BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.5 Dampak Turunnya Harga Jual Getah Karet Terhadap Pengelolaan
5.5.1 Dampak Turunnya Harga Jual Getah Karet Terhadap
Untuk menganalisis dampak turunnya harga jual getah karet terhadap produksi dan penggunaan pupuk, dianalisis menggunakan Uji Chow, Hal yang dilakukan adalah menggabungkan nilai produksi (Y) dan penggunaan pupuk (X) pada sebelum dan sesudah harga jual getah karet (n=60), kemudian dilakukan regresi pada produksi (Y) satuan Ton dan penggunaan pupuk (X) satuan kilogram (Lampiran 24). Sehingga diperoleh hasil regresi sebagai berikut:
Y= 8,727 + 0,004X
R2= 0,390; thit= 0,624; JKG1= 3.442
Hasil regresi menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,390. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 39% variabel bebas pupuk berpengaruh terhadap variabel terikat produksi, sedangkan sisanya sebesar 61% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih kecil dari ttabel(0,624<2,00) menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh
53
Selanjutnya mencari regresi pada saat sebelum harga jual getah karet turun (n=30) dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 1,088+0,006X
R2= 0,934; thit= 19,97; JKG2=206
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,934. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 93,4% variabel bebas pupuk berpengaruh terhadap variabel terikat produksi, sedangkan sisanya sebesar 6,6% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih besar dari ttabel(19,97>2,04) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan pupuk sebelum harga getah karet turun.
Selanjutnya mencari regresi pada saat sesudah harga harga jual getah karet turun (n=30) dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 10,001+0,023X
R2= 0,116; thit= 1,912; JKG3=2.148
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,116. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 11,6% variabel bebas pupuk berpengaruh terhadap variabel terikat produksi, sedangkan sisanya sebesar 88,4% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih kecil dari ttabel(1,912<2,04) menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh
positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan pupuk setelah harga jual getah karet turun.
54 0 5 10 15 20 25 30 35 0 200 400 600 800 1000 500 Y=10,001+0,023X Pupuk Sesudah Harga Turun
Y=8,727+0,004X
Pupuk Sebelum+sesudah Harga Turun
Y=1,088+0,006X
Pupuk sebelum Harga Turun
Pupuk (X)
Produksi (Y)
10,72
4,088 21,5
Dari regresi yang dilakukan, didapat nilai JKG1= 3.442, JKG2= 206, JKG3=2.148,
k= 2, dan n1+n2= 60. Untuk mencari JKG4 dan JKG5 dapat digunakan rumus:
JKG4= JKG2 + JKG3 = 206 + 2.148 = 2.354
JKG5= JKG1 – JKG4 = 3.442 – 2.354 = 1.088
Nilai JKG diatas dimasukkan ke dalam rumus uji Chow, yaitu:
���� = ��
/�
��/(��+��− ��)
Sehingga didapat Fhit= 12,94; Fhit> Fα5%= 3,15 (Lampiran 21,22).
Dari analisis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa menurunnya harga jual getah karet berdampak pada produksi getah karet dan jumlah pemakaian pupuk, sehingga hipotesis 1 dapat diterima. Secara kurva kondisi ini dapat digambarkan sebagai berikut:
55
Gambar 3 menunjukkan bahwa kurva produksi dengan penggunaan pupuk. kurva terdiri dari garis persamaan sebelum dan sesudah harga turun, sebelum harga turun dan sesudah harga turun.
Pada produksi getah karet sebelum dan sesudah harga turun digabung dan penggunaan pupuk sebelum dan sesudah harga turun digabung, dilakukan regresi sehingga didapat Y= 8,727+0,004X. Pada saat penggunaaan pupuk sebesar 500 Kg maka produksi yang dihasilkan adalah 10,72 Ton.
Pada produksi sebelum harga turun dan penggunaan pupuk diregresi, didapat persamaan Y= 1,088+0,006X. Pada saat penggunaan pupuk sebesar 500 Kg maka produksi yang dihasilkan adalah 4,088 Ton. Pada produksi sesudah harga turun dan penggunaan pupuk diregresi, didapat persamaan Y= 10,001+0,023X. Pada saat turun harga, penggunaan pupuk sebesar 500 Kg, maka Produksi yang diperoleh adalah 21,5 Ton.
Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa pada saat pupuk yang digunakan sebesar 500 kg, maka produksi yang didapat pada saat harga turun lebih besar daripada produksi sebelumnya. Hal ini berarti bahwa sebelum harga turun, pupuk sangat mempengaruhi produksi. Tetapi pada saat sesudah harga turun, pupuk tidak mempengaruhi produksi sehingga berapapun dosis pupuk yang digunakan produksi akan terus meningkat. Sehingga diambil kesimpulan bahwa turunnya harga jual getah karet berdampak terhadap dosis penggunaan pupuk, tetapi jumlah penggunaan pupuk tidak berpengaruh terhadap produksi dan penerimaan dan hipotesis 1 diterima.
56
5.5.2 Dampak Turunnya Harga Jual Getah Karet terhadap Pemakaian Herbisida
Untuk menganalisis dampak turunnya harga jual getah karet terhadap produksi dan pemakaian herbisida, dianalisis menggunakan Uji Chow, Hal yang dilakukan adalah menggabungkan nilai produksi (Y) dan pemakaian herbisida (X) pada sebelum dan sesudah harga jual getah karet (n=60), kemudian diregresi pada produksi (Y) satuan Ton dan pemakaian herbisida (X) satuan liter (Lampiran 25). Sehingga diperoleh hasil regresi sebagai berikut:
Y= 8,999+0,314
R2= 0,312; thit= 5,124; JKG1= 3.881
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,312. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 31,2% variabel bebas herbisida berpengaruh terhadap variabel terikat produksi. Sedangkan sisanya sebesar 68,8% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih besar dari ttabel(5,124>2,00) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan herbisida.
Selanjutnya mencari regresi pada saat sebelum harga jual getah karet turun (n=30) dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 0,351+ 0,546X
R2= 0,815; thit= 11,116; JKG2=580
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,815. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 81,5% variabel bebas herbisida berpengaruh terhadap variabel terikat produksi. Sedangkan sisanya sebesar 18,5% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan
57
thitung lebih besar dari ttabel(11,11>2,04) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan herbisida pada saat sebelum harga jual getah karet turun.
Selanjutnya mencari regresi pada saat sesudah harga harga jual getah karet turun (n=30) dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 11,602 +0,498X
R2= 0,023; thit= 0,818; JKG3=2.372
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,023. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 2,3% variabel bebas herbisida berpengaruh terhadap variabel terikat produksi. Sedangkan sisanya sebesar 97,7% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih kecil dari ttabel(0,818<2,04) menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh
positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan herbisida saat sesudah harga getah karet turun.
Dari regresi yang dilakukan, didapat nilai JKG1= 3.881, JKG2= 580, JKG3=2.372,
k= 2, dan n1+n2= 60. Untuk mencari JKG4 dan JKG5 dapat digunakan rumus :
JKG4= JKG2 + JKG3 = 580 + 2.372 = 2952
JKG5= JKG1 – JKG4 = 3.881–2.372 = 929
Nilai JKG diatas dimasukkan ke dalam rumus uji Chow, yaitu :
���� = ��
/�
��/(��+��− ��)
58 0 5 10 15 20 25 30 0 5 10 15 20 25 30 Y=11,602+0,498X Herbisida sesudah Harga Turun
Y=8,999+0,314X
Herbisida sebelum+Sesudah Harga Turun
Y=0,351+0,546X
Herbisida sebelum harga turun Herbisida (X) Produksi (Y) 12,14 5,811 16,58
Dari analisis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa menurunnya harga jual getah karet berdampak terhadap jumlah produksi dan jumlah pemakaian herbisida, sehingga hipotesis 2 dapat diterima. Secara kurva kondisi ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4. Kurva Produksi terhadap Penggunaan Herbisida
Gambar 4 menunjukkan bahwa kurva produksi dengan penggunaan herbisida. kurva terdiri dari garis persamaan sebelum dan sesudah harga turun, sebelum harga turun dan sesudah harga turun.
Pada produksi getah karet sebelum dan sesudah harga turun digabung dan penggunaan herbisida sebelum dan sesudah harga turun digabung, dilakukan regresi sehingga didapat Y= 8,999+0,314X. Pada saat penggunaaan herbisida sebesar 10 L maka produksi yang dihasilkan adalah 12,14 Ton.
Pada produksi sebelum harga turun dan penggunaan herbisida diregresi, didapat persamaan Y= 0,351+0,546X. Pada saat penggunaan herbisida sebesar 10 L maka
59
produksi yang dihasilkan adalah 5,811 Ton. Pada produksi sesudah harga turun dan penggunaan herbisida diregresi, didapat persamaan Y= 11,602+0,498X. Pada saat turun harga, penggunaan herbisida sebesar 10 L, maka Produksi yang diperoleh adalah 16,58 Ton.
Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa pada saat herbisida yang digunakan sebesar 10 L, maka produksi yang didapat pada saat harga turun lebih besar daripada produksi sebelumnya. Hal ini berarti bahwa sebelum harga turun, penggunaan herbisida mempengaruhi produksi. Tetapi pada saat sesudah harga turun, herbisida tidak mempengaruhi produksi sehingga berapapun dosis herbisida yang digunakan produksi akan terus meningkat. Sehingga diambil kesimpulan bahwa turunnya harga jual getah karet berdampak terhadap dosis penggunaan herbisida, tetapi jumlah penggunaan herbisida tidak berpengaruh terhadap produksi dan penerimaan dan hipotesis 2 diterima.
5.5.3 Dampak Turunnya Harga Jual Getah Karet terhadap Penggunaan Tenaga Kerja
Untuk menganalisis dampak turunnya harga jual getah karet terhadap produksi dan penggunaan tenaga kerja, dianalisis menggunakan Uji Chow, Hal yang dilakukan adalah menggabungkan nilai produksi (Y) dan penggunaan tenaga kerja (X) pada sebelum dan sesudah harga jual getah karet seperti pada lampiran (n=60), kemudian dilakukan regresi pada produksi (Y) satuan Ton dan penggunaan Tenaga Kerja (X) satuan HKP (Lampiran 26). Sehingga diperoleh hasil regresi sebagai berikut:
60
Y= 0,631 + 0,027X
R2= 0,705; thit= 11,785; JKG1= 1.661
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,705. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 70,5% variabel bebas penggunaan tenaga kerja berpengaruh terhadap variabel terikat produksi. Sedangkan sisanya sebesar 29,5% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih besar dari ttabel(11,78>2,00) menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan tenaga kerja.
Selanjutnya mencari regresi pada saat sebelum harga jual getah karet turun (n=30) dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Y= -18,436+ 0,476X
R2= 0,821; thit= 11,332; JKG2=562
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,821. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 82,1% variabel bebas penggunaan tenaga kerja berpengaruh terhadap variabel terikat produksi. Sedangkan sisanya sebesar 17,9% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model. Dan thitung lebih besar dari ttabel(11,332>2,04) menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan tenaga kerja.
Selanjutnya mencari regresi pada saat sesudah harga harga jual getah karet turun (n=30) dengan persamaan regresi sebagai berikut:
61
Y= -0,453 +0,025X
R2= 0,703; thit= 8,138; JKG3=721
Hasil regresi diatas menunjukkan bahwa R2 yang diperoleh sebesar 0,703. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 70,3% variabel bebas penggunaan tenaga kerja berpengaruh terhadap variabel terikat produksi. Sedangkan sisanya sebesar 29,7% dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model.Dan thitung lebih besar dari ttabel(8,138>2,04) menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh positif dan signifikan produksi getah karet dengan penggunaan tenaga kerja.
Dari regresi yang dilakukan, didapat nilai JKG1= 1.661, JKG2= 562, JKG3= 721,
k= 2, dan n1+n2= 60. Untuk mencari JKG4 dan JKG5 dapat digunakan rumus:
JKG4= JKG2 + JKG3 = 562 + 721 = 1.283
JKG5= JKG1 – JKG4 = 1.661 –1.283= 378
Nilai JKG diatas dimasukkan ke dalam rumus uji Chow, yaitu:
���� = ��
/�
��/(��+��− ��)
Sehingga didapat Fhit= 8,55 Fhit> Fα5%= 3,15 (Lampiran 25,26).
Dari analisis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa menurunnya harga jual getah karet berdampak pada jumlah penggunaan tenaga kerja, sehingga hipotesis 3 dapat diterima. Secara kurva kondisi ini dapat digambarkan sebagai berikut:
62 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 0 100 200 300 400 500 600 Y=0,631+0,027X TK sebelum+ sesudah Harga Turun Y=0,853+0,032X TK sebelum harga Turun
Y=-0,453+0,025X TK sesudah harga turun Produksi (Y) TK (X) 7,381 8,853 5,797 250
Gambar 5. Kurva Produksi dengan Penggunaan Tenaga Kerja
Gambar 5 menunjukkan bahwa kurva produksi dengan penggunaan tenaga kerja. kurva terdiri dari garis persamaan sebelum dan sesudah harga turun, sebelum harga turun dan sesudah harga turun.
Pada produksi getah karet sebelum dan sesudah harga turun digabung dan penggunaan tenaga kerja sebelum dan sesudah harga turun digabung, dilakukan regresi sehingga didapat Y= 0,631+0,027X. Pada saat penggunaaan tenaga kerja sebesar 250 HKP maka produksi yang dihasilkan adalah 7,381 Ton.
Pada produksi sebelum harga turun dan penggunaan tenaga kerja diregresi, didapat persamaan Y= 0,853+0,032X. Pada saat penggunaan tenaga kerja sebesar 250 HKP maka produksi yang dihasilkan adalah 8,853 Ton. Pada produksi sesudah harga turun dan penggunaan tenaga kerja diregresi, didapat persamaan Y= -0,453+0,025X. Pada saat turun harga, penggunaan tenaga kerja sebesar, maka Produksi yang diperoleh adalah 5,797 Ton.
63
Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa pada saat penggunaan tenaga kerja yang digunakan sebesar 500 HKP, maka produksi yang didapat pada saat harga turun lebih kecil daripada produksi sebelumnya. Hal ini berarti bahwa sebelum harga turun, penggunaan tenaga kerja mempengaruhi produksi. Dan pada saat sesudah harga turun, penggunaan tenaga kerja juga mempengaruhi produksi. Sehingga diambil kesimpulan bahwa turunnya harga jual getah karet berdampak terhadap dosis penggunaan tenaga kerja, dan penggunaan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi dan penerimaan dan hipotesis 3 diterima.
64