• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SOSIAL BUDAYA

C. Pengaruh Budaya Asing

3. Dampak Kebudayaan Asing di Indonesia

Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme terhadap bangsa.

Masuknya budaya asing ke indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem budaya masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya ( culture shock ), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh budaya yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.

Adanya penyerapan unsur budaya asing yang dilakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang ditampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.

Teknologi yang berkembang pada era globasisasi ini mempengaruhi karakter sosial dan budaya dari lingkungan sosial. Globalisasi sebagai salah satu factor penyebab masuknya budaya asing ke Indonesia, akan menimbulkan dampak-dampak terhadap budaya Indonesia. Dampak-dampak tersebut tidak semuanya baik dan cocok bagi budaya Indonesia, tetapi akan menimbulkan berbagai dampak yaitu positif dan negatif.

Dampak positif antara lain adalah ilmu pengetahuan, cara berfikir kritis, rasional dan menghargai waktu dari budaya asing dan akibat dari pertukaran unsur positif anatarnegara dapat melengkapi dan memperkaya bangsa Indonesia. Sedangkan dampak negatif dari pengaruh budaya luar adalah bergesernya norma dan nilai moral masyarakat.

Selain dampak positif dan negatif diatas, dampak positif dan negatif lainnya dari budaya asing adalah sebagai berikut:

1. Dampak Positif

a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap

Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilaidan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Dampak Negatif

a. Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan

Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, remaja lebih menyukai dance dan lagu barat dibandingkan tarian dari Indonesia dan lagu-lagu Indonesia, dan lainnya. Hal ini terjadi karena kita sebagai penerus bangsa tidak bangga terhadap sesutu milik bangsa.

d. Kesenjangan Sosial

Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan social menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin bias merusak kebhinekaan dan ketunggalikaan Bangsa Indonesia.

e. Kesenjangan Sosial Ekonomi

Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Artinya ada jurang pemisah yang lebar antara si kaya dan si miskin, akibat tidak meratanya pembangunan. Apabila jurang pemisah ini tidak segera ditanggulangi maka dapat menimbulkan kecemburuan masyarakat sosial yang dapat menyebabkan keresahan dalam masyarakat. Kesenjangan sosial itu sendiri akan mengakibatkan hal- hal seperti lahirnya kelompok-kelompok sosial tertentu seperti adanya pengamen yang banyak berkeliaran di jalanan yang menyebabkan masyarakat terganggu dan keberadaan pengamen tersebut sering menimbulkan masalah yang dapat meresahkan masyarakat sekitar. Di samping itu juga terdapat kelompok pengangguran yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya dan jika tidak ditanggulangi secara cepat maka akan menimbulkan kasus atau kriminalitas. f. Kerusakan Lingkungan Hidup

Pencemaran yang terjadi di lingkungan masyarakat menimbulkan dampak sebagai berikut:

1. Polusi udara, menyebabkan sesak nafas, mata pedih, dan pandangan mata kabur. 2. Polusi tanah, menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak.

3. Polusi air, menyebabkan air tidak bersih dan tidak sehat. g. Masalah Kriminalitas

Kriminalitas adalah perbuatan yang melanggar hukum atau hal- hal yang bersifat kejahatan, seperti korupsi, pencurian, perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya. Dalam kriminologi kejahatan disebabkan karena adanya kondisi dan proses-proses sosial yang sama yang menghasilkan perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat hubungan antara variasi angka kejahatan dan variasi organisasi-organisasi sosial dimana kejahatan tersebut terjadi. Sebagaimana dikatakan oleh E.H.Sutherland bahwa kriminalitas atau perilaku jahat merupakan proses asosiasi diferensial, karena apa yang

dipelajari dalam proses tersebut sebagai akibat interaksi dalam pola dan perilaku yang jahat. Faktor penyebab terjadinya kriminalitas adalah sebagai berikut:

1. Faktor kemiskinan, bagi orang miskin, salah satu pilihan yang paling memungkinkan untuk memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik yaitu melakukan kejahatan, misalnya menipu, mencuri, merampok.

2. Faktor kesempatan, kejahatan tidak semata-mata akibat adanya niatan burk dari si pelaku, tetapi lebih disebabkan oleh terbukanya kesempatan atau peluang terjadinya kejahatan.

3. Faktor psikologis, orang yang mengalami kekecewaan dan frustasi berkepanjangan, sering berbuat nekat melakukan perbuatan yang melawan hukum. Perbuatan itu ia lakukan sebagai jalan keluar atau konpensasi dari kekecewaannya.

h. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja adalah penyimpangan perilaku yang dilakukan generasi muda ( sekelompok remaja ). Misalnya tawuran, perusakan barang milik masyarakat, penyimpangan seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang. Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

1. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari remaja atau keadaan pribadi remaja itu sendiri. Misalnya, pembawaan sikap negatif dan tidak bisa dikendalikan yang juga mengarah pada perbuatan nakal. Selain itu, kenakalan remaja dapat disebabkan karena adanya pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik pada dirinya dan kurang mampunya si remaja itu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri remaja itu artinya, berasal dari lingkungan hidup remaja tersebut. Misalnya kehidupan keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa. Seseorang yang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung akan mempunyai perilaku yang kurang baik dan menyimpang dari norma dan nilai yang berada pada masyarakat. Misalnya seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan karena ia tidak tahan melihat pertengkaran orang tuanya.

Selain faktor-faktor diatas, faktor lain yang mempengaruhi kenakalan remaja adalah faktor psikologis, fisik, dan faktor lingkungan keluarga.

1. Faktor Psikologis, yaitu masa remaja biasa disebut masa pubertas, yaitu masa peralihan antara masa anak-anak dan masa kedewasaan. Seorang remaja pada

dasarnya belum memiliki kepribadian dan identitas yang mapan. Oleh sebab itu, ia menghadapi masa keritis, masa yang penuh tantangan dan pengaruh lingkungan sekitarnya.

2. Faktor Fisik, yaitu kondisi fisik yang tidak normal seperti cacat tubuh, ukuran tubuh yang kurang ideal, paras muka atau penampilan yang kurang harmonis menyebabkan seseorang remaja kecewa dan frustasi. Ia menjadi seorang yang pendiam, penyendiri dan kurang percaya diri. Oleh karena kondisi fisik yang tidak normal tersebut, maka akan membuat remaja itu berprilaku ekstrem seperti ugal-ugalan, agresif, dan kasar, dalam rangka menutupi kekurangan itu. Apabila kurang pembinaan, remaja yang kondisi yang tidak normal ini akan sangat mengganggu ketertiban social. Dampak lebih jauh lagi yaitu remaja tersebut akan berprilaku menyimpang.

3. Faktor Lingkungan Keluarga, merupaka awal an dasar proses sosialisasi pada anak. Itulah sebabnya baik atau buruknya lingkungan keluarga, akan berdampak kepada baik atau buruknya kepribadan dan prilaku seorang anak.

Selain dampak di atas, dampak masuknya budaya asing ke Indonesia salah satunya juga adalah kondisi disintegratif struktur masyarakat, maksudnya yaitu keadaan struktur masyarakat yang tidak bersatu padu, terpecah belah, atau terjadi perpecahan pada msyarakat. Kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

1. Pengaruh perubahan social yang terlalu cepat 2. Tidak berfungsinya lembaga-lembaga pemerintah 3. Kesenjangan dalam pelaksanaan industrialisasi.