi sampai sekarang masih bisa mempertahankan kerukunannya, padahal ditempat lain kan konfil ras antara suku ini dengan suku yang lain berantem, kenapa disini bisa aman?
N : karena mungkin pendidikan agama di Ampel sangat tinggi, dalam agama kita tidak boleh memperbedakan bangsa dan harus saling menghormati
P : pertama karena agama ya?
N : agama, jadi kita tidak mau menyakiti hati manusia juga dan agama kita gak boleh beda bedaken ini.ini.ini sama aja
P : ada alasan lain mungkin?
N : ndak ada, jadi agama itu biar dia berjalan, kita juga gak boleh memaksakan agama kita.
P : Baik, jadi saling menghargai sesama umat beragama gitu ya N : Iya.
P : Baik, terima kasih banyak atas waktunya ibu Anisah, selamat malam assalammualaikum...
Narasumber II Nama : Hasan Usia. : --
Pekerjaan : pedagang toko kelontong. Alamat : Khm Mansyur ---, Surabaya.
P : Baik selamat malam, dengan bapak siapa? N : Bapak Hasan.
P : Bapak Hasan maaf bisa tahu nama lengkapnya bapak? N : hasan wijaya
P : usia berapa pak Hasan Sekarang? N : wah kalau usianya saya ndak tahu P : kira-kira lahir tahun berapa ? N : iya, ndak tau e....
P : Sebelum kemerdekaan atau setelah kemerdekaan lahirnya? N : setelah kemerdekaan, tapi gak jauh,
N : iya mungkin
P : bapak Hasan tinggal dikawasan Ampel sudah berapa lama? N :lama, sudah mulai dari lahir.
P : orang tua tinggal disini atau bagaimana? N : Iya, disini semua
P : dari kakek atau orang tua? N : dari kakek kalau pertamanya...
P : maaf sebelumnya kalau saya boleh tau pak hasan dari suku apa? N : saya dari suku jawa aslinya
P : tidak ada campuran?
N : ndak ada campuran apa-apa
P : anda tahu ada berapa suku yang tinggal disini N : ada suku jawa,madura,terus cina,arab
P : ini saya nanya pribadi,jawabnya bebas...pandangan anda terhadap suku lainnya gimana?
N : ya tergantun dari pada akhlaknya manusianya, kadang kala dia itu baik, kadang kala dia itu ya...marah-marah lah
P : jadi sukunya apa saja tergantung manusianya ya? N : iya
P : ada pandangan gak maksudnya arab itu begini, cina itu begini, jawa begini? N : enggak sama saja sebetulnya
P : pernah gak om ada keluhan dengan suku yang lain?
N : yang saya gak nyaman kalau ada maduranya itu, madura itu kan suka memfitnah. Jadi masalahnya orang yang baik dijadikan buruk ama dia
P : kalau arabnya?
N : arabnya masih baik, masian P : Cinanya sendiri?
N : baik juga
P : kalau bisa dirangking om, mana yang paling nyaman atau paling baik sampai yang paling gal baik? Apa dulu yang pertama arab, jawa,cina, madura yang bisa di ranking apa?
N : kalau cina sedikit itu...tidak ada masalah,soalnya dia jauh, orang arabnya ada dikampung-kampung tidak ada masalah biasa
P : pernah ada konflik gak om? Masalah, bertengkar dengan suku yang lain? N : iya, bertengkar ini...sama orang jawa ini, yang jualan bakso kaki lima ama orang-orang roti-roti ini ngaco segala suasana
P : kalau yang lainnya madura, ada konflik om?
N : ada sebelah tempatnya Yusuf ini, itu yang supir orang madura,itu kan suka bikin masalah
P : penanganan masalahnya, penyelesaian masalahnya gimana om N : ya. Saya selesaikan dari pada bosnya
P : oh langsung ke atasannya...
N : he'eh iya ke bosnya langsung saya lapor itu... kalau ini berat ini orang-orang yang kaki lima kaki lima ini...
P : terus bagaimana om lebih memilih mengalah atau bagaimana sama mereka? N : saya tetep usir. Iya
P : tadikan setelah konflik om, tapi kalau sebelum masalah, cara menjaga kerukunannya bagaimana
N : kalau sebelum masalah saya cuma diam saja, apa katanya dia..inikan ada tempatnya sendiri sendiri....dia harus menjaga dari tempat itu dan kedua jangan ada kegaduhan. Sebab gak baik kan kalau ada kegaduhan. Ini kan masalah rumah tangga...bukan masuk sebuah toko (saja) ini. Rumah tangga ada, disini yang jual ada
P : saya dengar ada penyebutan khusus terhadap suku lainnya?, maksudnya kode kalau sesama jawa ngomongin orang arab bagaimana, cina bagaimana, madura bagaimana?
N : oh, endak ada e....
P : baik, kalau cara berkomunikasinya om apakah sama cara berkomunikasi dengan masing-masing suku atau berbeda...?, cara anda berbicaranya om.
N : ya, bicara seperti apa adanya gitu, dan tidak menyinggung orang-orang yang bersifat giti-gitu
P : om, punya kelompok tidak, semisal kelompok agama, kelompok bermain atau kelompok arisan gitu
N : ndak ada
P : saya boleh nanya maaf agamanya apa om? N : agama saya ( terlihat ragu untuk menjawab) P : bebas, bebas om...
N : kristen protestan
P : ini saya mau nanya om, pernah mengadakan kebaktian atau pemberkatan didaerah sini?
N : pernah. P : disini?
N : endak dirumah dibelakang, P : respon warga sekitar?
N : dari tamu-tamu gereja, boleh silahkab datang soalnya kan banyak yang cina-cina itu, bisa mengganggu yang disini kan, takutnya ada salah paham sesama agama, jadi supaya jangan sampai timbulnya itu sudah saya suruh masuk saja. P : langsung masuk kedalam?
N : he'eh lebih enak, sudah ambilen apa nanti kamu pake lagu-lagu apa segala boleh aja
P : baik, kalau dengan warga sini tidak ada masalah om ya? N : gak ada masalah?
P : perasaan om yang sudah tinggal di Ampel dari lahir? Perasaannya bagaimana nyamankah, kurang nyamankah, enak atau tidak tinggal di Ampel ini
N : yah, enak kalau tinggalnya di Ampel, kalau menurut sekongkol- sekongkol dari orang-orang begini (menunjuk warung kaki lima), ya tidak mencurigai tapi kan dia itu kadang-kadang ada rasa yang kurang baik itu mungkin. Kadang-kadang mempengaruhi orang-orang lainnya, nah itu yang kaki lima itu.
P : dua pertanyaan terakhir om, pernah kerjasama dengan suku-suku yang lain? Penting atau tidak bagi kehidupan anda?
P : menurut om sekian puluh tahun tidak ada masalah meskipun tinggal banyak