STANDAR KOMPETENSI :
3. Menjelaskan konsep partikel materi
KOMPETENSI DASAR :
3.1 Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul
3.2 Menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari 3.3 Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :
Mendefinisikan pengertian partikel materi (atom, ion, dan molekul) Memberikan contoh materi tertentu yang terdiri atas ion-ion
Menjelaskan hubungan atom, ion dan molekul melalui hasil kajian pustaka Mendeskripsikan komponen penyusun salah satu produk kimia
Menjelaskan dengan simbol perbedaan antara molekul unsur dengan yakin dan benar
Menunjukkan beberapa contoh molekul sederhana dalam kehidupan sehari-hari melalui kajian studi pustaka
A. Atom
2. struktur atom Thompson
Atom merupakan suatu bola bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi elektron yang bertaburan
3. struktur atom rutherford
Inti atom berukuran sangat kecil, sebagian besar atom merupakan ruang kosong dan elektron bergerak mengelilingi atom.
4. Struktur atom Niels Bohr
Membantah pernyataan rutherford bahwa jika elektron mengelilingi proton, akan terjadi tarik menarik, tetapi atom tidak.
Pernyataan Niels Bohr ;
- elektron mengelilingi inti atom menurut lintasan-lintasan tertentu. - selama mengitari inti, elektron tidak memancarkan energi
- jika elektron berpindah lintasan dari lintasan luar ke dalam elektron akan memancarkan energi dan sebaliknya jika berpindah dari dalam ke luar akan menyerap energi.
5. Struktur atom mekanika quantum (ditemukan oleh Schrodinger)
Elektron mengelilingi inti atom pada orbital tertentu (suatu daerah disekitar inti dengan ketidak boleh jadian terbesar ditemukan elektron)
Gambar 8.2 Model atom Thompson
Gambar 8.3 Model atom Rutherford
Ion adalah atom/gugus atom yang bermuatan listrik.
Ion ada 2 yaitu anion (ion bermuatan negatif) dan kation (ion bermuatan positif) Tabel 8.1 Rumus kimia ion
Nama Rumus Kimia Nama Rumus Kimia
Kation Ion Hidroksida OH-
Ion Hidronium H+ Ion Sianida CN-
Ion Natrium Na+ Ion hipo klorit ClO-
Ion Kalium K+ Ion klorit ClO
2-
Ion Magnesium Mg2+ Ion klorat ClO
3-
Ion Kalsium Ca2+ Ion perklorat ClO
4-
Ion Barium Ba2+ Ion hipo bromit BrO-
Ion Aluminium Al3+ Ion bromit BrO
2-
Ion Besi (II)/ferro Fe2+ Ion bromat BrO
3-
Ion besi (III)/ferri Fe3+ Ion perbromat BrO
4-
Ion tembaga (I)/kupro Cu+ Ion sulfit SO
32-
Ion tembaga (II)/kupri Cu2+ Ion sulfat SO
42-
Ion raksa (I)/merkuro Hg+ Ion tiosulfat S
2O32-
Ion raksa (II)/merkuri Hg2+ Ion pirosulfat S
2O72-
Ion timah (II)/stano Sn2+ Ion nitrit NO
2-
Ion timah (IV)/stani Sn4+ Ion nitrat NO
3-
Ion timbal (II)/plumbo Pb2+ Ion fosfit PO
33-
Ion timbal (IV)/plumbi Pb4+ Ion fosfat PO
43-
Ion Amonium NH4+ Ion karbonat CO32-
Ion seng Zn2+ Ion bisulfit HSO
3-
Anion Ion bisulfat HSO4-
Ion Florida F- Ion bifosfit HPO
32-
Ion Clorida Cl- Ion bifosfat HPO
42-
Ion Bromida Br - Ion bikarbonat HCO
3-
Ion iodida I - Ion kromat CrO
42-
Ion Oksida O2- Ion dikromat Cr
2O72-
Ion Sulfida S2- Ion manganat MnO
42-
Ion Nitrida N3- Ion permanganat MnO
4-
Ion asetat CH3COO -
B. Ion
Molekul
Gabungan dari 2 atom atau lebih a. Molekul unsur
Gabungan dari 2 atom atau lebih yang sejenis
Ex : Hidrogen(H2) merupakan gabungan dari 2 atom H
Oksigen (O2) merupakan gabungan dari 2 atom O
b. Molekul senyawa
Gabungan dari 2 atom atau lebih yang berbeda jenis.
Ex : Air (H20) merupakan gabungan dari 2 atom H dan 1 atom 0.
Amonia (NH3) merupakan gabungan dari 1 atom H dan 3 atom H. Rumus kimia Unsur
a. Rumus kimia unsur monoatomik (terdiri dari 1 atom)
Tabel 8.2 Rumus Kimia unsur monoatomik N o Nama Lambang Unsur Rumus kimia 1 Besi Fe Fe 2 Kalsium Ca Ca 3 Tembaga Cu Cu
NB : untuk rumus kimia unsur monoatomik lambang unsur = rumus kimia.Terdiri ± 99 unsur
b. Rumus kimia unsur poliatomik (terdiri atas banyak atom) Tabel 8.3 Rumus kimia unsur poliatomik N o Nama Lambang Unsur Rumus kimia 1 2 3 4 5 6 Diatomik Oksigen Nitrogen Hidrogen Fluor Clor Brom O N H F Cl Br O2 N2 H2 F2 Cl2 Br2 C. Molekul
7 Iodium I I2 1 Tetra atomik Fosfor P P4 1 Okta atomik Sulfur(belerang ) S S8
Rumus kimia Molekul (RM)
Tabel 8.4 Rumus kimia molekul N
o
Nama Rumus Kimia Arti
1 Air H2O molekul air terdiri 2 atom H dan 1 atom O
2 Amonia NH3 Molekul amonia terdiri 1 atom N dan 3 atom H
3 Karbondioksid a
CO2 Molekul karbondioksida terdiri dari 1 atom C dan 2
atom O
4 Glukosa C6H12O6 Molekul glukosa terdiri dari 6atom C, 12 atom H dan
6 atom O
5 Asam Asetat CH3COOH Molekul asam asetat terdiri dari 2 atom C, 4 atom H
dan 2 atom O
6 Asetilen C2H2 Molekul asetilen terdiri dari 2 atom C dan 2 atom H
7 Urea CO(NH2)2 Molekul urea terdiri dari 1 atom C, 1 atom O, 2 atom
N dan 4 atom H
1. Atom adalah bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi. 2. Ion adalah atom atau gugus atom yang bermuatan listrik
3. Ion yang bermuatan positif disebut kation 4. Ion yang bermuatan negative disebut anion.
5. Molekul merupakan gabungan dari dua atom atau lebih.
6. Molekul unsure merupakan gabungan dari atom yang sejenis, sedangkan senyawa adalah gabungan dari atom yang berbeda jenis.
7. Rumus kimia NaCl diartikan sebagai 1 molekul garam dapur terdiri dari 1 atom natrium dan 1 atom klor.
1. Gabungan dari beberapa atom disebut … D. Rangkuman
2. HCl terdiri atas ion H+ dan ion ….
3. Molekul air (H2O), terdiri atas, 2 atom … dan 1 atom O
4. NaCl dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan sebutan …. 5. Atom yang bermuatan listrik disebut ….
6. Rumus kimia asam cuka adalah ….
7. C6H12O6 terdiri dari 6 atom …, 12 atom H dan 6 atom O
8. Bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi disebut …. 9. H2SO4 terdiri atas 2 ion … dan ion SO42-
10. A B manakah yang disebut molekul senyawa …
Keterangan: tiap jawaban benar skor 2. Nilai = jumlah skor x 5
1. Molekul 2. Cl- 3. H 4. Garam dapur 5. Ion 6. CH3COOH 7. C 8. Atom 9. H+ 10. Gambar B F. Kunci Jawaban
BAB
IX
BAHAN KIMIA
DALAM KEHIDUPAN
Yang termasuk dalam bahan pembersih adalah sabun dan detergen.
Sabun adalah bahan kimia yang terbuat dari bahan alam, seperti minyak dan lemak yang direaksikan dengan bahan kimia lain yang disebut basa.
Adapun detergen adalah senyawa kimia bernama alkyl benzene sulfonat (ABS) yang direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH). Bahan ABS diperoleh dari pengolahan minyak bumi. Perbedaan detergen dengan sabun antara lain daya cuci detergen lebih kuat dibandingkan sabun dan detergen dapat bekerja pada air sadah. Akan tetapi sabun lebih mudah diurai oleh mikroorganisme.
Proses pembersihan
Molekul sabun/detergen terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang bersifat hidrofilik dan yang bersifat
hidrofobik. Bagian hidrofilik adalah bagian yang menyukai air atau bersifat polar. Adapun bagian hidrofobik adalah bagian yang tidak suka air atau bersifat nonpolar.
Jika dalam pakaian yang dicuci dengan detergen terdapat kotoran lemak maka bagian ion yang bersifat hidrofobik masuk ke dalam butiran lemak atau minyak dan bagian ion tersebut yang bersifat hidrofilik akan mengarah ke pelarut air. Keadaan ini menyebabkan butiran-butiran
STANDAR KOMPETENSI :
4. Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
KOMPETENSI DASAR :
4.3 Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :
Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga
Mengidentifikasi efek samping bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk
minyak akan saling tolak-menolak karena menjadi bermuatan sejenis. Akibatnya, kotoran lemak atau minyak yang telah lepas dari
pakaian tidak dapat saling bersatu lagi dan tetap berada dalam larutan.
Beberapa efek samping penggunaan detergen terhadap lingkungan adalah sebagai berikut.
a. Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.
b. Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akibat kadar fosfat yang meningkat di dalam air karena kehadiran detergen. Jika permukaan air sampai tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati karena kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.
c. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk mandi, air tersebut dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif.
d. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk memasak atau diminum, air tersebut dapat mengakibatkan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya.
Usaha pencegahan dampak negatif penggunaan pembersih antara lain adalah sebagai berikut. 1) Membuat sistem penampungan dan penanganan air limbah.
2) Mendaur ulang kembali air limbah rumah tangga.
3) Mengurangi intensitas pemakaian pembersih yang mengandung bahan-bahan yang sukar diuraikan mikroorganisme, seperti sabun dan detergen.
4) Selektif dalam memilih detergen serta memerhatikan kandungan bahan aktif yang ada di dalam detergen.
5) Mengikuti petunjuk penggunaan bahan pembersih dengan benar.
6) Mengganti bahan-bahan dasar detergen dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai
selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.
Pemakaian pemutih yang berlebih dan terlalu sering menyebabkan seratserat kain menjadi keras dan rapuh. Supaya pakaian tidak cepat rusak maka sebaiknya pemakaian pemutih hanya bila diperlukan saja.
Pemakaian pemutih yang berlebihan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat aktif dalam pemutih dimungkinkan dapat membunuh bakteri dalam tanah.
Khusus untuk pemutih wajah beberapa produk pemutih wajah dan tubuh terbukti mengandung logam berat merkuri (raksa). Pemutih yang mengandung merkuri jika digunakan secara terus- menerus dapat
bersifat sebagai racun di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogen). Beberapa upaya untuk mencegah efek samping dari penggunaan
pemutih antara lain:
1) Menghindari kontak langsung dengan pemutih pakaian dalam jangka waktu yang lama. 2) Membuat saluran pembuangan limbah pemutih yang baik.
3) Mengurangi jumlah pemakaiannya.
4) Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri. Memilih pemutih wajah yang lebih alami (tidak menggunakan merkuri).
5) Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.
Produk pewangi ada yang alami dan ada yang buatan. Pewangi-pewangi yang diperoleh melalui proses esterifikasi disebut dengan pewangi sintetis. Di pasaran banyak sekali dijual pewangi sintetis, mulai dari pewangi dengan aroma buahbuahan sampai harum bunga. Misalnya, parfum, pengharum ruangan, dan
pengharum mobil. Pewangi yang didapatkan dari proses ekstraksi dan penyulingan bahan alam disebut sebagai pewangi alami. Contoh pewangi alami adalah minyak atsiri
Pemakaian pewangi secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, misalnya pusing dan mual-mual. Selain itu, bahan pelarut pada beberapa jenis pewangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. pada umumnya pewangi yang dikemas dengan bentuk semprot menggunakan bahan pendorong (propelan) dari golongan kloro fluoro karbon (CFC). Bahan kimia inilah yang dapat mengakibatkan kebocoran lapisan ozon.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari efek samping dari produk pewangi antara lain:
1) menggunakan bahan pewangi seperlunya, dan
2) tidak menggunakan pewangi yang mengandung CFC.
Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Beberapa jenis insektisida juga dipakai untuk memberantas sejumlah serangga pengganggu yang ada di rumah, perkantoran, atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut.
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau
cendawan. Bercak yang ada pada daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun disebabkan oleh serangan jamur. Beberapa contoh fungisida adalah tembaga oksiklorida,
tembaga(I) oksida, karbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. Pada umumnya, tanaman yang sudah
terserang bakteri sukar untuk disembuhkan. Oleh karena itu, bakterisida biasanya diberikan kepada tanaman yang masih sehat. Salah satu contoh dari bakterisida adalah tetramycin, sebagai pembunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus. Rodentisida dipakai dengan cara mencampurkannya dengan makanan kesukaan tikus. Dalam meletakkan umpan tersebut harus hati-hati, jangan sampai termakan oleh binatang lain. Contoh dari pestisida jenis ini adalah warangan.
e. Nematisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing (nematoda). Hama jenis cacing biasanya menyerang akar dan umbi tanaman. Oleh karena pestisida jenis ini dapat merusak tanaman maka pestisida ini harus sudah ditaburkan pada tanah tiga minggu sebelum musim tanam. Contoh dari pestisida jenis ini adalah DD, vapam, dan dazomet.
f. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok. Contoh dari herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.
Beberapa dampak negatif yang dapat timbul akibat penggunaan pestisida, di antaranya:
a. Terjadinya pengumpulan pestisida (akumulasi) dalam tubuh manusia karena beberapa jenis pestisida sukar terurai. Pestisida yang terserap tanaman akan terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah.
Jika tanaman ini dimakan hewan atau manusia maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga dapat memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan hewan maupun manusia. b. Munculnya hama spesies baru yang lebih tahan terhadap takaran pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosis pemakaian pestisida yang lebih tinggi atau pestisida lain yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai pelaku Upaya-upaya untuk mencegah efek samping dari penggunaan insektisida antara lain adalah sebagai berikut.
1) Menggunakan bahan pembasmi serangga (insektisida) yang lebih ramah lingkungan, seperti insektisida biologis, pengembangan hama jantan mandul, dan memanfaatkan ekstrak bunga atau daun tertentu sebagai pengusir nyamuk.
2) Mengurangi pemakaian insektisida secara berlebihan. 3) Selalu menjaga kebersihan lingkungan.
1. Bahan kimia dalam rumah tangga dapat digolongkan menjadi pembersih, pemutih, pewangi dan pestisida
2. Bahan utama yang terkandung dalam pembersih adalah ABS (alkil Benzene Sulfonat) 3. Bahan aktif dalam pemutih adalah Natrium hipoklorit yang memiliki efek disinfektan
(membunuh kuman/bakteri)
4. Bahan utama dalam pewangi adalah propelan dan fragrance. Propelan yang biasa dipakai adalah CFC yang memiliki efek merusak lapisan ozon
5. Bahan utama pembasmi serangga adalah insektisida. Penggunaan insektisida yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi (kekebalan) serangga penggangu.
E. Rangkuman
Lengkapilah table berikut ini!
No Bahan kimia RT Bahan aktif Efek samping
1 Pembersih Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4) 2 Pemutih Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4) 3 Pewangi Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4) 4 Pembasmi serangga Contoh : (skor 2) (skor 1) (skor 4)
Nilai = (jumlah skor + 2)/3
No Bahan kimia RT Bahan aktif Efek samping
1 Pembersih
Contoh : sabun, detergen, pembersih lantai
ABS a. Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.
b. Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akibat kadar fosfat yang meningkat di dalam air karena kehadiran detergen. Jika permukaan air sampai tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka
kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati karena kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.
c. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk mandi, air tersebut dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif. G. Kunci Jawaban
d. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk memasak atau diminum, air tersebut dapat mengakibatkan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya. 2 Pemutih Contoh : pemutih pakaian, pemutih wajah Pemutih pakaian : natrium hipoklorit Pemutih wajah :hydroquino n
Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian.
Pemakaian pemutih yang berlebih dan terlalu sering menyebabkan seratserat kain menjadi keras dan rapuh. Supaya pakaian tidak cepat rusak maka sebaiknya pemakaian pemutih hanya bila
diperlukan saja.
Pemakaian pemutih yang berlebihan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat aktif dalam pemutih dimungkinkan dapat membunuh bakteri dalam tanah.
Khusus untuk pemutih wajah beberapa produk pemutih wajah dan tubuh terbukti mengandung logam berat merkuri (raksa). Pemutih yang mengandung merkuri jika digunakan secara terus- menerus dapat
bersifat sebagai racun di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogen).
3 Pewangi Contoh : pewangi ruangan,mobil Propelan (CFC) dan fragrance
Pemakaian pewangi secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, misalnya pusing dan mual-mual. Selain itu, bahan pelarut pada beberapa jenis pewangi dapat
menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif.pada umumnya pewangi yang dikemas dengan bentuk semprot menggunakan bahan pendorong (propelan) dari golongan kloro fluoro karbon (CFC). Bahan kimia inilah yang dapat mengakibatkan kebocoran lapisan ozon.
4 Pestisida
Contoh : obat
insektisida a. Terjadinya pengumpulan pestisida (akumulasi) dalam tubuh manusia karena beberapa jenis
nyamuk bakar dan lotion anti nyamuk
pestisida sukar terurai. Pestisida yang terserap tanaman akan terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah.
Jika tanaman ini dimakan hewan atau manusia maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga dapat memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan hewan maupun manusia.
b. Munculnya hama spesies baru yang lebih tahan terhadap takaran pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosis pemakaian pestisida yang lebih tinggi atau pestisida lain yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai pelaku