• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak India-ASEAN FTA: Analisis Lintas Negara Menggunakan Applied General Equilibrium Modelling15

India-ASEAN Free Trade Agreement (AIFTA) mulai berlaku pada 1 Januari 2010 untuk Malaysia, Singapura dan Thailand. Untuk negara anggota ASEAN lainnya, AIFTA akan mulai berlaku setelah mereka telah menyelesaikan persyaratan internal. Dengan latar belakang ini, penelitian ini menganalisis dampak dari perjanjian perdagangan bebas (FTA) di India dan negara-negara anggota ASEAN.

Menggunakan database Global Trade Analysis Project (GTAP), dilakukan beberapa simulasi dengan membuat beberapa skenario yang berbeda, dalam hal liberalisasi perdagangan India dengan wilayah ASEAN. Penelitian ini menggunakan database GTAP versi 7 dan pemodelan kerangka GTAP untuk mempelajari dampak dari liberalisasi perdagangan India-ASEAN pada variabel-variabel

14 Berdasarkan hasil penelitian Ramphul Ohlan (2012) dari Institute of Management Studies and Research Maharshi Dayanand University, Rohtak, Haryana, India yang berjudul “ASEAN-India Free Trade Agreement in Goods: An Assessment”

15

Berdasarkan hasil penelitian Sikdar and Nag (2011) yang berjudul “Impact of India-ASEAN Free Trade Agreement: A cross-country analysis using applied general equilibrium modelling”

80

ekonomi makro penting seperti output, kesempatan kerja, upah, harga dan kesejahteraan ekonomi India dan negara-negara anggota ASEAN.

Dampak liberalisasi perdagangan pada struktur perdagangan dan perdagangan bilateral antara India dan anggota ASEAN juga dipelajari, serta tingkat dampak penciptaan perdagangan (trade creation) dan pengalihan perdagangan (trade diversion). Akhirnya, dengan menggabungkan fitur dari persaingan tidak sempurna dan skala ekonomi untuk sektor manufaktur tertentu di India, penelitian ini menyelidiki implikasi dari liberalisasi perdagangan terhadap negara-negara tertentu. Untuk menilai kemungkinan dampak AIFTA, berbagai simulasi dilakukan untuk dua skenario berikut:

a. Ketika FTA telah diberlakukan hanya terhadap India, Malaysia, Singapura dan Thailand; b. Ketika FTA ini diberlakukan di dengan semua negara anggota ASEAN.

Simulations Regional aggregation Sectoral

aggregation Model specification

Full

liberalization

35 sectors Perfect competition in factors and product markets, and production function, subject to constant returns to scale – this is standard GTAP specification. Tariff elimination for

normal track roducts, tariff reductions for sensitive track products taking into account the products in the exclusion list as well for India, Malaysia, Singapore and Thailand only

Cambodia, India, Indonesia, Lao Pe ple’s Dem cratic Republic, Malaysia, Myanmar, the Philippines, Singapore, Thailand and Viet Nam, and the rest of ASEAN (Brunei Darussalam); the United States, European Union and China; the rest of West Asia (Bangladesh, Pakistan and Sri Lanka); rest of South Asia; and the rest of the world.

35 sectors Perfect competition in factors and product markets, and production function, subject to constant returns to scale – this is standard GTAP specification.

Tariff elimination for products in normal track, tariff reductions for the sensitive track products taking into account the products in the exclusion list as well for India and all the 10 ASEAN members

Cambodia, India, Indonesia, Lao Pe ple’s Dem cratic Republic, Malaysia, Myanmar, the Philippines, Singapore, Thailand and Viet Nam, and the rest of ASEAN comprising Brunei Darussalam; China; the European Union and the United States; the rest of West Asia (Bangladesh, Pakistan and Sri Lanka); the rest of South Asia; and the rest of the world.

35 sectors – Perfect competition in factors and product markets, and production function, subject to constant returns to scale. – Imperfect competition in

product market and production function, subject to increasing returns to scale for some production sectors

Hasil simulasi digunakan untuk menilai dampak dari liberalisasi ini, baik pada sektor eksternal maupun variabel makroekonomi domestik di India dan ASEAN. Simulasi juga dapat digunakan melihat implikasi kesejahteraan dari FTA bagi negara-negara dan dampaknya terhadap perdagangan negara-negara lain, termasuk negara-negara Asia Selatan tertentu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pasca-FTA, ekspor India ke ASEAN meningkat secara substansial, dengan akses terbesar diperoleh di Thailand, Cambodia, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Laos. Sumber utama impor yaitu Vietnam, diikuti oleh negara ASEAN lainnya, Filipina, Malaysia, Singapura dan

81

Thailand. Namun, India mengalami kerugian kesejahteraan akibat dari dampak alokasi yang tidak efisien (allocative inefficiency) dan neraca perdagangan yang negatif.

Tabel 6.3 Change in selected macroeconomic variables (%)

Tabel 6.4 Change in trade variables (%)

Di kawasan ASEAN, Malaysia, Singapura dan Thailand menunjukkan keuntungan kesejahteraan yang positif dengan keuntungan terbesar diperoleh ke Singapura. Negara-negara yang lebih kecil semua menikmati keuntungan kesejahteraan positif kecuali Cambodia, Laos dan Filipina. Keuntungan kesejahteraan yang dinikmati oleh negara-negara ASEAN terutama disebabkan oleh membaiknya neraca perdagangan. Hasil simulasi juga mengungkapkan bahwa seluruh dunia di luar India dan ASEAN mengalami penurunan pangsa pasar yang signifikan di India dan ASEAN. Secara

82

khusus, China terpengaruh oleh hilangnya pangsa pasar di Cambodia, India, Malaysia, Philippines, Thailand, dan Vietnam. Dampak serupa dari FTA terlihat dalam kasus negara-negara berkembang di Asia Selatan, terutama Bangladesh. Dengan demikian, pengalihan perdagangan (trade diversion) terjadi di wilayah India-ASEAN sebagai hasil dari FTA.

Tabel 6.5 Total welfare and its decomposition

Hasil simulasi sektoral menunjukkan bahwa sektor atau komoditas yang mengalami pertumbuhan ekspor tertinggi bagi India adalah sebagaimana terlihat dalam Tabel 6.6, sekaligus informasi negara mitra ekspor India untuk komoditas tersebut. Indonesia menjadi mitra ekspor terbesar India untuk komoditas produk mineral. Sebaliknya, pertumbuhan ekspor tertinggi sektor/komoditas bagi negara-negara ASEAN ke India tergambar dalam Tabel 6.7. Indonesia sebetulnya memiliki potensi peningkatan ekspor komoditas yang cukup banyak ke India, diantara yaitu: wearing apparel; chemical, rubber and plastic; transport equipment; other crops; coal; leather and leather product; diary products; sugar; and vegetable oil.

83

Tabel 6.6 Sectors in India showing highest export growth and their destinations

Tabel 6.7 Sectors in ASEAN region showing highest export growth and their originating countries

84

ANALISIS

Bagian analisis ini akan menyajikan dua analisisi utama, yaitu: (1) analisis deskriptif komparasi tarif impor India dari negara-negara ASEAN dan sebaliknya untuk mengetahui kondisi awal batasan-batasan dalam perdagangan internasional antar dua mitra dagang ini, (2) analisis hasil simulasi liberalisasi perdagangan antara India dan ASEAN dengan menggunakan Model CGE GTAP.

Komparasi Tarif ASEAN-India Menurut Data GTAP8 (2007)

Data GTAP8 merupakan database yang paling lengkap yang mampu menggambarkan keterkaitan hubungan perdagangan antarnegara. Data GTAP8 menghimpun aktivitas transaksi perdagangan dari 129 negara di dunia dan 57 jenis komoditas. Walaupun demikian data GTAP8 memiliki tahun benchmark 2007 (publikasi paling mutakhir pada 5 Maret 2012), relatif tertinggal namun ini data terlengkap termutakhir yang ada. Data GTAP8 juga mengklasifikasi hanya ke dalam 57 jenis komoditas, terlalu aggregate dibandingkan dengan klasifikasi HS yang biasa ditemukan dalam data ekspor-impor suatu negara. Namun dengan berbagai keterbatasan kondisi tersebut data GTAP8 masih sangat mumpuni untuk landasan analisis yang sifatnya lebih makro yang mampu memberikan gambaran awal untuk eksplorasi lanjutan yang lebih detail dan terinci.

Eksplorasi data GTAP8 menunjukkan bahwa struktur tarif eksisting pada tahun 2007 untuk India dari berbagai Negara ASEAN dan sebaliknya yang dipresentasikan dalam Tabel 6.8 dan Tabel 6.9. Namun untuk membuat tabel ini lebih mudah terlihat dan terakomodasi oleh ruang yang terbatas, presentasi hanya dilakukan untuk komoditas-komoditas dalam data GTAP8 yang memiliki tariff efektif 10% ke atas.

Dengan membandingkan Tabel 6.8 dan Tabel 6.9 maka dapat dilihat dengan mudah bahwa India cenderung lebih protektif dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Jumlah komoditas yang masih memiliki tarif di atas 10% untuk impor India dari negara-negara ASEAN masih jauh lebih banyak dibanding impor negara-negara ASEAN dari India. Komoditas yang menonjol dilindungi oleh India dari pasar komoditas asing ialah komoditas hasil pertanian dan komoditas olahan pertanian. Hal ini tercermin dari tarif impor yang relatif tinggi. Sementara untuk komoditas produk industrial besaran tarifnya relatif moderat.

Posisi Indonesia relatif sudah terbuka terhadap India, hanya beberapa produk yang memiliki tariff impor dari India di atas 10%, yaitu: Motor vehicles and parts, Sugar, Rice (pady, processed), Beverages and tobacco products, dan Wearing apparels. Sementara impor India dari Indonesia masih relatif tertutup. Dengan kondisi awal seperti ini, liberalisasi dagang Indonesia (ASEAN) dan India secara praduga awal dapat dikatakan akan berpotensi memberi keuntungan kepada Indonesia.

85

Tabel 6.8 Struktur tarif ke INDIA dari Negara ASEAN menurut GTAP Database 8 (2007)

Commodity INDO MAL PHIL SING THAI CAMB LAO VIET RSEA

Paddy rice 0.0 0.0 0.0 0.0 80.0 0.0 0.0 0.0 0.0

Wheat 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 100.0

Cereal grains nec 0.0 0.0 0.0 0.0 65.7 0.0 0.0 0.0 28.0 Vegetables, fruit, nuts 39.9 75.2 0.0 30.0 34.7 0.0 100.0 31.0 30.2 Oil seeds 30.6 30.6 0.0 0.0 30.0 30.0 0.0 46.8 35.0 Plant-based fibers 10.0 0.0 14.2 0.0 10.4 0.0 0.0 0.0 18.3 Crops nec 72.9 36.0 20.4 34.7 19.9 30.0 30.0 67.3 30.1 Cattle,sheep,goats,horses 30.0 30.0 0.0 30.0 0.0 0.0 0.0 0.0 30.0 Animal products nec 0.1 14.2 0.0 2.9 22.2 0.0 0.0 0.0 1.1 Wool, silk-worm cocoons 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 19.3 Forestry 25.7 5.0 26.2 30.0 24.2 0.0 28.6 17.2 5.0 Fishing 29.3 30.0 29.2 29.3 24.0 0.0 0.0 30.0 29.3

Coal 28.2 15.0 15.0 0.0 0.0 0.0 0.0 15.0 21.7

Minerals nec 5.1 12.7 5.7 5.0 8.8 0.0 0.0 6.3 11.7 Meat: cattle,sheep,goats,horse 0.0 0.0 0.0 29.5 15.0 0.0 0.0 0.0 29.5 Meat products nec 0.0 30.0 0.0 35.7 48.3 0.0 0.0 0.0 35.7 Vegetable oils and fats 99.6 97.6 99.7 63.6 98.0 100.0 0.0 92.4 54.2 Dairy products 34.7 54.6 0.0 34.2 44.3 0.0 0.0 0.0 34.2 Processed rice 0.0 0.0 0.0 0.0 70.8 0.0 0.0 70.0 75.0

Sugar 0.0 100.0 0.0 70.0 98.7 0.0 0.0 0.0 70.0

Food products nec 40.5 38.0 40.5 32.8 50.9 0.0 0.0 34.5 30.2 Beverages and tobacco products 57.1 89.6 34.3 87.6 45.0 0.0 0.0 41.7 87.6 Textiles 15.0 15.0 15.0 15.0 15.0 15.0 0.0 15.0 15.2 Wearing apparel 15.0 15.0 15.0 14.9 15.0 15.0 0.0 15.0 15.0 Leather products 10.5 14.5 12.3 12.4 13.6 0.0 0.0 14.5 9.9 Wood products 15.0 15.0 15.0 15.0 12.4 0.0 0.0 12.2 14.6 Paper products, publishing 9.2 14.5 15.0 15.0 12.6 0.0 0.0 15.0 5.5 Petroleum, coal products 14.9 11.8 14.7 13.6 15.0 0.0 0.0 0.0 13.6 Chemical,rubber,plastic prods 19.3 15.6 16.9 14.3 14.7 0.0 15.0 15.3 19.8 Mineral products nec 14.8 15.0 15.0 15.0 14.9 0.0 0.0 15.0 15.0 Ferrous metals 19.0 19.6 19.9 20.0 18.9 0.0 0.0 20.0 20.0 Metals nec 14.8 15.0 14.9 15.0 10.0 0.0 0.0 14.8 14.9 Metal products 15.0 15.0 15.0 15.0 12.4 0.0 0.0 15.0 15.0 Motor vehicles and parts 16.4 21.4 15.1 95.3 15.6 0.0 0.0 15.0 15.0 Transport equipment nec 13.6 14.7 14.7 3.4 14.7 0.0 0.0 15.2 3.0 Electronic equipment 7.3 2.0 0.2 0.2 4.4 0.0 15.0 14.2 0.0 Machinery and equipment nec 14.8 13.7 14.9 11.8 12.9 12.2 8.0 14.9 15.0 Manufactures nec 15.1 15.0 15.0 15.0 13.0 15.0 0.0 15.0 19.4

Tabel 6.9 Struktur tarif ke Negara ASEAN dari INDIA menurut GTAP Database 8 (2007)

Commodity INDO MAL PHIL SING THAI CAMB LAO VIET RSEA

Paddy rice 16.9 40.0 25.0 0.0 9.7 0.0 0.0 21.3 0.0 Cereal grains nec 4.3 0.0 1.7 0.0 9.1 0.0 0.0 26.2 3.3 Vegetables, fruit, nuts 6.5 0.1 18.1 0.0 38.9 0.0 0.0 33.6 0.5

Oil seeds 5.0 2.3 12.0 0.0 28.4 0.0 0.0 8.9 0.6

Crops nec 4.9 30.4 6.9 0.0 24.5 7.8 37.7 28.3 1.4 Animal products nec 1.3 0.2 2.8 0.0 3.3 15.1 0.0 1.2 5.5

Forestry 4.6 0.1 2.8 0.0 17.8 0.0 0.0 5.5 10.3

Fishing 5.0 0.2 0.0 0.0 5.7 0.0 0.0 29.6 10.6

Oil 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 11.7 5.0

Minerals nec 1.7 1.4 2.2 0.0 2.5 15.0 0.0 12.4 0.5 Meat: cattle,sheep,goats,horse 5.2 0.0 10.0 0.0 35.9 0.0 0.0 20.0 0.2 Meat products nec 5.0 4.3 30.9 0.0 10.7 0.0 0.0 24.5 2.3

86

Dairy products 5.0 1.1 1.3 0.0 8.4 7.0 0.0 13.4 2.8 Processed rice 12.1 40.0 50.0 0.0 9.0 7.0 0.0 40.7 0.0

Sugar 23.3 0.0 41.6 0.0 0.0 7.0 0.0 20.4 2.7

Food products nec 5.3 1.9 7.0 0.0 7.6 7.0 30.0 21.1 8.6 Beverages and tobacco products 15.1 468.9 9.0 0.0 50.0 34.1 0.0 77.9 29.0

Textiles 7.0 11.6 8.5 0.0 5.5 7.3 10.0 24.5 5.8

Wearing apparel 14.7 13.9 14.9 0.0 50.7 35.0 0.0 38.6 1.3 Leather products 1.9 0.4 4.6 0.0 9.7 11.3 15.7 7.6 7.4 Wood products 5.6 6.9 11.1 0.0 9.8 0.0 0.0 23.2 18.9 Paper products, publishing 4.5 4.2 5.0 0.0 4.9 6.7 0.0 15.1 2.4 Petroleum, coal products 0.8 0.5 2.8 0.0 10.9 0.0 0.0 17.1 2.1 Mineral products nec 5.7 14.1 5.8 0.0 12.5 0.0 0.0 12.7 1.5 Ferrous metals 3.7 17.1 2.8 0.0 2.1 7.0 0.0 2.0 1.0 Metal products 9.6 9.3 5.8 0.0 10.8 15.6 5.0 5.7 4.2 Motor vehicles and parts 27.1 18.0 25.7 0.0 26.5 0.0 10.0 26.8 3.6 Transport equipment nec 4.2 3.1 17.0 0.0 6.1 10.2 13.5 10.3 1.3 Electronic equipment 0.6 1.2 0.2 0.0 0.3 16.7 0.0 3.3 3.1 Machinery and equipment nec 8.1 5.4 3.2 0.0 4.9 16.5 5.0 3.4 1.8 Manufactures nec 7.6 2.0 6.7 0.0 0.8 2.8 5.0 18.0 6.6

Hasil Simulasi CGE GTAP8

Untuk melihat dampak liberalisasi perdagangan dalam skema AFTA dilakukan dua simulasi: 1. Liberalisasi penuh terjadi di negara-negara ASEAN5 (Indonesia, Malaysia, Philippines,

Singapore dan Thailand) dan India; dan

2. Liberalisasi penuh terjadi di seluruh negara ASEAN dan India.

Hasil dua simulasi tersebut dengan Model CGE GTAP disajikan dalam beberapa tabel yang merepresentasikan berbagai aspek, yaitu:

1. Dampak terhadap arus perdagangan agregat (nasional), yang terdiri atas persentase perubahan nilai ekspor dan impor, nominal perubahan neraca perdagangan (trade balance), dan persentase perubahan term of trade.

2. Dampak terhadap PDB dan investasi, yang terdiri atas persentase perubahan GDP baik dalam besaran nominal atau pun harga, nominal perubahan pada equivalent variation, dan persentase perubahan investasi.

3. Dampak terhadap kesejahteraan rumah tangga yang direpresentasikan oleh persentase perubahan pendapatan faktor, persentase perubahan pendapatan rumah tangga dan persentase perubahan tingkat harga konsumsi.

4. Dampak terhadap rasio pendapatan faktor terhadap inflasi yang didetailkan ke dalam persentase perubahan tanah, tenaga kerja tidak terampil (unskill labour), tenaga kerja terampil (skill labour), modal, dan sumber daya alam (natural resources).

87

5. Dampak terhadap ekspor dan impor sektoral dalam persentase perubahan.

Dari Tabel 6.10 terlihat bahwa sebagaimana dugaan sebelumnya hasil simulasi liberalisasi penuh di ASEAN5-India atau pun keseluruhan ASEAN-India menunjukkan bahwa memiliki dampak positif terhadap Indonesia. Bahkan dampak positif terlihat untuk semua indicator yaitu peningkatan volume perdagangan Indonesia baik ekspor maupun impor, neraca perdagangan (trade balance), dan term of trade. Walaupun secara prosentasi kenaikan impor lebih tinggi dari kenaikan ekspor namun masih mampu menjaga dampak kenaikan pada neraca perdagangan (trade balance). Kenaikan term of trade juga relative tinggi dibandingkan negara ASEAN5 lainnya kecuali Singapore. Yang lebih penting ialah bahwa dampak positif bagi Indonesia secara umum relative lebih besar jika dibandingkan dengan dampak yang dinikmati oleh negara ASEAN lainnya atau pun dampak yang dinikmati oleh India. Hasil ini mengindikasikan bahwa Indonesia perlu mengambil inisiatif dan proaktif bahkan progresif dalam hal negosiasi pengurangan tarif dalam skema FTA ini.

Tabel 6.10 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-India terhadap Arus Perdagangan

Value of exports Value of imports at

world price Trade balance X-M Term of Trade

(%-change) (%-change) (US$ mill-change) (%-change)

ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND

Indonesia 1.947 2.028 2.295 2.412 45.7 24.4 0.700 0.693 Malaysia 0.981 1.060 1.455 1.564 -202.8 -207.3 0.328 0.340 Philippines 0.689 0.706 1.147 1.157 -256.3 -250.3 0.028 0.024 Singapore 1.459 1.625 1.520 1.712 628.1 665.9 1.026 1.080 Thailand 0.932 1.246 1.680 2.097 -837.4 -895.7 0.127 0.211 Cambodia 0.023 1.685 -0.018 3.839 2.4 -137.8 -0.105 -0.330 LaoPDR -0.116 1.562 -0.172 3.378 1.1 -32.6 -0.249 0.186 Vietnam -0.043 0.977 -0.083 1.527 30.1 -449.9 -0.087 0.073 SEAsia -0.072 1.781 -0.118 2.164 0.5 51.2 -0.216 0.973 India 1.972 2.107 1.751 1.888 -507.4 -592.5 -0.349 -0.374 Japan -0.049 -0.043 -0.131 -0.146 539.7 691.5 -0.083 -0.100 EU_25 -0.021 -0.021 -0.021 -0.025 -15.4 221.9 -0.009 -0.012 Oceania -0.091 -0.100 -0.133 -0.155 97.4 126.4 -0.120 -0.135 EastAsia -0.058 -0.084 -0.069 -0.099 -41.5 -64.9 -0.047 -0.061 SouthAsia -0.353 -0.363 -0.344 -0.359 111.0 118.9 -0.205 -0.225 NAmerica -0.028 -0.027 -0.030 -0.037 294.7 505.4 -0.015 -0.020 LatinAmer -0.076 -0.076 -0.099 -0.104 79.8 109.7 -0.050 -0.052 MENA -0.038 -0.033 -0.048 -0.044 12.9 17.8 -0.033 -0.022 SSA -0.053 -0.052 -0.061 -0.062 17.6 22.0 -0.040 -0.036 RestofWorld -0.037 -0.032 -0.043 -0.041 -0.1 75.5 -0.009 0.002

Tabel 6.11 menyajikan dampak liberalisasi penuh terhadap PDB dan investasi. Dari tabel tersebut terlihat bahwa liberalisasi mampu meningkatkan PDB Indonesia dengan angka persentase kenaikan yang cukup tinggi dibanding negara-negara ASEAN lainnya, hanya lebih kecil dari

88

Singapore. Sementara itu hasil simulasi dampak terhadap investasi menunjukkan bahwa dampak persentase perubahan investasi di Indonesia walaupun positif (mengalami kenaikan), namun besarannya terkecil dibanding negara ASEAN5 lainnya untuk liberalisasi penuh di level ASEAN5 dan hanya satu tingkat lebih tinggi dari India ketika liberalisasi terjadi di level ASEAN secara keseluruhan.

Tabel 6.11 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-India terhadap PDB dan Investasi

Change in value of

GDP

Change in GDP price

index Equivalent Variation

Investment levels to endowment stock (%-change) (%-change) (US$ mill-change) (%-change) ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND

Indonesia 1.081 1.093 1.003 1.012 1159.1 1167.2 0.538 0.559 Malaysia 0.760 0.797 0.462 0.485 1319.8 1367.7 2.280 2.373 Philippines 0.092 0.118 0.027 0.056 125.4 118.6 1.339 1.318 Singapore 2.292 2.417 2.271 2.394 1958.2 2063.9 2.240 2.353 Thailand 0.589 0.775 0.322 0.461 930.1 1180.4 2.042 2.310 Cambodia -0.092 -1.612 -0.079 -1.944 -7.2 3.1 -0.197 8.360 LaoPDR -0.270 0.287 -0.264 0.158 -4.3 7.8 -0.137 2.460 Vietnam -0.199 0.004 -0.201 -0.172 -51.3 144.4 -0.171 1.718 SEAsia -0.112 1.341 -0.108 1.108 -19.9 197.7 -0.220 1.015 India -0.239 -0.244 -0.617 -0.633 3693.2 3756.5 0.251 0.267 Japan -0.072 -0.085 -0.069 -0.082 -664.5 -812.9 -0.070 -0.088 EU_25 -0.010 -0.014 -0.010 -0.014 -380.6 -589.3 -0.002 -0.009 Oceania -0.082 -0.094 -0.076 -0.087 -305.9 -347.8 -0.059 -0.072 EastAsia -0.038 -0.054 -0.034 -0.049 -832.5 -1131.5 -0.025 -0.033 SouthAsia -0.287 -0.302 -0.264 -0.279 -208.8 -225.3 -0.112 -0.123 NAmerica -0.012 -0.017 -0.012 -0.017 -322.1 -457.5 -0.009 -0.015 LatinAmer -0.070 -0.074 -0.068 -0.072 -294.7 -303.6 -0.031 -0.037 MENA -0.042 -0.034 -0.040 -0.032 -86.9 -58.3 -0.029 -0.027 SSA -0.049 -0.049 -0.047 -0.048 -129.9 -115.7 -0.024 -0.026 RestofWorld -0.021 -0.016 -0.019 -0.014 -133.5 68.4 -0.009 -0.011

Sementara itu, hasil simulasi dampak terhadap kesejahteraan sebagaimana dalam tabel 6.12 menunjukkan hasil yang positif. Walaupun terdapat tendensi kenaikan harga-harga barang konsumsi namun baik pendapatan faktor (tenaga kerja dan modal) maupun pendapatan rumah tangga (household income) mengalami kenaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa liberalisasi perdagangan mengakibatkan kenaikan kesejahteraan rumah tangga. Yang perlu dicatat ialah bahwa dampak terhadap Indonesia relatif lebih besar jika dibandingkan dengan negara ASEAN5 lainnya untuk liberalisasi di level ASEAN5-India. Walaupun ketika liberalisasi diperluas ke level ASEAN-India posisi Indonesia sedikit menurun tetapi secara besaran persentasi tetap mengalami peningkatan. Terlihat pula bahwa India sebagai mitra dagang utama ASEAN dalam skema FTA ini mengalami dampak yang kurang beruntung, hanya potensi mendapatkan keuntungan harga komoditas yang lebih murah secara agregat.

89

Tabel 6.12 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-India terhadap Kesejahteraan

factor income at market

prices net of depr. household income

price index for private consumption exp (%-change) (%-change) (%-change)

ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND

Indonesia 1.361 1.380 1.131 1.142 0.920 0.919 Malaysia 1.310 1.368 0.866 0.905 0.041 0.035 Philippines 0.386 0.414 0.111 0.139 -0.016 0.022 Singapore 2.558 2.697 2.459 2.593 1.261 1.331 Thailand 1.297 1.510 0.686 0.891 0.284 0.362 Cambodia -0.120 3.145 -0.108 -1.630 -0.014 -1.832 LaoPDR -0.286 2.297 -0.284 0.349 -0.187 0.323 Vietnam -0.286 1.489 -0.221 0.017 -0.164 -0.312 SEAsia -0.134 1.951 -0.122 1.438 -0.056 0.907 India -0.173 -0.167 -0.240 -0.246 -0.785 -0.808 Japan -0.078 -0.094 -0.076 -0.090 -0.056 -0.065 EU_25 -0.011 -0.016 -0.011 -0.015 -0.007 -0.009 Oceania -0.087 -0.101 -0.086 -0.099 -0.048 -0.055 EastAsia -0.041 -0.058 -0.040 -0.058 -0.018 -0.029 SouthAsia -0.296 -0.314 -0.300 -0.317 -0.217 -0.227 NAmerica -0.013 -0.018 -0.013 -0.017 -0.010 -0.014 LatinAmer -0.074 -0.078 -0.073 -0.077 -0.061 -0.064 MENA -0.044 -0.035 -0.045 -0.036 -0.027 -0.023 SSA -0.053 -0.054 -0.052 -0.052 -0.035 -0.038 RestofWorld -0.021 -0.015 -0.022 -0.016 -0.018 -0.016

Lebih detail terkait pendapatan faktor (factor income) dirinci dalam komponen tanah (Land), tenaga kerja tidak terdidik (UnSkLab), tenaga kerja terdidik (SkLab), modal (Capital), dan sumber daya alam (NatRes) disajikan dalam tabel 5.13. Dari tabel terlihat hanya satu komponen yang dampaknya negatif bagi Indonesia, yaitu sumber daya alam (NatRes). Hal ini mengindikasikan bahwa liberalisasi perdagangan menurunkan return pendapatan dari sumber daya alam. Kemungkinannya ialah untuk barang-barang komoditas Indonesia yang dominan sumber daya alamnya mengalami penurunan daya saing sehingga kalah bersaing dengan komoditas sejenis dari negara-negara mitra dagang Indonesia. Namun di sisi lain, untuk komponen tanah (Land) mengalami kenaikan yang sangat signifikan, ini mengindikasikan bahwa sektor pertanian memiliki tambahan manfaat yang cukup besar.

90

Tabel 6.13 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-India terhadap Rasio Pendapatan Faktor/Inflasi

Land UnSkLab SkLab Capital NatRes

(%-change) (%-change) (%-change) (%-change) (%-change) ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND ASEAN5+IND ASEAN+IND

Indonesia 4.521 4.139 0.425 0.461 0.157 0.202 0.086 0.136 -1.733 -1.681 Malaysia 1.500 1.336 0.894 0.949 0.801 0.856 1.035 1.110 3.900 3.924 Philippines -3.047 -2.724 0.423 0.411 0.403 0.377 0.534 0.505 0.262 0.225 Singapore 3.053 7.237 1.202 1.268 0.988 1.040 1.071 1.125 -0.544 -0.105 Thailand 3.159 2.542 0.802 0.928 0.641 0.763 0.780 0.916 -1.108 -0.704 Cambodia -0.315 3.754 -0.065 4.610 -0.062 4.628 -0.049 5.027 -0.156 -5.298 LaoPDR -0.020 2.073 -0.082 1.583 -0.039 1.673 -0.087 1.577 -0.505 2.275 Vietnam -1.668 0.517 -0.109 1.730 -0.043 1.576 -0.012 1.788 1.491 0.704 SEAsia -0.617 14.429 -0.093 0.579 -0.055 -0.025 -0.073 -0.175 0.320 -1.000 India -2.524 -2.722 0.843 0.887 0.946 0.991 0.833 0.884 -0.850 -0.928 Japan 0.046 0.060 -0.017 -0.022 -0.018 -0.023 -0.017 -0.022 0.092 0.079 EU_25 -0.175 -0.167 -0.007 -0.010 -0.003 -0.006 0.000 -0.003 -0.032 0.013 Oceania -0.081 -0.145 -0.033 -0.043 -0.033 -0.041 -0.032 -0.039 -0.095 0.048 EastAsia -0.030 -0.064 -0.024 -0.029 -0.022 -0.028 -0.022 -0.026 0.223 0.236 SouthAsia -0.545 -0.601 -0.030 -0.033 -0.021 -0.024 -0.018 -0.020 -0.133 -0.113 NAmerica -0.207 -0.263 -0.002 -0.004 0.000 -0.001 -0.002 -0.003 -0.035 0.026 LatinAmer -0.499 -0.518 -0.006 -0.008 -0.001 -0.002 -0.005 -0.006 0.148 0.209 MENA -0.080 -0.103 -0.011 -0.013 -0.007 -0.006 -0.010 -0.009 -0.051 -0.002 SSA -0.287 -0.345 -0.019 -0.023 -0.002 0.000 -0.002 0.000 -0.032 0.018 RestofWorld -0.190 -0.200 -0.005 -0.008 -0.001 -0.002 -0.004 -0.004 0.052 0.134

Tabel 6.14 dan 6.15 akan merinci dampak ekspor dan impor sektoral untuk industri/komoditas dalam perekonomian Indonesia sebagai akibat liberalisasi di level ASEAN5-India. Sementara Tabel 6.16 dan 6.17 akan menyajikan hasil simulasi dampak jika liberalisasi diperluas ke level keseluruhan ASEAN-India. Namun karena keterbatasan tempat penyajian dan untuk mempermudah analisis hanya akan disajikan untuk industri/komoditas untuk urutan 10 sektor yang mengalami dampak positif terbesar dan 10 sektor yang mengalami dampak negatif terbesar bagi Indonesia baik di sisi ekspor maupun impor.

Dari Tabel 6.14 dapat kita lihat bahwa liberalisasi perdagangan di ASEAN5 mengakibatkan ekspor Indonesia untuk komoditas vegetable oils and fats, motor vehicles and parts, forestry, dan vegetables, fruit, nuts meningkat signifikan – dengan angka kenaikan di atas 10%. Hal ini diikuti oleh peringkat berikutnya dengan nilai kenaikan di bawah 10% untuk komoditas beverages and tobacco products, transport equiptment nec., paddy rice, ferrous metals, metal products, dan sugar cane, sugar beet. Dari tabel tersebut terlihat bahwa Indonesia mendapat manfaat dengan kenaikan ekspor beberapa komoditas yang cukup tinggi. Namun juga terlihat adanya komoditas yang mengalami

91

penurunan ekspor dengan persentasi di atas 10%, yaitu: wool, silk-worm cocoons, raw milk, oil seeds, meat: cattle, sheep, goats, horse, wheat, processed rice, dan meat product nec.

Tabel 6.14 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN5-India terhadap Ekspor Sektoral

INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA IND

Vegetable oils and fats 29.70 0.81 2.71 2.48 15.30 -38.31 0.32 0.82 0.02 26.20 Motor vehicles and parts 13.29 6.59 24.48 53.64 5.28 -0.84 -4.79 -0.67 -0.41 3.84 Forestry 12.27 2.98 3.02 1.31 4.71 0.01 2.00 0.13 -1.10 1.02 Vegetables, fruit, nuts 10.04 4.08 1.73 1.48 -1.84 0.61 0.48 1.67 -1.09 3.27 Beverages and tobacco products 8.24 11.37 39.96 20.60 2.08 -0.24 0.14 -1.83 -2.18 2.80 Transport equipment nec 4.89 7.59 -1.30 -5.63 1.79 -0.79 -0.03 0.32 0.35 5.99 Paddy rice 4.60 15.41 12.87 -16.23 -13.29 -49.55 1.12 10.68 1.43 8.24 Ferrous metals 3.91 11.02 2.41 3.07 8.67 0.20 0.64 0.01 0.68 3.48 Metal products 3.59 9.58 3.55 32.99 0.67 -0.25 -2.76 -0.30 -2.51 2.57 Sugar cane, sugar beet 3.49 -11.50 5.75 -8.75 -16.03 -2.01 1.02 4.25 1.20 4.17 Plant-based fibers -5.05 -3.10 1.87 -5.66 -0.25 -0.05 0.22 -0.37 0.23 2.88 Sugar -5.06 12.07 6.35 20.95 11.43 -1.24 0.68 -12.73 0.29 6.57 Cattle,sheep,goats,horses -7.35 -2.67 3.73 -1.35 -4.88 0.65 2.48 2.56 3.56 3.90 Meat products nec -10.54 -2.79 5.87 19.47 -6.51 0.66 1.76 2.53 1.57 11.20 Processed rice -11.51 22.77 7.67 13.40 5.21 0.85 1.31 -7.39 2.23 2.95 Wheat -13.32 0.47 1.39 -8.90 -4.29 -0.08 -0.47 -0.74 1.32 4.95 Meat: cattle,sheep,goats,horse -16.25 -3.06 5.43 1.75 -10.07 0.84 1.68 0.53 1.66 6.19 Oil seeds -17.64 9.96 6.14 14.27 -1.12 1.11 0.60 2.25 -0.45 32.98 Raw milk -18.12 -4.46 2.88 -11.43 -10.49 -1.24 -3.32 0.05 -0.87 7.23 Wool, silk-worm cocoons -23.13 -10.10 16.52 -14.49 -12.64 -0.72 -2.63 3.05 -0.32 13.77 Sementara itu, Tabel 6.15 menyajikan hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan di ASEAN5-India terhadap impor sektoral/komoditas. Dari tabel dapat terlihat bahwa Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan untuk impor oil seeds, vegetable oils and fats, paddy rice, processed rice, dan sugar. Selain itu, ada yang menonjol dari penurunan impor yaitu untuk komoditas sugar cane, sugar beet yang turun sampai dengan 10,26%.

Dengan membandingkan Tabel 6.14 dengan Tabel 6.15 dapat diketahui bahwa: (1) liberalisasi perdagangan di level ASEAN5-India memberikan dampak yang sangat baik bagi komoditas sugar cane, sugar beet yang tidak hanya mengalami kenaikan ekspor 3.49% tetapi juga mengalami penurunan impor yang sangat signifikan, yaitu sebesar 10,26%. Kondisi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki keunggulan daya saing dibandingkan dengan negara lain. (2) Beberapa komoditas mengalami kenaikan baik dari sisi ekspor maupun impor, yaitu: vegetable oils and fats, beverages and tobacco products, paddy rice, motor vehicles and parts, dan metal products. (3) Beberapa komoditas mengalami penurunan ekspor sekaligus kenaikan impor, yaitu: oil seeds, processed rice, sugar, dan meat: cattle, sheep, goats, horse.

92

Tabel 6.15 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN5-India terhadap Impor Sektoral

INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA IND

Oil seeds 29.45 2.70 8.59 0.82 1.93 -3.11 -1.52 -0.24 0.97 -25.24 Vegetable oils and fats 18.90 0.55 1.37 2.82 3.12 -0.90 -1.56 0.35 -1.42 70.08 Paddy rice 18.31 74.31 66.00 0.82 23.56 3.98 -6.39 -8.57 1.90 15.20 Processed rice 11.90 19.03 13.19 1.32 8.72 -3.88 -2.56 -4.17 -3.62 17.36 Sugar 11.61 0.98 33.76 3.79 6.03 -1.10 -0.27 -2.49 -2.84 2.32 Beverages and tobacco products 9.39 10.30 0.78 1.24 12.58 -0.11 -0.60 -0.21 -0.15 1.63 Meat: cattle,sheep,goats,horse 7.10 0.63 9.79 2.19 1.67 -0.44 -2.93 0.30 -0.60 -0.34 Metal products 6.78 6.90 2.41 5.33 4.58 -0.29 -0.25 -0.13 -0.09 1.99 Crops nec 6.44 6.82 2.78 0.60 18.01 0.87 -0.92 -0.05 -1.49 22.97 Motor vehicles and parts 5.95 2.35 4.93 4.30 5.45 0.10 -0.08 -0.16 -0.09 4.23 Business services nec 0.52 0.80 0.47 -0.27 0.72 -0.13 -0.31 -0.20 -0.15 -0.01 Electronic equipment 0.32 -1.01 -0.17 -3.06 -0.01 -0.46 -0.11 -0.22 -0.72 0.23 Metals nec 0.14 0.94 1.25 3.49 -0.12 0.22 -0.68 -0.10 -0.36 0.36 Forestry 0.05 1.81 0.37 2.68 6.43 -0.06 -4.07 0.21 -2.20 3.89 Gas -0.19 -0.38 1.76 1.66 0.04 -0.53 17.82 3.12 -0.05 0.17 Dwellings -0.31 -0.45 -0.07 0.98 0.13 -0.10 -0.07 0.03 -0.05 0.40 Wheat -0.67 2.93 0.15 0.65 -0.33 -0.01 0.17 0.33 0.09 -2.14 Oil -1.13 9.51 0.11 3.86 -0.38 0.08 0.69 0.05 -3.30 0.26 Plant-based fibers -2.52 1.40 -1.05 1.50 -1.07 0.00 -0.92 -0.03 0.10 -0.83 Sugar cane, sugar beet -10.26 5.10 -2.80 1.31 3.76 1.02 -0.52 -2.20 -2.27 -2.10 Tabel 6.16 dan Tabel 6.17 menyajikan hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan secara penuh di level keseluruhan ASEAN-India. Hasilnya bagi Indonesia menunjukkan pola yang hampir sama dengan hasil simulasi dampak liberalisasi perdagangan di level ASEAN5 sebagaimana disajikan dalam Tabel 6.14 dan Tabel 6.15 di atas dengan magnitude yang hampir sama pula.

Tabel 6.16 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-India terhadap Ekspor Sektoral

INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA IND

Vegetable oils and fats 29.97 1.09 2.35 3.78 19.70 27.24 -13.10 0.01 -7.01 25.03 Motor vehicles and parts 15.99 6.93 25.10 57.71 6.15 22.10 192.23 2.97 3.37 3.80 Forestry 12.04 2.27 2.91 1.65 3.76 -7.43 -3.63 -1.33 1.53 1.55 Vegetables, fruit, nuts 11.15 4.38 1.51 0.63 -0.93 5.27 24.14 0.01 20.51 4.23 Beverages and tobacco products 8.73 25.32 42.07 37.31 4.15 3.78 -4.40 6.26 12.99 4.39 Transport equipment nec 5.07 7.68 -1.44 -5.67 9.56 27.37 72.49 5.22 -1.68 5.94 Metal products 4.11 9.82 3.63 33.44 1.28 24.68 36.81 4.26 15.40 2.68 Sugar cane, sugar beet 4.06 -11.58 5.17 -12.40 -16.44 10.60 -5.41 0.24 -28.67 4.38 Ferrous metals 3.79 12.43 2.50 2.81 8.60 29.51 26.24 7.47 1.21 3.51 Petroleum, coal products 1.39 0.93 3.20 4.44 7.05 -6.92 -1.73 13.04 -2.66 1.98 Leather products -4.97 9.61 1.62 5.78 0.57 6.05 -1.12 1.39 -5.66 4.82 Sugar -5.90 11.83 6.02 20.75 12.00 4.34 -5.91 21.62 -9.98 6.77 Cattle,sheep,goats,horses -6.67 2.03 3.29 -2.84 -3.40 -8.41 5.79 -1.69 -4.83 4.02 Processed rice -10.29 31.03 6.10 8.21 4.09 -3.54 -7.20 0.01 -23.30 2.99 Meat products nec -10.68 0.12 7.39 22.10 -6.31 -3.30 -13.62 1.99 -24.80 34.62 Wheat -13.00 0.39 2.21 -1.30 -4.16 -0.52 -0.51 6.34 -21.11 5.11 Meat: cattle,sheep,goats,horse -15.73 6.97 4.93 2.24 -10.12 -13.44 -16.11 38.00 -39.43 11.01 Oil seeds -17.09 10.00 5.69 12.78 3.27 43.78 30.50 12.23 -17.68 33.53 Raw milk -17.33 -4.32 2.17 -16.94 -10.46 -0.27 6.69 -0.95 -19.72 7.58 Wool, silk-worm cocoons -22.38 -9.82 15.40 -19.66 -12.16 -3.38 6.53 -2.06 -20.53 14.21

93

Tabel 6.17 Dampak Liberalisasi Penuh ASEAN-India terhadap Impor Sektoral

INA MAL PHI SIN THA CAM LAO VIE SEA IND

Oil seeds 29.39 2.92 8.64 1.48 3.24 12.38 11.95 1.75 9.21 -25.22 Processed rice 22.30 28.98 11.68 1.66 10.67 14.18 10.16 9.98 9.73 31.55 Vegetable oils and fats 19.01 0.82 1.49 3.40 3.22 10.13 7.09 1.86 1.33 70.07 Paddy rice 15.90 96.09 67.14 1.68 28.82 20.40 24.85 3.21 33.56 14.71 Sugar 11.65 1.04 33.74 4.15 6.57 2.93 0.77 24.72 3.77 2.32 Coal 10.54 0.72 0.31 1.80 0.71 1.85 8.82 -1.25 1.13 2.82 Beverages and tobacco products 9.63 10.44 0.83 1.38 13.23 3.44 8.98 9.74 21.01 1.69 Metal products 6.97 7.25 2.42 5.62 5.19 5.96 2.61 1.29 -0.31 2.22 Meat: cattle,sheep,goats,horse 6.87 0.69 9.98 2.49 2.01 7.16 12.51 1.13 19.97 -0.32 Fishing 0.57 1.52 2.52 1.34 4.26 7.35 3.00 2.71 -0.39 2.52 Business services nec 0.55 0.84 0.48 -0.22 0.95 1.39 0.55 0.79 0.96 -0.01 Electronic equipment 0.35 -1.11 -0.21 -3.07 -0.43 9.66 2.75 1.65 5.08 0.27 Metals nec 0.18 0.92 1.28 3.60 -0.20 6.85 1.37 1.19 0.81 0.37 Gas 0.01 0.16 2.08 1.74 0.75 -10.15 -47.29 -66.70 0.64 0.24 Forestry -0.02 1.44 0.39 2.68 7.29 6.69 4.40 -1.44 9.39 5.93 Dwellings -0.30 -0.43 -0.07 1.01 0.21 -0.64 -0.45 0.07 0.49 0.41 Wheat -0.64 3.51 0.15 1.27 -0.05 -2.28 -0.47 -0.34 -2.66 -2.16 Oil -1.78 12.24 0.14 4.52 1.20 -10.46 -1.72 0.30 0.54 0.35 Plant-based fibers -2.58 1.60 -0.91 2.17 -1.05 1.81 2.86 0.29 3.22 -0.79 Sugar cane, sugar beet -10.62 4.89 -2.52 2.21 3.73 -5.78 2.43 -2.12 11.08 -2.19

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN

Dari berbagai uraian tersebut di atas, baik yang berupa analisis deskriptif terhadap data perkembangan ekspor-impor Indonesia, komposisi dan struktur tarif impor negara-negara di ASEAN, dan simulasi dampak liberalisasi perdagangan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. India-ASEAN Free Trade Agreement (AIFTA) mulai berlaku pada 1 Januari 2010 untuk Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia menyusul meratifikasi perjanjian AIFTA ini pada 10 Juni 2010.

2. Komparasi tarif antara negara ASEAN dan India dalam data GTAP8 dapat ditemukan beberapa