• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bacaan Ibrani 4:14-16 Tujuan

Pemuda berani untuk berubah bersama dengan Tuhan.

Fokus

Tiga pertemuan sebelumnya kita diperlihatkan sebuah fakta bahwa ternyata masih ada hal yang harus persekutuan lakukan dalam rangka menyiapkan diri untuk menjadi wadah berelasinya banyak orang. Setiap orang yang menjadi anggota gereja inilah yang mememiliki berbagai macam perbedaaan yang artinya menjadikan konflik sebagai konsekuensinya. Sebagai anggota dari gereja, selain memahami konsep persekutuan dan memahami pengajaran Yesus tentang konflik, kita juga membutuhkan keberanian untuk terus berubah meninggalkan segala hal buruk yang nyaman dan menguntungkan menurut kita itu. Kenapa kita harus berubah? Apakah perubahan itu memberikan dampak yang besar?

Kenapa kita harus berani berubah? Pertanyaan-pertanyaan ini mau mengarahkan kita pada satu kenyataan bahwa Tuhan Yesus memilih untuk berubah demi kepentingan banyak orang. Dengan kata lain, perubahan yang kita lakukan bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk banyak orang dan perubahan itu kita lakukan di dalam dan bersama Tuhan sebagai anggota gereja dan masyarakat.

Penjelasan Teks

Bacaan kita hari ini menceritakan bagaimana Tuhan Yesus seharusnya dipandang oleh setiap orang pada masa itu. Tuhan Yesus dilihat sebagai seorang imam yang Agung. Apa alasannya? Jika kita bersama perhatikan, bacaan kita memperlihatkan dua sisi Tuhan Yesus, yang

54 pertama sebagai Tuhan dan kedua sebagai manusia. Kalimat Dia melewati semua langit adalah sebuah kiasan yang mau mengatakan bahwa Tuhan Yesus tidak dapat dibatasi oleh apapun. Dengan pemahaman ini, penulis Ibrani mengajak orang-orang pada masa itu untuk berpegang teguh pada pengakuan iman mereka karena tidak perlu lagi meragukan keTuhanan Yesus. Namun, di sisi yang lain, penulis juga menjelaskan tentang kemanusiaan Yesus karena Dia merasakan kelemahan-kelemahan manusia dan dicobai sama seperti manusia. Hanya saja, Dia tidak masuk dan terjerumus di dalam dosa.

Penjelasan inilah yang kemudian dilekatkan kepada Tuhan Yesus bersama dengan gelar imam dan menjadi imam yang Agung. Tuhan Yesus yang adalah Tuhan juga mau merendahkan diri-Nya dan merasakan kelemahan-kelemahan manusia dan bahkan dicobai seperti manusia. Semuanya itu dia lakukan dengan kasih dan kesungguhan dalam rangka mempersembahkan diri-Nya dan tubuh-Nya untuk Tuhan.

Inilah persembahan yang sangat istimewa yang dilakukan oleh manusia sejati dan Tuhan sejati, Tuhan Yesus Kristus. Dia berbeda, Dia tidak seperti imam yang pada umumnya membawa korban persembahan berulang setiap tahunnya. Dia mempersembahkan diri-Nya, tubuh-Nya sendiri, sekali dan untuk selama-lamanya. Inilah yang membuat Dia menjadi imam yang agung.

Dengan persembahan Tuhan Yesus itulah, setiap kita yang adalah umat-Nya, dimungkinkan untuk menghampiri takhta hadirat Tuhan. Tidak ada lagi hal yang mengganggu dan menghambat setiap kita untuk berhubungan dengan Tuhan karena sudah disingkirkan oleh Tuhan Yesus. Oleh karena itu, penulis ibrani mengajak setiap orang yang percaya untuk datang menghampiri takhka kasih karunia Tuhan supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia Tuhan.

Pengenaan

Sebagai seorang pribadi di dalam komunitas gereja, tanpa sadar setiap kita dituntut untuk mengerti dan seharusnya juga dimengerti oleh setiap anggota di dalamnya. Sayangnya, setiap kita cenderung lebih senang untuk dimengerti dari pada harus mengerti orang lain. Hal ini ditambah

55 lagi dengan perbedaan yang sering kali muncul dalam setiap topik-topik pembicaraan yang sering kali menggoda kita untuk sampai pada konflik dan tak jarang berkepanjangan. Dua hal ini adalah beberapa contoh hal yang muncul di dalam kehidupan bergereja yang tak jarang sulit untuk dilakukan. Ketika hal-hal yang memicu konflik sulit untuk diredam, maka konsekuensinya adalah akan selalu ada konflik yang bahkan muncul dari hal-hal yang sejatinya bukanlah masalah besar. Namun memang membutuhkan waktu dan pengorbanan untuk mencapai kesadaran bahwa hidup bergereja atau berkomunitas adalah hidup bersama dengan pribadi lain.

Belajar dari apa yang Tuhan Yesus lakukan, maka keberanian untuk berubah dan mengubah adalah sebuah keharusan di dalam kehidupan pribadi juga persekutuan. Ketika ada sebuah hal yang menjadi kesalahan namun berulang kali dilakukan dan tidak ada yang berani mengadakan perubahan, maka panggilan kita untuk mengadakan perubahan bersama Tuhan Yesus. Ketika kita menyadari bahwa ada hal yang harus diubah di dalam diri ketika kita hidup di dalam persekutuan, maka panggilan kita untuk mengubah diri menjadi lebih baik sekehendak dengan Tuhan Yesus. Ketika tidak ada orang yang berani untuk meninggalkan hal buruk yang nyaman dan menguntungkan, maka panggilan kita untuk terus mendorong dan menyadarkan sesama kita yang masih bertahan dalam keburukan.

Penyampaian

1. Awali renungan dengan menyampaikan tujuan yang menitik beratkan pada kesadaran bahwa bergereja adalah hidup bersama di dalam Tuhan yang artinya siap dibentuk dan berubah bersama dan di dalam Tuhan.

2. Sampaikan penjelasan teks dan pengenaan dengan menitik beratkan pada pengajaran Yesus tentang konflik dimulai dari prinsip penyelesaian, tahapan penyelesaian dan hal yang harus dilakukan ketika konflik itu tidak kunjung terselesaikan.

3. Ajak pemuda untuk mewujudkan pengajaran Yesus tentang konflik di dalam kehidupan komunitas gereja dan masyarakat melalui kegiatan.

56 Kegiatan

#DARETOCHANGE!

Ajak teman-teman pemuda untuk melakukan aksi di media sosialnya dengan memperlihatkan proses perubahan kecil di dalam kehidupannya khususnya yang berkaitan dengan pengurbanan diri untuk melayani atau memahami sesama, entah itu kepada keluarga, anggota gereja atau masyarakat. Bentuknya dapat berupa foto atau vidio yang dibagikan menggunakan hashtag #DARETOCHANGE! Selamat membagikan semangat keberanian berubah.

57 Bahan Pembinaan Pemuda Minggu Keempat Maret 2022