SOLID DAN KAYU KOMPOSIT
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi SS. 1990. Bahan pengajaran Kimia Kayu. Pusat Antar universitas Ilmu Hayat IPB. Bogor.
Alipraja I. 2010. Karakteristik aus pisau pengerjaan kayu karena pengaruh ekstraktif dan bahan abrasive yang terkandung pada kayu dan kayu komposit [skripsi]. Bogor: Fakultas kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Anonim. 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/High Speed Steel. [ 14 Agustus 2011]. _______. 2008.Silikat. http://id.wikipedia.org/wiki/Silikat [11 September 2011]
_______. 2011. Santiria laevigata.
http://www.nationaalherbarium.nl/sungaiwain/Burseraceae/Santiria_laevig ata.htm [15 September 2011]
Balfas J. 1994. Penentuan penumpulan pisau pada permukaan kayu. Jurnal penelitian hasil hutan 12 (2): 66-69.
Bowyer JL, Shmulsky R, Haygreen JG. 2003. Forest Products and Wood Science An Introduction 4th Ed. USA : Iowa State Press A Blackwell Publ.
Darmawan W. 2000. The Effect of Coating Materials and Cutting Speed on the Wear Characteristics of Some Coated Carbide Tools. Department of Forest Product. Faculty of Forestry. Bogor Agriculture University.
Darmawan W. 2003. Bahan Pisau Pemotong Kayu I : Sejarah Perkembangan. Forum Komunikasi Tekhnologi dan Industri Kayu 1( 3).
Darmawan W, Rahayu IS, Tanaka C, Marchal R. 2006. Chemical and Mechanical Wearing of High Speed Steel and Tungsten Carbide Tools by Tropical Woods. Journal of Tropical Forest Science 18 (4): 166-172.
Davis JR. 1995. Tool Material. ASM International.
Djarwanto. 2010. Sifat pengkaratan besi pada sebelas jenis kayu. Jurnal Teknologi Hasil Hutan 28 (3): 255-261. Pusat Penelitian Dan Pngembangan Hasil Hutan. Bogor.
Dumanauw JF. 1982. Mengenal Kayu. Yogyakarta: Penerbit Kanisium.
Farmer RH. 1967. Chemistry in The Utilization of Wood. Forest Product Research Laboratory, Princes Risborough, England: Pergamon Press. Fengel D dan Wegener G. 1983. Kayu : Kimia, Ultrastruktur, Reaksi-Reaksi. H
Haygreen JG dan Bowyer JL. 1996. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. Sujipto AH, penerjemah. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Higuchi T. 1985. Biosynthesis and Biodegradation of Wood Component. Academic Press, Inc. Tokyo. p.1-287.
Krilov A. 1986. Corrotion and wear sawblade steels. Wood Science And Technology 20: 361-368. Springer-Verlag. Sidney.
Krilov A and WH Lasander. 1988. Acidity of Heartwood and Sapwood in some Eucalypt Species. Holzforschung 42: 253-258.
Maloney TM. 1993. Modern Particle Board and Dry Process Fiberboard Manufacturing. Miller Freeman, Inc San Fransisco.
Martawijaya A, Kartasujana I, Mandang YI, Prawira SA, Kadir K. 1989. Atlas Kayu Indonesia; Jilid II. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.
McNamara WS, Sullivan CE, Higgins JC. 1970. pH measurement on Northeastern Woods. Wood Science 3 (1): 48-51.
Muladi S. 2005. Tropical Woods. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Nawawi DS. 2002. The acidity of five tropical woods and its influence on metal
corrosion. Jurnal Teknologi Hasil Hutan XV (2): 18-24. Fakultas Kehutanan-Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nuryawan A, Massijaya MY. 2006. Mengenal Oriented Strand Board (OSB) kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan & Fakultas kahutanan IPB Bogor.
Porankiewicz B, Iskra P, Sandak J, Tanaka C, Jozwiak K. 2006. High Speed Steel Tool Wear During Wood Cutting in the Presence of High-Temperature Corrosion and Mineral Contamination. Wood Science Technology 40:673- 682.
Sjostrom E. 1995. Kimia Kayu, Dasar-Dasar dan Penggunaan. Edisi 2. Sastrohamidjojo H, penerjemah; Prawirohatmodjo S, editor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari Wood Chemistry, Fundamentals and Applications Second Edition.
Susanti EAT. 2008. Penentuan laju korosi logam zirkaloi, besi dan seng dalam air, asam nitrat dan asam klorida dengan potensiostat PGS-201T. http://sancemaruje.wordpress.com/2008/05/12/penentuan-laju-korosi-
logam-zirkaloi-besi-dan-seng-dalam-air-asam-nitrat-dan-asam-klorida- dengan-potensiostat-pgs-201t/
Sutrisno. 2001. Hubungan antara Keteguhan Geser Tekan dengan Keteguhan rekat Internal Papan Untai. http ://papan untai Makalah Falsafah Sains (PPs 702) Program Pasca Sarjana/ S3 institut pertanian Bogor bahan%20osb.htm. [11 Agustus 2011]
TAPPI. 1991. Tappi Test Methods: Ash in Wood and Pulp (T211 0m-85). Volume 1. Tappi Press. Atlanta.
Tsoumis G. 1991. Science and Technology Wood Sructure, Properties, Utilization. Van vostrand reinhold Inc. USA.
Tulhoff H. 2000. Carbides. Metal like carbides of industrial importance. Ullmann´s Encyclopedia of Industrial Chemistry (electronic edition). Wiley-VCH Verlag,Weinheim.
Reynolds RV. 1958. Status of Tungsten Carbide in Woodworking Industry. Forest Product Journal : 24A-26A.
KARAKTERISTIK AUS MATA PISAU PENGERJAAN KAYU
KARENA EKSTRAKTIF DAN BAHAN ABRASIF PADA KAYU
SOLID DAN KAYU KOMPOSIT
LINDA MELINDA
DEPARTEMEN HASIL HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
INTRODUCTION. For some specific purposes, the wood will under go to some mechanical working processes, such as cutting, planning, cleaving, sanding, shaping, and being holed. One important woodworking factor in determining the success of woodworking process is mechanical wear of cutting tools, which afect the quality of work and electricity consumption. Thus, it is important to know what material is the best for wood-working cutting tools in improving production effectivity and efficiency. High speed steel and tungsten carbide cutting tools which widely used in the woodworking industry were investigated in this work.
MATERIAL AND METHOD. Blade from High Speed Steel (HSS) and Tungsten Carbide (TC) material were tested both chemically and mechanically for cutting tapi-tapi wood, ulin wood, particle board, and OSB.
RESULT AND DISCUSSION The result showed that, mechanically, the silica in wood and wood composite affect the rate of mechanical wearing of cutting tools. Chemically, the present of extractive compound in the wood and wood composite affect the rate of weight-loss. Tapi-tapi wood and particle board which contained the highest silica content than the other woods cause higher mechanical wearing of cutting tools. Tapi-tapi wood which more corrosive extractive compound cause higher weight loss of cutting tools. High speed steel tool materials suffered a higher percentage of weight loss and mechanical wearing of tools compared with tungsten carbide for all wood and wood composite.
Keyword: high speed steel, tungsten carbide, silica, extractive ABSTRACT
The Wear Characteristics of Woodworking Cutting Tools due to Extractive and Material Abrasive in Solid Wood and Composite Wood
by
Linda Melinda1, Wayan Darmawan2 DHH
RINGKASAN
Pada dasarnya kayu untuk tujuan penggunaan tertentu akan mengalami proses pengerjaan seperti pemotongan, penyerutan, pembelahan, pengampelasan, pembentukan, pengetaman dan pelubangan. Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan suatu proses pengerjaan diantaranya masa pakai pisau, kualitas hasil pengerjaan dan konsumsi energi listrik. Pada industri pengerjaan kayu sangat penting untuk mengetahui penumpulan pisau yang terjadi karena akan berpengaruh terhadap kualitas pengerjaan yang dihasilkan serta jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk penggantian mata pisau. Dengan demikian informasi mengenai bahan mata pisaupun menjadi sangat penting karena bahan pisau yang digunakan pada proses pengerjaan kayu menentukan tingkat efisiensi dan efektifitas produksi. Bahan yang biasa digunakan sebagai mata pisau untuk pemotongan kayu adalah High Speed Steel dan Tungsten Carbide.
Pisau High Speed Steel dan Tungsten Carbide diuji tingkat keausannnya secara kimia dan mekanis pada kayu tapi-tapi, ulin, papan partikel dan OSB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju keausan mata pisau secara mekanis lebih ditentukan oleh kandungan silika pada kayu solid maupun produk komposit sedangkan laju keausan mata pisau secara kimia lebih ditentukan oleh senyawa ekstraktif yang terkandung pada kayu solid dan produk komposit yang diuji. Kayu tapi-tapi dan papan partikel memiliki kadar silika yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya sehingga menyebabkan aus pisau secara mekanis yang lebih besar. Selanjutnya, kandungan ekstraktif yang bersifat lebih korosif pada kayu tapi-tapi menyebabkan kehilangan berat paling besar pada bahan pisau yang diuji. High Speed Steel mengalami kehilangan berat dan aus pisau lebih besar dibandingkan Tungsten Carbide pada semua jenis kayu yang diuji.
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Karakteristik Aus Mata Pisau Pengerjaan Kayu karena Ekstraktif dan Bahan Abrasif pada Kayu Solid dan Kayu Komposit adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dengan bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Bogor, Desember 2011
Linda Melinda E24070013
KARAKTERISTIK AUS MATA PISAU PENGERJAAN KAYU
KARENA EKSTRAKTIF DAN BAHAN ABRASIF PADA KAYU
SOLID DAN KAYU KOMPOSIT
LINDA MELINDA
E24070013
Skripsi
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kehutanan Di Fakultas Kehutanan
Institut Pertanian Bogor
DEPARTEMEN HASIL HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR