BAB IV HASIL PENELITIAN
4.4 Kategori Persepsi
Berdasarkan hasil kuesioner yang disebar tentang penggunaan plastik berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip dilakukan pengukuran persepsi responden dengan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.6 Kategori Persepsi Responden mengenai Penggunaan Kantong Plastik Berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip Tahun 2016
No Kategori Penerimaan Transmart Pasar Tradisional
Jumlah % Jumlah %
1. Baik 45 (93,7) 42 (87,5)
2. Tidak Baik 3 (6,3) 6 (12,5)
No Kategori Pengetahuan Transmart Pasar Tradisional
Jumlah % Jumlah %
71
1. Baik 35 (72,9) 36 (75,0)
2. Tidak Baik 13 (27,1) 12 (25,0)
No Kategori Penilaian Transmart Pasar Tradisional
Jumlah % Jumlah %
1. Baik 37 (77,0) 36 (75,0)
2. Tidak Baik 11 (23,0) 12 (25,0)
No Kategori Partisipasi Transmart Pasar Tradisional
Jumlah % Jumlah %
1. Mau 39 (81,2) 38 (79,1)
2. Tidak Mau 9 (18,8) 10 (20,9)
Total 48 100 48 100
Berdasarkan tabel 4.6, diketahui bahwa responden memiliki penerimaan baik tentang penggunaan kantong plastik berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip tinggi yaitu sebanyak 45 orang (93,7%) di Ritel Transmart Plaza Medan Fair, dan 42 orang (87,5%) di Pasar Tradisional. Umumnya, responden memiliki pengetahuan baik tentang kantong plastik berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip yaitu sebanyak 35 orang (72,9%) di Ritel Transmart Plaza Medan Fair, dan 36 orang (75,0%) di Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip.
Dilihat dari tabel 4.6, diketahui bahwa responden memiliki penilaian baik tentang kantong plastik berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip, yaitu sebanyak 37 orang (77,0%) di Ritel Transmart Plaza Medan Fair, dan 36 orang (75,0%) di Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip. Umumnya, responden memiliki partisipasi baik tentang kantong plastik berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip, yaitu sebanyak 39 orang (81,2)%) di Ritel
72
Transmart Plaza Medan Fair, dan 38 orang (79,1%) di Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip.
73
BAB V PEMBAHASAN
5.1 Karakteristik Responden 5.1.1 Usia
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa responden yang lebih banyak diwawancarai berada pada kelompok usia 21-30 tahun yaitu sebanyak 23 orang (47,9%) di Transmart Plaza Medan Fair, dan kelompok usia 21-30 tahun sebanyak 21 orang (43,8%) di Pasar Tradisional Medan Sekip. Hal ini berarti bahwa sebagian besar responden yang diteliti berada pada kategori masa dewasa. Menurut Zan dan Namora (2010), masa dewasa dimulai dari 21 tahun dimana secara harfiah, dewasa berarti tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran sempurna.
Masa dewasa merupakan masa dimana seseorang mampu menyelesaikan pertumbuhan dan menerima kedudukan yang sama dalam masyarakat atau orang dewasa lainnya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Singgih dalam Puspita (2010) yang menyatakan semakin tua umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik, bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur tertentu, bertambahnya proses perkembangan mental ini tidak secepat seperti ketika berumur belasan tahun.
74
5.1.2 Jenis Kelamin
Dilihat dari jenis kelamin, diketahui bahwa responden perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki-laki. Diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 36 orang (75%) dan laki-laki sebanyak 12 orang (25,0%) di Transmart Plaza Medan Fair, dan perempuan sebanyak 34 orang (70,8%) dan laki-laki sebanyak 14 orang (29,2%) di Pasar Tradisional Medan Sekip. Hal ini sesuai dengan kegemaran perempuan yang senang atau biasa berbelanja. Responden laki-laki datang berbelanja kebutuhan dengan alasan utama adalah menemani istri atau pasangan dan keluarga.
5.1.3 Tingkat Pendidikan
Berdasarkan penelitian di atas, diketahui bahwa responden berdasarkan pendidikan terakhir didominasi oleh responden tamatan sarjana sebanyak 29 orang (60,4%) di Transmart Plaza Medan Fair, dan responden tamatan sarjana sebanyak 23 orang (47,9%) di Pasar Tradisional Medan Sekip. Peneliti berasumsi semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang dengan semakin tinggi pula tingkat persepsi tentang penerapan penggunaan plastik berbayar, maka tingkat partisipasi seseorang juga akan tinggi pula.
5.1.4 Pekerjaan
Untuk karakteristik responden berdasarkan pekerjaan lebih banyak berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa dan pegawai yaitu sebanyak 16 orang (33,3%) di Transmart Plaza Medan Fair dan berprofesi sebagai wirawasta sebanyak 16 orang (33,3%) di Pasar Tradisional Medan Sekip. Sedangkan yang
75
terendah responden dengan Ibu Rumah Tangga sebanyak 6 orang (12,5%) dan pegawai sebanyak 4 orang (8,3%) di Pasar Tradisional Medan Sekip.
5.1.5 Penghasilan
Berdasarkan penelitian di atas, dapat dilihat bahwa penghasilan responden didominasi pada kelompok tidak ada penghasilan sebanyak 20 orang (41,7%) di Transmart Plaza Medan Fair dan kelompok penghasilan Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000 sebanyak 18 orang (37,5%) di Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip. Peneliti berasumsi bahwasannya penghasilan yang tinggi pada seseorang dapat menjadikan penggunaan plastik berbayar sebagai pilihan, tetapi bukan berarti penghasilan seseorang dapat menentukan mau atau tidaknya seseorang untuk ikut berpartisipasi dalam penerapan penggunaan plastik berbayar.
5.2 Persepsi
Persepsi merupakan suatu bentuk kesesuaian antara reaksi dengan stimulus. Proses terjadinya persepsi diperoleh dari adanya rangsangan melalui panca indera yang didahului oleh perhatian tentang sesuatu yang diamati. Dengan persepsi, seseorang dapat menyadari dan mengerti tentang apa yang ada di sekitarnya. Indikator persepsi terbagi atas tiga, yaitu penerimaan terhadap pengetahuan, dan penilaian. Persepsi baik dapat dilihat jika ketiga indikator, yaitu penerimaan, pengetahuan, dan penilaian adalah baik dan persepsi buruk dapat dilihat jika ketiga indikator, yaitu penerimaan, pengetahuan, dan penilaian adalah buruk.
5.2.1 Penerimaan
Penerimaan adalah rangsang atau objek tersebut diserap atau diterima oleh
76
panca indera, baik penglihatan, pendengaran, peraba, pencium, dan pencecap secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat penerimaan responden terhadap penggunaan plastik berbayar di ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip umumnya penerimaan baik.
5.2.2 Pengetahuan
Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kategori baik mengenai penggunaan plastik berbayar di ritel modern Transmart Plaza Medan Fair. Penelitian yang dilakukan di Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip juga menunjukkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kategori baik mengenai penggunaan plastik berbayar.
Kantong plastik adalah kantong yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, polyethylene, thermoplastic synthetic polimeric, atau bahan-bahan sejenis lainnya, dengan atau tanpa pegangan tangan, yang digunakan sebagai media untuk mengangkat atau mengangkut barang. Sampah plastik merupakan suatu permasalahan global karena plastik sulit terdegradasi oleh mikroorganisme dalam lingkungan juga cuaca, sehingga menyebabkan masalah lingkungan yang sangat serius.
Pengetahuan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik dalam berbelanja tidak terlepas dari informasi yang diterima oleh responden. Baik itu informasi yang didapat dari pendidikan formal, pengalaman sendiri atau orang lain, mau pun dari media informasi itu sendiri.
77
Menurut Rogers (1983), pengetahuan terjadi ketika seorang individu (atau unit lain yang membuat keputusan) dipengaruhi oleh keberadaan inovasi dan keuntungan beberapa pemahaman tentang bagaimana fungsinya. Pendapat ini diperkuat oleh Notoatmodjo (2003), yang menyebutkan bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang sangat tergantung kepada informasi yang diterimanya. Faktor internal dan eksternal individu menjadi faktor dalam mengetahui dan memahami seorang individu melakukan perilaku tertentu.
5.2.3 Penilaian
Menurut Bimo Walgito (2004), penilaian adalah individu membandingkan pengetahuan yang diperoleh dengan kriteria atau norma yang dimiliki individu secara subjektif. Penilaian individu berbeda-beda meskipun objeknya sama. Oleh karena itu, persepsi bersifat individual.
Sejalan dengan indikator penerimaan dan pengetahuan, penilaian responden Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip terhadap penggunaan plastik berbayar adalah baik.
5.3 Partisipasi
Partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu.
Partisipasi sangat ditentukan oleh kepercayaan terhadap rekanan, media, atau lainnya yang terlibat dalam suatu kegiatan. Partisipasi dalam suatu kegiatan akan tumbuh dengan baik apabila penjual mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh konsumen. Partisipasi menentukan apakah orang harus pro atau kontra terhadap sesuatu, menentukan apakah yang disukai, diharapkan, dan diinginkan, mengesampingkan apa yang tidak diinginkan dan apa yang harus
78
dihindari.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat partisipasi responden terhadap penggunaan pengurangan plastik dapat dikatakan tinggi, baik di ritel Transmart Plaza Medan Fair, maupun Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip.
Pada Transmart, setelah diterapkannya peraturan plastik berbayar, hampir semua responden menjawab mengubah perilaku dalam menggunakan kantong plastik dengan mulai membiasakan diri memakai tas belanja sebanyak 42 orang (87,5%), sedangkan di Pasar Tradisional sebanyak 33 orang (68,8%).
79
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
1. Gambaran karakteristik konsumen yang berbelanja di Transmart Plaza Medan Fair adalah responden berada pada golongan usia 21-30 tahun yaitu sebanyak 23 orang (47,9%), jenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (75%), pendidikan terakhir sarjana sebanyak 29 orang (60,4%), pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa dan pegawai yaitu sebanyak 16 orang (33,3%), Kategori tidak ada penghasilan sebanyak 20 orang (41,7%). Gambaran karakteristik konsumen yang berbelanja di Pasar Tradisional Medan Sekip adalah responden berada pada golongan usia 21-30 tahun sebanyak 21 orang (43,8%), jenis kelamin perempuan sebanyak 34 orang (70,8%), pendidikan terakhir sarjana sebanyak 23 orang (47,9%), pekerjaan sebagai wirawasta sebanyak 16 orang (33,3%), kelompok penghasilan Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000 sebanyak 18 orang (37,5%).
2. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan plastik berbayar di Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip, umumnya berada pada kategori baik yaitu sebanyak 40 orang (83,3%) dan sebanyak 37 orang (77,0%).
3. Partisipasi masyarakat tentang penggunaan plastik berbayar di Ritel Transmart Plaza Medan Fair dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip, yaitu sebanyak 39 orang (81,2)%) di Ritel Transmart Plaza Medan Fair, dan 38 orang (79,1%) di Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip.
80
6.2 Saran
1. Kepada pemerintah, diharuskan untuk serius dalam mengeluarkan kebijakan mengenai penggunaan plastik berbayar agar masyarakat menjadi disiplin dan membiasakan untuk membawa tas belanja sebagai pengganti kantong plastik dan mengganti bahan dasar plastik dengan bahan yang mudah terurai.
2. Kepada pihak Ritel Transmart Plaza Medan Fair, diharuskan untuk menjual tas belanja sebagai pengganti plastik dengan harga yang lebih terjangkau sehingga masyarakat berkeinginan untuk membeli tas belanja yang dipakai sehari-hari dan lebih giat untuk mensosialisasikan kepada konsumen mengenai tujuan dari plastik berbayar dan bahaya penggunaan plastik dalam bentuk banner, spanduk, pamflet, dan media lainnya sehingga pengetahuan konsumen semakin meningkat dan mampu mengurangi penggunaan plastik dan menggantinya dengan tas belanja.
81
DAFTAR PUSTAKA
Adiwijaya, Michael. 2009. Peran Pemerintah, Industri Ritel, dan Masyarakat dalam Membatasi Penggunaan Kantong Plastik sebagai Salah Satu Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup. Surabaya : UK Petra.
Anonim. 2015. Tak Mau Marelan Jadi Kota Sampah, Aktivis Lingkungan Minta Tutup TPA Marelan. Diakses dari : http://www.dnaberita.com/berita-5629-tak-mau-marelan-jadi-kota-sampah-aktivis-lingkungan-minta-tutup-tpa-marelan.html.html pada tanggal 8 Juni 2016.
Anonim. 2016. Perbaiki Aturan Kantong Plastik Berbayar. Diakses dari :
http://www.republika.co.id/berita/koran/opini-koran/16/03/05/o3k4la1-perbaiki-aturan-kantong-plastik-berbayar pada tanggal 12 Mei 2016.
Anonim. 2016. Haruskah Membayar Kantong Plastik di Supermarket? Diakses
dari:http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt50c772772b6e0/haruskah-membayar-kantong-plastik-di-supermarket pada 12 Mei 2016.
Badan Pusat Statistik. 2016. Kependudukan Kota Medan. Diakses dari : https://www.bps.go.id/index.php/pencarian?
keywordforsearching=penduduk+kota+medan&yt1 Pada tanggal 12 Mei 2016.
BPOM, RI. 2008. Kemasan Polistirena Foam (Styrofoam). Diakses dari :
http://perpustakaan.pom.go.id/KoleksiLainnya/Buletin%20Info%20POM/0508.pdf Pada tanggal 8 Juni 2016.
BPOM. 2010. Plastik Kresek Daur Ulang Bahaya bagi Kesehatan. Diakses dari:
http://ulpk.pom.go.id/ulpk/index.php?task=view&id=164&option=com_easyfaq&
Itemid=26&lang=in pada tanggal 30 Mei 2016.
Budiyantoro, C. 2010. Thermoplastik dalam Industri. Surakarta : Teknika Media.
CESS. 1998. Dampak Krisis Ekonomi dan Liberalisasi Perdagangan terhadap Strategi dan Arah Pengembangan Pedagang Eceran Kecil-Menengah di Indonesia. Jakarta: TAF dan USAID.
Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : EGC.
Chandra, Yanuar. 2009. Potensi Kulit Jeruk Sebagai Bahan Pengurai Pada Proses Pengolahan Limbah Kantong Plastik. IPB : Bogor.
Djaali, Pudji Muljono. 2007. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Grasindo : Jakarta.
82 Federasi Pengemasan Indonesia. 2010. Kemasan Plastik yang Aman. Diakses dari :
http://www.packindo.org/pdf_files/I-Pack-News_August_2010.pdf Pada 8 Juni 2016.
Greeneration. 2009. Selamatkan Bumi dari Sampah. Diakses dari : http://greeneration.org. pada tanggal 12 Juni 2016.
Indonesia. 2008. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008.
KLHK RI, 2016. Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Nomor: S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Jakarta : KLHK RI.
Isbandi Rukminto Adi. 2007. Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.
Julianti, E. dan M. Nurminah, 2006. Buku Ajar Teknologi Pengemasan.
Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan.
Kadir. 2012. Kajian Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Sumber Bahan Bakar Cair.
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. Vol. 3, No. 2, Hal : 223-224. FT UI : Jakarta.
Kumar S., Panda, A.K., dan Singh, R.K.. 2011. A Review on Tertiary Recycling of High-Density Polyethylene to Fuel, Resources, Conservation and Recycling. Vol. 55, Hal : 893– 910.
Koswara, Sutrisno. 2006. Bahaya dibalik Kemasan Plastik. Diakses dari : www.ebookpangan.com pada tanggal 1 Mei 2016.
Mega, Ayu. 2011. Kantong Plastik Musuh Bersama Italia. Diakses dari :
http://forum.kompas.com/green-global-warming/34020-kantong-plastik-jadi musuh-bersama-di-italia.html diakses pada tanggal 15 Mei 2016.
Mikkelsen, Britha. 1999. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya
Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan bagi Para Praktisi Lapangan. Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia.
Mujiarto, Iman. 2005. Sifat dan Karakteristik Material Plastik dan Bahan Material.
Jurnal Penelitian. Semarang.
83 Mukono, H. J. 2006. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya : Airlangga
University Press.
Notoatmodjo , Soekidjo. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
Nurhidayat, Setyo Purwendro. 2010. Mengolah Sampah Untuk Pupuk dan Pestisida Organik. Jakarta : Penebar Swadaya.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2012. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Peraturan Presiden Republik Indonesia, 2007. Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
PT. Carrefour Indonesia. 2016. Diakses dari www.carrefour.co.id . Pada tanggal 12 Mei 2016.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Sobur, Alex. 2011. Psikologi Umum. Bandung : CV Pustaka Setia.
Sopiah dan Syihabudhin. 2008. Manajemen Bisnis Ritel. Edisi I. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Sudrajat. 2006. Mengelola Sampah Kota. Bogor : Penebar Swadaya.
Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Surono, Untoro Budi. April 2013. Berbagai Metode Konversi Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak. Jurnal Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta. Vol. 3, No. 1. Hal 1136. (Jurnal elektronik) diakses dari : http://jurnalteknik.janabadra.ac.id/wp-content/uploads/2014/03/05-Artikel-Untoro-Revisi.pdf . Pada 15 Juni 2016.
Syafputri, Ella. 2014. Produksi Sampah Plastik Indonesia 5,4 Juta Ton Per Tahun.
Diakses dari: http://www.antaranews.com/berita/417287/produksi-sampah-plastik-indonesia-54-juta-ton-per-tahun. Pada tanggal 15 Mei 2016.
Sya’diah. 2014. Karakteristik dan Pengetahuan Konsumen tentang Prinsip Reduce dan Reuse serta Partisipasi dalam Menggunakan Tas Belanja sebagai Pengganti Kantong Plastik di Carrefour Medan Fair Tahun 2014. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
84 Syarief, S. Santausa dan Isyana. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan, PAU Pangan dan
Gizi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
UNEP (United Nations Environment Programme). 2009. Converting Waste Plastics Into a Resource. Division of Technology, Industry, and Economics International Environmental Technology Centre. Osaka/Shiga.
Wahyuni, Tri. 2016. Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia.
Diakses dari :
http://www.cnnindonesia.com/gaya- hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/ Pada tanggal 10 Mei 2016.
Walgito, Bimo. 2002. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset.
Whyman, Kathryn. 2006. Seri Life Skill Lingkungan Hidup Plastik dan Lingkungan.
Diterjemahkan oleh : Yosephine Ratih Ismayanti. Bandung : PT.Pakar Raya.
84
Lampiran 1
KUESIONER PENELITIAN
Persepsi Masyarakat Mengenai Penggunaan Plastik Berbayar Pada Ritel Transmart Plaza Medan Fair Dan Pasar Tradisional Kelurahan Medan
Sekip Kecamatan Medan Petisah Tahun 2016
Petunjuk Pengisian
1. Jawablah semua pertanyaan dengan jelas pada tempat yang tersedia 2. Semua pertanyaan harus dijawab
3. Bila ada yang kurang dimengerti, silahkan bertanya kepada peneliti
Tanggal Wawancara :
No. Kuesioner :
Identitas Responden
: ………
1. Nama
2. Usia : ………
3. Jenis Kelamin : ………
4. Pendidikan : ………
5. Pendapatan : ………
6. Pekerjaan : ………
Ii
I. Penerimaan Konsumen mengenai Penggunaan Kantong Plastik Berbayar
85
1 Apakah plastik berbayar merugikan masyarakat?
2 Apakah dengan adanya aturan mengenai plastik berbayar, anda lebih memilih menggunakan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik?
3 Apakah anda setuju sampah plastik yang dihasilkan setiap hari harus kebijakan pemerintah mengenai ritel yang tidak memberikan kantong plastik secara gratis ketika berbelanja?
II. Pengetahuan Konsumen tentang Penggunaan Kantong Plastik Berbayar 1 Apa saja jenis kantong plastik yang
86 Medan sudah sangat
banyak?
4 Apakah dampak penggunaan kantong plastik yang anda ketahui?
5 Apakah Anda setuju jika aturan plastik berbayar diterapkan kembali?
6 Apakah anda tahu berapa lama plastik terurai?
7 Apa yang anda ketahui tentang dampak positif membawa tas belanja sendiri dari rumah saat berbelanja ke pusat perbelanjaan?
III. Penilaian Konsumen tentang Penggunaan Kantong Plastik Berbayar 1 Menurut anda, apakah jumlah sampah
plastik yang dihasilkan setiap hari harus dikurangi?
2 Bagaimana menurut anda mengenai harga kantong plastik yang sebelumnya sebesar Rp 200,-?
3 Bagaimana menurut anda, jika harga kantong plastik dinaikkan?
4 Apakah dengan menggunakan plastik mudah terurai dapat menuntaskan masalah sampah plastik?
5 Menurut Anda, manakah yang lebih banyak menghasilkan sampah plastik, ritel modern atau pasar tradisional?
87
6 Apakah solusi Anda untuk mengurangi penggunaan plastik karena aturan mengenai plastik berbayar sudah dihapuskan?
7 Bagaimana menurut Anda terhadap keseriusan Pemerintah Kota Medan mengenai aturan plastik berbayar?
IV. Partisipasi Konsumen tentang Penggunaan Kantong Plastik Berbayar 1 Berapa kali dalam sebulan Anda
berbelanja di Transmart Plaza Medan Fair/Pasar Tradisional?
2 Berapa banyak jumlah kantong plastik yang anda pakai setiap hari?
3 Apakah dengan adanya aturan plastik berbayar dapat mengubah perilaku
5 Apakah anda membawa tas belanja kemana pun anda pergi?
6 Apakah Anda memakai kantong plastik sekali pakai langsung dibuang atau dipakai berulang kali?
7 Menurut Anda, bagaimana tingkat penggunaan Anda terhadap kantong plastik?
89
Lampiran 2
OUTPUT DATA I. Karateristik Responden
a. Karakteristik Responden Transmart Plaza Medan Fair
Usia Responden
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid ≤20 thn 7 14.6 14.6 14.6
21-30 thn 23 47.9 47.9 62.5
31-40 thn 9 18.8 18.8 81.3
>40 thn 9 18.8 18.8 100.0
Total 48 100.0 100.0
Sarjana 29 60.4 60.4 100.0
Total 48 100.0 100.0
1.500.000-3.000.000 11 22.9 22.9 64.6
3.000.000-5.000.000 10 20.8 20.8 85.4
5.000.000-10.000.000 4 8.3 8.3 93.8
>10.000.000 3 6.3 6.3 100.0
Total 48 100.0 100.0
Pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pelajar/Mahasiswa 16 33.3 33.3 33.3
Ibu Rumah Tangga 6 12.5 12.5 45.8
Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Perempuan 36 75.0 75.0 75.0
Laki-laki 12 25.0 25.0 100.0
Total 48 100.0 100.0
90
Pegawai 16 33.3 33.3 79.2
Wiraswasta 10 20.8 20.8 100.0
Total 48 100.0 100.0
b. Karakteristik Responden Pasar Tradisional Kelurahan Medan Sekip
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid ≤20 thn 5 10.4 10.4 10.4
21-30 thn 21 43.8 43.8 54.2
31-40 thn 18 37.5 37.5 91.7
>40 thn 4 8.3 8.3 100.0
Total 48 100.0 100.0
Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Perempuan 34 70.8 70.8 70.8
Laki-laki 14 29.2 29.2 100.0
Total 48 100.0 100.0
tingkat pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SD 2 4.2 4.2 4.2
SMP 7 14.6 14.6 18.8
SMA 16 33.3 33.3 52.1
Sarjana 23 47.9 47.9 100.0
Total 48 100.0 100.0
penghasilan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak ada 17 35.4 35.4 35.4
1.500.000-3.000.000 18 37.5 37.5 72.9
3.000.000-5.000.000 7 14.6 14.6 87.5
5.000.000-10.000.000 4 8.3 8.3 95.8
>10.000.000 2 4.2 4.2 100.0
Total 48 100.0 100.0
pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pelajar/Mahasiswa 4 8.3 8.3 8.3
Ibu Rumah Tangga 15 31.3 31.3 39.6
Pegawai 13 27.1 27.1 66.7
Wiraswasta 16 33.3 33.3 100.0
Total 48 100.0 100.0
91
II. Lembar Observasi
a. Lembar Observasi pada Transmart Plaza Medan Fair
Penerimaan Tentang Apakah Plastik Berbayar Merugikan Masyarakat
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya, karena membebani
masyarakat ekonomi menengah kebawah
14 29.2 29.2 29.2
Ya, karena plastik berbayar sudah termasuk ke dalam biaya produksi ritel modern
5 10.4 10.4 39.6
Tidak, karena untuk melatih masyarakat mengurangi penggunaan plastik berbayar
29 60.4 60.4 100.0
Total 48 100.0 100.0
Penerimaan tentang menggunakan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik Frequency Percent
Penerimaan tentang sampah plastik harus dikurangi jumlahnya
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Setuju, karena dengan
begitu jumlah sampah akan berkurang dan tidak banyak tumpukan sampah plastik
48 100.0 100.0 100.0
Penerimaan tentang harga kantong plastik Rp 200 per lembar
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya, karena
membebani
masyarakat ekonomi mengengah kebawah
8 16.7 16.7 16.7
92
Penerimaan tentang plastik berbayar ditetapkan di pasar tradisional
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Setuju, untuk mengurangi
produksi plastik 28 58.3 58.3 58.3
Tidak setuju, seharusnya bahan plastik diganti dengan bahan yang lebih mudah di daur ulang
Tidak, karena ada bahan
yang basah 2 4.2 4.2 100.0
Total 48 100.0 100.0
Penerimaan tentang plastik berbayar ditetapkan sebagai peraturan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak, karena tidak jelas
aliran dananya kemana akan disalurkan
11 22.9 22.9 22.9
Tidak, karena plastik sudah termasuk ke dalam biaya produksi
7 14.6 14.6 37.5
Ya, agar lebih jelas payung hukumnya dan tahu kemana aliran dananya
30 62.5 62.5 100.0
Total 48 100.0 100.0
Penerimaan tentang plastik berbayar menyelamatkan bumi dan lingkungan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya, karena masyarakat
menjadi enggan untuk membeli plastik dan beralih ke tas belanja
93
Total 48 100.0 100.0
Penerimaan tentang ritel-ritel modern di medan tidak menyediakan kantong plastik
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya, dengan syarat kantong
plastik dapat diganti dengan bahan yang bisa di daur ulang
Penerimaan tentang kebijakan pemerintah yang mengintruksikan ritel modern tidak menyediakan plastik secara gratis ketika berbelanja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya, karena yang
berbelanja di ritel
kemana aliran dananya 20 41.7 41.7 100.0
Total 48 100.0 100.0
Pengetahuan tentang jenis kantong plastik
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Plastik mudah terurai
dan tidak terurai 30 62.5 62.5 62.5
Tidak tahu 18 37.5 37.5 100.0
Total 48 100.0 100.0
Pengetahuan tentang kebijakan plastik berbayar sudah dihapuskan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent