Pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas emulgel
DAFTAR PUSTAKA
Adelina, N. 2004. Aquilaria malaccensis Lam. Seed Leaflet. Forest & Landscape Denmark and Indonesian Seed Project. 103: 1.
Agustiantoro, J. 2018. Skrining Fitokimia dan Tingkat Kesukaan Konsumen Pada Teh Daun Gaharu (Aquilaria malaccencis Lamk) yang Tumbuh secara Alami dan Budidaya. Skripsi. Fakultas Kehutanan. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Ansel, H. C. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi Keempat. Jakarta:
Penerbit UI Press. Halaman 158, 387-389.
Arryanto, Y., Amini, S., dan Rosyid, M. F., 2007. IPTEK Nano di Indonesia.
Terobosan, Peluang, dan Strategi. Edisi 1. Yogyakarta: Yogjakarta Diglossia. Halaman 12-35.
Asmara, A., Daili, S. F., Noegrohowati, T., dan Zubaedah, I. 2012. Vehikulum Dalam Dermatoterapi Topikal. Media Dermato-Venereologica Indonesiana.
39(1): 28.
Ayuningtias, D. D. R., Nurahmanto, D., dan Rosyidi, V. A. 2017. Optimasi Komposisi Polietilen Glikol dan Lesitin sebagai Kombinasi Surfaktan pada Sediaan Nanoemulsi Kafein. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 5(1): 158.
Bagadi, S. 2015. Excipients Used in Self Nanoemulsifying Drug Delivery Systems. World Journal od Pharmaceutical Research. 4(7): 1346.
Batubara, R., Surjanto, Hanum, T. I., Handika, A., dan Affandi., I. 2020. The Screening of Phytochemical and Antioxidant Activity of Agarwood Leaves (Aquilaria malaccensis) from Two Sites in North Sumatra, Indonesia.
Biodiversitas. 21(4): 1592.
Bhowmik, D., Chiranjib, Chandira, M., Jayakar, B., dan Sampath, K. P. 2010.
Recent Advances in Transdermal Drug Delivery System. International Journal of PharmTech Research. 2(1): 68-77.
Bone, K. dan Mills, J. 2000. Principles and Practice of Phytoterapy. London:
Churchhill Livingstone. Halaman 34.
Boylan, J. C. dan Swarbrick, J. 2002. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. Edisi 2. New York: Marcel Dekker, Inc. Halaman 1739.
BPOM RI. 2013. Peraturan Kepala Badan POM RI No. 36 Tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet.
Jakarta: Badan POM RI.
Centre for Agriculture and Biosciences International. 2019. Aquilaria malaccensis (agarwood). [online]. https://www.cabi.org/isc/datasheet/6650. [diakses: 25 Mei 2021].
Chellapa, P., Mohamed, A. F., Keleb, E. I., Elmahgoubi, A., Eid, A. M., Issa, Y.
S., dan Elmarzugi, N. A. 2015. Nanoemulsion and Nanoemulgel as a Topical Formulation. IOSR Journal of Pharmacy. 5(10): 43-45.
Chen, H., Khemtong, C., Yang, X., Chang, X., dan Gao, J. 2011. Nanonization Strategies for Poorly Water-Soluble Drugs. Drug Discovery Today. 16:
354–360.
Chime, S. A., Kenechukwu, F. C., dan Attama, A. A. 2014. Nanoemulsions – Advances in Formulation, Characterization and Applications in Drug Delivery. Application of Nanotechnology in Drug Delivery: 81-84.
Choudhury, H., Gorain, B., Pandey, M., Chatterjee, L. A., Sengupta, P., Das, A., dkk. 2017. Recent Update on Nanoemulgel as Topical Drug Delivery System. Journal of Pharmaceutical Sciences. 106(7): 1739.
Cihar, K. 2017. A Review on Nanoemulsions: Preparation Methods and Stability.
Trakya University Journal of Engineering Sciences. 18(1): 77.
Damayanti, H., Wikarsa, S., dan Jafar G. 2019. Formulasi Nanoemulgel Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L.). Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia. 1(3): 1.
Darmoyuwono, W. 2006. Gaya Hidup Sehat Dengan Virgin Coconut Oil.
Salatiga: Indeks Kelompok Gramedia. Halaman 67.
Davidov-Pardo, G., dan McClements, D.J., 2015. Nutraceutical Delivery Systems:
Resveratrol Encapsulation in Grape Seed Oil Nanoemulsions Formed by Spontaneous Emulsification. Food Chemistry. 167: 205–212.
Depkes RI. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta: Penerbit Departemen Kesehatan RI. Halaman 22, 23, 84, 86, 256.
Depkes RI. 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. Indonesia.
Depkes RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Halaman 5, 10-11 Devarajan, V. dan Ravichandran, V. 2011. Nanoemulsion: As Modified Drug
Delivery Tool. International Journal of Comprehensive Pharmacy. 4(1): 4-5.
Dewi, S. S. dan Aryadi, T. 2010. Efektivitas Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Kandidiasis secara InVitro. Prosiding. Seminar Nasional UNIMUS.
Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang. Halaman 39.
Diba, R. F., Yasni, S., dan Yuliani, S. 2014. Nanoemulsifikasi Spontan Ekstrak Jintan Hitam dan Karateristik Produk Enkapsulasinya. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 25(2): 134-138.
Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 39.
Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 33.
Ditjen POM. 2008. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 26.
Dixit, G., Ganesh, M., Vijay, G, dan Kanchan U. 2013. Formulation and Evaluation of Polyherbal Gel for Anti-Inflammatory Activity. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 4(3): 1187.
Djamal, R. 2012. Kimia Bahan Alam: Prinsip-Prinsip Dasar Isolasi dan Identifikasi. Cetakan III. Padang: Universitas Baiturrahmah. Halaman 145.
Drais, H.K. 2016. Development, Characterization and Evaluation of The Piroxicam Nanoemulsion Gel as Topical Dosage Form. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 5(6): 308-309.
Dungir, S. G., Katja, D. G., Kamu S. V. 2012. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik dari Kulit Buah Manggis (G. mangostana L.). Jurnal MIPA UNSRAT. 1(1): 11-15.
Eid, A. M., El-Enshasy, H. A., Aziz, R., dan Elmarzugi, N. A. 2014. Preparation, Characterization, and Anti-Inflammatory Activity of Swietenia macrophylla Nanoemulgel. Journal of Nanomedicine and Nanotechnology. 5(2): 1-2, 5.
Endarini, L.H. 2016. Buku Ajar: Farmakognisi dan Fitokimia. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 145.
Ernawati, D. 2010. Transfersome: Sistem Penghantaran Obat Topikal dan Transdermal. Prosiding. Tantangan Profesi Kesehatan Pada Masa Akan Datang. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. Halaman 180.
Fanun, M. 2010. Colloids in Drug Delivery. Florida: CRC Press. Halaman 221.
Farida, E. 2018. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanoemulgel Piroksikam Menggunakan Variasi Konsentrasi Surfaktan Tween 80 dan Kosurfaktan PEG 400. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Farnsworth, N.R. 1996. Biological and Phytochemical Screening of Plants.
Journal of Pharmaceutical Sciences. 55(3): 263.
Fathurrahman, N. R. dan Musfiroh, I. 2018. Review: Teknis Analisis Instrumentasi Senyawa Tanin. Farmaka. 16(2): 450.
Febriyanti, A. 2020. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Muda, Daun Tua dan Daun Campuran Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) Budidaya Terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Skripsi. Fakultas Kehutanan.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Fernandes, A., Maharani, R., Sunarta, S., dan Rayan. 2018. Karakteristik Kimia dan Potensi Daun Tanaman Akar Bulou (Mikania micrantha Kunth) sebagai Obat Luka Tradisional. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa. 4(2):
113.
Firenzuoli, F., Gori, L. 2007. Herbal Medicine Today: Clinical and Research Issues. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. Vol 4(S1): 37-40.
Fisher. 2008. Fisher Surface Tensional Model 21. IOWA: Fisher Scientific.
Halaman 8-10.
Furi, T. A. dan Coniwanti, P. 2012. Pengaruh Perbedaan Ukuran Partikel dari Ampas Tebu dan Konsentrasi Natrium Bisulfit (NaHSO3) pada Proses Pembuatan Surfaktan. Jurnal Teknik Kimia. 4(18): 55.
Gopala, J. 2016. Pengaruh Kecepatan Sentrifugasi terhadap Hasil Pemeriksaan Sedimen Urin Pagi Metode Konvensional. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah. Semarang.
Gunawan, D., dan Mulyani, S. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi). Jilid I.
Yogyakarta: Penerbit Swadaya. Halaman 70.
Gupta, P. K., Pandit, J. K., Kumar, A., Swaroop, P., dan Gupta, S. 2010.
Pharmaceutical Nanotechnology Novel Nanoemulsion-High Energy Emulsification Preparation, Evaluation, and Application. The Pharma Research. 3: 117-138.
Gusmailina. 2010. Peningkatan Mutu Pada Gaharu Kualitas Rendah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Bogor. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 28 (3): 292.
Hakim, N. A. 2017. Formulasi dan Evaluasi Nanoemulsi dari Extra Virgin Olive Oil (Minyak Zaitun Ekstra Murni) Sebagai Anti-Aging. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Harahap, R. K., Batubara, R., dan Surjanto. 2015. Uji Antioksidan Daun Muda dan Daun Tua Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) Berdasarkan Perbedaan Tempat Tumbuh Pohon. Peronema Forestry Science Journal.
4(4): 77.
Harborne, J.B. 1987. Phytochemical Methods. Bandung: Penerbit ITB. Halaman 174.
Harimurti, S. dan Hidayaturahmah, R. 2016. Pengaruh Variasi Konsentrasi Karbomer Sebagai Gelling Agent Terhadap Viskositas dan pH Sediaan Gel Antiseptik Ekstrak Etanolik Daun Sirih Merah. FKIK. 1(5): 1-8.
Hasanah, M., Apriyanti, D., dan Patmayuni, D. 2020. Perbandingan Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aqularia malaccensis L.) dan Ketiga Fraksi Berbagai Pelarut (Heksan, Etil Asetat, dan Air). Jurnal Penelitian Sains.
22(1): 28.
Hendra, H., Moeijopawiro, S., dan Nuringtyas, T. R. 2016. Antioxidant and Antibacterial Activities Of Agarwood (Aquilaria malaccencis Lamk) Leaves. AIP Conference Proceedings. 1755 (1): 3.
Jivani, M. N., Patel, C. P., dan Prajapati, B. G. 2018. Nanoemulgel Innovative Approach for Topical Gel Based Formulations. Research and Reviews on Healthcare. 1(2): 18-21.
Jones, D. 2008. FASTTrack: Pharmaceutics – Dosage Form and Design. London:
Pharmaceutical Press. Halaman 128.
Jumini, S. 2017. Nanoteknologi Manivestasi Nanosciences. Jurnal PPKM II. 4(2):
200, 201.
Kabara, J. J. 1984. Cosmetic and Drug Preservation. New York: Marcel Dekker Inc. Halamn 678.
Kale, N.J., Loyd, V., dan Allen, J.R. 1989. Studies on Microemulsion Using Brij 96 as Surfactant and Glycerin, Ethylene Glycol and Propylene Glycol as Cosurfactants. International Journal Pharmacy. 57(2): 87-93.
Kumar, D., Singh, J., Antil, M., dan Kumar., V. 2016. Emulgel-Novel Topical Drug Delivery System- A Comprehensive Review. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 7(12): 4734
L, Lusi. 2011. Cara Mengetahui Ukuran suatu Partikel. Banten: Nanotech Indonesia. Halaman 14.
Lachman, L., Lieberman, Herbert, A., Kanig, dan Joseph, L. 1994. Teori dan Praktek Industri Farmasi I. Edisi Ketiga. Terjemahan dari The Theory and Practise of Industrial Pharmacy, oleh Suyatmi, S. Jakarta: UI Press.
Halaman 1081-1083.
Laverius, M. F. 2011. Optimasi Tween 80 dan Span 80 sebagai Emulsifying Agent serta Carbopol sebagai Gelling Agent dalam sediaan Emulgel Photoprotector Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.): Aplikasi Desain Faktorial. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sanata Dharma. Depok.
Lehninger. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Halaman 9.
Lestari, R. F., Suhaimi, S., Wildaniah, W. 2018. Penetapan Parameter Standar Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth) yang Tumbuh di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi. Akademi Farmasi Yarsi Pontianak. Pontianak. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 1(1):
72-84.
Liana, Y. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) terhadap Staphylococcus aureus. Seminar dan Workshop Nasional. Implikasi Perawatan Paliatif pada Bidang Kesehatan.
Palembang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Halaman 96-101.
Lindman, B. dan Stilbs, P. 1984. Surfactans in Solution. Volume 3. New York:
Plenum Press. Halaman 1651.
Martin, A. J., Swarbrick, dan Cammarata, A. 1993. Farmasi Fisik. Ahli bahasa Yoshita idan Iis Aisyah. Edisi Ketiga. Jakarta: Unversitas Indonesia Press.
Halaman 940-1010.
Mason, T. G., Wilking, J. N., Meleson, K., Chang, C. B., dan Graves, S. M.
2006. Nanoemulsions: Formation, Structure, and Physical Properties.
Journal of Physics: Condensed Matter. 18(41): 636.
McClements, D. J. dan Xiao, H. 2012. Potential Biological Fate of Ingested Nanoemulsions: Influence of Particle Characteristics. Food Funct. 3(3):
202-220.
Mescher, A. L. 2010. Junqueira's Basic Histology Text & Atlas. Edisi 12. New York: McGraw-Hill Companies, Inc. Halaman 397.
Mita, N. 2015. Formulasi Krim Dari Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Berkhasiat Antioksidan. Journal Trop. Pharmacy Chemistry. 3(1): 18.
Montenegro, L. 2014. Nanocarriers for Skin Delivery of Cosmetic Antioxidants. Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research. 2(4): 73-92.
Muawanah, I. A. U., Setiaji, B., dan Syoufian, A. 2014. Pengaruh Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Stabilitas Emulsi Kosmetik dan Nilai Sun Protection Factor (SPF). Berkala MIPA. 24(1): 5.
Muhani, M., Sari, R., dan Fajriaty, I. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Proteus mirabilis. Pharmaceutical Sciences &
Research. Vol 4(3): 144.
Muhriz, M., Subagio, A., dan Pardoyo. 2011. Pembuatan Zeolit Nanopartikel dengan Metode High Energy Milling. Jurnal Sains dan Matematika. 19(1):
11-17.
Mukhriani. 2014. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif.
Jurnal Kesehatan. 7(2): 361.
Parwata, O.A.I.M. 2015. Karakteristik dan Kapasitas Antioksidan Daun gaharu (Gyrinops versteegii). Laporan Penelitian. Universitas Udayana. Denpasar.
Patel, J., Patel, A., Raval, M., dan Sheth, N., 2011. Formulation and Development of a Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System of Irbesartan. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research. 2: 9–16.
Preeti, B., dan Gnanaranjan, G. 2013. Emulgels: A Novel Formulation Approach For Topical Delivery of Hydrophobic Drug. International Research Journal of Pharmacy. 4(2): 12-16.
Pund, S., Pawar, S., Gangurde, S., dan Divate, D. 2015. Transcutaneous Delivery of Leflunomide Nanoemulgel: Mechanistic Investigation into Physicomechanical Characteristics, In Vitro Psoriatic and Anti-Melanoma Activity. International Journal of Pharmaceutics. 487(1-2):
148–156.
Purba, S. U. 2019. Formulasi dan Uji Aktivitas Tabir Surya dari Nanoemulgel yang Mengandung Kombinasi Anisotriazine dan Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil). Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Rawlins, E. A. 2003. Bentley’s Textbook of Pharmaceutical. Edisi 18. London:
Bailierre Tindall. Halaman 22, 355.
Ramteke, K. H., Dhole S. N., dan Patil S. V. 2012. Transdermal Drug Delivery System A Review. Journal of Advanced Scientific Research. 3(1): 22-35.
Rhee, Y.S., Choi, J.S., Park, E.S., dan Chi, S.C. 2001. Transdermal Delivery of Kafein using Microemulsions. International Journal Pharmacy. 288(1-2):
161–170.
Rijai, L. (2016). Senyawa Glikosida sebagai Bahan Farmasi Potensial secara Kinetik. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry. 3(3): 216.
Ristian, I. 2013. Kajian Pengaruh Konsentrasi Perak Nitrat (AgNO3) terhadap Ukuran Nanopartikel Perak. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Rowe, R. C., Sheskey, P. J., dan Owen, S. C. 2006 Handbook of Pharmaceutical Excipients. Edisi kelima. Washington D.C.: Pharmaceutical Press and American Pharmacists Association. Halaman 466, 545, 629, 794.
Rowe, R. C., Sheskey, P. J., dan Quinn, M. E. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Edisi keenam. Washington D.C.: Pharmaceutical Press and American Pharmacists Association. Halaman 693-697.
Salim, N., Basri, M., Rahman, M B. A., Abdullah, D. K., Basri, H., dan Salleh A.
B. 2011. Phase Behavior, Formation and Characterization of Palm Based Esters Nanoemulsion Formulation Containing Ibuprofen. Journal Nanomedicine Nanotechnology. 2(4): 113-117.
Saputra, S. H. 2020. Mikroemulsi Ekstrak Bawang Tiwai Sebagai Pembawa Zat Warna, Antioksidan dan Antimikroba Pangan. Yogyakarta: Penerbit Deepublish. Halaman 24.
Sari, A. W. 2010. Karakterisasi Ekstrak Etanolik Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.). Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sanata Dharma.
Yogyakarta.
Shah, P., Bhalodia, D., dan Shelat, P. 2010. Nanoemulsions: A Pharmaceutical aReview. Systematic Reviews in Pharmacy. 1(1): 26-30.
Sihombing, C. N., Wathoni, N., dan Rusdiana, T. 2018. Formulasi Gel Antioksidan Ekstrak Buah Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dengan menggunakan Basis Aqupec 505 HV. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Padjadjaran. Yogyakarta.
Silva, H. D., Cerqueira, M. A., dan Vicente, A. A. 2015. Influence of Surfactant and Processing Conditions in the Stability of Oil-in-Water Nanoemulsions.
Journal of Food Engineering. 167: 90.
Siregar, J. 2019. Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) sebagai Anti-Aging. Skripsi. Fakultas Farmasi. Univeristas Sumatera Utara. Medan.
Stephanie. 2015. Pengaruh Variasi Fase Minyak Virgin Coconut Oil dan Medium-Chain Triglycerides Oil terhadap Stabilitas Fisik Nanoemulsi Minyak Biji Delima dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80 dan Kosurfaktan PEG 400.
Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Suhardiman, A. dan Juanda, D. 2019. Pengembangan Obat Herbal Fraksi Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam) dalam bentuk Gel untuk Penyembuhan Luka Bakar. Jurnal Sauns dan Teknologi Farmasi Indonesia.
8(1): 24.
Suhardiman, A., Hikmiah, dan Budiana, W. 2019. Aktivitas Fraksi Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam) sebagai Antijerawat dan Uji Bioautografi.
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia. 9(1): 15.
Sumarna, Y. 2012. Budidaya Jenis Pohon Penghasil Gaharu. Kelti HHBK Pusprohut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Litbang Produktivitas Hutan. Bogor.
Sumayyah, S. dan Salsabila, N. 2017. Obat Tradisional : Antara Khasiat dan Efek Sampingnya. Majalah Farmasetika. 2(5): 2.
Sumingkrat. 1989. Kestabilan Emulsi Formulasi Pestisida Bentuk Emulsifier Concentrate. Jurnal Kimia dan Kemasan. 45(3): 8-11.
Susilo, A., Kalima, T., dan Santoso, E. 2014. Panduan Lapangan Pengenalan Jenis Pohon Pengahasil Gaharu Aquilaria spp di Indonesia. Bogor: Insititut Pertanian Bogor Press. Halaman 12.
Susilowati. 2009. Pembuatan Virgin Coconut Oil dengan Metode Penggaraman.
Jurnal Teknik Kimia. 3(2): 247.
Sutrisna, E.M. 2016. Herbal Medicine: Suatu Tinjauan Farmakologis. Surakarta:
Muhammadiyah University Press. Halaman 16, 17.
Suyal, J. dan Bhatt, G. 2017. An Introductory Review Article on Nanoemulsion.
International Journal of Research in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 2(4): 35.
Swarbrick, J. 2007. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. Edisi III.
Volume 1. New York: Informa Healthcare USA, Inc. Halaman 20.
Syahfitri, E. L., Reveny, J., dan Nainggolan, M. 2020. Formulation and Antibacterial Activity Tests of Nanoemulsion Gel Black Cumin (Nigella Sativa L.) Ethanol Extract. Asian Journal of Pharmaceutical Research and Development. 8(4): 8.
Tarigan, K. 2004. Profil Pengusahaan (Budidaya) Gaharu. Jakarta: Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Halaman 23.
Trommer, H., dan Neubert, R. H. H. 2006. Overcoming the Stratum Corneum:
The Modulation of Skin Penetration. Skin Pharmacology and Physiology.
19: 107.
Ulaen, S. P. J., Banne, Y., dan Suatan, R. A. 2013. Pembuatan Salep Anti Jerawat dari Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Ilmiah Farmasi: 48.
Verma, A., Singh, S., Kaur, R., dan Jain, U. K. 2013. Topical Gels as Drug Delivery Systems: A Review. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research. 23(2): 374-375.
Voight, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi Kelima. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press. Halaman 65, 74.
Wahid, A. R. dan Safwan. 2018. Efek Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L.) pada Tikus Jantan Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Paracetamol (Kajian Aktivitas Enzim Katalase, SGOT dan SGPT). 4(2): 23.
Wahyuningsih, I., dan Putranti. 2015. Optimasi Perbandingan Tween 80 dan Polietilenglikol 400 Pada Formula Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Minyak Biji Jinten Hitam. Pharmacy. 12(02): 223- 241.
Walters, K.A. 2007. Dermatological and Transdermal Formulations. New York:
Informa Healthcare. Halaman 5-15.
Wang, H. B. dan Liu, D. S. 2003. CMC0 of Nonyphenol Polyoxyehylene Ethers in Oil Phases and Problems Concerned. Chemical Journal of Chinese Universities. 6(24): 1127.
Wasitaatmadja, S.M. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: Penerbit UI Press. Halaman 112-117.
WHO. 1992. Quality Control Methods for Medicinal Plant Materials. Inggris:
World Health Organization Geneva. Halaman 28-31.
Wihelmina, C. E. 2011. Pembuatan dan Penentuan Nilai SPF Nanoemulsi Tabir Surya Menggunakan Minyak Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Fase Minyak. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Indonesia. Jakarta.
Wooi, K., dan Lau, W. M. 2015. Skin Deep: The Basics of Human Skin Structure and Drug Penetration. Australia: University of Newcastle Inc. Halaman 7, 9, 10.
Zhang, L., Zhang, I., Zhang, M., Pang, Y., Li, Z., Zhao, A., dan Feng, J. 2015.
Self-Emulsifying Drug Delivery System and the Applications in Herbal Drugs. Drug Delivery. 22(4): 475-477.
Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan
Lampiran 2. Bagan Alir Penelitian
a. Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Gaharu Serbuk Simplisia Daun Gaharu
(450 gram)
← dimasukkan ke wadah maserasi
← dimasukkan etanol 96% sebanyak 3,375 L
← dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya sambil diaduk sesekali
← disaring
Ampas Maserat I
← dicuci dengan etanol 96% sebanyak 1,125L
← didiamkan
← disaring Maserat II
← digabung
← dibiarkan selama 2 hari di tempat terlindung dari cahaya
b. Bagan Alir Pembuatan Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Gaharu
← dididihkan di hotplate
← dikalibrasi sesuai volume
← dilarutkan metil paraben dan propil paraben dalam akuades hingga larut
← diaduk campuran dengan homogenizer
← ditambahkan Tween 80 sedikit demi sedikit kedalam larutan saat kondisi hangat
c. Bagan Alir Pembuatan Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Daun Gaharu Karbopol 940
← ditimbang
← ditaburkan di atas akuades panas
← didiamkan selama 24 jam
← digerus sambil ditetesi TEA sedikit demi sedikit hingga terbentuk massa yang homogen dan transparan
Basis gel
← ditimbang nanoemulsi dan basis gel dengan perbandingan 4:1
← dimasukkan basis gel ke dalam beaker glass
← diteteskan secara perlahan nanoemulsi ke dalam beaker glass sambil diaduk dengan homogenizer
← diaduk dengan kecepatan 300 rpm selama 6 jam hingga homogen
← disonikasi selama 30 menit Nanoemulgel Ekstrak Etanol
Daun Gaharu
Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Gaharu
Lampiran 3. Gambar Tumbuhan dan Bagian Daun dari Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.)
Gambar 1. Tanaman Gaharu
Gambar 2. Daun Gaharu Segar
Lampiran 4. Hasil Pemeriksaan Makroskopik Simplisia dan Serbuk Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.)
Gambar 3. Pemeriksaan makroskopik simplisia daun gaharu
Gambar 4. Serbuk simplisia daun gaharu
Lampiran 5. Hasil Pemeriksaan Mikroskopik Serbuk Simplisia Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.)
C D
B A
E F
Gambar 5. Hasil Pemeriksaan Mikroskopik Serbuk Simplisia Daun Gaharu
Lampiran 5. (lanjutan)
Gambar 5. Hasil Pemeriksaan Mikroskopik Serbuk Simplisia Daun Gaharu Keterangan:
A: Penebalan xilem berbentuk jala B: Jaringan palisade
C: Rambut penutup uniseluler D: Kelenjar minyak
E: Stomata anomositik F: Fragmen mesofil
G: Kristal Ca-Oksalat bentuk prisma G
Lampiran 6. Perhitungan Hasil Pemeriksaan Karakterisasi Serbuk Simplisia Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.)
1. Perhitungan penetapan kadar air
%Kadar air = olume akhir- olume awal)
erat Sampel
No. Berat sampel (g) Volume awal (mL) Volume akhir (mL)
1. 5,003 2,7 3,0
2. 5,000 2,8 3,1
3. 5,002 3,3 3,6
a. Kadar air sampel 1 = m - m
g b. Kadar air sampel 2 = m - m
g 5,998%
c. Kadar air sampel 3 = m - m
g
%Kadar air rata-rata sampel = )
Lampiran 6. (lanjutan)
2. Perhitungan penetapan kadar sari larut air
%Kadar sari larut air = erat sari gram)
Lampiran 6. (lanjutan)
3. Perhitungan penetapan kadar sari larut dalam etanol
%Kadar sari larut etanol = erat sari gram)
Lampiran 6. (lanjutan)
4. Perhitungan penetapan kadar abu total
%Kadar abu = erat abu gram)
erat sampel gram)
No. Berat sampel (g) Berat abu (g)
1. 2,0413 0,0941
2. 2,0247 0,0732
3. 2,0539 0,0828
a. Kadar abu total 1 = g
g b. Kadar abu total 2 = g
g c. Kadar abu total 3 = g
g = 4,0%
%Kadar abu total rata-rata =
Lampiran 6. (lanjutan)
5. Perhitungan penetapan kadar abu tidak larut asam
%Kadar abu tidak larut asam = erat abu gram)
erat sampel gram) No. Berat sampel (g) Berat abu (g)
1. 2,0413 0,0193
2. 2,0247 0,0173
3. 2,0539 0,0199
a. Kadar abu tidak larut asam 1 = g
g b. Kadar abu tidak larut asam 2 = g
g = 0,86 % c. Kadar abu tidak larut asam 3 = g
g = 0,97 %
%Kadar abu tidak larut asam rata-rata =
Lampiran 7. Perhitungan % Rendemen Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.)
Perhitungan % rendemen ekstrak = obot ekstrak
obot simplisia
= gram
gram
= 26,96 %
Lampiran 8. Perhitungan Hasil Standarisasi Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.)
1. Perhitungan penetapan kadar air
%Kadar air = olume akhir- olume awal)
erat Sampel
No. Berat sampel (g) Volume awal (mL) Volume akhir (mL)
1. 5,005 2,8 3,1
2. 5,010 3,0 3,3
3. 5,004 3,1 3,4
a. Kadar air sampel 1 = m - m
g b. Kadar air sampel 2 = m - m
g c. Kadar air sampel 3 = m - m
g
%Kadar air rata-rata ekstrak =
Lampiran 8. (lanjutan)
2. Perhitungan penetapan kadar abu Kadar abu total = erat abu gram)
berat sampel gram)
No. Berat sampel (g) Berat abu (g)
1. 2,0034 0,0176
2. 2,0033 0,0172
3. 2,0033 0,0174
a. Kadar abu total =
b. Kadar abu total =
= 0,86%
c. Kadar abu total =
0,87%
%Kadar air =
= 0,87 %
Lampiran 8. (lanjutan)
3. Perhitungan kadar abu tidak larut asam
% Kadar abu tidak larut asam = erat abu gram)
erat sampel gram) No. Berat sampel (g) Berat abu (g)
1. 2,0033 0,0108
2. 2,0047 0,0132
3. 2,0046 0,0124
a. Kadar abu tidak larut asam =
b. Kadar abu tidak larut asam =
= 0,66%
c. Kadar abu tidak larut asam =
= 0,62%
%Rata-rata kadar abu tidak larut asam =
Lampiran 9. Hasil pengukuran pH sediaan selama penyimpanan pada suhu
Lampiran 10. Perhitungan Bobot Jenis Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Daun Gaharu
Perhitungan bobot jenis = -
- g m Keterangan: A : Bobot piknometer kosong
A1 : Bobot piknometer berisi air A2 : Bobot piknometer berisi sediaan a. Bobot piknometer kosong (A) = g g g
gram b. Bobot piknometer berisi air (A1) = g g g
gram c. Bobot piknometer berisi sediaan (A2)
Formula Bobot piknometer sediaan (A2)
1 2 3
Formula Hasil perhitungan bobot jenis
Rata-rata STD
Lampiran 11. Hasil pengukuran viskositas sediaan pada suhu kamar selama penyimpanan 12 minggu
Minggu ke- Viskositas sediaan F1 Rata-rata F1 STD
0 487,5 487,0 487,0 487,17 0,29
6 443,0 443,0 443,0 443,00 0,00
12 427,5 427,5 427,5 427,50 0,00
Minggu ke- Viskositas sediaan F2 Rata-rata F2 STD
0 490,0 490,9 491,0 490,63 0,55
6 447,5 447,5 447,5 447,50 0,00
12 431,0 431,5 431,5 431,33 0,29
Minggu ke- Viskositas sediaan F3 Rata-rata F3 STD
0 499,5 499,5 499,5 499,50 0,00
6 447,5 447,0 447,5 447,33 0,29
12 432,5 432,0 432,0 432,17 0,29
Minggu ke- Viskositas sediaan Emulgel Rata-rata emulgel STD
0 1998,0 1998,0 1998,0 1998,00 0,00
6 1449,5 1449,0 1449,0 1449,17 0,29
12 1012,0 1012,0 1012,0 1012,00 0,00
Lampiran 12. Perhitungan Tegangan Permukaan Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Daun Gaharu
Tegangan permukaan Akuades =
dyne cm
Faktor Koreksi = egangan permukaan teoritis
egangan permukaan praktik = dyne cm
dyne cm dyne cm
Formula Hasil pengukuran tegangan permukaan (dyne/cm)
1 2 3
F1 36,3 35,9 36,2
F2 30,4 31,3 31,1
F3 33,4 33,9 32,9
Emulgel 53,2 51,8 53,1
Formula Hasil Pengukuran x Faktor Koreksi
Rata-rata STD
1 2 3
F1 36,52 36,12 36,42 36,35 0,21
F2 30,58 31,49 31,29 31,12 0,48
F3 33,60 34,10 33,10 33,60 0,50
Emulgel 53,52 52,11 53,42 53,02 0,79
Lampiran 13. Hasil Rata-Rata dan Distribusi Ukuran Globul Sediaan Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Gaharu
a. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulsi ekstrak etanol daun gaharu F1
Lampiran 13. (lanjutan)
Lampiran 13. (lanjutan)
b. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulsi ekstrak etanol daun gaharu F2
Lampiran 13. (lanjutan)
Lampiran 13. (lanjutan)
c. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulsi ekstrak etanol daun gaharu F3
Lampiran 13. (lanjutan)
Lampiran 14. Hasil Rata-Rata dan Distribusi Ukuran Globul Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Daun Gaharu Minggu Ke-0
a. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol daun gaharu F1 minggu ke 0
Lampiran 14. (lanjutan)
Lampiran 14. (lanjutan)
b. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol daun gaharu F2 minggu ke 0
Lampiran 14. (lanjutan)
Lampiran 14. (lanjutan)
c. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol daun gaharu F3 minggu ke 0
Lampiran 14. (lanjutan)
Lampiran 15. Hasil Rata-Rata dan Distribusi Ukuran Globul Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Daun Gaharu Minggu Ke-6
a. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol daun gaharu F1 minggu ke 6
Lampiran 15. (lanjutan)
Lampiran 15. (lanjutan)
b. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol daun gaharu F2 minggu ke 6
Lampiran 15. (lanjutan)
Lampiran 15. (lanjutan)
c. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol daun gaharu F3 minggu ke 6.
Lampiran 15. (lanjutan)
Lampiran 16. Hasil Rata-Rata dan Distribusi Ukuran Globul Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Etanol Daun Gaharu Minggu Ke-12
a. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol
a. Hasil rata-rata dan distribusi ukuran globul sediaan nanoemulgel ekstrak etanol