B. Landasan Pendidikan Islam
1. Dasar Ideal
Aktifi tas pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktifi tas seorang hamba dalam menjalankan ajaran Islam.
Pendidikan bagian dari pengamalan ajaran Islam. Oleh sebab itu, dasar utama pendidikan Islam identik dengan dasar ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Kedua sumber ini kemudian dikembangkan dalam pemahaman para ulama dalam bentuk ijtihad dan dan qiyas.
a. Al-Qur’an
Al-Qur’an ialah fi rman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad. Ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an terdiri dari dua prinsip besar yaitu tentang masalah keimanan yang disebut Aqidah dan yang berhubungan dengan amal yang disebut dengan Syari’ah. Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ajaran yang berisi prinsip-prinsip berkenaan dengan kegiatan atau usaha pendidikan. Sebagai contoh dapat dibaca kisah Lukman mengajari anaknya dakam surat Lukman ayat 12 s/d 19.
Ayat lain menceritakan tujuan hidup dan tentang nilai sesuatu
1 Arif, Islam, 37.
kegiatan dan amal saleh. Itu berarti bahwa kegiatan pendidikan harus mendukung tujuan hidup tersebut.oleh kaena itu, pendidikan Islam harus menggunakan Al-Qur’an sebagai sumber utama Islam dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam.
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia agar mereka dapat menempuh jalan hidupnya sesuai dengan kehendak (ridha) Allah Sang Pencipta. Iaberisi ajaran yang bersifat syumul, mencakup segala aspek kehidupan manusia. Fadhil al-Jamali, seperti dikutip Ramayulis dan Samsul Nizar mengatakan : "pada hakikatnya, Al-Qur’an merupakan perbendaharaan besar tentang kebudayaan manusia, terutama bidang kerohanian.
Ia pada umumnya Al-Qur’an merupakan kitab pendidikan, kemasyarakatan, moril, akhlak dan spiritual.
Kelengkapan isi Al-Qur’an dijelaskan dalam fi rman Allah SWT.
Artinya: " Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab , kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan".
(Q.S al-An'am : 31)
Selanjutnya fi rman Allah SWT. :
Artinya: Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.(Q.S Shad : 29)
Ilmu Pendidikan dalam Perspek f Islam
b. As-Sunnah
As-Sunnah ialah perkataan, perbuatan ataupun pengakuan Rasul Allah SWT. Yang dimaksud dengan pengakuan itu ialah kejadian atau perbuatan orang lain yang diketahui Rasulullah dan beliau membiarkan saja kejadian itu. Sunnah merupakan sumber ajaran kedua setelah Al-Qur’an. Sunnah juga berisi aqidah dan syari’ah. Sunnah berisi petunjuk untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspeknya, untuk membian umat menjadi manusia seutuhnya. Untuk itu Rasul Allah menjadi guru dan pendidik utama. Beliau sendiri mendidik. Pertama dengan menggunakan rumah Al-Arqam Ibn Abi Al-Arqam, kedua dengan memanfaatkan tawanan perang untuk mengajar baca tulis, ketiga dengan mengirim para sahabat ke daerah-daerah yang baru masuk Islam. Semua itu adalah pendidikan dalam rangka pembentukan manusia muslim dan masyarakat Islam.
Oleh karena itu, Sunnah merupakan landasan kedua bagi cara pembinaan pribadi manusia muslim. Di dalam Al-Qur’an sering dijumpai ayat-ayat yang mengandung makna global. Ayat-ayat seperti ini sulit diamalkan tanpa melalui bantuan penjelasan hadis Nabi. Oleh sebab itu, sebagai sumber ajaran Islam, Sunnah menduduki posisi kedua setelah Al-Qur’an. Di dalam beberapa ayat Al-Qur’an Allah berfi rman :
Artinya: Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,
Yang maksud kepada mereka Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran. (Q.S. an-Nahl : 44).
Pada ayat lain Allah SWT berfi rman :
Artinya: "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur'an) ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman". (Q.S. an-Nahl : 64)
c. Ijtihad
Ijtihad adalah istilah para fuqaha, yaitu berpikir dengan menggunakan seluruh ilmu yang dimiliki oleh ilmuan syari’at Islam untuk menetapkan suatu hukum syari’at Islam dalam hal-hal yang ternyata belum ditegaskan hukumnya oleh Al-Qur’an dan Sunnah.
Ijtihad dalam hal ini dapat meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan, tetapi tetap berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah. Sasaran ijtihad ialah segala sesuatu yang diperlukan dalam kehidupan, yang diperlukan dalam kehiduan, yang senantiasa berkembang. Ijtihad bidang pendidikan harus tetap bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah yang diolah oleh akal yang sehat dari para ahli pendidikan Islam. Ijtihad tersebut haruslah dalam hal-hal yang berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup di suatu tempat pada kondisi situasi tertentu. Teori-teori pendidikan bau hasil ijtihad harsu dikaitkan dengan ajaran Islam dan kebutuhan hidup. Seiring telah meluasnya wilayah kekuasaan Islam, maka berakibat semakin tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan Islam. Di tengah-tengah pertumbuhan lembaga-lembaga pendidikan tersebut banyak menimbulkan permasalahan yang tidak ditemukan jawabannya yang memerlukan pemikiran untuk mengatasinya.
Penyelesaian berbagai permasalahan itu tidak selamanya terdapat jawabannya secara sharih dan ekplisit ditemukan dalam Al-Qur’an dan Hadis karena Al-Quran memuat pripsip-prinsip dasar ajaran Islam. Dalam kondisi seperti ini para ulama melakukan pemikiran secara sungguh-sungguh (bazl al-juhd) dengan
Ilmu Pendidikan dalam Perspek f Islam
mencurahkan segala kemampuannya menggali dari Al-Qur’an dan Hadis untuk menjawab berbagai macam persoalan yang timbul.
Hal semacam ini dalam terminologi ilmu fi kih disebut ijtihad.
d. Perkataan, Perbuatan, dan sikap sahabat
Para sahabat nabi adalah orang-orang pilihan Allah. Mereka adalah orang-orang yang bertemu dan bergaul langsung dengan Rasulullah. Mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai Rasulullah dan ajaran yang dibawanya. Di dalam Al-Qur’an mereka mendapat pengakuan sebagai hamba-hamba yang radhiyatan mardhiyah (orang yang ridha kepada Allah dan mendapat keridhaan Allah), Allah berfi rman :
Artinya :"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surge-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamnya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar". (Q.S, at-Taubah : 100)
Kesalehan para sahabat nabi disepakati (ijma') oleh para ulama. Dalam istilah ilmu Hadis di katakana " ash-shabatu kulluhum 'udul" (semua sahabat nabi dianggap adil). Jaminan akan kesalehan mereka ini menjadi dasar bagi generasi sesuadahnya untuk dijadikan rujukan dalam berbuat dan bertingkah laku (suluk).