• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aprilion, R., Antaresti., Anteng, A. 2015. Penurunan Kekekruhan Air Oleh Biji Pepaya, Biji Semangka dan Kacang Hijau. Jurnal Teknik Kimia Vol. 14 No. 1. Universitas Katolik Widya Mandala : Surabaya, Indonesia.

Asrini, N., Adnyana, I., Rai, I. 2017. Studi Analisis Kualitas Air Di Daerah Aliran Sungai Pakerisan Provinsi Bali. Jurnal Vol. 11 No. 2. Fakultas Pertanian Universitas Udayana : Bali, Indonesia.

Bachtiar, M., Syafruddin., Nugraha, W. 2016. Penurunan Turbidity, TSS, Dan COD MenggunakanTepung Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) SebagaiI NanoBiokoagulan DalamPengolahan Air LimbahDomestik(Grey Water).Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 5 No. 4. UniversitasDiponegoro : Semarang, Indonesia.

Christianty, D., Zaman, B., Purwono. 2017. Utilization of Seeds Durian (Durio zibethinus murr) Powder As Biopolymer Additional Materials of Coagulant Alum To Improve The Total Solids Removal Suspended (TSS) and COD Using Leachate Coagulation-Flocculation. Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 6 No. 2. Universitas Diponegoro : Semarang, Indonesia.

Gusril, H. 2016. StudiKualitas Air Minum PDAM Di Kota Duri Riau. JurnalPendidikanGeografi Vol. 8 No. 2. STKIP AhlussunnahBukittinggi :Bukittinggi, Indonesia

Hendrawan, D. 2005. Kualitas Air Sungai dan Situ Di Jakarta. Jurnal Teknik Lingkungan Vol.

9 No. 1. Universitas Trisakti : Jakarta, Indonesia.

Husaini., S, Stefanus., Cahyono. 2018. Perbandingan Koagulan Hasil Percobaan dengan Koagulan Komersial Menggunakan Metode Jar Test Compar. .Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol. 14 No. 1. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara : Bandung, Indonesia

Januardi, R., T. R. Setyawati., Mukarlina. 2014. Pengolahan Limbah Cair Tahu Menggunakan Kombinasi Serbuk Kelor (Moringa oleifera) dan Asam Jawa (Tamarindus indica).

Jurnal Protobiont Vol. 3 No. 1.

Kartika, D., Nurjazuli., Budiyono. 2016. Kemampuan Serbuk Biji Asam Jawa Dalam Menurunkan TSS, Turbiditas, dan Amoniak Pengolahan Limbah Cair PT. UTAMA MULTINIAGA INDONESIA. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4. Universitas Diponegoro : Semarang, Indonesia

Kawet, L., Halim, F., Jasin, M., 2013. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih untuk Zona Pelayanan IPA Pilolodaa Kota Gorontalo. Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No.12.

Universitas Sam Ratulangi : Manado, Indonesia.

Novia, 2011, Kualitas Sungai Deli Dan Keluhan Kesehatan Masyarakat Pengguna Air Sungai Deli Di Kecamatan Medan Johor Kota Medan Tahun 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Nurika, I., Mulyarto, A., Afshari, K. 2007. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) Sebagai Koagulan Pada Proses Koagulasi Limbah Cair Tahu (KajianKonsentrasi Serbuk Biji Asam Jawa dan Lama Pengadukan). Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 8 No.

3. Universitas Brawijaya : Malang, Indonesia.

Oktaviasari, S dan Mashuri, M. 2016. Optimasi Parameter Proses Jar Test Menggunakan Metode Taguchi dengan Pendekatan PCR-TOPSIS (Studi Kasus: PDAM Surya Sembada Kota Surabaya). Jurnal Sains dan Seni Vol. 5 No. 2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember : Surabaya, Indonesia

Permenkes No. 32 Tahun 2017, Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001

Poedjiastoeti, H., Sudarmadji, S., Sunarto, S. 2017. Penilaian kerentanan air permukaan terhadap pencemaran di Sub DAS Garang Hilir berbasis multi-indeks. Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol. 5 No. 3 . Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta, Indonesia.

Prasad, S dan Rao, B. 2016. Influence of Plant-Based Coagulants in Waste Water Treatment.

Aditya Institute of Technology and Management Vol. 5 No. 3. Srikakulam District, Andhra Pradesh : India.

Purba, L. 2013. Hubungan Higiene Pengguna Air Sungai Deli dengan Keluhan Kesehatan Kulit dan Tindakan Pencemaran Sungai Di Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun Kota Medan Tahun 2013. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Rahimah, Z.. Heldawati, H., Syauqiah, I. 2016. PengolahanLimbah Deterjen Dengan Metode KoagulasiFlokulasiMenggunakan KoagulanKapurdan PAC. Jurnal Teknik Kimia Vol.

5 No. 2. Universitas Lambung : Kalimantan Selatan, Indonesia.

Rosariawari, F., danMirwan, M. 2013. Efektifitas PAC dan Tawas untukMenurunkanKekeruhanpada Air Permukaan. JurnalTeknikLingkungan.

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” :JawaTimur, Indonesia.

Reynolds, T., dan Paul A. 1996. Unit Operations and Processes in Environmental Engineering.

PWS Publishing Company : Boston.

Sa’id, S., Mohammed, K., Adie, D. B. 2016. Turbidity Removal From Surface Water Using Tamarindus indica Crude Pulp Extract. Bayero Journal of Pure and Applied Sciences Vol. 9 No. 1. Bayero University : Kano, Nigeria.

Saragih, M. 2018. Studi Pembuatan Membran Keramik Berbahan Tanah Liat dan Sekam Padi untuk Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform Air Sungai Deli. Skripsi Departemen Teknik Lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Sari, N. 2018. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L.) SebagaiBiokoagulan Dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tekstil. Skripsi Jurusan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Setyawati, H dkk. 2018. Efektifitas Biji Kelor dan Tawas Sebagai Koagulan Pada Peningkatan Mutu Limbah Cair Industri Tahu. Jurnal Teknik Kimia Vol. 12 No. 2. Institut Teknologi Nasional Malang : Malang, Indonesia.

Sistanto., Sulistyowati, E., Yuwana. 2017. PemanfaatanLimbahBiji Durian (DuriozibethinusMurr) sebagaiBahanPenstabilEsKrimSusuSapiPerah. Jurnal SainPeternakan Indonesia Vol. 12 No. 1 UniversitasBengkulu : Bengkulu, Indonesia.

Sulistyorini, I., Edwin, M., Arung, A. 2016. Analisis Kualitas Air Pada Sumber Mata Air Di Kecamatan Karangan Dan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Hutan Tropis Vol.

4 No. 1. High School of Agriculture (STIPER) : Kalimantan, Indonesia.

Suwardi, B. 2017. Keefektifan Koagulan Biji Asam Jawa (Tamaryndus indica) Dalam Menurunkan Kadar Total Suspended Solid Pada Limbah Cair Industri Batik. Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wardani, F dan Agung, T. 2017. Pemanfaatan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Pengolahan Air Sungai. Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 7 No. 2. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” : Jawa Timur, Indonesia Yussofa, M., Zamri, M., Suja, F. 2018. Floc Behavior and Removal Mechanisms of Cross-linked

Durio zibethinusseed Starch As A Natural Flocculant for Landfill Leachate Coagulation Flocculation Treatment. School of Civil Engineering, Universiti Sains Malaysia

Lampiran I

Dokumentasi Alat dan Bahan

Biji asam jawa yang sudah matang Biji asam jawa yang sudah dikupas dari kulitnya

Bijia sam jawa yang telah dipisahkan dari dagingnya

Biji asam jawa yang telah dipisahkan dari cangkangnya

Biji asam jawa yang telah dihaluskan Pengayakan biji asam jawa dengan ayakan 100 mesh

Biji durian yang digunakan adalah biji durian tanpa daging buah

Biji durian dikupas kulitnya

Biji durian dipotong kecil-kecil Biji durian yang sudah kering

Biji durian yang telah dihaluskan Biji durian dengan ayakan 100 mesh

Lampiran II

Dokumentasi Proses Jar Test

Proses sesudah dan sebelum Jar Test menggunakan biokoagulan biji asam jawa (Tamarindus indica)

Proses sesudah dan sebelum Jar Test biokoagulan biji durian (Durio zibethinus)

Proses sesudah dan sebelum Jar Test menggunakan tawas

Proses sesudah dan sebelum Jar Test pada variasi pH asam

Proses sesudah dan sebelum Jar Test pada variasi pH basa

Lampiran III Analisa Parameter

Analisa Kekeruhan (Turbidity) Metode

Turbidity

Peralatan Turbiditimeter Kuvet

Spuit Tisu Bahan

Air sampel 25 ml Prosedur Uji

1. Siapkan air sampel untuk diuji kekeruhannya.

2. Masukkan air sampel ke dalam botol kuvet yang sudah disiapkan.

3. Lalu masukkan botol yang telah berisi air sampel ke dalam alat turbidimeter.

4. Kemudian tekan tombol ON dan tekan tombol READ lalu lihat hasil kekeruhan pada air sampel tersebut.

Analisa TSS (Total Suspended Solid) Metode

Colorimeter Peralatan Alat Colorimeter Kuvet

Spuit Tisu

Beaker glass 500 ml Magnetic stirrer

Bahan

Air sampel 25 ml Akuades

Prosedur Uji

1. Siapkan air sampel untuk diuji kekeruhannya dan siapkan akuades sebagai blanko.

2. Siapkan dua botol kuvet.

3. Masukkan akuades ke dalam botol kuvet yang sudah disiapkan.

4. Lalu masukkan botol kuvet yang telah berisi akuades ke dalam alat colorimeter.

5. Kemudian tekan tombol EXIT, lalu tekan PRGM, tekan tombol 94 untuk kode TSS, lalu tekan tombol ZERO. Akuades sebagai blanko.

6. Masukkan air sampel ke dalam beaker glass 500 ml.

7. Lalu letakkan air sampel diatas alat magnetic stirrer, kemudian masukkan stirrer kedalam beker glass dan tekan tombol untuk mengaduk air sampel hingga angka 9 dan biarkan selama 2 menit.

8. Setelah 2 menit, matikan tombol untuk mengaduk, lalu masukkan air sembel ke dalam botol kuvet hingga batas 25 ml.

9. Kemudian masukkan botol kuvet ke dalam alat colorimeter dan tekan tombol READ, lihat hasil TSS yang didapat.

Analisa pH Metode

pH dengan indicator BTB Peralatan

pH meter Kuvet Bahan Larutan BTB Air sampel 25 ml Tisu

Prosedur Uji

a. Siapkan air untuk diuji pHnya.

b. Ambil alat pH meter lalu masukkan air sampel ke dalam botol kuvet dnn teteskan 3 kali laurtan BTB. Lalu shake dengan tangan hingga air sampel dan larutan BTB tercampur.

c. Masukkan botol kuvet ke dalam alat pH meter d. Lalu lihat berapa pH pada air sampel.

Dokumen terkait