• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Sebagai bahan referensi untuk penelitian berikutnya

2.2 Perubahan Iklim dan Dampaknya

2.2.3 Dampak Perubahan Iklim

Menurut Sutjahjo dan Susanta (2007), efek pemanasan global yang akan terjadi di daerah tropis adalah kelembaban yang tinggi yang akan berdampak antara lain sebagai berikut:

a). Curah hujan akan meningkat. Kondisi saat ini, curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1% dalam seratus tahun terakhir. Hal ini dikarenakan untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan akan mengakibatkan kenaikan curah hujan sebesar 1%.

13 c). Air tanah akan lebih cepat menguap.

d). Beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. e). Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda. f). Terjadinya badai topan akan menjadi lebih besar.

g). Beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. h). Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

Pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim akan berpengaruh kepada sektor pertanian dan perikanan Indonesia antara lain menurunkan produktivitas pertanian dan perikanan khususnya pada wilayah pantai akibat naiknya temperatur bumi; terjadinya iklim ekstrim yang meningkat sehingga sektor pertanian dan perikanan akan kehilangan produksi akibat bencana kering dan banjir yang silih berganti; kerawanan pangan akan meningkat di wilayah yang rawan bencana kering dan banjir; dan tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan hama dan penyakit yang lebih beragam dan lebih hebat. Menurut Handoko et al (2008), konsekuensi perubahan iklim bagi Indonesia adalah:

1. Perubahan Musim dan Curah Hujan

Petani di Jawa dan Sumatera telah mengeluhkan kejadian cuaca yang tidak normal dalam beberapa tahun terakhir. Permulaan musim hujan bergeser 10-20 hari lebih lambat dan musim kering sekitar 10-60 hari lebih cepat. Daerah-daerah Indonesia yang berada di selatan garis khatulistiwa akan mengalami musim kering yang lebih panjang dan musim hujan yang lebih pendek namun lebih intensif. Selain itu cuaca menjadi lebih bervariasi dengan variabilitas curah hujan menjadi lebih tinggi.

14 2. Kondisi cuaca yang semakin ekstrem

Indonesia akan mengalami potensi bencana kekeringan dan banjir yang lebih sering dengan magnitude yang lebih tinggi karena cuaca yang ekstrim. Curah hujan yang tinggi juga berpotensi mengakibatkan bencana longsor pada berbagai daerah di Indonesia.

3. Kenaikan tinggi muka air laut

Peningkatan suhu global mengakibatkan pencairan salju dan gleicer di kutub utara dan selatan yang menyebabkan kenaikan tinggi muka laut antara 9 hingga 100 cm. Hal ini akan mempercepat erosi pantai, intrusi air laut ke dalam air tanah, merusak lahan-lahan basah di pantai dan menenggelamkan pulau-pulau kecil. 2. Suhu Lautan yang menghangat

Air laut yang menghangat dapat menurunkan perkembangan plankton dan membatasi pasokan nutrisi bagi ikan, sehingga ikan akan bermigrasi ke daerah-daerah yang lebih dingin dan memiliki cukup pakan. Air laut yang menghangat juga menyebabkan kerusakan koral (coral).

3. Suhu udara semakin meningkat

Kondisi ini akan mengubah pola vegetasi serta distribusi serangga termasuk nyamuk, sehingga mampu bertahan pada daerah-daerah yang sebelumnya terlalu dingin.

15 Secara skematis, dampak-dampak perubahan iklim dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.

Sumber: IPCC (2001) dalam Boer et al, 2003

Gambar 1 . Proyeksi Dampak Perubahan Iklim Berdasarkan Hasil Studi dan Model

Menurut UNDP (2007), sektor-sektor yang akan terkena dampak perubahan iklim dan upaya adaptasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut dalam Tabel 2. Dampak Perubahan Iklim Dampak Positif: 1. Meningkatkan potensi hasil tanaman pada beberapa daerah lintang tengah akibat naiknya suhu. 2. Meningkatnya suplai kayu global

dari hutan

produksi. 3. Meningkatnya

ketersediaan air untuk manusia pada daerah kurang air ~ misalnya sebagian wilayah Asia Tenggara. 4. Menurunnya

tingkat kematian pada musim dingin di daerah lintang tinggi. 5. Menurunnya konsumsi energi untuk pemanasan karena naiknya suhu pada musim dingin.

Dampak negatif: 1. Menurunnya

produksi potensial pertanian di daerah tropik dan sub tropik akibat naiknya suhu. 2. Menurunnya

ketersediaan air khususnya pada daerah subtropik. 3. Meningkatnya

jumlah manusia yang terekspose terhadap penyakit menular (seperti malaria dan kolera) dan kematian karena panas.

4. Meluasnya wilayah beresiko banjir di daerah permukiman akibat meningkatnya curah hujan dan naiknya muka air laut. 5. Meningkatnya konsumsi energi untuk AC atau terganggunya suplai energi dari pembangkit listrik tenaga air.

16 Tabel 2. Sektor-Sektor yang Akan Terkena Dampak Perubahan Iklim dan

Upaya Adaptasi yang Dapat Dilakukan

Sektor Dampak Adaptasi

Pengairan

1. Kendala suplai irigasi dan

air minum, dan

peningkatan salinitas. 2. Intrusi air asin ke daratan

dan aquifer pantai.

1. Perencanaan, pembagian air, dan komersialisasi.

2. Suplai air alternatif dan mundur.

Ekosistem Darat

1. Peningkatan salinitas di lahan pertanian dan aliran air. 2. Kepunahan keanekaragaman hayati. 3. Peningkatan resiko kebakaran. 4. Invasi gulma.

Perubahan praktek penggunaan lahan, pengelolaan pertamanan, pengelolaan lahan, dan

perlindungan terhadap kebakaran.

Ekosistem Air

1. Salinisasi lahan sawah di wilayah pantai.

2. Perubahan ekosistem sungai dan sawah.

3. Eutropikasi.

1. Intervensi fisik. 2. Perubahan alokasi air. 3. Perubahan alokasi air dan

mengurangi aliran masuk hara.

Ekosistem Pantai

1. Perusakan terumbu karang. 2. Limbah beracun.

Penyemaian terumbu karang.

Pertanian dan

Kehutanan

1. Penurunan produktivitas, resiko banjir dan kekeringan, dan resiko kebakaran hutan.

2. Perubahan pada pasar global.

3. Peningkatan serangan hama dan penyakit.

4. Peningkatan produksi oleh peningkatan CO2 diikuti dengan penurunan produksi oleh perubahan iklim.

1. Perubahan pengelolaan dan kebijakan, perlindungan terhadap kebakaran, dan peramalan musim.

2. Pemasaran, perencanaan, dan perdagangan karbon.

3. Pengendalian terpadu dan penyemprotan.

4. Merubah teknik usaha tani dan industri.

Hortikultura

Dampak campuran dan tergantung spesies dan lokasi.

Relokasi

Perikanan Perubahan tangkapan. Monitoring dan pengelolaan Perumahan

dan Industri

Peningkatan dampak banjir, badai, dan kenaikan muka air laut.

Pewilayahan dan perencanaan bencana.

Kesehatan 1. Ekspansi dan perluasan

Dokumen terkait