a. Kompetensi lulusan Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur sesuai
dengan kurikulum 2006:
1. Memiliki kemampuan akademik program keahlian yang sesuai dengan kurikulum SMK:
- Memiliki kemampuan mengajar sesuai bidang ilmu arsitektur
- Memiliki kemampuan konseptual dan aplikatif dalam bidang pendidikan
- Menyusun rencana pembelajaran - Melaksanakan pembelajaran
- Menilai prestasi belajar peserta didik
- Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik
- Memahami landasan kependidikan - Memahami kebijakan pendidikan - Memahami tingkat perkembangan siswa
- Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya
- Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan
- Memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan
- Menguasai keilmuan dan keterampilan sesuai materi pembelajaran - Mengembangkan profesi
2. Memiliki kemampuan profesi keahlian program studi arsitektur sesuai dengan tuntutan kompetensi yang disyaratkan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tinggi Arsitektur:
- Kemampuan menghasilakan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan persyaratan teknis dan yang bertujuan melestarikan lingkungan
- Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia
- Pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur
- Pengetahuan yang memadai tentang perancanaan dan perancangan kota serta keterampilan yang dibutuhkan dalam proses perancanaan itu - Memahami hubungan antara manusia dan bangunan gedung serta
antara bangunan gedung dan lingkungannya, juga memahami pentingnya mengaitkan ruang-ruang yang terbentuk di antara manusia, bangunan gedung dan lingkungannya tersebut untuk kebutuhan manusia dan skala manusia
- Menguasai pengetahuan yang memadai tentang cara menghasilkan perancangan yang sesuai daya dukung lingkungan
- Memahami aspek keprofesian dalam bidang Arsitektur dan menyadari peran arsitek di masyarakat, khususnya dalam penyusunan kerangka acuan kerja yang memperhitungkan faktor-faktor sosial
- Memahami metode penelusuran dan penyiapan program rancangan bagi sebuah proyek perancangan
- Memahami permasalahan struktur, konstruksi dan rekayasa yang berkaitan dengan perancangan bangunan gedung
- Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai permasalahan fisik dan fisika, teknologi dan fungsi bangunan gedung sehingga dapat melengkapinya dengan kondisi internal yang memberi kenyamanan serta perlindungan terhadap iklim setempat
- Menguasai keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pihak pengguna bangunan gedung dalam rentang-kendala biaya pembangunan dan peraturan bangunan
- Menguasai pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi, peraturan dan tata-cara yang berkaitan dengan proses penerjemahan konsep perancangan menjadi bangunan gedung serta proses mempadukan penataan denah-denahnya menjadi sebuah perencanaan yang menyeluruh
- Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen proyek dan pengendalian biaya pembangunan
b. Kompetensi fasilitator lingkungan dan infrastruktur PNPM Mandiri
Perkotaan:
1. Melaksanakan kegiatan sosialisasi yang berkelanjutan, regular , teratur, dan intensif pada P2KP regular dan PNPM-P2KP, termasuk PAKET, replikasi, channeling untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan pemahaman tentang konsep P2KP.
2. Diseminasi media sosialisasi (poster, spanduk, leaflet, brosur, manual, papan informasi, papan proyek, VCD, dll) yang dibuktikan dengan tanda terima yang resmi ditandatangani oleh kepala kelurahan (Lurah) atau rukun warga/rukun tetangga (RW/RT) dan menggunakan media tersebut pada rapat informal dan formal.
3. Melaksanakan pelatihan regular/penyegaran dan coaching secara menerus bagi masyarakat (BKM, UP, relawan, dll) mengenai konsep dan pelaksanaan P2KP secara tepat waktu sesuai dengan SOP dan modul standar.
4. Mengelola dana fixet cost pelatihan bersama dengan masyarakat dan memastikan laporan kegiatan dan penggunaan dana yang transparan dan akuntabel.
5. Mengajukan laporan kegiatan pelatihan dan coaching secara tepat waktu kepada korkot.
6. Memfasilitasi masyarakat untuk melaksanakan proses perencanaan partisipatif P2KP reguler dan PNPM-P2KP sesuai dengan siklus
kegiatan program pada lokasi baru dan lokasi yang lama, yang mencangkup kegiatan berikut:
a. Memfasilitasi masyarakat untuk melaksanakan baseline survey Indeks Pembangunan Masyarakat dan Millenium Development
Goals (IPM-MDG)
b. Memfasilitasi BKM untuk mengkaji Rencana Pembangunan Masyarakat/penanggulangan kemiskinan (PJM PRONANGKIS atau PJM Pronangkis)
c. Memfasilitasi masyarakat untuk mengkaji lembaga unit kerja (UP), dewan kelurahan (Pre-LKM, LKM) dll
d. Memfasilitasi BKM untuk mengkaji masalah keuangan (akuntabilitas dan pembukuan oleh unit pengelola keuangan (PK), secretariat, dll
e. Memfasilitasi masyarakat dalam re-orientasi pemetaan swadaya berbasis IPM-MDGs melalui peningkatan kemampuan Tim Pemetaan Swadaya Tim PS) yang terdiri dari:
- Klarifikasi rumah tangga miskin
- Perumusan profil dan status tingkat IPM-MDG pada kelurahan
- Orientasi program kebutuhan
f. Memfasilitasi masyarakat dalam re-orientasi dari PJM PRONANGKIS dengan fokus pada IPM-MDG melalui peningkatan kapasitas Tim Perencanaan Partisipatif (Tim PP), terdiri dari:
- Analisis kebutuhan program - Prioritas dalam program
- Perumusan dokumen PJM PRONANGKIS
- Uji coba publik dan finalisasi PJM PRONANGKIS berdasarkan IPM-MDGs
g. Mengkoordinir pengintegrasian PJM PRONANGKIS dan perencanaan kelurahan agar berdampak kepada pencapaian IPM-MDG melalui:
- Sosialisasi kepada seluruh stakeholder di kelurahan
- Kesepakatan mengenai integrasi PJM PRONANGKIS berdasarkan IPM-MDGs sebagai sebuah program dari kelurahan
- Menyusun matriks klasifikasi kontribusi dari masyarakat, pemerintah dan program-program channeling
- Pemasaran sosial PJM PRONANGKIS berdasarkan IPM-MDGs
h. Memfasilitasi BKM dalam penyusunan dokumen penarikan dana bantuan (BLM) dengan referensi kepada ketentuan dalam peraturan Ditjen Departemen Keuangan
i. Memfasilitasi unit kerja BKM dan KSM serta panitia dalam melaksanakan kegiatan PJM PRONANGKIS berbasis IPM-MDGs j. Memfasilitasi pembukaan rekening BKM
k. Memfasilitasi, memantau, dan mengawasi mekanisme pencairan BLM oleh BKM untuk menjamin bahwa dokumen BLM disusun
dengan tepat, sasaran BLM adalah penduduk miskin, serta penggunaan BLM transparan dan dapat dipertanggungjawabkan l. Memverifikasi apakah dokumen untuk penarikan BLM lengkap m. Memfasilitasi penyerahan dokumen penarikan kepada
KMW/Korkot
n. Memantau dana BLM yang ditarik ke rekening BKM
o. Memantau penyaluran dana BLM kepada KSM dan panitia, dan menjamin transparansi dan pelaksanaan yang tepat sesuai SOP p. Memantau penggunaan dana BLM oleh KSM dan komite, dan
menjamin akuntabilitas laporan keuangan
q. Membantu Relawan dalam memberikan informasi dan fasilitasi masyarakat berkenaan dengan bagaimana dan dimana keluhan mengenai PNPM-P2KP dapat diteruskan
7. Memfasilitasi dan melatih BKM dalam penanganan keluhan, dan menjamin itu dilaksanakan dengan baik pada tingkat kelurahan melalui orang yang ditunjuk dalam BKM untuk penanganan keluhan
8. Memfasilitasi masyarakat dalam mencatat dan memberikan informasi mengenai keluhan, dan menjamin bahwa semua keluhan dicatat dan ditindaklanjuti.
9. Memfasilitasi masyarakat untuk melakukan pemantauan dan evaluasi partisipatif untuk menjamin bahwa PNPM-P2KP dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
10.Mengumpulkan data sistem informasi manejemen (SIM) secara tepat waktu dengan melengkapi dan menandatangani format isian SIM, yang didukung oleh dokumen pendukung yang diperlukan
11.Menjamin data yang lengkap, valid, up to date, dan akurat serta diajukan tepat waktu kepada korkot (sekali dalam sebulan)
12.Melengkapi data QS secara tepat waktu (sekali dalam sebulan)
13.Mengajukan laporan kemajuan bulanan secara tepat waktu , akurat, up to date dan valid.
14.Mengelola biaya tetap anggaran operasional untuk tim fasilitator secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
15.Menjamin semua kegiatan di kelurahan dilaksanakan secara tepat sesuai dengan pedoman dan SOP dan memenuhi kualitas dan indikator kerja 16.Menjamin BKM melaksanakan rapat tahunan dan audit keuangan
independen secara tepat waktu
C. ANGGAPAN DASAR
Menurut Suharsimi Arikunto (2008:24), anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak peneliti dalam melakukan penelitian.
Untuk memperkuat penelitian maka penulis mengemukakan anggapan dasar dari penelitian ini adalah:
“Lulusan Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI berkompeten bekerja dalam Bidang Konstruksi dan Lingkunagan pada PNPM