• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dana Setoran Naik Haji

Dalam dokumen AKUNTANSI SUMBER DANA perhitungan fihak (Halaman 55-60)

TABUNGAN LAINNYA

2.7 Dana Setoran Naik Haji

Salah satu dana bank yang harganya relatif murah atau sangat murah adalah dana yang diperoleh dari masyarakat untuk tujuan naik haji. Dana ini mulai banyak dipromosikan oleh bank semenjak tahun 1980an sebagai upaya menyerap dana murah. Setoran ongkos naik haji adalah dana dari nasabah yang ditujukan untuk kepentingan khusus naik haji yang diterima oleh bank yang kemudian diteruskan kepada pihak yang berhak.

Keuntungan bagi bank selain mendapatkan sumber dana murah juga membuka kesempatan untuk menciptakan keuntungan melalui pendayagunaan dana tersebut dan promosi bank tersebut.

1. Penerimaan Setoran Dana Naik Haji D : Rekening Administrasi Rupiah

Untuk setiap kali penerimaan dari setoran dana naik haji akan dibukukan sebagai sumber dana bank, atau berada pada posisi sebelah kredit. Sebagai contoh, apabila seseorang datang kepada Bank Omega cabang Jakarta untuk menyetorkan dana ongkos naik haji sebesar Rp 15.000.000 tunai. Setoran tersebut ditujukan untuk keuntungan rekening giro C.V. Arafat sebagai pengelola nai haji. Pada saat penerimaan setoran naik haji ini, oleh Bank Omega Jakarta dibukukan sebagai berikut :

Secara berkala jumlah setoran ini dipindahbukukan kedalam rekening C.V. Arafat dengan jurnal :

Dana untuk naik haji ini diharapkan mengen dap lama pada bank sehingga bank dapat mengelola dana yang diterima ini untuk dapat disalurkan menjadi aktiva yang menguntungkan bank.

2. Tabungan Dana Naik Haji

D : KAS Rp 15.000.000

K : DANA SETORAN NAIK HAJI Rp 15.000.000

D : DANA SETORAN NAIK HAJI Rp 15.000.000

Selain dana setoran haji yang disetorkan langsung oleh yang bersangkutan secara penuh, juga ada dua jenis dana setoran haji lain yang sifatnya seperti tabungan. Dana ini dikenal dengan Tabungan Naik Haji yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menabung, menyimpan dan mengumpulkan dana naik haji.

Tabungan naik haji ini juga merupakan dana yang relatif murah bagi bank untuk dikelola. Tabungan naik haji ini merupakan hutang bank kepada masyarakat yang jangka waktunya terbuka, artinya dapat disimpan terus dalam bank hingga jumlahnya mencukui untuk naik haji.

Penyetoran Tabungan Naik Haji

Pada waktu penyetoran tabungan naik haji, rekening nasabah yang bersangkutan akan dikredit dan dibiarkan outstanding hingga pencairan dilakukan oleh nasabah yang bersangkutan.

Sabagai contoh, bila Tuan Surya datang hendak membuka rekening tabungan naik haji di Bank Omega cabang Jakarta sebesar Rp 300.000 tunai, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :

D : KAS Rp 300.000

Setiap kali penyetoran akan dtampung dalam rekening nasabah yang bersangkutan. Rekening ini lazimnya sedikit mengalami mutasi penarikan karena sifatnya untuk menumuk dana guna naik haji.

Pencairan Tabungan Naik Haji

Apabila Tuan Surya yang telah memiliki tabungan naik haji sebesar Rp 12.000.000 datang hendak mencairkannya dan menyetor dana tersebut kepada C.V. Arafat, pengelola naik haji, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut:

Dengan demikian hanya terjadi pemindahan dana dari tabungan kedalam rekening giro yang semuanya merupakan dana murah bagi bank.

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan

Giro adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat erintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Bank menetapkan harga dana giro lebih rendahkarena lama pengendapannya tidak dapat dipastikan secara tepat, dimana pemilik rekening giro dapat menarik uangnya kapan saja mereka kehendaki.

D : TABUNGAN NAIK HAJI-SURYA Rp 12.000.000

Tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki. Tabungan yang dimiliki oleh bank-bank dewasa kini berbeda dengan Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas) beberapa tahun yang lampau. Produk tabungan yang sekarang dijual oleh bank-bank memiliki suku bunga yang relatif cukup tinggi sebagai cerminan dari adanya persaingan ketat dalam mengumpulkan dana masyarakat.

Tabungan Kartu Smart adalah tabungan berkartu dimana pada kartu tabungan tersebut diberikan suatu processor (chips) untuk menyimpan data transaksi nasabah.

Salah satu dana bank yang harga atau biayanya cukup tinggi dibandingkan dana giro adalah simpanan berjangka, atau lebih dikenal dengan deposito berjangka. Simpanan berjangka merupakan simpanan masyarakat yang penariknya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berkhir.

Travellers Cheques atau Cek perjalanan adalah sumber dana yang paling murah atau tidak berbunga dan memiliki unsur promosi yang tinggi. Travelle’rs cheques lazimnya diterbitkan dalam valuta asing yang dapat dipergunakan diseluruh dunia dalam lalu lintas pembayaran, namun di Indonesia juga diterbitkan traveller’s cheques dalam valuta rupiah.

Rekening Titipan (payment point) adalah salah satu jasa perbankan untuk melayani masyarakat yang akan melakukan pembayaran-pembayaran yang relatif rutin dan nilainya relatif kecil.

Salah satu dana bank yang harganya relatif murah atau sangat murah adalah dana yang diperoleh dari masyarakat untuk tujuan naik haji. Dana ini mulai banyak dipromosikan oleh bank semenjak tahun 1980an sebagai upaya menyerap dana murah.

Setoran ongkos naik haji adalah dana dari nasabah yang ditujukan untuk kepentingan khusus naik haji yang diterima oleh bank yang kemudian diteruskan kepada pihak yang berhak.

3.2. Saran

Demikian makalah yang dapat kami susun, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk pembelajaran kedepannya. Kami harap ada perbaikan lebih terhadap isi dan conten dari makalah ini, seperti : memasukan gambar-gambar contoh fisik dari sumber dana, agar orang yang mempelajari lebih mengetahui seperti apa bentuk dan cirinya.

Dalam dokumen AKUNTANSI SUMBER DANA perhitungan fihak (Halaman 55-60)

Dokumen terkait