BAB IV : AKIBAT HUKUM IMPOR BARANG ELEKTRONIK MURAH
B. Dampak dan Data Perkembangan Impor Elektronik Murah dari
Berbagai pihak seperti orang, pengusaha atau lembaga non-pemerintah yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri.
Aktivitas ini disebut dengan impor, dan orang atau lembaga yang melakukan impor disebut importir. Kegiatan impor dilakukan jika harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih murah. Harga yang lebih murah tersebut antara lain karena :
1) Negara penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyak, 2) Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan biaya yang lebih
murah, dan
3) Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak.172
Paduan dari tenaga kerja murah dengan teknologi canggih terutama hasil transfer teknologi dari negara-negara industri seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, dan dukungan dari pihak perbankan, menghasilkan produk-produk berbiaya rendah dari sisi produksi. Dari sisi pasar, persaingan gila-gilaan di dalam negara Tiongkok telah menciptakan terjadinya predatory pricing173 atau perang harga. Produsen dan para pedagang Tiongkok
172 Mahyus Ekananda, Ekonomi Internasional, (Jakarta : Erlangga, 2015), hal. 11.
173 predatory pricing adalah salah satu bentuk strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menjual produk dengan harga yang sangat rendah, yang tujuan utamanya untuk menyingkirkan pelaku usaha pesaing dari pasar dan juga mencegah pelaku usaha yang berpotensi menjadi pesaing untuk masuk ke dalam pasar yang sama.
seringkali sudah merasa puas dengan mengambil margin keuntungan 2-3 persen (%) karena mereka masih mengharapkan rabat PPN dari pemerintah hingga 17 persen. Untuk barang jadi, bahkan sudah pada tahap oversupply174. Kondisi itu memaksa para produsen dan pedagang Tiongkok untuk bisa
„membuang‟ produk mereka ke pasar ekspor, meskipun dengan harga murah.
Faktor produk-produk Tiongkok laris dipasaran yaitu karena pertimbangan harga yang selalu murah, produk Tiongkok juga tepat guna, benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari peralatan rumah tangga hingga alat-alat pendukung bisnis. Menyasar semua usia, dari mainan bayi sampai alat bantu dengar lansia. Fungsional, produk-produk yang fungsinya sangat spesifik sehingga banyak memudahkan kehidupan. Deflasi harga membuat daya beli masyarakat meningkat. Hasilnya, masyarakat Tiongkok hidupnya lebih makmur, dapat menikmati lebih banyak barang yang bisa memudahkan dan memberikan hiburan untuk hidup yang lebih baik dam nyaman. Dan saat ini, Tiongkok merupakan eksportir „harga murah‟ terbesar di dunia.175
a. Dampak Impor Elektronik Murah dari Tiongkok a) Dampak Positif Impor :
174 Oversupply adalah kelebihan dalam jumlah produksi.
175 Yana Mulyana, Rahasia Bisnis Besar Impor Produk China, (Jakarta : PT Elex Media Komputindo, 2018), hal. 8.
1. Meningkatkan kesejahteraan konsumen, dengan adanya impor barang konsumsi, masyarakat Indonesia biasa menggunakan barang yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri.
2. Meningkatkan industri dalam negeri, dengan adanya impor, kita mendapat kesempatan untuk mengimpor barang modal, baik yang berupa mesin industri maupun bahan baku yang memungkinkan kita untuk megembangkan suatu industri.
3. Alih teknologi, dengan adanya impor memungkinkan terjadinya alih teknologi. Secara bertahap negara kita mencoba mengembangkan teknologi modern untuk mengurangi ketertinggalan kita dengan bangsa yang sudah maju.
b) Dampak Negatif Impor
1. Menciptakan persaingan bagi industri dalam negeri, selain akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan industri dalam negeri melalui impor barang modal, namun bisa terjadi sebalikya, industri kita tidak berkembang karena menghadapi pesaing di luar negeri.
2. Menciptakan pengangguran, dengan mengimpor barang dari luar negeri berarti kita tidak mempunyai kesempatan untuk memproduksi barang tersebut. Sama artinya kita telah kehilangan kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan yang tercipta dari proses memproduksi barang tersebut.
3. Konsumerisme, konsumsi berlebihan terutama untuk barang mewah merupakan salah satu dampak yang dapat diciptakan dari adanya kegiatan impor barang.
4. Inflasi176.
5. Melemahnya nilai tukar mata uang rupiah.
6. Defisit Perdagangan yang berdampak pada Defisit Neraca Pembayaran.177
b. Data Perkembangan Impor Elektronik Murah dari Tiongkok
Impor produk elektronika dan telematika meningkat tajam dalam lima tahun terakhir. Jika dihitung rata-rata mencapai 59,31% per tahun.
Mayoritas produk impor elektronika dan telematika, paling besar berasal dari Tiongkok. Namun yang menjadi perhatian adalah produk elektronika dan telematika yang tidak memenuhi standar sehingga sangat merugikan konsumen dan produsen dalam negeri. Hasil survei Kementrian Perindustrian menyimpulkan pemberlakuan ASEAN-China Free Agreement (ACFTA) telah menciutkan pasar produksi produk-produk dalam negeri.
Produk elektronik asal Tiongkok yang terlaris adalah jenis laptop dan telepon seluler (ponsel). Total nilai impornya Rp 52 triliun di tahun 2011.
Laptop dan ponsel mendominasi produk impor tersebut. Impor laptop
176 inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
177 Firii JB, Loc.Cit.
memberikan kontribusi terbesar yakni sekitar US$ 1 miliar atau Rp 9 triliun atau naik 15,04 %. Akibatnya impor produk Tiongkok langsung membanjiri pasar lokal lantaran belum adanya tameng pelindung non tarif dan juga industri dalam negeri mengalami penurunan penjualan, merosotnya keuntungan hingga pengurangan tenaga kerja. Menurut Ketua Electronic Marketer Club (EMC) Ag Rudyanto, mengakui, keunggulan produk elektronik Tiongkok ini dan berani menjual dengan harga miring,
"Pemerintah di sana (Tiongkok) memberi insentif dan ditunjang infrastruktur yang memadai. Proses pengalihan teknologi pun bisa dilakukan dengan cepat," ungkapnya baru-baru ini. Secara terpisah, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan pemberlakuan regulasi teknis (SNI Wajib dan Peraturan Teknis) untuk 31 jenis produk elektronik dan telematika. Lebih jauh lagi Hidayat memaparkan, untuk melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk impor, pemerintah akan menarik dan memusnahkan produk-produk impor yang tidak memenuhi aturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurut mantan ketua kadin ini, produk impor yang tidak sesuai SNI harus dimusnahkan. Agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar, Kemenperin menggandeng, Badan Standardisasi Nasional, dan Kementerian Perdagangan segera menarik produk impor yang tidak memenuhi aturan pemerintah," kata Hidayat.178
178 Harian Ekonomi Neraca, Impor Elektronika Meningkat Tajam, (http://www.kemenperin.go.id/artikel/4195/Impor-Produk-Elektronika-Meningkat-Tajam), diakses pada 27 Maret 2019, pukul 23:31 WIB.
C. Perlindungan Industri Dalam Negeri dari Dampak Impor Barang Elektronik