• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dana Alokasi Khusus Pengaruh Positif Terhadap

Dalam dokumen : YUANITA LAROSA HUSNI (Halaman 68-0)

BAB IV METODE PENELITIAN

5.5. Pembahasan

5.5.2. Dana Alokasi Khusus Pengaruh Positif Terhadap

Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dana alokasi khusus secara parsial memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kenerja keuangan pemerintah Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara tahub 2013-2018.

Dana alokasi khusu digunakan untuk menutup kesenjangan pelayanan publik antar daerah dengan memberi prioritas pada bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kelautan dan perikanan, pertanian, prasarana pemerintahan daerah, dan lingkungan hidup. Apabila dikelola dengan baik, dana alokasi khusus yang secara khusus digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana fisik ini dapat membantu menanggulangi kemiskinan dan secara umum dapat digunakan untuk membangun perekonomian nasional. Menurut Undang-undang

Nomor 33/2004, Dana Alokasi Khusus adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Perolehan dan pemanfaatan DAK oleh daerah harus mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. DAK dialokasikan dalam APBN untuk daerah-daerah tertentu dalam rangka mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan termasuk dalam program prioritas nasional. DAK diberikan dengan tujuan untuk membiayai kegiatan-kegiatan khusus pada daerah tertentu yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional, khususnya untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat yang belum mencapai standar tertentu atau untuk mendorong percepatan pembangunan daerah, maka semakin tinggi DAK maka akan semakin tinggi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. Bertambahnya kucuran DAK ke daerah setiap tahun semestinya disertai rancangan lebih terarah dan pemanfaatannya benar-benar untuk kepentingan rakyat dan bukan rancangan yang memberi peluang terjadinya kebocoran anggaran. Jika kebocoran itu terjadi menunjukkan tingkat Kinerja Keuangan Pemerintah daerah rendah.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Radjak (2018) menemukan bahwa dana alokasi khusus terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah. Hasil tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Rukmana (2013) yang menyatakan bahwa dana alokasi khusus berpengaruh positif signifikan terhadap

kinerja keuangan.

5.5.3. Belanja Modal Pengaruh Negatif Terhadap Kinerja Keuangan Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa belanja modal secara parsial memiliki pengaruh yang negative dan signifikan terhadap kenerja keuangan pemerintah Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara tahub 2013-2018.

Belanja modal merupakan belanja pemerintah daerah yang manfaatnya melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan daerah dan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan pada kelompok belanja administrasi umum (Halim, 2004:73). Menurut KSAP (Komite Standar Akuntansi Pemerintahan) dalam PSAP (Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan) Nomor 02, belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi antara lain belanja modal untuk perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan, aset tak berwujud. Aset tetap yang dimiliki pemerintah daerah sebagai akibat adanya belanja modal merupakan syarat utama dalam memberikan pelayanan publik. Untuk menambah aset tetap, pemerintah daerah mengalokasikan dana dalam bentuk anggaran belanja modal dalam APBD. Setiap tahun diadakan pengadaan aset tetap oleh pemerintah daerah sesuai dengan prioritas anggaran dan pelayanan publik yang memberikan dampak jangka panjang secara finansial (Ardhani, 2011).

Belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan, hasil ini memberikan arti bahwa kegiatan belanja modal yang

dilakukan pemerintah daerah Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara tahun 2013-2018 belum sepenuhnya mampu memberikan kontribusi pada pertumbuhan pendapatan daerah Kabupaten/ Kota Provinsi Sumater Utara tahun 2013-2018, sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Antari & Sedana, 2018), dan (Mulyani & Wibowo, 2017) menemukan bahwa belanja modal memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Dana alokasi umum memiliki pengaruh yang positf dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah provinsi Sumatera Utara tahun 2013-2018.

2. Dana alokasi khusus memiliki pengaruh yang positf dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah provinsi Sumatera Utara tahun 2013-2018.

3. Belanja modal memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah provinsi Sumatera Utara tahun 2013-2018.

5.2 Batasan Penelitian

Agar tujuan penelitian dapat tercapai, maka penulis membuat batasan dalam penelitian ini, batasan penelitiannya antara lain adalah :

1. Objek penelitian ini adalah laporan realisasi anggaran tahunan Provinsi Sumatera Utara yang dapat dilihat di Badan Pusat Statistik, dan data yang diteliti adalah pada tahun 2013 sampai dengan 2018.

2. Faktor – faktor yang diteliti diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja keuangan yaitu dana alokasi umum, dana alokasi khusus serta belanja modal.

5.3 Saran

Berdasarkan keterbatasan pada penelitian yang dikemukakan makan peneliti mengharapkan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai masukan. Beberapa saran peneliti adalah sebagai berikut:

1. Bagi ilmu pengetahuan khususnya dibidang akuntansi pemerintahan, hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah referensi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Provinsi Sumatera Utara.

2. Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan referensi yang bermanfaat untuk melakukan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pengaruh dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan belanja modal pada Provinsi Sumatera Utara.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Asmawanti, Dri, Febriansya. (2015). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Se-Sumatera Bagian Selatan. Jurnal Akuntansi. 3 (1): 2303-0356.

http:/repository.unib.ac.id/id/eprint/11577

Adi, H. P. (2006). Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Kabupaten dan Kota se Jawa-Bali). Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang.

http:/pdeb.fe.ui.ac.id/?p=7548

Adi, H. P. (2007). Kemampuan Keuangan Daerah dan Relevansinya dengan Pertumbuhan Ekonomi. The 1st National Accounting Conference.

Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Jakarta.

Aditama, R. (2017). Pengaruh Pendaptan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokais Umum (Dau) Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Dan Kota Pada Provinsi Jawa Timur.

http:/eprints.umm.ac.id/id/eprint/36453

Afnisah, A. (2020). The effect of Regional Orginal Income and Concideration Funds on The Allocation of the Capital shopping budget in the government of the district/city in north sumatera and east java with economic growth as a moderating variable. International Journal of Public Budgeting, Accounting and Finance. 3 (1).

http://ijpbaf.org/index.php/ijpbaf/article/view/236

Ananda, F. R. (2019). The Effect of revenue sharing funds, general allocation funds, special allocation funds and special autonomy funds on capital expenditure with economic growth as moderating variables in the governments of the district / city in aceh province in 2008-2017.

International Journal of Public Budgeting, Accounting and Finance. 2 (4).

http://ijpbaf.org/index.php/ijpbaf/article/view/222

Antari, S. G. P. N. & Sedana, P. B. I. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Peemrintah Daerah.

E-Jurnal Manajemen Uhud. 7 (2):1080-1110.

http:/doi.org/10.24843/EJMUNUD.2018.v7.i02.p19

Ihsan, A. & Ali, M. (2013). Pengaruh Unsur Dana Perimbangan, Pendapatan Asli Daerah dan Lain Lain Pendapatan yang Syah Terhadap Kinerja Keuangan di Indonesia. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara: Medan. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/57934 Badjra, et al, (2017). Kontribusi Pendapatan Asli Daerah Dan Dana

Perimbangan Terhadap Belanja Modal Dan Kinerja Keuangan Daerah Provinsi Bali. Jurnal Akuntansi Indonesia. 6 (1): 29-40.

http;//dx.doi.org/10.30659/jai.6.1.29-40.

Barnett, M. L. & Salomon. R. M. (2006). Beyond Dichotomy: The Curvilinear Relationship Between Social Responsibility And Financial Performance.

Strategic Management Journal. 27 (11): 1101-1122.

https;/.doi.org/10.1002/smj.557

BAPPENAS. (2003). Peta Kemampuan Keuangan Propinsi dalam Era Otonomi Daerah: Tinjauan Atas Kinerja PAD dan Upaya yang Dilakukan Daerah.

Direktorat Jenderal Pengembangan Otonomi Daerah. Jakarta.

www.Bappenas.go.id

Budiono. 1985. Pengantar Ilmu Ekonomi No. 4. BPFE. Yogyakarta

Brodjonegoro, Bambang & Jorge, M. V. (2002). An Analysis of Indonesia’s Transfer System : Recent Performance and Future Prospect. George State University. https;//www.researchgate.net/publication/4905260

Darwanto & Yulia, Y. (2007). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Belanja Modal. Simposium Nasional Akuntansi X, Unhas Makasar. 10 (1).

http//pdeb.fe.ui.ac.id/?=7261

Darwanis & Saputra, R. (2014) Pengaruh Belanja Modal terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Dampaknya Pada Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Di Provinsi Aceh). Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis. 1 (2).

http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JDAB/index.

Departemen Keuanangan. http://www.djpk.depkeu.go.id/ document.

php/document/article/ 108/69/

Departemen Komunikasi dan Indormasi. 2008. Dana Alokasi Khusus untuk

Bantu Daerah dalam Pembangunan.

http://balitbang.depkominfo.go.id/?mod=CLDEPTKMF_BRT01&view

=l&id=BRT080212142301&mn=BRT0100%7CCLDEPTKMF_BRT01 .

Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan Republik Indonesia.

2006. Sosialisasi Kebijakan dan Perhitungan Dana Perimbangan Tahun 2007.

http://www.perbendaharaan.go.id/perben/modul/kegiatan/index.php?id=

1860.

Erlina & Mulyani, S. (2007). Metodologi Penelitian untuk Akuntansi dan Manajemen. USU Press. Medan.

Erlina. (2008). Pengaruh Set Kesempatan Investasi terhadap Nilai Perusahaan:

Peran Kebijakan Perusahaan dan Kepemilikan Manajerial. USU Press.

Medan

Gujarati, D. (2003). Ekonometrika Dasar: Edisi Keenam. Jakarta. Erlangga Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan

Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.Hair, J.F., Anderson RE., Rolph, Tatham, R.L., dan Black, W.C. 1998. Mutivariate DataAnalysis.

5th edition. Prentice-Hall Int.,Inc. NJ.

Halim, A. (2001). Analisis Deskriptif Pengaruh Fiscal stress Pada APBD Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah. Kompak. STIE Yogyakarta. Jurnal Ekonomi dna Bisnis Indonesia. 16 (4).

https://journal.ugm.ac.id/jieb/article/view/39812.

Halim, A. (2004). Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Revisi. Salemba Empat.

Jakarta

Julitawati, E. (2012). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana

Perimbangan Terhdapa Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Jurnal Akuntansi Syiah Kuala.

https;/.doi.org/10.1002/sdt.=0,5.

Korompot, R. & Warongan, J. (2017). Analysis of Financial Performance In The Government Of North Sulawesi. Jurnal Accountability. 6 (2).

https://doi.org/10.32400/ja.17755.6.2.2017.9-19

Kurniawan, K. (2011). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Dan Kota Propinsi Riau. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara: Medan.

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/29337.

Kurniawati, S., et al, (2017). Determinants of Financial Performance: Study Of Local Goverments In West Nusa Tenggara. International Conference

and Call.

http://jurnal.stie-mandala.ac.id/index.php/eproceeding/article/view/194

Machmud, J., L., & Radjak I. R. (2018). Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Journal of Accounting Science. 2 (1):

2548-3501. https://doi.org/10.21070/jas.v2i1.1106

Malau, E. I., Erlina, & Sirojuzilam (2019). Pengaruh Pendapatan Pemerintah Daerah (Lgr), Dana Imbangan, Pengeluaran Modal Dan Tekanan Fiskal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Di Kabupaten/Kota Sumatera Utara. International Journal of Public Budgeting, Accounting and Finance. 2 (2). http;/ijpbaf.org/index.php/ijpbaf/article/view/172 Meiliana, B. P. (2019). Factors Affecting the Quality of the Padangsidempuan

Government Financial Statements. International Journal of Public Budgeting, Accounting and Finance. 2 (2).

http://ijpbaf.org/index.php/ijpbaf/artical/view/171.

Mulyani, S. & Wibowo, H. (2017). Pengaruh Belanja Modal, Ukuran Perusahaan Daerah, Intergovernmentalrevenue dan pendaptan asli daerha terhadap kinerja keuangan (Kabupaten/Kota di provinsi Jawa Tengah, tahun

2012-2015). Jurnal Ilmiah Akuntansi. 15 (1).

https://doi.org/10.30595/kompartemen.v15i1.1379.

Republik Indonesia. (2000). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun. 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 2004. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. 2006. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Rukmana, W. V. (2013). Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Dana Perimbangan Terhdap Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Universitas Maritim Raja ahli Haji. 1-15.

http:/jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/2013/08/jurnal-WAN-VIDI-RUKMAN-090462201374-Akuntansi-2013.pdf.

Sihite, F. (2010). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Fiscall Stress Terhadap Kinerja Keuangan Di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara: Medan. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/26281 Tahir, I., et al, (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Open Journal System. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/VC8TK

Ulfa, H. A (2018). Factors Affecting the Quality of the Government’s Performance Accountability Internal Control System as a Moderating Variable at North Labuhan Baru District. International Journal of Public Budgeting, Accounting and Finance. 1 (1).

http://ijpbaf.org/index.php/ijpbaf/artical/view/9

LAMPIRAN 1 Tinjauan Penelitian Terdahulu

Dana alokasi umum berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Dana Alokasi Umum Tidak Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja Keuangan Daerah.

Hasil penelitian menyatakan bahwa Dana Alokasi Umum mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah.

4. Abdullah, S, berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

Hasil penelitian ini menunjukkan PAD berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah, sementara DAU dan DAK berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil penelitian menyimpulkan cara parsial Variabel PAD (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo.

Variabel DAU (X2) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo . Variabel DAK (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo Dan secara simultan menunjukan bahwa variabel independen dalam hal ini PAD, DAU dan DAK secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam hal ini kinerja keuangan pemerintah Kabupaten Gorontalo.

7. Darwanis & sedangkan efek positif tidak langsung pada pertumbuhan belanja modal melalui kinerja keuangan pendapatan sebagai variabel intervensi Wilayah.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek belanja modal pada pendapatan asli lokal, efek pendapatan asli lokal pada kinerja keuangan, belanja modal tidak

mempengaruhi kinerja keuangan secara langsung, sementara modal tidak langsung kinerja keuangan melalui pendapatan

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Belanja Modal berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan daerah secara langsung, sedangkan secara tidak langsung Belanja Modal berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Kinerja Keuangan melalui Pendapatan Asli daerah sebagai variabel intervening.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal secara langsung positif dan dampak yang signifikan pada kinerja keuangan daerah, dana pemerataan langsung tidak

Dan Kinerja

belanja modal, saldo dana secara tidak langsung positif dan signifikan dampak pada Area kinerja keuangan, PAD efek langsung signifikan pada belanja modal PAD secara tidak langsung tidak berpengaruh negatif pada kinerja keuangan daerah.

Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam hubungan langsung, secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh tehadap kinerja keuangan, tetapi variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

Namun secara simultan variabel

PAD, DAU dan DAK

berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Dan dalam hubungan tidak langsung secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal, sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal.

Namun secara simultan variabel PAD, DAU, dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal 11. Sihite (2011) Pengaruh

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan Fiscal Stress berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan. Sedangakan variabel Dana Alokasi Umum (DAU) negatif terhadap Kinerja Keuangan that local government revenue (LGR), balance funds, and fiscal stress partially affect the financial performance of local

Capital cities of North Sumatra Province.

While capital expenditure does not affect the financial performance of regional governments in the districts / cities of North Sumatra Province.

13. Kurniawati, local governments in West Nusa Tenggara, as measured by the ratio of its effectiveness and the ratio of capital expenditure, mean while the Balanced Funds, Capital Expenditure, Population and GDRP has no effect to financial performance.

Contributions of research reveals that the local government’s financial statements can be used in assessing financial performance of local government, so it useful in

The results show that as the number of social screens used by an SRI fund increases, financial returns decline at first, but then rebound as the number of screens reaches a maximum.

That is, we find a curvilinear relationship, suggesting that two longcompeting viewpoints may be complementary. Furthermore, we find that financial

performance varies with the

Community relations screening increased financial performance, but environmental and labor relations screening decreased financial performance. Based on our results, we suggest that literatures addressing the link between financial and social performance move toward in-depth examination of the merits of different social screening strategies, and away from the continuing debate on the financial merits of either being socially responsible or not.

15. Korompot,

LAMPIRAN 2 Daftar Populasi dan Sampel

No Kabupaten / Kota

1 Nias

2 Mandailing Natal

3 Tapanuli Selatan

4 Tapanuli Tengah

5 Tapanuli Utara

15 Humbang Hasundutan

16 Pakpak Barat

17 Samosir

18 Serdang Bedegai

19 Batu Bara

20 Padang Lawas Utara

21 Padang Lawas

22 Labuhan Batu Selatan

23 Labuhan Batu Utara

24 Nias Utara

25 Nias Barat

26 Kota Sibolga

27 Kota Tanjung Balai

28 Kota Pematang Siantar

29 Kota Tebing Tinggi

30 Kota Medan

31 Kota Binjai

32 Kota Padang Sidempuan

33 Kota Gunung Sitoli

LAMPIRAN 3 Data Mentah Penelitian

No Pemerintah Daerah

Kabupaten/Kota Tahun LN_X1 LN_X2 LN_X3 Y

No Pemerintah Daerah

No Pemerintah Daerah

No Pemerintah Daerah

No Pemerintah Daerah 169 Kota Padangsidimpuan 2013 26,716 24,698 26,538 9,533 170 Kota Padangsidimpuan 2014 26,833 24,680 26,224 9,585 171 Kota Padangsidimpuan 2015 26,780 25,259 26,292 9,635 172 Kota Padangsidimpuan 2016 26,965 25,772 26,409 9,686 173 Kota Padangsidimpuan 2017 26,947 25,682 26,333 9,736 174 Kota Padangsidimpuan 2018 26,947 25,720 26,114 9,787 175 Kota Pematangsiantar 2013 26,850 24,603 26,402 9,452 176 Kota Pematangsiantar 2014 26,944 24,562 26,088 9,504 177 Kota Pematangsiantar 2015 26,999 25,060 26,105 9,555 178 Kota Pematangsiantar 2016 27,108 25,949 26,269 9,605 179 Kota Pematangsiantar 2017 27,100 26,147 26,044 9,655 180 Kota Pematangsiantar 2018 27,100 26,183 26,131 9,706 181 Kota Sibolga 2013 26,407 24,755 25,940 7,468

No Pemerintah Daerah

LAMPIRAN 4 Hasil Statistik Deskriptif

Date: 03/05/20

LAMPIRAN 5. Hasil Uji Chow

Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 837.882044 (32,160) 0.0000

Cross-section Chi-square 1004.968266 32 0.0000

Cross-section fixed effects test equation:

Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 03/05/20 Time: 12:05 Sample: 2013 2018

Periods included: 6

Cross-sections included: 33

Total panel (unbalanced) observations: 196

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Adjusted R-squared 0.797494 S.D. dependent var 1067.820 S.E. of regression 480.5262 Akaike info criterion 15.20784 Sum squared resid 44333849 Schwarz criterion 15.27474 Log likelihood -1486.368 Hannan-Quinn criter. 15.23492 F-statistic 256.9777 Durbin-Watson stat 0.100742 Prob(F-statistic) 0.000000

LAMPIRAN 6. Hasil Uji Hausman

Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled

Test cross-section random effects Test Summary

Chi-Sq.

Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 91.270082 3 0.0000

Cross-section random effects test comparisons:

Variable Fixed Random Var(Diff.) Prob.

X1 0.468656 0.605479 0.000215 0.0000

X2 0.079227 0.061904 0.000003 0.0000

X3 -0.037711 -0.026512 0.000002 0.0000

Cross-section random effects test equation:

Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 03/05/20 Time: 12:05 Sample: 2013 2018

Periods included: 6

Cross-sections included: 33

Total panel (unbalanced) observations: 196

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -4847.499 1494.050 -3.244536 0.0014

X1 0.468656 0.059125 7.926554 0.0000

X2 0.079227 0.008974 8.828299 0.0000

X3 -0.037711 0.016571 -2.275676 0.0242

Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.998817 Mean dependent var 8854.474 Adjusted R-squared 0.998558 S.D. dependent var 1067.820 S.E. of regression 40.54239 Akaike info criterion 10.40698 Sum squared resid 262989.6 Schwarz criterion 11.00908 Log likelihood -983.8840 Hannan-Quinn criter. 10.65074 F-statistic 3860.377 Durbin-Watson stat 1.685791 Prob(F-statistic) 0.000000

LAMPIRAN 7. Hasil Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

2. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey

F-statistic 1.873220 Prob. F(3,192) 0.1355 Obs*R-squared 5.573602 Prob. Chi-Square(3) 0.1343 Scaled explained SS 6.075246 Prob. Chi-Square(3) 0.1080

Test Equation:

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 3065611. 1746638. 1.755149 0.0808 Skewness 0.103236 Kurtosis 2.771730 Jarque-Bera 0.773692 Probability 0.679196

R-squared 0.028437 Mean dependent var 226193.1 Adjusted R-squared 0.013256 S.D. dependent var 341801.4 S.E. of regression 339528.4 Akaike info criterion 28.32870 Sum squared resid 2.21E+13 Schwarz criterion 28.39560 Log likelihood -2772.213 Hannan-Quinn criter. 28.35578 F-statistic 1.873220 Durbin-Watson stat 0.578720 Prob(F-statistic) 0.135482

3. Uji Multikolinearitas

Variance Inflation Factors Date: 03/05/20 Time: 12:11 Sample: 1 198

Included observations: 196 X1

Coefficient Uncentered Centered

Variable Variance VIF VIF

C 6110658. 5186.923 NA

X1 0.018506 11498.55 2.306155 X2 0.003522 1920.726 1.422052 X3 0.015279 8827.156 2.328470

4. Uji Autokorelasi

Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 03/05/20 Time: 12:15 Sample: 2013 2018

Periods included: 6

Cross-sections included: 33

Total panel (unbalanced) observations: 196

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -4847.499 1494.050 -3.244536 0.0014

X1 0.468656 0.059125 7.926554 0.0000

X2 0.079227 0.008974 8.828299 0.0000

X3 -0.037711 0.016571 -2.275676 0.0242

Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.998817 Mean dependent var 8854.474 Adjusted R-squared 0.998558 S.D. dependent var 1067.820 S.E. of regression 40.54239 Akaike info criterion 10.40698 Sum squared resid 262989.6 Schwarz criterion 11.00908 Log likelihood -983.8840 Hannan-Quinn criter. 10.65074 F-statistic 3860.377 Durbin-Watson stat 1.685791 Prob(F-statistic) 0.000000

LAMPIRAN 8. Hasil Analisis Regresi Data Panel Dengan Model Fixed Effect

Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 03/05/20 Time: 12:15 Sample: 2013 2018

Periods included: 6

Cross-sections included: 33

Total panel (unbalanced) observations: 196

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -4847.499 1494.050 -3.244536 0.0014

X1 0.468656 0.059125 7.926554 0.0000

X2 0.079227 0.008974 8.828299 0.0000

X3 -0.037711 0.016571 -2.275676 0.0242 Effects Specification

Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.998817 Mean dependent var 8854.474 Adjusted R-squared 0.998558 S.D. dependent var 1067.820 S.E. of regression 40.54239 Akaike info criterion 10.40698 Sum squared resid 262989.6 Schwarz criterion 11.00908 Log likelihood -983.8840 Hannan-Quinn criter. 10.65074 F-statistic 3860.377 Durbin-Watson stat 1.685791 Prob(F-statistic) 0.000000

Dalam dokumen : YUANITA LAROSA HUSNI (Halaman 68-0)

Dokumen terkait