Ari Sudrajat, Pelayanan Umum (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI). Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007).
Dian Afriyanti, “Efektivitas Layanan Jasa Penelusuran Informasi Elektronik Menurut Pemustaka di Perpustakaan PDII-LIPI,” (Skripsi S1 Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014).
Direktorat Rumah sakit Umum dan Pendidikan, Standar Pelayanan Rumah Sakit
(Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 1992).
F. Rahayuningsih, Pengelolaan perpustakaan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007). Himayah, Layanan dan Pelayanan Perpustakaan: Menjawab Tantangan Era Teknologi Informasi, Jurnal Khizanah Al-Hikmah, Vol. 1, No. 1 (Juni 2013). Ida Farida et all, information Literacy Skills: Dasar Pembelajaran Seumur Hidup,
(Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005).
Karmidi Martoatmodjo, Manajemen Perpustakaan Khusus, (Jakarta : Universitas Terbuka, 1999).
Karmidi Martoatmodjo, Pelayanan Bahan Pustaka (Jakarta : Universitas Terbuka, 1999).
Lasa HS, Kamus Kepustakawanan Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2009).
Lett Rosalind K, Hospital Libraries, Encyclopedia of Library and Information Science, (2003), h. 1208, diakses pada tanggal 13 April 2015 melalui https://books.google.co.id/books?id=GBICVdZOT6IC&printsec=frontcover &dq=encyclopedia+of+library+and+information+science++second+edition+ volume+2&hl=en&sa=X&ei=gJRAVZeQOcKfugSboYCoBA&ved=0CBsQ6 AEwAA#v=onepage&q=encyclopedia%20of%20library%20and%20informat ion%20science%20%20second%20edition%20volume%202&f=false.
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001).
Nirma Hasiana, Skripsi : Pelayanan Perpustakaan Anak Rumah Sakit Kanker Dharmais, (Depok : Universitas Indonesia 2009).
Prasetya Irawan, Logika dan Prosedur Penelitian, (Jakarta: STIAN-LAN, 1999). Reitz, Joan M, Dictionary and Information Science , (2004).
Saefudin dan Setiawan, Pembinaan Perpustakaan Khusus Instansi Pertanian: Observasi Terhadap Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Jurnal Perpustakaan Pertanian, Vol. 16, No. 2 (Juli 2007).
Soekarman dan Rahmat Natadjumena, Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Khusus (Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2006).
Soekarman K [et.al], Standar Perpustakaan Khusus (Jakarta : Proyek Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Nasional RI, 2002), h.2. diakses pada
tanggal 27 April 2015 melalui
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&c ad=rja&uact=8&ved=0CBwQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.pnri.go.id %2FiFileDownload.aspx%3FID%3DAttachment%255CStandar%255CStand ar%2520Perpustakaan%2520Khusus%2520%2520.pdf&ei=AplAVdK3L8G wuASVroAQ&usg=AFQjCNFXBtEPMGqlQwtrpTLyxlbYMCX1Iw&bvm= bv.91665533,d.c2E.
Sri Sumekar [et.al.], Standar Perpustakaan Nasional, diakses pada tanggal 16
April 2015 melalui
http://www.pnri.go.id/iFileDownload.aspx?ID=Attachment\Standar\SNP-BID-PUPK.pdf
___________, Standards for Hospital Libraries 2007: Hospital Libraries section Standards Committee, Jurnal of The Medical Library Association, Vol. 96, No. 2 (April 2008), diakses pada tanggal 30 Maret 2015 melalui http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2268237/
Standar Nasional Indonesia, Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah, (2009),
diakses pada tanggal 25 mei 2015 melalui :
http://www.pnri.go.id/iFileDownload.aspx?ID=Attachment%5CPedoman%5 Cstandar%20nasional%20indonesia%20bidang%20kepustakaan%20dan%20 kepustakawanan.pdf.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2012). Sulistyo-Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan (Jakarta : Gramedia, 1991).
Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan : Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta : Samitra Media Utama, 2004).
Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2003).
Sutarno NS, Tanggung Jawab Dalam Mengembangkan Masyarakat Informasi
(Jakarta : Panta Rei, 2005).
Zurni Zahara Samosir, “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Menggunakan Perpustakaan USU”, Pustaha: Jurnal Studi
Perpustakaan dan Informasi, Vol. 1 (Juni 2005).
Hasil wawancara dengan informan yaitu Yayah Sofiati, SH.MM pada tanggal 28 Juli 2015
Hasil wawancara dengan informan yaitu Edhita Linggayo Marampa pada tanggal 04 Agustus 2015
TABEL 1
No Bulan
Kegiatan Pengajuan
Proposal Penelitian Bimbingan
Penyusunan Skripsi Sidang Skripsi 1 Febuari 2 Maret 3 April 4 Mei 5 Juni 6 Juli 7 Agustus 8 September 9 Oktober 10 November 11 Desember TABEL 2
No Nama Jabatan Pendidikan
1 Yayah Sofiati, SH. MM. Kepala Sub bagian Perpustakaan dan Dokumentasi
Magister (S2)
2 Edhita Linggayo Marampa Staf Perpustakaan Diploma (D3)
1 Rak Buku 6 Buah
2 Meja baca + kursi 11 buah
3 Rak Majalah 3 buah
4 Rak Surat Kabar 1 buah
5 Rak Display 1 buah
6 Dispenser 1 buah
7 Jam dinding 1 buah
8 Pendingin Ruangan 1 buah
9 Hiasan dinding 2 buah
10 Terminal Listrik 1 buah
11 Tempat sampah 2 buah
12 Komputer 2 buah
13 Lampu 4 buah
14 Loker Penitipan Barang 8 buah
15 Meja Sirkulasi 1 buah
TABEL 4
Hari Waktu Layanan
Senin – kamis 09.00 – 15.30
Jum’at 09.00 – 11.30
13.30 – 16.00
Informan Kepala Sub Bagian Perpustakaan dan Dokumentasi Nama : Yayah Sofiati, SH. MM
Jabatan : Kepala Sub Bagian Perpustakaan dan Dokumentasi Rumah Sakit Kanker Dharmais
1. Siapa saja yang banyak menggunakan koleksi di Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais?
kebanyakan perawat, perawat dan mahasiswa, dokter kadang-kadang, karna buku-buku kedokteran sedikit.
2. Apa jenis layanan yang diterapkan di perpustakaan ini, apakah terbuka atau tertutup?
Terbuka, kalau dia mahasiswa PKL disini, kalau tidak PKL dia membaca saja.. kalau mahasiswa PKL memiliki penanggung jawab kita kasih formulir penanggung jawab harus diisi sama tanda tangan penaggung jawab, kalau ada apa-apa penanggung jawab.
3. Bagaimana layanan yang diberikan perpustakaan untuk pemustaka yang berkunjung?
Ketika pemustaka datang ke perpustakaan terlebih dahulu dipersilahkan menulis dibuku kunjungan, kemudian kita beritahu bahwa tas dan jaketnya di lepas lalu diletakan di loker atau lemari penitipan, untuk sistem dipencarian buku di perpustakaan ini yaitu open akses jadi disilahkan cari sendiri, jika mereka sudah mulai merasa kesulitan pokoknya kita kasih arahan.
4. Siapa saja yang bisa meminjam koleksi di Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais?
disini yang bisa minjem adalah anggota, anggota itu karyawan rumah sakit, kalo selain itu mereka bisa saja baca gak bisa minjem. Kalau mahasiswa ada penanggung jawab, misalnya dia pkl disini penanggung jawabnya siapa itu bisa. kalau masalah peminjaman, selain karyawan kalau dia ingin fotocopy diperbolehkan tapi ninggalin identitas dan nomor telefon.
Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais?
kita ada sanksinya, ada juga SK direktur dan aturan apabila pemustaka menghilangkan buku tersebut. contohnya yaitu jangakan menghilangkan buku, jika ingin meminjam buku saja diberikan waktu selama 7 hari kerja. jika pemustaka lewat dari waktu peminjaman, maka dikenakan denda 1 buku 5.000 satu hari, apalagi kalau hilang maka harus mengembalikan buku yang sama saat dipinjam, atau jika pemustaka tidak bisa mengembalikan pemustaka harus membayar seharga buku tersebut.
6. Bagaimana cara pustakawan mengingatkan kepada pemustaka bahwa masa tenggang peminjaman koleksinya sudah habis pada esok hari?
satu hari sebelum itu memang dikasih tau harus mengembalikan.
7. Apakah ruang baca disini sudah cukup memadai untuk para pemustaka yang berkunjung?
kalau menurut saya pengunjung sudah cukup nyaman untuk membaca dan menggunakan ruang baca disini, karena tidak ada kritikan atau saran yang datang ke petugas perpustakaan, fasilitas meja dan kursi kami sudah cukup.
8. Bagaimana sistem keamanan khususnya pada koleksi di perpustakaan ini?
nah itu dia untuk keamanan koleksi, maka kami menyediakan loker-loker untuk menitipkan tas dan jaket. Belum ada nomor lockernya juga, ya kita mah masih seadanya aja.
9. Apakah jika pemustaka yang ingin mengambil barangnya apakah perlu lapor ke pihak perpustakaan?
Sama seperti perpustakaan pada umumnya ketika mereka sudah selesai berkunjung di perpustakaan ini, mereka langsung mengambil barangnya yang dititip di dalam loker.
tetapi tidak terealisasikan, jadi tidak ada feedback nya, dan kita merasakan sia-sia untuk mem-follow up anggaran itu, seperti penerbit sagung seto itu menggajukan buku, kita memberitahukan kepada mereka lebih baik langsung ke direktur utama.
11.Dilihat dari koleksi yang tidak berkembang dan tidak adanya kerjasama, apa alasan yang melatar belakangi tidak adanya kerjasama ini?
Bukan tidak ada kerjasama, jadi saya memang mengelola ini apa adanya, saya juga ingin melakukan kerja sama, tetapi gagal lagi, dikarenakan sebelumnya saya sedang ada tugas diluar kota, tidak difollow-up nya membuat saya tidak bisa bertindak apa-apa. Sampai detik ini pun tidak ada kerjasama sama pihak manapun.
12.Jadi karena dahulu tidak di follow up?
“bukan tidak di follow-up, meemang saya nya tidak memiliki program kerja sama,
dikarenakan saya juga tidak memiliki pengalaman kerja sama seperti itu, jadi saya tidak ingin mengambil pusing dan mempersulit bagi diri saya dengan harus ada kerjasama itu. Dahulu saya ingin kerja sama dengan penerbit jurnal elektronik tetapi akhirnya batal karena fasilitas yang tidak memadai. Dan kita juga ingin kerjasama lagi tetapi harus memakai uang dan akhirnya gagal lagi. Kita juga sempat melakukan kerjasama yang online namun karena kita mempunyai kendala keterbatasan koleksi yang tidak updatedan akhirnya kita gagal kembali.
13.Kendala atau keluhan yang dihadapi perpustakaan dalam segi layanan?
keluhan jarang, karna kita sebelumnya memberi tahu begitu dateng kita adanya segini, seadanya aja jadi belom pernah mendapatkan keluhan.
Jabatan : Staf Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais
1. Untuk siapa saja layanan ini diberikan?
Layanan di perpustakaan ini diberikan kepada dokter, perawat, pasien, dan para medis non perawatan, yang termasuk para medis non perawatan itu contohnya seperti analis, fisioteraper, radiografer, ahli gizi, terus non medis, contoh non medis kaya kita yang bekerja di bagian kantor kayak keuangan, kemudian mahasiswa, nah kategori mahasiswa disini kayak amirah kan mahasiswa melakukan penelitian disini.
2. Bagaimana layanan yang diberikan perpustakaan untuk pemustaka yang berkunjung?
Jika pengunjung yang sudah sering datang kesini, datang langsung nulis dibuku kunjungan terus mencari referensi yang dibutuhkan. Terkadang kalau yang masih baru kan keliatan dia terlihat kebingungan gitu, kita berinisiatif menghampiri ada yang bisa dibantu.
3. Apakah perpustakaan ini sudah melanggan e-jurnal yang berbayar?
Karena keterbatasan dana, tetapi kalau untuk e-jurnal secara umum kita masih mencari yang gratisan, jadi saya upayakan untuk menjadi anggota perpusnas, nah perpusnas kan ada e-jurnalnya, e-booknya, dan lain-lain.
4. Bagaimana proses peminjaman koleksi di Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais?
Untuk sementara ini sistem yang digunakan perpustakaan ini masih manual, jadi ketika pemustaka ingin meminjam mereka menulis dibuku kunjungan. Disamping yang buku kunjungan itu ada formulir yang harus di isi, nanti formulir itu dipegang oleh staf Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais, jika ingin memperpanjang koleksi, pemustaka datang kesini kemudian memberitahu ke kita bahwa koleksi tersebut ingin diperpanjang.
Untuk pengembalian koleksi itu, dia harus mengisi buku kunjungan lagi yang pada saat peminjaman itu. setelah itu koleksinya diberikan kepada staf.
6. Untuk pemustaka yang ingin mem-fotocopy koleksi perpustakaan, bagaimana prosesnya?
Untuk pemustaka yang ingin fotocopy kita arahkan dilantai 1, dan harus meninggalkan identitas ketika ingin mem-fotocopy koleksi perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais, tetapi kalau untuk intern atau staf rumah sakit dilantai 7, tetapi itu tidak boleh terlalu banyak.
7. Seperti apa layanan internet yang disediakan di perpustakaan?
Dikarenakan kurangnya dana, jadi perpustakaan ini hanya memiliki dua unit computer yang bisa digunakan untuk mengakses internet, untuk mencari jurnal, dan lain-lain. Tentu jika pemustaka ingin menggunakan komputer, sebelumnya mereka harus isi data dulu dan menulis datanya 2 (dua) kali, satu di buku kunjungan dan satunya lagi di buku pemakaian komputer.
8. Kendala layanan yang dihadapi Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais?
Kendala yang dimiliki perpustakaan ini yaitu ketersediaan koleksi, dana, mesin fotocopy yang belum memadai, dan kerjasama. Contohnya, ketika pemustaka sedang mencari referensi yang sedang dibutuhkan, tetapi tidak tersedia di perpustakaan ini, maka saya sangat merasa tidak bisa memberikan informasi yang dibutuhkannya.
9. Bagaimana cara pustakawan dalam mengatasi kendala tersebut?
Untuk mengatasi kendala tersebut, kita memberikan referensi untuk berkunjung ke perpustakaan poltekes, perpustakaan nasional, universitas, atau di kemenkes.
10.Apakah ada planning selanjutnya dalam hal kerjasama ?
Untuk planning kerjasama yang akan datang, kita ingin melakukan kerjasama dengan staf medik fungsional (SMF).
1. Anda mahasiswa atau keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit ini?
Keluarga pasien, ibu saya sedang dirawat disini.
2. Apakah sebelumnya anda sudah mengetahui bahwa ada perpustakaan di rumah sakit ini?
Belum pernah.
3. Lalu mendapatkan informasi dari mana jika disini ada perpustakan?
Waktu itu seinget saya teman saya pernah melakukan penelitian di rumah sakit ini, dan ia bilang bahwa disini ada perpustakannya namun tidak diberikan letaknya. Dan pada saat saya sedang berbincang-bincang dengan suster, saya bertanya olehnya bahwa apakah disini benar ada perpustakaan, suster tersebut menyuruh pergi ke lantai 5 disana letak perpustakaannya.
4. Sudah berapa kali anda berkunjung ke Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais?
Baru sekali ini saja.
5. Apa alasan anda berkunjung kesini?
Karena ingin memanfaatkan waktu yang saya punya ya mba, daripada bosen nunggu dikamar pasien.
6. Biasanya apa yang anda cari saat berkunjung kesini?
Yaa.. karena disini perpustakaan rumah sakit, jadi saya mencari buku dan informasi mengenai kesehatan, tapi kadang saya suka baca koran yang ada disini.
7. Bagaimana menurut anda pelayanan yang diberikan staf saat anda berkunjung kesini?
Awalnya saya ditanyain ada perlu apa, lalu saya menjawab cuma mau membaca saja. kemudian saya disuruh isi buku kunjungan dan langsung cari-cari sendiri ke koleksi.
Cukup puas sih, tapi kurangnya tidak ada komputer untuk mencari koleksi secara langsungnya, jadi saya mencari secara manual dari rak yang pertama ke rak buku selanjutnya.
9. Apakah anda mengalami kendala saat berada di perpustakaan?
Yaa.. yang tadi saya bilang kendalanya itu tidak ada komputer yang seperti perpustakaan lainnya(catalog online).
10.Adakah saran yang ingin anda berikan untuk perpustakaan?
Saran saya sih, benahi sistem temu kembali secara online agar memudahkan para pengunjung yang lainnya.
Gambar 1 : Pintu masuk Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais
Gambar 13: Buku kunjungan Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais
Gambar 19 : Lokasi Fotocopy untuk Pemustaka yang tidak bisa meminjam koleksi Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais
Perpustakaan dan Dokumentasi)
Penulis lahir di Jakarta pada 7 Oktober 1993, putri ketiga kembar pertama dari Bapak H. Drs Tadjudin Muslim dan Ibu Hj. Hidayati Hasanuddin Ali. Penulis bertempat tinggal di Jalan Surya Kencana, Gang Kemuning 1 RT/RW: 002/005 No. 37 Pamulang Barat -Tangerang Selatan. Menyelesaikan pendidikannya di SD Muhammadiyah 12 Pamulang. Kemudian menamatkan sekolah menengah pertamanya di SMP Muhammadiyah 22 Pamulang, dan sekolah menengah atasnya di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang. Pada tahun 2011 melanjutkan pendidikan pada program studi (S1) Ilmu Perpustakaan pada Fakultas Adab dan Humaniora.
Menyelesaikan kuliahnya dengan menulis skripsi berjudul “Pelayanan Perpustakaan
Rumah Sakit: Studi Kasus Perpustakaan Rumah Sakit Kanker Dharmais”. Penulis
pernah menjalankan praktek kerja lapangan di Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan pernah melaksanakan kuliah kerja nyata di Desa Tanjung Sari Kecamatan Tanjung Sari.