• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen ORANGUTAN BATANG TORU. Wanda Kuswanda (Halaman 185-200)

Alikodra, H.S. 1990. Pengelolaan Satwliar Jilid I. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati IPB. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bogor.

Alikodra, H.S. 2002. Teknik Pengelolaan Satwa Liar: dalam rangka mempertahankan keanekaragaman hayati Indonesia. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ancrenaz, M. 2004. Orangutan nesting behavior in disturbed forest of Sabah, Malaysia: Implications for nest sensus. Journal Primatol, 25(5): 983–1000.

Angelsen, A. dan S. Atmadja [eds.]. 2010. Melangkah Maju dengan REDD: Isu, Pilihan dan Implikasi. CIFOR. Bogor.

Babaasa, D. 2000. Habitat selection by elephants in Bwindi Impenetrable National Park, south-western Uganda. Journal Ecology, 38: 116–122.

Bailey, J.A. 1984. Principles of Wildlife Management. John Wiley & Sons. Network.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Utara. 2010. Buku Informasi Kawasan Konservasi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Utara. Kementerian Kehutanan. Medan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Sumatra Utara. 2002. Buku Informasi Kawasan Konservasi di Sumatra Utara. Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Departemen Kehutanan. Medan.

Balai Pemetaan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan. 2006. Status Terkini Penggunaan Kawasan Hutan dan Implikasi terhadap Konservasi Habitat Orangutan di Kawasan Hutan Sebagian DAS Batang Toru. Makalah pada Lokakarya ”Masa Depan Orangutan dan Pembangunan di Kawasan Hutan DAS Batang Toru, 17–18 Januari 2006. Sibolga.

Barbour, G.M., J.K. Burk and W.D. Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. The Benyamin/Cummings Publishing Inc, New York.

Begon, M., C.R. Townsend and J.L. Harper. 2006. Ecology from Individual to Ecosystem. Fourth edition. Malden: Blackwell Publishing.

Bismark, M. 2005. Estimasi populasi orangutan dan model perlindungan di komplek hutan Muara Lesan, Brau, Kalimantan Timur. Buletin Plasma Nutfah, 11(2): 74– 80.

Blouch, R.A. 1997. Distribution and abundance of orangutans (Pongo pygmaeus) and other primates in the Lanjak Entimau Wildlife Sanctuary, Sarawak, Malaysia. Tropical Biodiversity, 4: 259–274.

BPS (Balai Pusat Statistik) Sumatra Utara. 2012. Provinsi Sumatra Utara Dalam Angka 2012. BPS Kantor Sumatra Utara. Medan.

Buij, R., S.A Wich, A.H. Lubis and E.H.M. Sterck. 2002. Seasonal movement in the Sumatran Orangutan (Pongo pygmaeus abelii) and Consequences Biological for Conservation. Biological Conservation, 107: 83–87. Butarbutar, M. 2007. Pelaksanaan Tanggung jawab Sosial

HPH. PT. Teluk Nauli dalam Melindungi Habitat Orangutan. Makalah pada Lokakarya “Membangun Kolaborasi Para Pihak dalam Strategi Konservasi Habitat Orangutan Sumatra di Daerah Aliran Sungai

Batang Toru. Kerjasama Dishut Provinsi Sumatra Utara, Departemen Kehutanan, Conservation International Indonesia, USAID Indonesia dan ICRAF. Medan.

Conservation International-Indonesia. 2006. Memadukan Pembangunan Ekonomi Daerah dan Kawasan Konservasi Alam di Kawasan Hutan DAS Batang Toru. Makalah pada Lokakarya ”Masa Depan Orangutan dan Pembangunan di Kawasan Hutan DAS Batang Toru, 17–18 Januari 2006. Sibolga.

Corbeels, M. 2001. Plant Litter and Decomposition: General Concepts and Model Approach. NEE Workshop Proceeding, 18–20 April 2001.

Departemen Kehutanan. 1990. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, tanggal 10 Agustus 1990. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1998. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan pelestarian Alam, tanggal 19 Agustus 1998. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1999. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, tanggal 30 September 1999.

Departemen Kehutanan. 2004. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.19/Menhut-II/2004 tentang Pengelolaan Kolabaratif. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 2005. Lampiran Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44/Menhut–II/2005 dan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan di Wilayah Provinsi Sumatra Utara, tanggal 16 Pebruari 2005. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 2007. Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007–2017. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Dierenfeld, E.S. 1997. Orangutan Nutrition. In: Orangutan SSP Husbandry Manual. C. Sodaro [Ed]. Orangutan SSP and Brookfield Zoo. Brookfield, Illinois.

Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Selatan. 2007. Kawasan Taman Nasional Untuk Kehidupan Lebih Baik Bagi Semua. Makalah pada Lokakarya “Membangun Kolaborasi Para Pihak dalam Strategi Konservasi Habitat Orangutan Sumatra di Daerah Aliran Sungai Batang Toru”. Kerjasama Dishut Provinsi Sumatra Utara, Departemen Kehutanan, Conservation International Indonesia, USAID Indonesia dan ICRAF. Medan.

Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. 2006. Kebijakan dan strategi pemerintah dalam konservasi in situ orangutan Sumatra. Makalah pada Lokakarya ”Masa Depan Orangutan dan Pembangunan di Kawasan Hutan DAS Batang Toru”, 17–18 Januari 2006. Sibolga.

Djojoasmoro, R., C.N. Simanjuntak, B.M.F. Galdikas and T. Wibowo. 2004. Orangutan Distribution in North Sumatra. Jurnal Primatologi Indonesia, 4(1): 2–6. Ewusie, J.Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika: Membicarakan

alam ekologi tropika Afrika, Asia, Pasifik, dan Dunia Baru. Terjemahan Usman Tabuwidjaja. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Fandeli, C. 2002. Perencanaan Kepariwisataan Alam. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. FAO. 2010. Global Forest Resources Assessment 2010.

Galdikas, B.M. 1978. Adaptasi Orangutan di Suaka Tanjung Putting Kalimantan Tengah. Universitas Indonesia Press. Jakarta

Gilbert, K.A. dan E.Z.F. Sezt. 2001. Primates in a fragmented landscape: Six species in Central Amazonian. Yale University Press, New Haven. USA.

Groves, C.P. 1999. The taxonomy of orangutans. In. C. Yeager (Ed). Orangutan Action Plan. Direktorat Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Jakarta, WWF Indonesia and Center for Environmental Research and Conservation (CERC) Colombia University. New York. Hadiwinoto, S. 2008. Bahan Ajar Mata Kuliah Silvikultur

Hutan Tropika. Pascasarjana Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Harvey, D.S. and P.J.W. Head. 2006. A test of the hierarchical model of habitat selection using eastern massasauga rattlesnakes (Sistrurus c. catenatus). Biological Conservation, 130: 206–216.

Hemami, M.R., A.R. Watkinson, P.M. Dolman. 2004. Habitat selection by sympatric muntjac (Muntiacus reevesi) and roe deer (Capreolus capreolus) in a lowland commercial pine forest. Forest Ecology and Management, 194: 49–60.

http://pongoabelii.wordpress.com/dokumen-dasar. 2012. Orangutan Sumatra di Batang Toru. Diakses tanggal 13 Juli 2013.

Indrawan, M. B., R. Primarck, J. Supriatna dan P. Kramadibrata. 2007. Biologi Konservasi Edisi ke II. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Irwan, Z.D. 2007. Prinsip-prinsip Ekologi: Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

IUCN. 2002. IUCN Red List of Threatened Species. http://www.redlist.org/. Diakses tanggal 15 Pebruari 2005.

Ives, A.R. 2007. Diversity and Stability in Ecological Communities. In: R.M. May and A.R. McLean [Eds]. Theoretical Ecology. Oxford: Oxford.

Kabangga, Y. 2010. Pendugaan Umur dan Laju Pembuatan Sarang Orangutan Pongo pygmaeus morio, Grove 2001 di Stasiun Penelitian Frefab dan Mentoko, Taman Nasional Gunung Putting. Thesis Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kementerian Kehutanan. 2011. Laporan Kajian Perubahan Kondisi Hutan Primer Sumatra. Kementerian Kehutanan-UGM. Jakarta.

Kementerian Kehutanan. 2014. Lampiran Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 579/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan Propinsi Sumatera Utara, tanggal 24 Juli 2014. Kementerian Kehutanan. Jakarta.

Kuswanda, W. 2005. Strategi Perlindungan Orangutan Liar di Cagar Alam Dolok Sibual-buali. INOVASI Media Litbang Provinsi Sumatra Utara Vol. 2 No. 3. Medan. Kuswanda, W. 2006a. Kajian Potensi Keanekaragaman Hayati

di Daerah Aliran Sungai Batang Toru, Sumatra Utara. INOVASI Media Litbang Provinsi Sumatra Utara Vol. 3 No. 4. Medan.

Kuswanda, W. 2006b. Status Terkini Populasi dan Ancaman Fragmentasi Habitat Orangutan (Pongo abelii lesson 1827) di Kawasan Hutan Batang Toru. Proseding Hasil Lokakarya Para Pihak “Masa Depan Habitat Orangutan dan Pembangunan di Kawasan Hutan Daerah Aliran Sungai Batang Toru”, tanggal 17–18 Januari 2006.

Kuswanda, W. 2006c. Strategi Rehabilitasi Lahan di Sekitar Kawasan Konservasi (Studi kasus: Cagar Alam Dolok Sibual-buali, Sumatra Utara). Proseding Ekspose Hasil-hasil Penelitian “Optimalisasi Program GERHAN dan Hasil-hasil Penelitian dalam Upaya Mendukung Kelestarian Hutan dan Lahan”. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Parapat.

Kuswanda, W. 2007a. Ancaman Terhadap Kelangsungan Hidup Orangutan Sumatra (Pongo abelii Lesson. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. IV No. 4. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. 2007b. Karakteristik dan Penggunaan Lahan Sekitar Habitat Orangutan (Pongo abelii Lesson), Cagar Alam Dolok Sibual-Buali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. IV No. 3. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. 2007c. Teknik Konservasi Orangutan Sumatra (Pongo abelii Lesson) pada Kawasan Konservasi: Kasus Cagar Alam Dolok Sibual-buali, Tapanuli Selatan. Proseding Ekspose hasil-hasil Penelitian “Peran Litbang Kehutanan dalam Mendukung Rehabilitasi dan Kawasan Konservasi di Sumbagut”. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Medan.

Kuswanda, W. 2007d. Persepsi berbagai stakeholder terhadap Pelestarian Orangutan. Info Hutan Vol. IV No. 4. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. 2008a. Kajian Populasi dan Habitat Satwa Langka di Suaka Margasatwa Barumun. Laporan Akhir Penelitian Tahun 2008. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli. Departemen Kehutanan. Pematangsiantar.

Kuswanda, W. 2008b. Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Satwa liar pada Hutan Konservasi: Suaka Margasatwa Barumun, Sumatra Utara. Prosiding

Ekspose Hasil-hasil Penelitian ”Peran Penelitian dalam Pelestarian dan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan di SumBagUt”. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli. Medan

Kuswanda, W. 2009. Strategi Pemulihan Kawasan Yang Dilindungi Dalam Mendukung Pelestarian Satwa liar Langka di DTA Danau Toba. 2009. Proseding Workshop Seri Laporan No. 21 Kerjasama ITTO, Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Utara.

Kuswanda, W. 2011. Pemilihan Habitat oleh Orangutan Sumatra Orangutan (Pongo abelii Lesson) di Cagar Alam Sipirok, Sumatra Utara. Thesis Program Pascasarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Kuswanda, W. dan A. Sukmana. 2005. Karakteristik Pohon

Sarang Orangutan Liar: Kasus di Cagar Alam Dolok Sibual-buali, Sumatra Utara. Konifera No. 1/Tahun XX/Desember 2005. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli. Pematangsiantar.

Kuswanda, W. dan A. Sukmana. 2009. Kesesuaian Jenis Untuk Pengkayaan Habitat Orangutan Terdegradasi di Daerah Penyangga Cagar Alam Dolok Sibual-Buali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. VI No. 2. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. dan A. S. Mukhtar. 2006a. Potensi Masyarakat dan Peranan Kelembagaan di Zona Penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. III No. 4. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. dan A.S. Mukhtar. 2006b. Strategi Pengembangan Kelembagaan Zona Penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. III No. 5. Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Kuswanda, W. dan M. Bismark. 2007a. Pengembangan Strategi Konservasi dan Peran Kelembagaan dalam Pelestarian Orangutan Sumatra. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. IV No. 6. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. dan M. Bismark. 2007b. Daya Dukung Habitat Orangutan (Pongo abelii Lesson), Di Cagar Alam Dolok Sibual-Buali, Sumatra Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. IV No. 1. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. dan Sugiarti. 2005a. Potensi Habitat dan Pendugaan Populasi Orangutan (Pongo abelii, Lesson 1827) di Cagar Alam Dolok Sibual-buali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. II No. 6. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W. dan Sugiarti. 2005b. Aktivitas Harian Orangutan Liar (Pongo abelii Lesson 1827) di Cagar Alam Dolok Sibual-buali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. II No. 6. Departemen Kehutanan. Bogor.

Kuswanda, W., M. Bismark dan S. Iskandar. 2008. Analisis Habitat Lokasi Pelepasliaran Orangutan (Pongo sp.). Proseding Ekspose Hasil-hasil Penelitian ”Peran Penelitian dalam Pelestarian dan Pemanfaatan Potensi Sumber daya Hutan di Sumbagut”. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Medan.

Lasco, RD., FB. Pulhin, JM Roshetko, MRN. Banaticla. 2004. LULUCF Climate Change Mitigation Project in the Philippines: a Primer. World Agroforestry Centre. Southeast Asia Regional Research Programme.

Lovell, N.C. 1990. Patterns of Injury and Illness in Great Apes. Smithsonian Institution Press. Washington, DC.

Lubis, A. H., S. A. Wich, E. H. M. Sterck, and R. Buij. 2001. Population Estimates and Seaseonal Movement in Sumatran Orangutan (Pongo pygmaeus abelii). Proseding Seminar Primatologi Indonesia 2000. Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Ludwig, J.A. and J.F. Reynolds. 1988. Statistical Ecology: A primer on method and computing. A Wiley - Inter science Publication. John Wiley and Sons, Inc. New York.

MacKinnon, K., J. MacKinnon, G. Child dan J. Thorsell. 1993. Pengelolaan Kawasan yang Dilindungi di Daerah Tropika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Manly, B.F.J, L.L McDonald and D. L. Thomas. 1993. Resource

selection by animals: statistical design and analysis for field studies. Chapman and Hall, London, United Kingdom. 175 pp.

Manly, B.F.J., L.L McDonald, D.L. Thomas, T.L. McDonald and W.P. Erickson. 2002. Resource Selection by Animal Statistical Design and Analysis for Field Studies. 2nd

Edition. Dordrecht, Boston, London: Kluwer Academic Publishers.

Marsono, J. 2009. Bahan Mata Kuliah Ekologi Vegetasi. Program Pascasarjana, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Morris, D.W. 1987. Test of density-dependent habitat selection in a patchy environment. Ecological Monographs, 57(4): 269–281.

Morrison, M.L. 2002. Wildlife Restoration : Technique for Habitat Analysis and Animal Monitoring. Island Press. Washington DC.

Muir, C.C., B.M. Galdikas and A.T. Beckenbach. 2000. mtDNA sequence diversity of orangutans from the islands of Borneo and Sumatra. J. Mol. Evol., 51: 471–480. Naeem, S., D.E. Bunker, A. Hector, M. Loreau and C. Perrings.

2009. Introduction: social implications of changing the ecological and biodiversity. Oxford University Press, Oxford. Pp: 3–13.

Napier, J.R and P.H. Napier. 1967. A handbook of Living Primates: Morfology, Ecology and Behaviour of Non-Human Primates. Academic Press. London.

Neu, C.W., C. R. Byers and J.M. Peek. 1974. A Technique for Analysis of Utilization-Availability Data. The Journal of Wildlife Management, 38(3): 541–545.

Nijman, V. 2009. An assessment of trade in gibbons and orangutans in Sumatra, Indonesia. TRAFFIC Southeast Asia, Petaling Jaya, Malaysia.

Perbatakusuma, E.A, J. Supriatna, R.S.E. Siregar, D. Wurjanto, L. Sihombing dan D. Sitaparasti. 2006. Mengarustamakan Kebijakan Konservasi Biodiver-sitas dan Sistem Penyangga Kehidupan di Kawasan Hutan Alam Sungai Batang Toru Provinsi Sumatra Utara. Laporan Teknik Program Konservasi Orangutan Batang Toru. Conservation International Indonesia- Departemen Kehutanan. Pandan.

Population and Habitat Viability Assessment (PHVA). 2004. Orangutan. Laporan Akhir Workshop tanggal 15–18 Januari 2004. Jakarta.

Prasetyo, D., M. Ancrenaz, C. Helen, Morrogh-Bernard, S.S.U. Atmoko, S.A. Wich and C.P. van Schaik. 2009. Nest building in Orangutan dalam Orangutans Geographic Variation in Behavioral Ecology and Conservation. Oxford University Press. New York.

Primarck, R. B., J. Supriatna, M. Indrawan dan P. Kramadibrata. 1998. Biologi Konservasi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Pudyatmoko, S. 2009. Bahan Mata Kuliah Desain Riset Konservasi Sumber daya Hutan. Program Pascasarjana-Fakultas Kehutanan Universitas Gajdah Mada. Yogyakarta.

Purnomo, D.W. 2009. Seleksi Habitat oleh Rusa Timur (Rusa timorensis) di Hutan Wanagama I. Tesis Program Pascasarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Purwadi. 2010. Karakteristik Habitat Preferensial Orangutan

Pongo pymaeus wurmbii di Taman Nasional Sebangau. Thesis Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rijksen, H.D. 1978. A Field Study on Sumatran Orangutans (Pongo pygmaeus abelii Lesson, 1872): Ecology, Behavior and Conservation. H. Veenman & Zonen, Wegeningen.

Samingan, T. 1997. Kondisi Ideal Aspek Vegetasi Suatu Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) di Hutan Produksi. Laboratorium Ekologi Fakultas MIPA-IPB. Bogor.

Santosa, Y. 1993. Strategi kuantitatif untuk pendugaan beberapa parameter demografi dan kuota pemanenan populasi satwa liar berdasarkan pendekatan ekologi perilaku: Studi kasus terhadap populasi kera individu panjang (Macaca fascicularis). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Saroso, O. 2010. Governors Want Speedy Sumatra Development. http://www.thejakartapost.com/news/ 2010/07/24.

Simorangkir, R. A. 2009. Kajian Habitat dan Estimasi Populasi Orangutan (Pongo abelii Lesson) di Kawasan Hutan

Batang Toru, Sumatra Utara. Tesis Program Pascasarjana. Institit Pertanian Bogor. Bogor.

Sinaga, T. 1992. Studi Habitat dan Perilaku Orangutan (Pongo abelii) di Bohorok Taman Nasional Gunung Leuser. Tesis Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak dipublikasikan

Singleton, I. and C. van Schaik. 2001. Orangutan home range size and its determinants in a Sumatran swamp forest. International Journal of Primatology, 22: 877–911. Singleton, I., S.A. Wich & M. Griffiths. 2008. Pongo abelii. The

IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 24 November 2014.

Sitaparasti, D. 2007. Status Terkini Habitat dan Populasi Orangutan di DAS Batang Toru. Makalah pada Lokakarya “Membangun Kolaborasi Para Pihak dalam Strategi Konservasi Habitat Orangutan Sumatra dan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Berkelanjutan di Daerah Aliran Sungai Batang Toru”. Hasil Kerjasama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Utara, Dirjen PHKA-Departemen Kehutanan, Conservation International Indonesia, USAID Indonesia dan ICRAF. Medan.

Sugardjito, J. 1986. Ecological Constrains on the Behaviour of Sumatran Orangutan in the Gunung Leuser National Park, Indonesia. Thesis Utrecht.

Suzuki, M. 1989. Socio-ecological studies of orangutans and primates in Kutai national Park, East Kalimantan in 1988-89. Overseas Res. Rep. of studies on Asian Non-Human Primates, 7: 1–42.

Takandjandji, M. 1993. Pengaruh perbedaan manajemen terhadap pertumbuhan rusa timor (Cervus timorensis) di Oilsonbai dan Camplong, Nusa Tenggara Timur.

Balai Penelitian Kehutanan Kupang. Santalum 12. Kupang.

van den Berg, L.J.L., J.M. Bullock, R.T. Clarke, R.H.W. Langston and R.J. Rose. 2001. Territory selection by the Dartford warbler (Sylvia undata) in Dorset, England: the role of vegetation type, habitat fragmentation and population size. Biological Conservation, 101: 217-228.

van Schaik, C.P. 2001. Dramatic decline in orangutan numbers in the Leuser Ecosystem, Northern Sumatra. Oryx, 35(1): 14–25.

van Schaik, C.P. 2006. Diantara Orangutan: Kera merah dan bangkitnya kebudayaan manusia. Yayasan Penyelamatan Orangutan Kalimantan (BOS). Jakarta. van Schaik, C.P., A. Priatna and D. Priatna. 1995. Population

Estimates and Habitat Preferences of Orangutans Based on Line Transects of Nest. Plenum Press. New York and London.

Whitmore, T.C. 1986. Tropical Rain Forest of the Far East. 2nd ed. Oxford Universities Press, London.

Wich, S.A., E. Meijaard, A.J. Marshall, S. Husson, M. Ancrenaz, R.C. Lacy, C.P. van Schaik, J. Sugardjito,T. Simorangkir, K.T. Holzer, M. Doughty, J. Supriatna, R. Dennis, M. Gumal, C.D. Knott and Ian Singleton. 2008. Review: Distribution and conservation status of the orang-utan (Pongo spp.) on Borneo and Sumatra: how many remain? Oryx, 42(3): 329–339.

Wich, S.A., I. Singeleton, S.S.A. Utami, M.L. Geurts, H.D. Rijksen and C.P. van Schaik. 2003. The Status of the Sumatran Orangutan (Pongo abelii): An update. Oryx, 37(1): 49– 54.

Wich, S., Riswan, J. Jonsen, J, Refisch dan C. Nellemann (Editor). 2011a. Orangutan dan Ekonomi Pengelolaan

Hutan Lestari di Indonesia. Alih Bahasa : Gunung Gea. UNEP. Penerbit Barragraphia. Hal: 1–83.

Wich, S.A., S.S.A. Utami, T.M. Setia and C.P. van Schaick. 2011b. Orangutans: Geographic variation in behavioural ecology and conservation. Oxford University Press, New York. Pp: 1–440.

www.forestgama.blogspot.com. 2009. Habitat. Diakses tanggal 4 Agustus 2009.

Zhang, Y.W. 2001. Genetic divergence of orangutan species. Molecular Evolution, 52: 516–526.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

Lingkup Hak Cipta Pasal 2

(1) Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketentuan Pidana Pasal 72

(1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,

mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Dalam dokumen ORANGUTAN BATANG TORU. Wanda Kuswanda (Halaman 185-200)