Hal. Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Tabel 2.5 Tabel 2.6 Tabel 2.7 Tabel 2.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12
Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Jumlah Pejabat Struktural Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 ... Jumlah Pegawai Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Jabatan Fungsional Tahun 2013 ... Jumlah Pegawai Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Tingkat Golongan Tahun 2013 ... Laki-laki dan Perempuan menurut Tingkat Pendidikan Staf Bappeda Tahun 2013 ... Tugas dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Hasil Analisis terhadap KLHS Provinsi Sulawesi Selatan ... Reviuw Rencana Strategik Kementerian Dalam Negeri yang Sesuai dengan Tupoksi Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan ... Permasalahan Pelayanan Bappeda Prov. Sulsel berdasarkan Sasaran Renstra Bappeda Prov. Sulsel beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penangannya... 40 41 41 42 42 47 48 50 54 66 72 79
Tabel 3.13
Tabel 4.13
Tabel .14
Tabel 5.2.1
Tabel 6.16
Permasalahan Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan ...
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Bappeda Prov. Sulsel.
Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Kebijakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok sasaran dan Pendanaan Indikatif Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ... Indikator Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengacu pada Tujuan dan sasaran RPJMD Provinsi sulawesi Selatan ...
81
88
94
108
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Setelah revisi Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 Nomor; 9 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Perubahan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 2013 tentang RPJMD 2013-2018 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015 Nomor 9) yang ditetapkan pada tanggal 23 September 2015, maka secara otomatis segala dokumen yang terkait dengan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tersebut harus menyesuaikan, namun demikian Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah serta Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ditetapkan sebagai pedoman mendasar/landasan dalam penyelenggaraan pembangunan bagi pemerintah daerah. Pemerintah daerah berkewajiban menyusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dari sistem perencanaan pembangunan nasional.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka menjadi suatu keharusan bagi setiap SKPD untuk menyesuaiakan dengan hasil revisi produk perencanaan diatasnya sehingga dokumen-dokumen yang terkait dengan perencanaan akan bersinergi antara satu dengan yang lainnya, sebagaimana diketahui bahwa semangat reformasi telah mewarnai pendayagunaan aparatur Negara dengan tuntunan untuk mewujudkan administrasi Negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi
penyelenggaraan pemerintahan Negara dan pembangunan. Dalam konteks ini peran provinsi dan perencanaan menjadi lebih penting terutama setelah dikeluarkannya UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, yangmana Perencanaan Pembangunan Daerah diselengarakan oleh pemerintah daerah yang disusun dan dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Adapun produk rencana yang disusun berdasarkan jangka waktu, meliputi:
1). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun, yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan daerah yang mengacu kepada RPJP Nasional;
2). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang berpedoman kepada RPJPD dengan memperhatikan RPJM Nasional. RPJMD memuat kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program kewilayahan disertai dengan Rencana Kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif;
3). Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada rencana kerja Pemerintah.
Terkait dengan kewajiban perangkat daerah dalam penyiapan rencana kerja untuk jangka waktu lima tahunan, terdapat amanat dalam UU 23/2014 pada Pasal 151 Ayat 1 bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun rencana strategis yang selanjutnya disebut Renstra SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada RPJMD dan bersifat
indikatif . Sedangkan dalam UU 25/2004 pada Pasal 1 Ayat 7 ditetapkan ketentuan umum mengenai Renstra SKPD sebagai dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun .
Penyusunan dan penetapan Renstra-SKPD sebagaimana diatur dalam UU 25/2004 merupakan bagian dari proses penyusunan dan penetapan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah, yang meliputi tahapan-tahapan pokok sesuai Permendagri 54/2010 sebagai berikut:
1. Kepala Bappeda menyiapkan rancangan awal RPJMD sebagai penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah ke dalam strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, program prioritas Kepala Daerah, dan arah kebijakan keuangan daerah (Pasal 14 Ayat 2);
2. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah menyiapkan rancangan Renstra-SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman pada rancangan awal RPJMD (Pasal 15 Ayat 3);
3. Kepala Bappeda menyusun rancangan RPJMD dengan menggunakan rancangan Renstra-SKPD dengan berpedoman pada RPJPD (Pasal 15 Ayat 4);
4. Kepala Bappeda menyelenggarakan Musrenbang Jangka Menengah Daerah (Pasal 16 Ayat 4);
5. Musrenbang Jangka Menengah Daerah dilaksanakan paling lambat 2 (dua) bulan setelah Kepala Daerah dilantik (Pasal 17 Ayat 2);
6. Kepala Bappeda menyusun rancangan akhir RPJMD berdasarkan hasil Musrenbang Jangka Menengah Daerah (Pasal 18 Ayat 2);
7. RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah paling lambat 3 (tiga) bulan setelah Kepala Daerah dilantik (Pasal 19 Ayat 3);
8. Renstra-SKPD ditetapkan dengan peraturan pimpinan SKPD setelah disesuaikan dengan RPJMD (Pasal 19 Ayat 4)
Sedangkan untuk sistematika penyusunan Renstra SKPD mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54/2010 tentang
pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah pada Pasal 93 mencakup:
1. Pendahuluan;
2. Gambaran pelayanan SKPD;
3. Isu-isu tugas dan fungsi SKPD;
4. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan;
5. Rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, keluaran sasaran dan pendanaan indikatif; dan
6. Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada RPJMD.
Berdasarkan tahapan-tahapan pokok dalam penyusunan dan penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah tersebut, dapat diambil suatu pemahaman bahwa penyusunan dan penetapan Renstra-SKPD merupakan suatu proses yang sejalan dan timbal balik dengan penyusunan dan penetapan RPJMD.
Sebagai salah satu perangkat daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Selatan berkewajiban untuk menyiapkan Rencana Strategis sebagai acuan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang menjadi tugas dan fungsinya dalam jangka waktu lima tahun. Kewajiban ini selain sebagai bentuk implementasi untuk melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan yang juga didasarkan atas kebutuhan dalam rangka pelaksanaan Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan untuk 5 (lima) tahun mendatang.
Revisi Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Renstra Bappeda) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 adalah dokumen perencanaan Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan indikasi kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsinya serta berpedoman kepada Revisi Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018dan bersifat indikatif.
Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyusun Revisi Rencana Strategis Bappeda Provinsi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 2018. Namun demikian jika terdapat perubahan kebijakan mendasar dan mempengaruhi terhadap penyusunan Renstra tersebut, maka perlu disempurnakan kembali. Penyempurnaan tersebut antara lain:
1. Perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Bappeda Prov. Sulsel. 2. Perubahan uraian Tugas Pokok dan Fungsi Bappeda Prov. Sulsel.
3. Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018.
4. Perubahan kebijakan yang mendasar terhadap perencanaan pembangunan daerah.
1.2. LANDASAN HUKUM
Revisi Renstra Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 disusun dengan berlandaskan pada peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 47 Provinsi Tahun 1960 tentang Pembentukan Daerah Tingkat 1 Sulawesi Selatan Tenggara dan Daerah Tingkat 1 Sulawesi Utara Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2102) Junto Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingat I Sulawesi Tengah dan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara, dengan mengubah Undang-Undang Nomor 47 Provinsi Tahun 1960 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Tengah dan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan
Tenggara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1964 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2068);
2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
6. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
14. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Podoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
18. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2028 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulsel Nomor 249); 19. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 12 Tahun 2009
tentang Perubahan Peraturan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 245); 20. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 7 Tahun 2015
tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 2008-2028;
21. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013 - 2018 22. Keputusan Gubernur Nomor 120/4296/Bappeda, tanggal 26 Juli 2013 tentang Penetapan RENSTRA SKPD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan penyusunan Renstra Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 adalah sebagai gambaran rencana pelaksanaan pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan selama 5 (lima) Tahun, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan.
Tujuan penyusunan renstra ini secara spesifik adalah:
1. Mengidentifikasi (review) secara menyeluruh pelayanan/kinerjaBappeda Provinsi Sulawesi Selatan periode lalu.
2. Sebagai perangkat manajerial dalam manajemen perencanaan yang efektif, efisien dan akuntabel.
3. Merumuskan arah kebijakan dan strategis Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 sesuai dengan visi dan misinya.
4. Merumuskan prioritas program dan kegiatan Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018.
Sesuai dengan uraian tujuan tersebut, maka maksud dari penyusunan Renstra Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 ini adalah agar dapat:
1. Teridentifikasinya kondisi Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan melalui pengukuran pelayanan/kinerja terkini.
2. Terumuskannya arah kebijakan dan strategis Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 sesuai dengan visi dan misinya.
3. Tersusunnya program prioritas dan kegiatan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 berdasarkan kerangka pendanaan.
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
Revisi Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Renstra Bappeda) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 2018, disusun melalui sistematika sebagai berikut.
Bab I. Pendahuluan, menjelaskan tentang latar belakang, landasan