Budiman. 2002. Modulasi respons imun pada mencit balb/c yang stres akibat stresor bunyi [Thesis]. Airlangga University: Surabaya
Cahyono B. 2003. Teknik dan strategi budidaya sawi hijau. Yayasan Pustaka Utama. Yogyakarta
Carlson D. 2013. Sonic bloom organic farming made easy, The best organic fertilizer in the world. [internet]. [diacu Desember 2013] tersedia dari: http://www.relfe.com/ sonic_bloom.html
Cheng Z, dan Arizumi M. 2007. Modulation of immune functions and oxidative status induced by noise stress. Journal of Occupational Health. P, 33-36 Creath K, Schwartz G E. 2004. Measuring effects of music, noise, and healing
energy using a seed germination bioassay. The Journal of Alternative and Complementary Medicine. Vol 10: 113-122
Ekici N, Dane F, Mamedova L, Metin I, Huseyinov M. 2007. The effects of different on root growth and mitosis in onion (Allium cepa) root apical meristem. Asian Journal of Plant Science. Vol 6(2): 369-373
30
Fan R, Zhou Q, Zhao D. 2010. Effect on changes of chlorophyll in cucumber by application of sound frequency control technology. Acta Agriculturae Boreali-occidentalis sinica. Vol 19: 194-197
Francisca S. 2009. Respon pertumbuhan dan produksi sawi (Brassica juncea) terhadap penggunaan pupuk kascing dan pupuk organik cair. [Skripsi]. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara Frank B, Cleon W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Terjemahan dari Plant Physiologi 4th edition oleh Sumaryono. ITB: Bandung
Handoyo G C. 2010. Respon tanaman caisim (brassica chinensis) terhadap pupuk NPK (16–20–29) di dataran tinggi. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
Haryanti S. 2010. Jumlah dan distribusi stomata pada daun beberapa spesies tanaman dikotil dan monokotil. Buletin Anatomi dan Fisiologi. Vol 18 (2): 21-28
Hou T, Mooneyham R. 1999. Applied studies of plant meridian system: The effect of agri-wave technology on yield and quality of tomato. The American Journal of Chinese Medicine. Vol 27: 1-10
Iriani E, Yulianto, Choliq A. 2005. Penerapan teknologi sonic bloom pada tembakau di Kabupaten Kendal. (Prosiding). Implementasi Hasil Pengembangan Pertanian. BPTP Jawa Tengah
Kadarisman N, Purwanto A. 2011. Rancang bangun audio organic growth system
(aogs) melalui spesifikasi spektrum bunyi binatang alamiah sebagai local genius untuk peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman holtikultura.
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA-UNY: 463-474
Kartasaputra A. 1988. Pengantar anatomi tumbuh-tumbuhan tentang sel dan jaringan. Bina Aksara: Jakarta
Kusumaatmadja S. 1996. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: Kep.Men-48/MEN.LH/11/1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan. Menteri Negara Lingkungan Hidup.
Lawlor DW. 2002. Limitation to photosynthesis in water stress leaves stomata vs metabolism and the role of ATP. Annals Botany Vol 89:871-885
Legros S, Mialet-Sera I, Caliman JP, Siregar FA, Clement-Vidal A, Fabre D, Dingkuhn. 2009. Phenology, growth and phtsiological adjustments of oil palm (Elaeis guineensis) to sink limitation induced by fruit pruning. Annals Botany 104: 1183-1194
Lirong Q, Guanghui T, Tianzhen H, Baoying Z, Liu X. 2010. Influence of sound wave stimulation on the growth of strawberry in sunlight greenhouse. IFIP AICT vol 317: 449-454
Maleki K, Hosseini, Nasiri. 2010. The effect of pure and mixed plantations of robinia pseudoacasia and pinus eldarica on traffic noise decrease.
International Journal of Environmental Sciences Vol 1:213-224.
Mareza M, Podesta F, ratibayati. 2009. Respon Perkecambahan Lima Varietas Padi Rawa Lebak terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D pada Fase Vegetatif. Akta Agrosia Vol. 12(2): 177-183
Mattjik A, Sumertajaya I. 2006. Perancangan percobaan dengan aplikasi SAS dan Minitab. Bogor (ID): IPB Press. 276 hlm
31 Meng Q, Zhou Q, Zheng S, Gao Y. 2012. Responses on photosynthesis and
variable chlorophyll fluorescence of fragaria ananassa under sound wave.
Energy Procedia 16: 346 – 352
Mulyadi. 2005. Pengaruh teknologi pemupukan bersama gelombang bunyi (sonic bloom) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan semai Acacia Mangium Willd. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. Vol 11(1): 67-75
Pierce J. 1993. Sonic bloom speeds growth of food crops. [internet]. [diunduh 5 November 2013]. Tersedia pada www.real-sonic-bloom.com/sonic_bloom_ articles/sonic_bloom_speeds_growth_of_food_crops.htm
Pujiwati I, Djuhari. 2014. The pattern of stomatal opening through the exposure of high-frequency sound wave with the different duration and age of soybeans (Glycine max(L) Merril). Agricultural Science Vol 2 (1): 69-77
Radwan UA. 2007. Plant water relations, stomatal behavior, photosynthetic pigments and anatomical characteristics of Solenostemma arghel (Del.) haynee under hyper-arid enviromental conditions. Journal Sci 2 Vol 2 (2) :148-155
Salomons EM, Janssen SA. 2011. Practical ranges of loudness levels of various types of environmental noise, including traffic noise, aircraft noise, and industrial noise. International Journal of Environmental Research and Public Health Vol 8:1847-1864.
Seidman M, Standring R. 2010. Noise and quality of life. International Journal of Environmental Research and Public Health Vol 7:3730-3738.
Singh A, Chatterjee J, Jalan A. 2013. Effect of sound on plant growth. Asian Journal of Plant Science and Research. Vol.3 (4): 28-30
Sitompul S, Guritno B. 1995. Analisis pertumbuhan tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Subaris H, Haryono. 2008. Hygiene lingkungan kerja. Mitra Cendekia Press : Jogjakarta
Sucipto. 2011. Efektivitas jamur entomopatogen sebagai pengendali hama utama ulat krop terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Embryo Vol 8 (2) : 65-72
Sudaryanto. 2012. Pengaruh pemaparan bunyi “jangkrik” termanipulasi pada peak frequency 4,43.103 hz, terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang merah [Thesis]. Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta
Sulistiani R. 2006. Pengaruh macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman (kailan, sawi dan selada) [skripsi]. Universitas Muhammadiyah Malang.
Suma'mur. 1996. Higene perusahaan dan kesehatan kerja. PT Toko Gunung Agung : Jakarta
Suma'mur. 2009. Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (HIPERKES). Sagung Seto: Jakarta
Susanti T, Rondowunu F. 2013. Pengaruh musik pada range 3000-6000 Hz terhadap pertumbuhan sawi hijau. Jurnal Program Studi Fisika. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Vol 1: 1-15
Suwardi. 2010. Kajian pengaruh penggunaan frekuensi gelombang bunyi terhadap pertumbuhan benih kedelai. Jurnal Fisika FLUX. Vol 7 (2): 170-176
32
Utami S, Novaliza M, Iriani D. 2012. Aplikasi musik klasik, pop dan hard rock terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabe merah keriting. [Skripsi]. Program Studi Biologi. Universitas Riau. Pekanbaru
Wang B, Chen X, Wang Z, Fu Q, Zhou H. 2003. Biological effect of sound field stimulation on paddy rice seeds. Colloids and surfaces Vol 15: 29-34
Weinberger P, Measures M. 1979. Effects of the intensity of audible sound on the growth and development of Rideau winter wheat. Canadian Journal of Botany. Vol 57: 1036-1039
Yu S, Jiang S, Zhu L, Zhang J, Jin Q. 2013. Effects of acoustic frequency technology on rice growth, yield and quality. Transactions of the Chinese Society of Agricultural Engineering. Vol 29: 145-146
Yulianto. 2008a. Pengkajian dan pengembangan teknologi gelombang bunyi dan nutrisi rumput laut pada cabai merah (Capsium annum L.). Agroland 15 (1): 1 – 6
Yulianto. 2008b. Penerapan teknologi sonic bloom dan pupuk organic untuk peningkatan produksi bawang merah (Studi Kasus Bawang Merah di Brebes, Jawa Tengah). Agroland 15 (3) : 148 – 155
33 Lampiran 1 Data daya perkecambahan benih sawi hijau
Jenis Bunyi Bunyi (dB) Level 6 jam 12 jam 18 jam 24 jam Daya berkecambah (%) 30 jam 36 jam Musik Klasik 70-75 15 60 90 95 95 100 80-85 10 45 85 95 100 100 90-95 0 35 75 75 85 95 Noise 70-75 80-85 5 0 25 55 35 60 65 70 80 80 95 95 90-95 15 50 65 70 75 90 M.Klasik + Noise 70-75 5 60 70 80 85 100 80-85 10 35 60 75 85 95 90-95 10 35 55 65 75 85 Kontrol 10 45 75 75 80 90
Lampiran 2 Data Tinggi Tanaman Jenis Bunyi Level Bunyi (dB) Tinggi (mm) 4 HSS 14 HSS 28 HSS 34 HSS 40 HSS 46 HSS Musik Klasik 70-75 18.33abc 58.1a 77.5ab 127.4a 178.0a 295.6ab 80-85 15.5bcd 56.1ab 77.5ab 121.1a 168.7ab 288.3a 90-95 16.88bc 56.2ab 66.0bcd 108.8bcd 148.7cd 269.3cd Noise 70-75 16.5 bcd 48.5cd 78.5ab 118.7abc 151.9bcd 271.4cd 80-85 19.13ab 54.0abc 82.0a 132.8a 159.7abcd 299.1abc 90-95 23.0a 54.2abc 74.5abc 127.3a 165.3abc 302.6a M.Klasik + Noise 70-75 12,1cd 49.6bcd 77.0ab 115.7abcd 166.0abc 218.4e 80-85 15.11bcd 47.1cd 58.7d 100.7cd 149.0cd 281.2abcd 90-95 15.71bcd 49.7bcd 63.5cd 106.7bcd 168.1abc 273.9bcd Kontrol 14.22cd 45.8d 61.9cd 99.0d 145.8d 260.3d Keterangan: angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan hasil yang
34
Lampiran 3 Data Luas Daun
Jenis Bunyi Bunyi (dB) Level 28 HSS 32 HSS Luas Daun (cm36 HSS 2) 40 HSS 46 HSS Musik Klasik 70-75 8.59ab 15.46a 22.48bc 33.19ab 72.88abc 80-85 7.93abc 15.34a 22.87abc 32.94ab 77.41ab 90-95 6.39abcd 11.14bc 18.88cd 27.76b 42.19cd Noise 70-75 9.04 a 16.76a 27.11a 30.45ab 66.31bcd 80-85 8.55ab 15.32a 23.45ab 32.14ab 81.27a 90-95 7.15abcd 14.16ab 21.55bc 30.41ab 68.55bc M.Klasik + Noise 70-75 8.36ab 15.93a 24.15ab 32.85ab 59.90d 80-85 4.99d 9.91c 16.07d 31.19ab 73.14abc 90-95 8.08abc 15.06a 23.98ab 35.53a 70.40abc Kontrol 5.96cd 10.19c 20.26bcd 28.49b 55.05d Keterangan: angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan hasil yang
tidak berbeda nyata pada uji DMRT pada taraf P<0,05; HSS=Hari Setelah Semai Lampiran 4 Data Indeks Kehijauan Daun (SPAD)
Jenis Bunyi Level Bunyi (dB) Indeks SPAD Musik Klasik 70-75 43.97 a 80-85 40.22a 90-95 38.72a Noise 70-75 40.76 a 80-85 40.18a 90-95 40.20a M.Klasik + Noise 70-75 43.58 a 80-85 44.24a 90-95 40.36a Kontrol 38.31a
Keterangan: angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada uji DMRT pada taraf P<0,05; HSS=Hari Setelah Semai
35 Lampiran 5 Data Dimensi Stomata
Jenis Bunyi Level Bunyi (dB) Lebar bukaan (nm) Panjang stomata (nm) Musik Klasik 70-75 8243.60cd 17705.99a 80-85 9992.45bcd 17079.04a 90-95 7613.89d 17630.72a Noise 70-75 12295.34 a 20254.74a 80-85 9166.74bcd 19015.83a 90-95 11295.64bcd 18141.11a M.Klasik + Noise 70-75 11295.64ab 19297.52a 80-85 10635.51abc 19441.52a 90-95 10390.68abcd 21201.38a Kontrol 4510.61e 18289.21a Keterangan: angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama
menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada uji DMRT pada taraf P<0,05; HSS=Hari Setelah Semai
Lampiran 6 Data Berat Basah dan Panjang Total Tanaman
Jenis Bunyi Level Bunyi (dB) Berat basah (gr) Panjang tanaman+akar (cm) Musik Klasik 70-75 22.56a 45.5bcd 80-85 21.00ab 51.6a 90-95 16.89de 46.5bcd Noise 70-75 19.56 bc 50.9ab 80-85 20.89ab 51.7a 90-95 19.55bc 47.7bcd M.Klasik + Noise 70-75 15.00e 44.1cd 80-85 18.78bcd 48.7abc 90-95 17.67cd 49.5abc Kontrol 14.67e 42.4d
Keterangan: angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada uji DMRT pada taraf P<0,05; HSS=Hari Setelah Semai
36
Lampiran 7 Karakteristik frekuensi dari jenis bunyi yang dipaparkan.
Gambar. Karakteristik frekuensi bunyi musik klasik
Gambar. Karakteristik frekuensi bunyi noise
37 Lampiran 8 Pengamatan stomata
Gambar. Metode pengukuran bukaan stomata menggunakan Mikroskop DX-41 dengan
software Olympus DP2-BSW
38
39
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1986 di Desa Kromasan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penulis adalah putra kedua dari pasangan Sarjuli dan Jumini. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Blitar pada tahun 2004, penulis bekerja sebagai Operator Produksi di PT. ASMO Indonesia hingga tahun 2006. Penulis menempuh pendidikan S1 pada Program Studi Keteknikan Pertanian, Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2006 s.d. 2011. Setelah menamatkan pendidikan S1, penulis bekerja di PT Dupont Indonesia sebagai
Field Quality Assistant pada tahun 2011. Awal tahun 2012 mulai Januari hingga sekarang penulis bekerja sebagai Asisten Dosen tetap di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Sejak Agustus 2012 penulis menempuh tugas belajar dan mendapatkan Beasiswa Unggulan Dikti untuk melanjutkan pendidikan S2 di Program Studi Teknik Mesin Pertanian dan Pangan, Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB. Selama menjalani pendidikan di SPs IPB, penulis ikut berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan Forum Mahasiswa Pascasarjana Keteknikan Pertanian (FORMATETA).