• Tidak ada hasil yang ditemukan

ART : Anggota Rumah Tangga

AKDR : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ASI : Air Susu Ibu

CEC : Community Engagement Committee

HDSS : Health and Demographic Surveillance System IUD : Intrauterine Device

KMS : Kartu Menuju Sehat

PCA : Principal Component Analysis PTM : Penyakit Tidak Menular

RKPD : Rencana Pembangunan Tahunan Daerah SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah

OPD : Organisasi Perangkat Daerah Vaksin B0 : Vaksin Hepatitis B

Vaksin BCG : Bacille Calmette-Guérin (Vaksin Tuberkulosis) Vaksin DPT : Vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus

Vaksin MR : Vaksin Campak (Measles “M”) dan Rubella (Rubella “R”)

133

GLOSARIUM

Istilah Definisi Health and

Demographic Surveillance System (HDSS)

Sistem surveilans yang mengumpulkan data transisi kependudukan, status kesehatan dan transisi sosial secara periodik pada kurun waktu tertentu [(4)]

Surveillance site Wilayah yang digunakan untuk mengumpulkan data[(5)]

Evidence-based

policy-making Keputusan politik berdasarkan data dan berkelanjutan di masa depan. Biasanya menggunakan hasil penelitian sebagai dasar evaluasi kebijakan atau program yang dilaksanakan[(6)]

Urban Daerah perkotaan, yaitu wilayah administratif setingkat desa/kelurahan yang memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan sejumlah fasilitas perkotaan, sarana pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan sebagiannya [(7)]

Rural Daerah perdesaan, yaitu wilayah administratif setingkat desa/kelurahan yang tidak memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan sejumlah fasilitas perkotaan, sarana pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan sebagiannya [(7)]

In scope

population "total dalam cakupan populasi" adalah populasi total

(net/bersih) dari setiap kelompok ruang lingkup sensus [(8)]

Dalam konteks HDSS Sleman, total dalam cakupan populasi adalah populasi rumah tangga HDSS Sleman yang akan

dikunjungi pada pengumpulan data siklus tertentu. Yang tidak termasuk dalam populasi ini adalah responden HDSS yang keluar dari penelitian (drop out) pada siklus sebelumnya.

Refreshment

Sample Sampel penyegaran — responden (rumah tangga) baru yang dipilih pada siklus lanjut (2 atau berikutnya) yang terpilih dengan metode tertentu untuk turut berpartisipasi dalam survei [(9)]

Drop out Responden yang keluar dari penelitian (Drop out) adalah responden yang tidak bisa melanjutkan keikutsertaan atau menyatakan tidak mau melanjutkan keikutsertaan dalam survei atau tidak dapat dihubungi pada siklus pengambilan data tertentu (wave-nonresponse) [(10)]

Response rate Tingkat respons survei adalah rasio responden yang diwawancarai setelah pengumpulan data selesai dengan semua calon responden yang seharusnya/potensial diwawancarai[(11)]

134 Istilah Definisi

Swamedikasi Swamedikasi adalah upaya pengobatan yang dilakukan sendiri.

Merupakan pemilihan dan penggunaan obat modern, herbal, maupun obat tradisional oleh seorang individu untuk

mengatasi penyakit atau gejala penyakit [(12)]

Kontrasepsi Alat/cara KB, yaitu alat/cara yang dipakai oleh suatu pasangan untuk mencegah atau menunda kehamilan [(13)]

Hepatitis BO Vaksin virus rekombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infectious, berasal dari HBsAg. Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K1[(14)]

BCG Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung

Mycrobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain paris. Imunisasi BCG diberikan untuk

menghindarkan tubuh bayi dari penyakit TBC [(14)]

DPT Vaksin DTP-HB-Hib digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi

Haemophilus influenzae tipe b secara simultan. Vaksin combo adalah vaksin yang berisi beberapa jenis vaksin untuk mencegah beberapa penyakit secara bersamaan dalam satu suntikan. DPT-HB atau DPT-HB-Hib yang merupakan vaksin kombinasi vaksin DPT dan vaksin Hepatitis B [(14)]

Polio Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi virus poliomyelitis yang sudah dilemahkan. Imunisasi POLIO diberikan untuk menghindarkan tubuh bayi dari penyakit polio. Vaksin polio merupakan vaksin oral yang pemberiannya dengan diteteskan ke dalam mulut bayi [(14)]

Campak atau MR Vaksin diberikan dengan tujuan agar tubuh anak mendapat kekebalan terhadap penyakit campak. Vaksin pertama diberikan saat bayi berumur 9 bulan dan vaksin ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun[(14)]

Piramida

penduduk Penyajian proporsi penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin secara grafik [(15)]

Abortus Janin dilahirkan pada usia kurang dari 5 bulan (22 minggu) baik secara spontan maupun disengaja [(16)]

Persalinan normal pervaginam

Apabila proses keluarnya bayi/janin melalui jalan lahir/vagina baik secara spontan maupun dengan bantuan. Termasuk di dalamnya persalinan dengan bantuan vakum (ekstraksi vakum) maupun forseps (ekstraksi forseps) [(17)]

Metode

persalinan Apabila proses keluarnya bayi/janin melalui sayatan/irisan

135 Istilah Definisi

caesarea dinding rahim/uterus [(17)]

Imunisasi

rotavirus Rotavirus adalah virus yang menyerang permukaan saluran cerna dan menimbulkan gejala-gejala, seperti demam, muntah berulang, dan diare. Jadwal pemberian imunisasi rotavirus adalah 2 dan 4 bulan jika monovalent; 2, 4 dan 6 bulan jika pentavalen. Vaksin Rotavirus diberikan secara oral dengan dosis 2 ml [(18)]

Imunisasi

pneomococus Vaksin pneumokokus (atau PCV : Pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah vaksin berisi protein konjugasi yang bertujuan mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus

pneumoniae atau lebih sering disebut kuman pneumokokus.

Jadwal pemberian : 3x dosis dasar, 1x dosis boosting (2, 4, 6, di atas 12 bulan. Interval 4-8 minggu) [(18)]

Imunisasi

influenza Influenza merupakan penyakit infeksi virus akut dan menular yang menyerang saluran pernapasan. Jadwal pemberian vaksin yaitu 2 dosis pertama jika diberikan di bawah usia 9 tahun, diulang setiap tahun. Vaksin influenza hidup tersedia dalam bentuk sediaan yang diberikan melalui semprotan di hidung [(18)]

Imunisasi

Varicella Varicella atau chickenpox adalah sebutan untuk cacar air.

Ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat, kemudian muncul ruam-ruam menyerupai bintil melepuh berisi cairan dan akan pecah pada waktunya. Vaksinasi varicella diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas, sebanyak 1 kali. Vaksin ini diberikan secara injeksi [(18)]

Imunisasi

Hepatitis A Pemberian vaksin hepatitis A bertujuan mencegah virus hepatitis A yang menyebabkan infeksi pada organ hati. Vaksin hepatitis A dibagi menjadi tiga jenis yaitu vaksin kombinasi hepatitis A dan B, vaksin kombinasi hepatitis A dan tifus (demam tifoid), dan hanya vaksin hepatitis A. Di Indonesia, jenis vaksin yang umum tersedia dan sering digunakan, adalah vaksin yang hanya untuk hepatitis A dan juga vaksin kombinasi hepatitis A dan B. Vaksin hepatitis A diberikan 2x di atas usia 2 tahun dengan interval 6-12 bulan. Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan (injeksi) ke dalam otot [(18)]

Imunisasi

Typhoid Vaksin typhoid bertujuan untuk mencegah demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Vaksin ini diberikan secara suntikan pada usia di atas 2 tahun, diulang setiap 3 tahun [(18)]

136 DAFTAR PUSTAKA

1. Byass P, Chandramohan D, Clark SJ, D’Ambruoso L, Fottrell E, Graham WJ, et al. Stren gthening standardised interpretation of verbal autopsy data: the new InterVA-4 tool.

Global Health Action. 2012;5(1):1–8. http://dx.doi.org/10.3402/gha.v5i0.19281.

2. Dewi FST, Choiriyyah I, Indriyani C, Wahab A, Lazuardi L, Nugroho A, et al. Designing and collecting data for a longitudinal study: the Sleman Health and Demographic Sur veillance System (HDSS). Scand J Public Health. 2018;46(7):704–10. http://dx.doi.or g/10.1177/1403494817717557.

3. Presiden Republik Indonesia. Undang (UU) tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Undang-Undang Republik Indone sia, Nomor 16 Tahun 2019 Indonesia; 2019. 1–8.

4. Ye Y, Wamukoya M, Ezeh A, Emina JBO, Sankoh O. Health and demographic surveilla nce systems: a step towards full civil registration and vital statistics system in sub-Sa hara Africa? BMC Public Health. 2012;12(1):741. http://dx.doi.org/10.1186/1471-2 458-12-741.

5. Murray J, Cohen AL. Infectious Disease Surveillance. In: International Encyclopedia o f Public Health. Elsevier; 2017;222–9. http://dx.doi.org/10.1016/b978-0-12-80367 8-5.00517-8.

6. Head B. Evidence-based policy : principles and requirements. Strenghtening evidenc e-based policy Aust Fed -Proceedings. 2010;(1):13–26. https://www.researchgate.n et/publication/242709855_2_Evidence-based_policy_principles_and_requirements 7. Badan Pusat Statistik Indonesia. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 37 T

ahun 2010 tentang Klasifikasi Perkotaan dan Perdesaan di Indonesia. Badan Pus Stat isistik Republik Indones. 2010;681.

8. International Labour Office. Revised UN Principles and Recommendations for Popul ation and Housing Censuses (ST/ESA/STAT/SER. M/67/Rev.). 1998;(54).

9. Deng Y, Hillygus DS, Reiter JP, Si Y, Zheng S. Handling Attrition in Longitudinal Studie s: The Case for Refreshment Samples. Stat Sci. 2013;28(2):238–56. http://dx.doi.org /10.1214/13-sts414.

10. Leeuw ED, Lugtig P. Dropouts in Longitudinal Surveys. Wiley StatsRef: Statistics Refe rence Online. Wiley; 2015:1–6. http://dx.doi.org/10.1002/9781118445112.stat066 61.pub2.

137 11. Kviz FJ. Toward a Standard Definition of Response Rate. Public Opinion Quarterly. 1

977;41(2):265. http://dx.doi.org/10.1086/268382

12. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas De partemen Kesehatan Republik Indonesia. Dep Kesehat Republik Indones. 2006;10–7 9.

13. World Health Organization. Rekomendasi praktik pilihan untuk penggunaan kontras epsi 2nd ed. Jakarta: World Health Organization; 2009. 162.

14.Kementerian Kesehatan RI. Buku Ajar Imunisasi 2nd ed. Kementerian Kesehatan RI.

Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan; 2015. 248.

15. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kamus: Piramida Penduduk. 2021.

16. Wahyuningsih, Heni Puji; Tyastuti S. Modul Bahan Ajar Cetak Kebidanan: Praktikum Asuhan Kebidanan Kehamilan. 1st ed. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manu sia Kesehatan, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Ke menterian Kesehatan Republik Indonesia; 2016. 323.

17. Kurniarum A. Modul Bahan Ajar Cetak Kebidanan: Asuhan Kebidanan Persalinan da n Bayi Baru Lahir. 1st ed. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan

; 2016. 169.

18. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ mengejar imunisasi (Bagian II). Ikatan D okter Anak Indonesia. 2015. 1–6.

19. Website HSSS Sleman (https://hdss.fk.ugm.ac.id/)

-

138

Dokumen terkait