• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen PROPOSAL SKRIPSI. Oleh: IVA NUR ANNISA NIM (Halaman 48-59)

Ade, I. P. A. P., & Agung, I. G. N. T. J. (2018). Panduan Penelitian Eksperimen Beserta Analisis Statistik Dengan SPSS. Yogyakarta: DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA.

Adinda Ningrum, R. (2019). Gambaran Penerimaan Diri Narapidana Wanita DiLapas Tanjung Gusta Kelas IIA Medan. Skripsi, 1–92.

Agus, K. B. P., & Bagus, D. K. N. S. P. (2019). Merancang Penilaian Autentik.

Bali: CV. Media Educations.

Ali, S. M., & Abdurrahman, M. (2017). Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian (Dilengkapi Aplikasi Program SPSS). Jawa Barat: CV Pustaka Setia.

Aryo, B., & Habdy, R. L. (2014). Kebencanaan dan Kesejahteraan : Konsep dan Praktek. Depok: LKPS (Lembaga Kemitraan Pembangunan Sekolah).

Bappeda Provinsi Yogyakarta. (2020). Retrieved from http://bappeda.jogjaprov.go.id/dataku/data_dasar/cetak447-jumlah-kasus-pencurian

Chandra, B. (1995). Pengantar Statistik Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Darlis, A., & Morizka, O. (2018). Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan Dalam Meningkatkan Keterampilan Menemukan Makna Hidup Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang. Jurnal Ghaidan.

David. (2020). Dinamika Hukum Dalam Paradigma Das Sollen dan Das Sein.

Malang: Inteligensia Media.

Duli, N. (2019). Metodelogi Penelitian Kuantitatif : Beberapa Konsep Dasar Untuk Penulisan Skripsi & Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta:

DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA.

Effendi, & Widodo, G. (2016). Kamus Istilah Hukum Populer. Jakarta:

KENCANA.

Fakhmi Isfahani, R. (2015). Peran Bimbingan Keagamaan Sebagai Terapi Perilaku Keagamaan Pegawai RSU. Qolbu Insan Mulia (QMI) Kab. Batang Jawa Tengah. Skripsi Bimbingan Dan Konseling Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Fuad, A. (2019). Landasan Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta:

DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA.

Gagas Wibowo, S. (2017). Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Daya

Juang Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal Dengan Pendekatan Experiential Learning. Skripsi Bimbingan Dan Konseling.

Habibah, R. (2018). Resiliensi Akademik Pada Penyintas Bulliying di Pesantren.

Skripsi.

Hadi, A., & Aslah. (2020). Verifikasi Metode Pengujian Air & Air Limbah Mendukung Penerapan ISO/IEC. Bogor: IPB Press.

Hamja. (2015). Pemberdayaan Lembaga Permasyarakatan Terbuka Sebagai Wujud Pelaksanaan Community Based Corrections Di Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Heriyanto, M. (2020). Who Are You? Moeh Media Digital.

Jeprianto, R. (2019). Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan Terhadap Remaja Padang Lebar Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Skripsi Bimbingan Dan Konseling Islam Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.

Lugina, U. E., & Mujab, A. M. (2018). Pengalaman Proses Menuju Resiliensi Pada Terpidana Kasus Narkotika. Jurnal Empati, 8, 133–147.

M. Luddin, A. B. (2010). Dsar-Dasar Konseling Tinjauan Teori dan Praktik (Pertama). Bandung: Cita Pustaka Media Perintis.

Merlin, I. (2018). Resiliensi Remaja Korban Perceraian Orang Tua. Skripsi.

Narlan, A., & Tri, D. J. (2018). Statistika Dalam Penjas Aplikasi Praktis Dalam Penelitian Pendidikan Jasmani (Pertama). Yogyakarta: DEEPUBLISH CV BUDI UTAMA.

Nugroho, U. (2018). Metodelogi Penelitian Kuantitatif Pendidikan Jasmani. Jawa Tengah: CV. Sarnu Untung.

Nurmayasari. (2018). Pengaruh Bimbingan Agama Terhadap Kesadaran Beragama Narapidana Di Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Salemba Jakarta Pusat. Skripsi Bimbingan Dan Penyuluhan Islam.

Padli, R. (2018). Peran Bimbingan Orang Tua Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragam Remaja Di Desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara. Skripsi Bimbingan Dan Konseling Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo.

Rahmat. (2019). Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Konteks Kurikulum 2013. Yogyakarta: Bening Pustaka.

Rahmi, F. (2016). Hubungan Antara Adversity Quotient Dengan Resiliensi Pada Penderita Kanker Stadium Lanjut. Jurnal Ecopsy, 3.

Riza, M., & Ike, H. (2013). Resiliensi pada Narapidana Laki-laki di Lapas Klas 1

Medaeng. Jurnal Psikologi Kepribadian Dan Sosial, 2, 1–6.

Rosyadi, K., & Nurul, I. azhar. (2016). Madura 2045 Merayakan Peradaban (Pertama). Yogyakarta: PT. LKIS PELANGI AKSARA.

Rukaya. (2019). Aku Bimbingan dan Konseling. Guepedia.

Saifudin, A. (2019). Psikologi Agama. Jakarta Timur: KENCANA.

Santoso, S. (2010). Statistik Multivariat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sarwono, J. (2016). Pintar Menulis Karangan Ilmiah Kunci Sukses Dalam Menulis Ilmiah. Yogyakarta: Andi.

Shofiah, S. (2010). Pembinaan Kesadaran Beragama Pada Kehidupan Anak Jalanan. Skripsi Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Subekti, M. (2020). Multicultural, Awareness, Teknik Cinemaducation, dan Biblitherapy. Sulawesi Selatan: Aksara Timur.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.

Surianto. (2018). Menata Sumber Daya Warga Binaan Permasyarakatan (Modal Manusia yang Tersembunyi di Rutan). Bandung: CV Sah Media.

Syahra, F. (2018). Analisis Faktor-Faktor Perilaku Kriminalitas Pencurian Di Kepolisian Resort Kota Binjai. Skripsi.

Totong, H. (2019). Pembinaan Kesadaran Beragama Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Agama Islam di Lapas Kelas IIB Anak Tangerang. Jurnal Pendidikan Islam, 10.

Wawancara dengan bapak A. (2021).

Wawancara dengan bapak S. (2021).

Wawancara dengan bapak US. (2021).

Wiwin, H. (2018). Resiliensi Psikologis. Jakarta Timur: PRAMEDIA GROUP.

Wuryansari, R., & Subandi. (2019). Program Mindfulness For Prisoners (Mindfulness) Untuk Menurunkan Depresi Pada Narapidana. Journal Of Professional Psychology, 5.

Yanto. (2020). Konsep Dasar Dan Aplikasi Statistika Inferensi Untuk Teknik Industri (Pertama). Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Yeniar Pasudewi, C. (2013). Resiliensi Pada Remaja Binaan Bapas Ditinjau Dari Coping Stress. Skripsi Psikologi Universitas Negeri Semarang.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Prakata Kepada Yth :

Warga Penerima Manfaat Lapas Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta

Assalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Perkenalkan saya Iva Nur Annisa, mahasiswi Program Sarjana (S1) Bimbingan dan Konseling Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta yang sedang melakukan penelitian untuk menyusun skripsi saya. Saya mohon kesediaan anda untuk mengisi angket berikut ini. Segala sesuatu yang berhubungan dengan angket ini akan dijamin kerahasiaannya. Tidak ada jawaban yang salah, semua jawaban benar yang penting sesuai dengan diri anda saat ini.

Semua jawaban anda hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian semata dan tidak akan mempengaruhi apapun. Kejujuran anda dalam mengisi angket ini akan memudahkan saya dalam proses analisis data penelitian. Oleh karena itu, dimohon untuk mengisi dengan sebenar-benarnya. Karena, anda merupakan bagian penting dalam kebermanfaatan penelitian ini.

Atas perhatian dan kerjasama anda, saya ucapkan terimakasih. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan pada kita. Amin

Wa’alaikumssalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat saya

Iva Nur Annisa

171221044

Lampiran 2. Identitas Responden

1. Nama : 2. Usia : 3. Jumlah teman dekat : 4. Pendidikan terakhir : 5. Tanggal/waktu : 6. Aktivitas waktu luang :

7. Shalat wajib rata-rata : X sehari

Lampiran 3. Petunjuk Pengisian

1. Isilah identitas anda pada tempat yang telah disediakan.

2. Bacalah setiap pernyataan dengan baik dan teliti.

3. Isilah dengan jujur dan benar.

4. Pilihlah salah satu jawaban yang tersedia dengan memberi tanda ceklis (√) dari setiap pernyataan yang dianggap paling tepat dengan menggunakan skala berikut :

SS = Sangat Setuju S = Setuju

TS = Tidak setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

5. Anda tidak perlu ragu dalam memberikan jawaban yang sejujur-jujurnya, karena kerahasiaan akan menjamin seluruh kerahasiaan identitas jawaban anda.

6. Contoh cara dalam menjawab

No Pernyataan SS S TS STS

1. Saya yakin bahwa kedepannya saya akan lebih baik sari sekarang.

Lampiran 4. Angket Bimbingan Kesadaran Beragama Sesudah Try Out

No Pernyataan SS S TS STS

1. Perilaku saya berubah menjadi lebih baik setelah mengikuti kegiatan bimbingan agama.

2. Saya tidak mau mengikuti kegiatan bimbingan agama karena saya tidak memahami materi yang disampaikan jadi bagi saya itu hanya akan buang-buang waktu saya.

3. Saat saya berpapasan dengan narapidana yang saya kenal tetapi saya pernah berkelahi dengannya saya memilih tidak menyapa dan tidak mau meminta maaf.

4. Setelah menerapkan apa yang disarankan oleh pembimbing, saya tidak merasakan perubahan terjadi pada kehidupan saya.

5. Saya menerapkan materi yang disampaikan oleh pembimbing agama dalam kehidupan sehari-hari.

6. Melakukan ibadah setiap hari tidak membuat pikiran dan perasaan saya menjadi lebih tenang.

7. Saya merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan merasa aman setelah mengikuti kegiatan bimbingan agama di lapas.

8. Saya sadar bahwa saya adalah orang yang telah melakukan kesalahan saya sadar itu menyakiti keluarga dan orang-orang disekitar saya sehingga saya memiliki keinginan untuk tidak mengulanginya lagi.

9. Saya mengetahui bimbingan agama itu penting untuk memperbaiki diri saya agar menjadi lebih baik lagi.

10. Saya merasa lebih tenang setelah mengikuti pengajian yang diadakan oleh pembimbing agama di lapas.

11. Saya memahami materi yang disampaikan oleh pembimbing agama di lapas sehingga saya sadar harus berperilaku lebih baik.

12. Materi yang disampaikan oleh pembimbing agama

sangat bermanfaat bagi saya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

13. Setiap pertemuan dalam melakukan bimbingan keagamaan, saya tidak menemukan hikmah atas pembelajaran yang telah diajarkan.

14. Saya selalu merasakan pikiran-pikiran negatif dan perasaan gelisah ketika sedang mendengarkan pembimbing menyampaikan materi.

15. Saya merasa tidak nyaman jika teman saya mengajak saya untuk tidak mengikuti kegiatan bimbingan agama di lapas.

16. Keyakinan dalam beragama tidak membantu menguatkan mental saya dalam menghadapi keadaan sulit yang saya alami sekarang.

17. Saya tidak tahu materi apa yang disampaikan oleh pembimbing dan saya tidak mau bertanya karena saya merasa sudah mengikuti bimbingan secara rutin dengan baik.

18. Saya tidak perlu berdoa kepada Allah SWT, karena itu tidak akan merubah keadaan saya.

19. Saya belum mengetahui dengan baik manfaat dari materi bimbingan kesadaran beragama untuk kehidupan saya.

20. Saya tidak memiliki pandangan positif setelah mengikuti bimbingan beragama.

21. Setelah mengikuti bimbingan keagamaan saya memiliki gambaran yang jelas terhadap kehidupan saya.

22. Saya percaya bahwa dengan mengikuti bimbingan agama akan berpengaruh positif terhadap saya.

23. Walau sudah mengikuti bimbingan agama, saya merasa hidup saya tetap tidak bermakna.

24. Meskipun keadaan saya seperti ini, saya selalu bersyukur kepada Allah SWT.

25. Saya percaya jika saya bertakwa kepada-Nya, Allah pasti akan membantu segala kesulitan saya.

Lampiran 5. Angket Resiliensi Sesudah Try Out

No Pernyataan SS S TS STS

1. Saya dapat beradaptasi dengan teman narapidana yang lain di situasi sulit yang saat ini saya alami.

2. Ketika saya ada masalah dengan teman narapidana lain, saya selalu menghadapinya dengan perasaan tenang.

3. Dengan kejadian yang saya alami sekarang, saya akan belajar dari permasalahan dan kegagalan saya.

4. Saya mampu mengendalikan diri saya ketika berada di situasi yang sulit

5. Saya tetap dalam kondisi tenang dan tidak cemas ketika melakukan kesalahan.

6. Saya yakin dalam diri sendiri, bahwa saya dapat bangkit dari masa-masa sulit seperti ini.

7. Saya belum mempunyai rencana untuk kedepannya akan seperti apa setelah saya keluar dari tahanan.

8. Saya percaya kesalahan yang saya lakukan pasti akan ada jalan keluarnya.

9. Saya selalu berpikir positif terutama ketika saya merasa emosi.

10. Saya mempercayai bahwa keadaan yang saya alami sekarang akan segera berakhir jika saya bersabar dan terus berdoa.

11. Saya menolak dan tidak bisa menerima situasi yang saya alami sekarang ini.

12. Saya tidak menyalahkan orang terdekat saya atau orang lain atas akibat dari perbuatan yang saya lakukan.

13. Saya mampu merasakan kesulitan dan kesedihan teman tahanan yang lain.

14. Saya percaya bahwa kehidupan saya akan lebih baik setelah saya keluar dari tahanan.

15. Saya tidak bisa berpikir positif dan jernih ketika berada di situasi yang sulit ini.

16. Saya akan lebih berhati-hati lagi ketika melakukan sesuatu dan memikirkan jangka panjang akibat dari

27. Ketika rasa marah saya muncul, saya selalu melakukan kegiatan positif agar rasa marah tidak semakin menguasai diri saya.

28. Saya selalu menyimpan tentang apapun yang saya rasakan.

29. Semenjak saya menjadi narapidana dan harus ditahan, saya menjadi orang yang mudah marah.

30. Jika ada masalah saya akan memikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak, karena saya tidak menyukai keributan.

31. Saya merasa tertekan berada di dalam tahanan seperti ini.

32. Ketika saya mempunyai masalah dengan teman tahanan yang lain saya langsung membicarakan dengan baik-baik. permasalahan dari teman narapidana yang lain.

19. Saya tidak mau peduli dengan kesulitan teman narapidana lain, karena saya pun juga mengalami kesulitan.

20. Dengan saya terus berpikir positif itu akan membawa hidup saya jauh lebih baik dari sekarang.

21. Saya tidak mampu mendengarkan dan menolong teman narapidana saya walaupun mereka hanya bercerita.

22. Saya percaya dan mampu untuk melewati masalah yang saya alami sekarang dan kedepannya.

23. Saya selalu melakukan hal negatif ketika saya merasa kesal.

24. Saya selalu merasa mudah menyerah dalam diri saya terutama saat berada dikeadaan sulit ini.

25. Setelah kejadian ini saya akan lebih memikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak.

26. Saya tidak mampu mengendalikan emosi saya dan itu membuat saya semakin cemas.

33. Ketika saya mempunyai masalah saya selalu merasa cemas dan gelisah.

34. Saya berani untuk menerima resiko dari apa yang saya perbuat.

35. Saya tidak yakin setelah saya keluar dari tahanan saya akan mempunyai kehidupan yang bermakna.

36. Dengan keadaan saya sekarang menjadi tahanan, saya sudah merasa mempertanggung jawabkan perbuatan yang saya lakukan.

39. Selama menjalani kehidupan menjadi seorang narapidana saya selalu mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan disini.

40. Saya percaya bahwa setiap permasalahan, jika diselesaikan dengan keadaan tenang hasilnya akan baik.

Lampiran 6. Data Narapidana Kasus Pencurian

No Nama Pidana Jenis

15. IBJ 1 8 Pencurian 2023-08-10 2019-10-29 2020-10-09 2021-09-19

Dalam dokumen PROPOSAL SKRIPSI. Oleh: IVA NUR ANNISA NIM (Halaman 48-59)

Dokumen terkait