Aminah S. 1995. Pengaruh bobot benih dan jumlah tunas terhadap produksi rimpang jahe (Zingiber officinale Rosc.) varietas badak. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Andayani W. 2004. Pengaruh paclobutrazol dan pupuk organik terhadap pembungaan melati (Jasminum sambac Var. Menur Mekar Sari). [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Barthes BA, Azontonde E, Blanchart G, Girardin R, Oliver. 2004. Effect of legume cover crop (Mucuna pruriens var Utilis ) on soil carbon in an ultisol undermaize cultivation in Southren Benin. Soil Use Management 20:231-239.
Budiarto KY, Sulyo, Maaswinkel R, Wuryaningsih S. 2006. Budidaya krisan bunga potong, prosedur sistem produksi. Lembang (ID). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. 60 hal.
Cathey HM. 1964. Physiology of retarding chemicals. Annu. Rev. Plant Physiol. 15: 272 – 302.
Chandraparnik S, Hiranpradit H, Punnachit U, Salakpetch S. 1992. Paclobutrazol influences flower induction in durian, Durio zibethinus Murr. Acta Hort .321: 282-290.
Danu, Nurhasybi. 2003. Potensi benih generatif dan vegetatif dalam pembangunan hutan tanaman. Makalah Temu Lapang dan Ekspose Hasil- Hasil Penelitian UPT Badan. Palembang (ID) : Litbang Kehutanan Wilayah Sumatera Danu, Subiakto A, Abidin AZ. 2011. Pengaruh umur pohon induk terhadap
perakaran nyamplung (Calophyllum inophyllum L.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 8(1): 41 – 49.
Darmawan M. 2014. Induksi pembungaan di luar musim pada tanaman jeruk keprok (Citrus reticulate. [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Edy PR, Sriwijaya, Susanto A, Harahap IY, Simangunsong G, Lubis AF, Prasetyo
AE, Dongoran AP. 2007. Mucuna bracteata sebagai tanaman pengendali gulma. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan (ID). Seri Buku Saku 27. Hal 11.
Fahn A.1991. Anatomi Tumbuhan, Edisi ke-3. Yogyakarta (ID). Gadjah Mada University Press.
Gardner F, Pearce PRB, Mitchell GL. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press.
Harahap IY, Taufik CH, Simangunsong G, Edy GS, Yusran P, Listia E, Rahutomo S. 2008. Mucuna bracteata pengembangan dan pemanfaatannya di perkebunan kelapa sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan (ID). Seri Buku Saku 28. Hal 46.
Harjadi SS. 2009. Zat Pengatur Tumbuh. Jakarta (ID): Penebar Swadaya. 76 hal. Hartmann HT, Kester DE. 1975. Plant Propagation, Principles and Practice. 7th
edition. New Jersey (US): Prentice Hall, Inc. 559 hal.
Heddy S. 1986. Hormon Tumbuhan. Rajawali Press. Jakarta. Hal 2-76.
Hidayati Y. 2009. Kadar hormon auksin pada tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus l.) bercabang dan tidak bercabang. J. 8Agrivigor 2(2):89-96.
35 Hossain MA, Bhuiyan MK. 2006. Clonal propagation guava (Psidium guajava
Linn.) by stem cutting from mature stock plants. J Forestry. 17(4):301-304 ICI. 1984. Paclobutrazol plant growth regulator for technical data. Plant
Protection Div. Survey. England. p 45-67.
Kastono D, Sawitri H, Siswandono. 2005. Pengaruh nomor ruas setek dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil kumis kucing. Jurnal Ilmu Pertanian. 12(1): 56–64.
Krishnamoorthy. 1981. Plant Growth Subtances Including Application In Agriculture. Tata Mc Graw-Hill Pub. Co. Ltd. New Delhi. 214 p.
Kurniatusolihat, N. 2009. Pengaruh bahan stek dan pemupukan terhadap produksi terubuk. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Lakshmanan GMA, Jaleel CA, Gomathinayagam M, Panneerselvam R. 2007. Changes in antioxidant potential and sink-organ dry matter with pigment accumulation induced by hexaconazolein Plectranthus forskholii Briq. C.R. Biologies 330: 814–820.
Lang GA. 1987. Dormancy universal terminalogy. HortScience. 22(5): 817-819. Mahlstede JP, Haber TLES. 1976. Plant Propagation. Jhon Wiley and Sons Inc.
New York. 413p.
Margianasari AF. 1993. Pengaruh zat penghambat tumbuh ethepon paclobutrazol, cyclocel terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman induk dan setek tanaman pelargonium. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Martin PJ, Dabek AJ. 1987. Effect of paclobutrazol on the vegetative growth and flowering of young clove trees. Trop. Agric. 65(1):25-28
Mariska I, Darwati I, Moko H. 1987. Perbanyakan setek panili (Vanilla planifolia) dengan zat pengatur tumbuh pada berbagai media tumbuh. Laporan Penelitian Perbanyakan Tanaman pada Media Tumbuh Pelet Jiffy. Balai Penelitian Perkebunan. Bogor. Hal 50-58
Mathews C. 1998. The introduction and establishment of a new leguminous cover plant, Mucuna bracteata under oil palm in Malaysia. The Planter
74(860):359-368.
Menhennet R. 1979. Use of Glass House Crops. p.27-38. In D. R. Clifford and J. R. Lenton. Recent Development in The Use of Plant Growth Retardants. Brit. Plant Growth Regulator Group. London.
Muslimawati N. 2014. Pertumbuhan setek batang pohpohan (Pilea trinervia
Wight.) pada umur tanaman, bagian batang dan media tanam yang berbeda [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Nugroho PA, Istianto. 2006. Dinamika populasi mikroba tanah di bawah naungan
Mucuna bracteata pada areal karet belum menghasilkan. Indonesian J. Nat. Rubb. Res 24(2):114-125.
Nurhayati. 2000. Pengaruh Bahan Stek dan Rootone-F terhadap Pertumbuhan Seuseureuhan (Piper aduncum Linn). [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Owens CL, Stover E. 1999. Vegetative growth and flowering of young apple trees in response to prohexadionecalcium. Horticult. Sci. 34:1194–1196.
Poerwanto R, Inoue H. 1990. Effect of air and soil temperatures in autumn on flower induction and some physiological responses of satsuma mandarin. J. Japan Soc Hort. Sci. 59:207-214.
36
Prastowo NH, Roshetko JM, Manurung GES. 2006. Teknik pembibitan dan perbanyakan vegetatif tanaman buah. Bogor (ID). World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Winrock International.
Prawiranata T, Tjondronegoro, Harran S. 1992. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Bogor (ID). Jurusan Biologi FMIPA. IPB. 247 hal.
Purwanto I. 2007. Mengenal Lebih Dekat Leguminoseae. KanisiusYogyakarta. (ID). Forum Perpustakaan Umum Indonesia. 109 hal.
Rai IN, Poerwanto R, Darusman LK, Purwoko BS. 2006. Perubahan kandungan giberelin dan gula total pada fase-fase perkembangan bunga manggis. J Hayati (3): 101-106.
Rosita SMD, Darwati I, Yuliani S. 1993. Pengaruh paclobutrazol terhadap produksi dan kualitas rimpang kunyit. Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat. Bul. Littro. VIII(2):108-110
Rochiman K, Harjadi SS. 1973. Pembiakan Vegetatif. Bogor (ID). Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 76 hal.
Rubiyanti N. 2014. Pengaruh konsentrasi Paclobutrazol dan waktu aplikasi terhadap Mawar Batik (Rosa hybrida L.). J. Agric. Sci. I(4): 48-53.
Runtunuwu SD. 2011. Konsentrasi Paclobutrazol dan pertumbuhan tinggi bibit cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merryl & Perry). Eugenia. 17(2):135-141.
Ryugo K. 1990. Flowering and Fruit Set in Temperate Fruit Trees. p 21-26. In: Jan Bay Petersen (ed). Off Season Production of Horticultural Crops.FFTC. Taipei .
Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi tumbuhan. Jilid 3. Diah R. Lukman dan Sumaryo, penerjemah. Bandung (ID): Penerbit ITB.
Samsijah. 1974. Pengaruh Panjang Setek Terhadap Kemampuan Hidup dan Pertumbuhan Morus multicaulis. Laporan No 178, Lembaga Penelitian Hutan, Bogor.
Santi A, Kusumo S, Sitorus E. 1998. Induksi pembungaan dengan zat pengatur tumbuh pada sedap malam. J. Hort. 8(1):925-956.
Santiasrini R. 2009. Pengaruh paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan gloksinia (Sinningia speciosa Pink). [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Santoso BB. 2008. Perbanyakan vegetatif tanaman jarak pagar (Jatropha culcas
L.) dengan setek batang: pengaruh panjang dan diameter setek. J Agron Indonesia. 36(3):255-262.
Sari RN. 2002. Analisis Keragaan Morfologi dan Kualitas Buah Populasi Nenas (Ananas comosus (L.) Merr.) Queen di Empat Desa Kabupaten Bogor. [skripsi]. Bogor (ID): Institur Pertanian Bogor.
Smith M, Meintjes JJ, Jacobs G, Stassen PJC, Theron KI. 2005. Shoot growth control of pear trees (Pyrus cimmunis L) with Prohexadione-Calcium.
Scientia Horticulturae 106:515–529.
Sparta A, Andini M, Rahman T. 2012. Pengaruh berbagai panjang setek terhadap pertumbuhan setek buah naga (Hylocereus polyryzus). Prosiding Seminar Sehari: Inovasi teknologi pertanian spesifikasi lokasi mendukung empat sukses kementerian pertanian di provinsi Bengkulu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu. 15 Desember 2012. Bengkulu. 262-268.
37 Sponsel VM. 1995. The biosynthesis and metabolism of giberelin in higher plants. p : 66-92. In : Pj Davies (ed). Plant Hormone : Physiology, Biochemistry and Molecular Biology. Secon Editions. Kluwer Acad. London
Sorianegara I, Djamhuri E. 1979. Pemuliaan pohon hutan. Bogor (ID). Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.82 hal. Subronto, Harahap IY. 2002. Penggunaan kacangan penutup tanah Mucuna
bracteata pada pertanaman kelapa sawit. Warta PPKS. 10(1):1-6.
Sumardi, Kasli, Kasim M, Syarif A, Akhir N. 2007. Aplikasi zat pengatur tumbuh untuk meningkatkan kekuatan sink tanaman padi sawah. Jurnal Akta Agrosia. 1:26–35.
Unyayar S, Topcouglu SF, Unyanyar A. 1996. A modified method for extraction and identification of Indole-3-Acetic Acid (IAA), Gibberelic Acid (GA), Abcisic Acid (ABA) and Zeatin produced by Phanerochaete chrysosporium ME446. Bulg. J. Plant Physiol. 22: 105-110.
Utama VP. 2003. Pengaruh paklobutrazol dan mulsa-drainase terhadap pertumbuhan dan pembungaan durian (Durio zibethinus Murr). [skripsi]. Bogor (ID): Institur Pertanian Bogor.
Voon CH, Hongsbhanich N, Pitakpaivan C, Rowley A. 1992. Cultar developmentin tropical fruits-An overview. ActaHort. 321: 270-281. Wahyuni DR. 2005. Pengaruh aplikasi paclobutrazol dan KNO3 terhadap
pertumbuhan dan pembungaan durian (Durio zibethinus Murr.) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Waluyo R. 2000. Pengaruh pelembab penyimpanan dan lama penyimpanan terhadap persentase tumbuh setek [skripsi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor.
Wattimena GA. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor (ID). Pusat Antar Universitas IPB. 145 hal.
Wieland WF, Wample RL. 1985. Effects of paclobutrazol on growth, photosynthesis and carbohydrate content of ¢Delecious¢ apples.
ScientiaHort. 26 : 139-147.
Wilmot-Dear CM. 1984. A revision of Mucuna bracteata (Leguminose-Phaseoleae) in China and Japan. Kew Bulletin. 39(1): 23-65.
Winarto WP. 2005. Sambung nyawa budidaya dan pemanfaatan untuk obat. Jakarta(ID): Penebar Swadaya
Wuryaningsih S, Andryantoro S. 1998. Pertumbuhan stek melati berbuku satu dan dua pada beberapa macam media. Agri Journal. 5(1-2): 32-41.
Yasman I, Smits WTM. 2009. Metode pembuatan setek dipterocarpaceae.
38
39 Lampiran 1 Denah lokasi percobaan 1
S1 = pucuk batang U1 = Ulangan 1 S2 = tengah batang U2 = Ulangan 2 S3 = pangkal batang U3 = Ulangan 3 R0 = 0 mg/setek
R1 = 100 mg/setek R2 = 200 mg/setek R3 = 300 mg/setek
S2R3U1 S2R0U2 S1R2U3 S3R1U2 S2R2U1 S1R1U3
S1R1U1 S1R2U2 S3R1U3 S3R2U2 S1R3U1 S1R3U3
S3R3U2 S1R0U1 S3R3U3 S3R2U1 S2R0U1 S3R02
S1R2U3 S2R3U3 S3R0U1 S3R0U3 S2R1U2 S1R0U2
S2R0U3 S2R1U1 S1R3U2 S3R2U3 S2R2U3 S1R0U3
40
Lampiran 2 Denah lokasi percobaan 2 BLOK 1 R1 R2 R2 R3 R2 R1 R3 R1 R3 R3 R1 R2 P3 P0 P2 P1 BLOK II R3 R3 R1 R2 R1 R2 R2 R1 R2 R1 R3 R3 P2 P3 P0 P1 BLOK III R1 R3 R3 R2 R2 R1 R2 R3 R3 R2 R1 R1 P1 P3 P2 P0 KETERANGAN P0 = 0 ppm paclobutrazol R1 = 2 ruas P1 = 300 ppm paclobutrazol R2 = 4 ruas P2 = 600 ppm paclobutrazol R3 = 6 ruas P3 = 900 ppm paclobutrazol
41 Lampiran 3 Dosis Paclobutazol yang diberikan pada tanaman pada
masing-masing konsentrasi perlakuan dan jumlah ruas semprot yang berbeda Perlakuan Jumlah ruas yang disemprot Paclobutrazol
2 ruas 4 ruas 6 ruas
Konsentrasi Paclobutrazol ... mL per tanaman...
PZL 0 ppm 0.00 0.00 0.00
PZL 300 ppm 0.03 0.06 0.09
PZL 600 ppm 0.06 0.12 0.18
42
Lampiran 4 Kuadrat tengah analisis ragam peubah pengaruh zat pengatur tumbuh Rootone F pada masing-masing tingkat asal bahan setek N o Peubah Asal Bahan Setek Zat Pengatur Tumbuh Interaksi 1 Persentase setek tumbuh 147.8264 19.6794 133.217 2 Panjang tunas Minggu 2 0.5846 0.2273 0.3621 Minggu 4 3.4423 0.6659 0.6268 Minggu 6 1.3022 0.8591 0.2288 Minggu 8 0.6116 1.7115 0.5076 Minggu 10 4.7529 10.7735 12.9726 3 Jumlah tunas Minggu 2 1.0062* 0.4401** 0.7056 Minggu 4 2.6568** 0.3485* 0.6645 Minggu 6 5.8103 ** 0.2199 0.5333 Minggu 8 7.1192** 0.8401 1.4033 Minggu 10 9.7498** 0.2694 1.8186 4 Jumlah daun Minggu 2 1.6391 1.0917 1.2819 Minggu 4 11.3988** 3.208 0.7634 Minggu 6 15.7866** 3.2657 4.8873 Minggu 8 12.2505 8.2028 8.6722 Minggu 10 8.645 18.0955 20.8837 5 Panjang akar 58.1511 66.7365 51.1566
6 Bobot basah akar 3.6467 110.4389* 31.1745
7 Bobot kering akar 0.0266 0.5227 0.0712
Keterangan: * =berpengaruh nyata pada taraf 5%, ** berpengaruh nyata pada taraf 1%.
Lampiran 5 Kuadrat tengah analisis ragam peubah pengaruh Paclobutrazol pada masing-masing jumlah ruas
No Peubah Paclobutrazol Jumlah ruas Interaksi
1 Diameter batang 0.2571 0.0473 0.3036
2 Panjang ruas 34.0758 31.6802 112.7025**
43 Lampiran 6 Deskripsi Tanaman Mucuna bracteata DC
Asal : Areal hutan Negara bagian Tripura, India Utara Kebiasaan tumbuh : Menjalar, merambat, membelit dan memanjat Diameter batang : 0.4-1.5 cm
Bentuk batang : Bulat berbuku, tidak berbulu, teksturnya cukup lunak, lentur dan mengandung banyak serat dan berarir.
Panjang buku : 25-34 cm
Warna batang : Hijau muda sampai hijau kecoklatan Warna daun : Hijau gelap
Bentuk daun : Oval
Bentuk Bunga : Berbentuk tadan menyerupai anggur Panjang tangkai : 20-35 cm
Jenis bunga : Monoceous Warna bunga : Biru terong
Warna polong muda : Awalnya berwarna hijau dengan bulu-bulu kecoklatan Warna polong panen : Coklat tua
Umur polong panen : 50 hari setelah terbentuk dari bakal polong
Bentuk : Oval
Warna biji : Berwarna hitam Bobot biji : 0.5-1 g/biji
Lama penyinaran : Tanaman hari pendek membutuhkan 6-7 jam untuk induksi pembungaan.
44