• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agustrina R. 2008. Perkecambahan dan pertumbuhan kecambah leguminoceae di bawah pengaruh medan magnet. Lampung (ID). Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung. Hal: 342-347.

Andri, Endrizal. 2012. Akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas jagung melalui sl-ptt jagung hibrida di Jambi. Jambi (ID). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.

Arief. 2010. Pembibitan jagung [internet]. Jakarta (ID) [diunduh 10 Februari 2014]. Tersedia pada: http://epetani.deptan.go.id/budidaya/pembibitan-jagung-53

Asay KH, Johnson DA. 1983. Breeding for drought resistance inrange grass. J Res

57(4): 441-455.

Belo SM, Suwarno FC. 2012. Penurunan viabilitas benih padi (Oryza sativa L.) melalui beberapa metode pengusangan cepat. J Agron Indonesia. 40 (1): 29 - 35.

Bergvinson D. 2002. Post harvest training manual. Major insect pest maize in storage . Mexico (US). CIMMYT.

[BPS] Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2012. Produksi padi, jagung, dan kedelai tahun 2012 [Internet]. Jakarta (ID) [diunduh 6 November 2013]. Tersedia pada: http://www.bps.go.id

Boyer JS. 1982. Plant productivity and environment. Science. (218):443-448 Copeland LO, McDonald MB. 2001. Principles of seed science and technology

4th edition. London (GB): Kluwer Academic Publishers. 425 p.

Damardjati DS, Subandi, Kariyasa K, Zubachtirodin, Saenong S. 2005 . Prospek dan arah pengembangan agribisnis jagung. Jakarta (ID). Balitbang Pertanian, Departemen Pertanian

20

[Deptan] Departemen Pertanian. 2005. Prospek dan arah pengembangan agribisnis jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Di dalam: Departemen Pertanian, editor. Pekan Serealia Nasional 2010. Jakarta (ID). Delouche JC. 1971. Determinants of seed quality. Seed Technology Laboratory.

Starkville (US. Mississipi State University.

Dubrovsky JG, Go´mez-lomeli LF. 2003. Water defisit accelerates determinate developmental program of the primary root and does not affect lateral root initiation in asonorant desert cactus (Pachycereus pringlei, cactaceae).

American J. Botany (90): 823–831.

Efendi R. 2009. Tanggap genotipe jagung toleran dan peka terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan. Prosiding Seminar Nasional Serealia.

Balai Penelitian Tanaman Serealia

Farsiani A, Ghobadi ME. 2009. Effects of PEG and NaCl stress on two cultivars of corn (Zea mays L.) at germination and early seedling stages. World Academy of Science, Engineering and Technology Vol:33 2009-09-21 Gomez KA, Gomez AA. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian.

Sjamsuddin E, Baharsjah JS, penerjemah. Jakarta (ID): UI Pr. Terjemahan dari: Statistical Procedures for Agricultural Research.

Handayani MDA. 2013. Pengaruh konsentrasi etanol dan lama deraan pada viabilitas benih buncis (Phaseolus Vulgaris L.) [Skripsi]. Lampung (ID). Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Kasryno. 2007. Gambaran umum ekonomi jagung Indonesia [Internet]. [diunduh 20 Januari 2010].

Khayatnezhad M, Roza G, Shahzad JS, Roghayyeh ZM. 2010. Effects of PEG stress on corn cultivars (Zea mays L.) at germination stage. World Applied SciencesJ. 11 (5): 504-506

Koes F, Arief R. 2008. Pengaruh densitas dan volume kemasan plastik terhadap mutu benih jagung setelah disimpan. Jakarta (ID). Puslitbangtan. Badan Litbang: 897p

Koes F, Arief R. 2010. Deteksi dini mutu dan ketahanan simpan benih jagung hibrida F1 Bima 5 melalui uji pengusangan cepat (AAT). Sulawesi Selatan (ID). Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Koes F, Rahmawati. 2009. Pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu benih dan produktivitas jagung. Seminar Nasional Serealia Maros. 29 Juli 2009. Maros (ID)

Kulkarni M, Deshpande U. 2007. In vitro screening of tomato genotypes for drought resistance using polyethylene glycol. Afr J Biotechnolog. 6 (6): 691-696 [Internet]. [diunduh 10 Februari2014]. Tersedia pada http://waset.org/publications/7936

Michael BE dan Kaufman MR. 1973.The osmotic potential of polyethylene glycol 6000. J Plant Physio. [Internet]. 51: 914-916. [diunduh 10 Februari 2014] Tersedia pada http://www.idosi.Org/wasj/wasj11%285%29/2. pdf

Mungnisjah WQ, Asep S, Suwarto, Cecep S. 1994. Panduan Praktikum dan Penelitian Bidang Ilmu dan Teknologi Benih. Jakarta (ID): Grafindo Persada. hal: 16-19.

Ogawa A, Yamauchi A. 2006. Root osmotic adjustment osmotic stress in maize seedling 1. Transient change of growth and water relation in roots in

21 Pian ZA. 1981. Pengaruh uap etil alkohol terhadap viabilitas benih jagung (Zea mays L.) dan pemanfaatannya untuk menduga daya simpan [Disertasi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor.

Sadjad S. 1981. Peranan benih dalam usaha pengembangan usaha palawija. Bul Agr. XII (2):1-5.

Sadjad S. 1993. Dari Benih kepada Benih hal : 85. Jakarta (ID); Grasindo. Sadjad S. 1994. Kuantifikasi Metabolisme Benih hal :1-2. Jakarta (ID); Grasindo. Saleh N. 2008. Penggunaan benih sehat untuk pencapaian produktivitas kedelai.

Buletin Iptek Tanaman Pangan. 3 (2) 2008 [Internet]. [Diunduh tanggal 10 Februari 2014] Tersedia pada http://www.digilib.litbang.deptan. go.id/repository/index/1560.

Sopandie D. 2006. Perspektif fisiologi dalam pengembangan tanaman pangan di lahan marjinal. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Fisiologi Tanaman. Bogor (ID). Fakutas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 16 September 2006. Sutopo L. 2004. Teknologi Benih hal : 161. Jakarta (ID); Rajawali Press.

Van den Berg LV, Zeng YJ. 2006. Response of South African indigenous grass species to drought stress induced by polyethylene glycol (PEG) 6000 Afr. J Bot 2006 72, 284-286.

Verslues PE, M Agarwal, KS Agarwal, J Zhu. 2006. Methods and concepts in quantifying resistance to drought, salt and freezing, abiotic stresses that affect plant water status. ThePlant Journal. 45, 523–539.

22

LAMPIRAN

Lampiran 1 Deskripsi varietas Pertiwi 3 Tanggal dilepas : 2009

Asal :PW-18 x PW-26 PW-18 dikembangkan dari

populasi Dk888PW-26 dikembangkan dari populasi P4 oleh PT. Agri Makmur Pertiwi

Umur : Dalam

50% keluar polen : + 55 hari 50% keluar rambut : + 57 hari Masak fisiologis : + 103 hari

Batang : Besar, kokoh, tegap

Warna batang : Hijau

Tinggi tanaman : + 296 cm Jumlah daun : 14-16 helai Warna daun : Hijau tua Keragaman tanaman : Seragam Perakaran : Sangat baik

Kerebahan : -

Bentuk malai : Besar dan terbuka

Warna sekam : Ungu

Warna anther : Ungu

Warna rambut : Merah muda

Tongkol : Besar dan panjang

Bentuk tongkol : Silindris Kedudukan tongkol : + 92 cm

Kelobot : Menutup tongkol dengan baik (+ 98%)

Tipe biji : Semi gigi kuda

Baris biji : Lurus

Warna biji : Jingga Jumlah baris/tongkol : 14 - 16 baris Bobot 1000 biji : + 300 g

Rata-rata hasil : 9.64 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13.74 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Tahan bulai, karat daun dan hawar daun Keterangan : Adaptasi luas, anjuran jarak tanam 75 cm x

20 cm 1 tanaman/lubang

Pemulia : Andree Christantius, Moedjiono, dan Deny Setiawan

23 Lampiran 2 Deskripsi varietas NK 33

Tanggal dilepas : 14 Februari 2003

Asal : NT 6661 adalah hibrida F1 dari silang tunggal (single cross) antara galur tropis NP 5038 dengan galur tropis NP 5063 yang dikembangkan oleh PT. Novartis (Thailand)

Umur : Berumur dalam

50% polinasi : + 55 hari 50% keluar rambut : + 56 hari Masak fisiologis : + 100 hari

Batang : Besar dan kokoh

Warna batang : Hijau Tinggi tanaman : + 190 cm Warna daun : Hijau tua Keragaman tanaman : Seragam

Perakaran : Baik

Kerebahan : Tahan rebah

Bentuk malai : Tegak, sedang, dan terbuka

Warna malai : Hijau

Warna sekam : Hijau bergaris Warna anthera : Coklat

Warna rambut : Merah Bentuk tongkol : Silindris Kedudukan tongkol : + 95 cm

Kelobot : Menutup tongkol sangat baik

Tipe biji : Semi mutiara

Warna biji : Kuning Jumlah baris/tongkol : 14 - 16 baris Bobot 1000 biji : + 300 g

Rata-rata hasil : 8.10 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 10.12 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Agak tahan terhadap penyakit bulai, hawar daun, dan karat

Daerah pengembangan :Beradaptasi pada dataran rendah sampai ketinggian 850 m dpl.

24

Lampiran 3 Deskripsi varietas BISI 18

Tanggal dilepas : 12 Oktober 2004

Asal : F1 silang tunggal antara galur murni FS46 sebagai induk betina dan galur murni FS17 sebagai induk jantan

Umur : 50% keluar rambut : Dataran rendah : + 57 hari

Dataran tinggi : + 70 hari

Masak fisiologis : Dataran rendah : + 100 hari Dataran tinggi : + 125 hari

Batang : Besar, kokoh, tegap

Warna batang : Hijau Tinggi tanaman : + 230 cm

Daun : Medium dan tegak

Warna daun : Hijau gelap Keragaman tanaman : Seragam

Perakaran : Baik

Kerebahan : Tahan rebah

Bentuk malai : Kompak dan agak tegak Warna sekam : Ungu kehijauan

Warna anthera : Ungu kemerahan Warna rambut : Ungu kemerahan Tinggi tongkol : + 115 cm

Kelobot : Menutup tongkol cukup baik

Tipe biji : Semi mutiara

Warna biji : Oranye kekuningan Jumlah baris/tongkol : 14 - 16 baris

Bobot 1000 biji : + 303 g

Rata-rata hasil : 9.1 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 12 t/ha pipilan kering

Ketahanan :Tahan terhadap penyakit karat daun dan bercak daun

Daerah pengembangan :Daerah yang sudah biasa menanam jagung hibrida pada musim kemarau dan hujan, terutama yang menghendaki varietas berumur genjah-sedang

Keterangan : Baik ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl

Pemulia : Nasib W.W., Putu Darsana, M.H. Wahyudi, dan Purwoko

25 Lampiran 4 Deskripsi varietas P 21

Tanggal dilepas : 29 Juli 2003

Asal : F1 dari silang tunggal (single cross) antara galur murni F30Y87 dengan M30Y877, keduanya adalah galur murni Tropis yang dikembangkan oleh Pioneer Hi-Bred (Thailand) Co., Ltd

Umur : Berumur agak dalam

50% polinasi : + 54 hari 50% keluar rambut : + 56 hari

Masak fisiologis : + 95 hari (< 600 m dpl) + 117 hari (> 600 m dpl) Batang : Tegap, besar, dan cukup kokoh Warna batang : Hijau

Tinggi tanaman : + 210 cm

Daun : Setengah tegak dan lebar

Warna daun : Hijau tua Keragaman tanaman : Sangat seragam

Perakaran : Baik

Kerebahan : Tahan rebah Bentuk malai : Besar dan terbuka Warna malai : Putih kekuningan Warna sekam : Hijau keunguan

Warna rambut :Hijau terang/putih dengan warna kemerahan di ujungnya

Tongkol : Besar, panjang, dan silindris

Kedudukan tongkol : Di pertengahan tinggi tanaman (+ 95 cm) Kelobot : Menutup biji dengan baik

Tipe biji : Semi mutiara

Warna biji : Oranye

Baris biji : Tidak lurus dan rapat Jumlah baris/tongkol : 14 - 16 baris

Bobot 1000 biji : + 311 g

Rata-rata hasil : 6.1 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13.3 t/ha pipilan kering

Ketahanan : - Tahan terhadap karat daun, bercak daun kelabu C. Zeae-maydis;

- Ketahanan sedang terhadap busuk tongkol Diplodia, virus, dan perkecambahan tongkol

- Agak rentan terhadap busuk batang bakteri dan bulai

Keunggulan : Potensi hasil tinggi dan bijinya berkualitas baik dengan pengisian biji yang baik. Batangnya cukup kokoh dan berperakaran baik sehingga cukup tahan terhadap kerobohan

26

Lampiran 5 Deskripsi varietas BISI 2 Tahun dilepas : 1995

Asal : F1 dari silang tunggal antara FS 4 dengan FS 9. FS 4 dan FS 9 merupakan tropical inbreed yang dikembangkan oleh Charoen Seed Co., Ltd. Thailand dan Dekalb Plant Genetic, USA.

Umur : 50% keluar rambut : + 56 hari

Panen : + 103 hari

Batang : Tinggi dan tegap

Warna batang : Hijau Tinggi tanaman : + 232 cm

Daun : Panjang, lebar, dan terkulai Warna daun : Hijau cerah

Keragaman tanaman : Seragam

Perakaran : Baik

Kerebahan : Tahan

Tongkol : Sedang, silindris, dan seragam Kedudukan tongkol : Di tengah-tengah batang Kelobot : Menutup tongkol dengan baik Tipe biji : Setengah mutiara (semi flint) Warna biji : Kuning oranye

Jumlah baris/tongkol : 12 - 14 baris Bobot 1000 biji : + 265 g

Rata-rata hasil : 8.9 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Toleran terhadap penyakit bulai dan karat daun

Keterangan : Baik ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl.

27 Lampiran 6 Deskripsi varietas BISI 816

Tanggal dilepas : 2009

Asal : F1 silang tunggal antara galur murni B126 sebagai induk betina dan galur murni B128 sebagai induk jantan

Umur : Dalam

50% keluar polen : + 55 hari 50% keluar rambut : + 71 hari Masak fisiologis :

Dataran rendah : + 102 hari Dataran tinggi : + 130 hari

Batang : Besar, kokoh, tegap

Warna batang : Hijau tua Tinggi tanaman : + 217 cm Jumlah daun : 12-14 helai Keragaman tanaman : Seragam Perakaran : Sangat baik

Kerebahan :

-Bentuk malai : Sedikit terbuka dan agak tegak Warna malai : Ungu kemerahan

Warna sekam : Ungu kemerahan Warna anther : Ungu kemerahan Warna rambut : Ungu kemerahan

Tongkol : Besar dan panjang ( + 20 cm) Bentuk tongkol : Silindris

Kedudukan tongkol : + 115 cm

Kelobot : Menutup tongkol dengan baik (+ 98%) Tipe biji : Semi mutiara (semi flint)

Baris biji : Lurus

Warna biji : Oranye

Jumlah baris/tongkol : 14 - 18 baris Bobot 1000 biji : + 330 g

Rata-rata hasil : 10.38 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13.65 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Tahan busuk pucuk tongkol, bulai, karat daun dan hawar daun

Keterangan :Daerah pengembangan daerah endemik, dan penyakit busuk pucuk tongkol yang banyak terjadi di dataran tinggi.

28

Lampiran 7 Deskripsi varietas Pertiwi 2 Tanggal dilepas : 2009

Asal : PW-18 x PW-10 PW-18 dikembangkan

dari populasi Dk888PW-10 dikembangkan dari populasi Arjuna oleh PT. Agri Makmur Pertiwi

Umur : Dalam

50% keluar polen : + 55 hari 50% keluar rambut : + 57 hari Masak fisiologis : + 101 hari

Batang : Besar dan kuat

Warna batang : Hijau Tinggi tanaman : + 294 cm Jumlah daun : 12-14 helai Keragaman tanama : Seragam Perakaran : Sangat baik

Kerebahan : -

Bentuk malai : Besar terbuka

Warna malai : Ungu

Warna sekam : Ungu

Warna anther : Ungu

Warna rambut : Merah muda

Tongkol : Besar dan panjang ( + 20 cm) Bentuk tongkol : Silindris

Kedudukan tongkol : + 95 cm

Kelobot : Menutup tongkol dengan baik (+ 98%)

Tipe biji : Semi gigi kuda

Baris biji : Lurus

Warna biji : Oranye-kuning Jumlah baris/tongkol : 14 - 16 baris Bobot 1000 biji : + 309 g

Rata-rata hasil : 9.66 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13.66 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Tahan bulai, karat daun dan hawar daun Keterangan : Beradaptasi luas, anjuran jarak tanam 75

cm x 20 cm 1 tanaman/lubang

Pemulia :Andre Christantius, Moedjiono, dan Deny Setiawan

29 Lampiran 8 Deskripsi varietas DK 979

Tanggal dilepas : 17 Maret 2004

Asal : Jagung hibrida Monsanto TB 9001 adalah persilangan ganda (doble cross) TB 840134 FF/TB 840134 MF) dengan (TB 840134 FM/TB 840134 MM), tetua betina (TB 840134 FF/TB 840134 MF) dan tetua jantan (TB 840134 FM/TB 840134 MM) adalah persilangan tunggal. Galur-galur TB 840134 FM, TB 840134 MM, TB 840134 FF, TB 840134 MF berasal dari populasi yang berbeda. Galur ini dikembangkan oleh Departemen Penelitian Perbenihan Monsanto, Thailand.

Umur 50% keluar rambut : + 58 hari Masak fisiologis : + 98 hari

Batang : Besar dan kokoh

Warna batang : Hijau

Tinggi tanaman : + 195 cm

Warna daun : Hijau

Keragaman tanaman : Baik

Perakaran : Baik

Kerebahan : Tahan rebah

Warna malai : Ungu

Warna sekam : Hijau

Warna anther : Merah muda Bentuk tongkol : Besar

Tinggi tongkol : Sedang (+ 103 cm) Warna tongkol : Putih

Kelobot : Menutup tongkol dengan baik

Tipe biji : Semi mutiara

Warna biji : Oranye kuning Jumlah baris/tongkol : 14 - 16 baris Bobot 1000 biji : + 300 g

Rata-rata hasil : 9.25 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 11.94 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Tahan terhadap penyakit karat, toleran terhadap penyakit bulai

Keunggulan : Tahan terhadap kekeringan (stress air) dan tahan rebah sesuai untuk daerah yang sering terjadi angin dengan kecepatan yang tinggi seperti di Langkat (Sumut)

30

Lampiran 9 Deskripsi varietas BISI 222 Tanggal dilepas : 2009

Asal : F1 silang tunggal antara galur murni B126 sebagai induk betina dan galur murni B128 sebagai induk jantan

Umur : Dalam

50% keluar polen : + 55 hari 50% keluar rambut : + 71 hari

Masak fisiologis : Dataran rendah : + 102 hari Dataran tinggi : + 130 hari

Batang : Besar, kokoh, tegap

Warna batang : Hijau tua Tinggi tanaman : + 217 cm Jumlah daun : 12-14 helai Keragaman tanaman : Seragam Perakaran : Sangat baik

Kerebahan : -

Bentuk malai : Sedikit terbuka dan agak tegak Warna malai : Ungu kemerahan

Warna sekam : Ungu kemerahan Warna anther : Ungu kemerahan Warna rambut : Ungu kemerahan

Tongkol : Besar dan panjang ( + 20 cm) Bentuk tongkol : Silindris

Kedudukan tongkol : + 115 cm

Kelobot : Menutup tongkol dengan baik (+ 98%) Tipe biji : Semi mutiara (semi flint)

Baris biji : Lurus

Warna biji : Oranye

Jumlah baris/tongkol : 14 - 18 baris Bobot 1000 biji : + 330 g

Rata-rata hasil : 10.38 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13.65 t/ha pipilan kering

Ketahanan : Tahan busuk pucuk tongkol, bulai, karat daun dan hawar daun

Keterangan : Daerah pengembangan daerah endemik, dan penyakit busuk pucuk tongkol yang banyak terjadi di dataran tinggi

Pemulia : Putu Darsana, MH. Wahyudi, Purwoko Pengusul : PT. BISI International, Tbk

31

Dokumen terkait