• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar Pemikiran

Dalam dokumen RENCANA INDUK PENGEMBANGAN ( ) (Halaman 14-0)

BAB I : PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran

Merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 20031 khususnya pasal 3 menyebutkan bahwa, fungsi pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Fungsi dan tujuan pendidikan nasional di atas diarahkan untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi yang merambah di segala lini kehidupan. Watak dan kepribadian Indonesia harus bisa menjadi landasan dalam membangun bangsa, baik baik pembangunan material maupun spiritual. Watak dan kepribadian tersebut harus tertanam kuat dalam hati setiap insan agar bangsa Indonesia tidak terombang-ambing dalam menghadapi globalisasi dan derasnya arus informasi.

Masyarakat dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang muncul dari proses globalisasi yang terjadi sejak paruh kedua abad ke- 20. Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi, melainkan juga menimbulkan terjadinya perubahan-perubahan dalam

struktur kehidupan dunia. Akibatnya, tidak terkecuali masyarakat Indonesia, diperkirakan akan mengalami perubahan-perubahan yang serba cepat dalam berbagai bidang, baik menyangkut persoalan sosial, budaya, ekonomi, politik, maupun pendidikan.

Globalisasi melahirkan revolusi informasi yang ditandai oleh tingginya prestasi manusia dalam bidang teknologi informasi dengan memberikan kemudahan dalam proses komunikasi antarbangsa. Namun demikian, kemudahan proses komunikasi ini memicu munculnya akulturasi asimetris, yaitu ketimpangan pola hubungan antara negara-negara maju dan negara- negara berkembang. Dalam pola hubungan ini, negara-negara maju akan mendominasi negara-negara berkembang tidak hanya dalam bidang ekonomi dan teknologi, melainkan dalam bidang-bdang yang lain seperti politik, militer, budaya, dan pendidikan2.

Pada saat yang bersamaan, muncul berbagai konflik keagamaan dalam masyarakat. Hal ini membawa implikasi terhadap tatanan sosial yang memicu kritis multidimensi, baik dalam aspek geografis, politis, sosial maupun keagamaan. karena itu, tidak jarang arus informasi memberikan implikasi yang berseberangan dengan nilai atau norma yang dianut oleh msyarakat Indonesia seperti nilai agama dan budaya, meskipun globalisasi juga akan mempercepat transformasi masyarakat, yakni dari masyarakat tradisional manjadi masyarakat industri dan dapat dipastikan, transformasi sosial ini jelas akan menimbulkan implikasi terhadap nilai-nilai agama.

2 Husnis Rahim. 2004. UIN dan tantangan meretas dikhotomi keilmuan. Dlm. Zainuddin.

Horison baru pengembangan pendidikan Islam (upaya merespon dinamika masyarakat global). Malang: UINPRESS. hal. 183

Setidaknya, ada empat aspek tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam, akibat dari globalisasi yang sedang berlangsung saat ini3 diantaranya :

1. Globalisasi melahirkan tingkat kompetisi yang sangat tinggi dalam kehidupan masyarakat atau bangsa. Dalam situasi semacam ini, kualitas dan mutu pendidikan menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam memilih produk barang atau jasa;

2. Penguasaan ilmu dan teknologi sangat penting untuk menghasilkan produk barang atau jasa sesuai tuntutan stakeholder. Hal ini dapat terwujud apabila suatu masyarakat atau bangsa menguasai ilmu dan teknologi;

3. Muncul neo-imperialisme dari suatu bangsa kepada bangsa lain akibat dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi cenderung menekan bangsa lain; dan

4. Kondisi yang kompetitif adalah terbukanya arus informasi antar negara yang memungkinkan setiap bangsa memperoleh informasi dengan cepat tentang ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk melahirkan karya-karya inovatif bagi kesinambungan kehidupan masyarakat.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci - Jambi merupakan salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang ada dalam naungan Kementerian Agama yaitu tergolong ke dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang tidak terlepas menghadapi tantangan tersebut diatas. PTKIN, khususnya IAIN Kerinci - Jambi, jika hanya berorientasi social expectation tidak lagi mencukupi, bukan hanya karena sifatnya yang tradisional, tetapi juga karena orientasi harapan yang tidak sejalan dengan tantangan global maupun perkembangan IAIN Kerinci - Jambi itu sendiri.

Pada saat bersamaan, IAIN Kerinci - Jambi khususnya dan PTKIN pada

umumnya, dihadapkan pada tantangan otonomi perguruan tinggi.

Pelaksanaan otonomi perguruan tinggi ini merupakan konsekuensi diterapkannya otonomi pemerintahan daerah, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dan telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004.

Dengan demikian, IAIN Kerinci - Jambi khususnya dan PTKIN umumnya, dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan bersaing dalam kompetisi global dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan peka terhadap perubahan. Sehingga harapan yang bersifat akademis (academic expectation) menjadi keharusan, atau minimal antara posisi sebagai lembaga keagamaan dan akademis menjadi seimbang. Hal ini dilihat dari munculnya kesadaran masyarakat Islam Indonesia tentang arti pentingnya lembaga PTKIN sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas SDM selain sebagai sarana untuk mentransmisikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai ke-Islaman dan ke- Indonesiaan kepada generasi mendatang.

PTKIN sebagai lembaga pendidikan tinggi merupakan bagian dari pendidikan nasional memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar serta peran-peran strategis untuk mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Sebagai konsekuensinya, PTKIN (IAIN Kerinci-Jambi) dituntut untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan proses pendidikan dengan sebaik-baiknya dan akuntabel. Untuk dapat memainkan peran-peran strategis tersebut, maka IAIN Kerinci-Jambi tidak cukup hanya dengan mengandalkan manajemen secara apa adanya, namun mesti dilakukan dengan usaha yang serius dan sadar terhadap kelemahan dan keunggulanya.

Berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi saat ini, IAIN Kerinci-Jambi perlu mengambil langkah-langkah strategis agar dapat melakukan antisipasi. Hal ini penting dilakukan agar dalam perkembangannya, IAIN Kerinci-Jambi tidak ketinggalan dibanding dengan perguruan tinggi umum lainnya, baik pada skala lokal, regional maupun internasional. Dalam kaitan ini, IAIN Kerinci-Jambi berkeinginan keras untuk mencapai cita-cita besarnya, yakni menjadi PT Islam dengan berbagai keunggulannya, dengan kata lain menjadi Center of Exellence dan Center of Islamic Civilization. Ini semua bisa dilakukan jika ada tekad dan semangat yang menggelora serta langkah-langkah strategis menuju perubahan (change), pertumbuhan (growth), dan reformasi (reform) di segala bidang yang terencana, sistematis, dan berkesinambungan.

Agar cita-cita tersebut dapat terealisasi, perubahan dan pengembangan tersebut harus didasarkan perencanaan yang matang, sistematis, terencana, dan terintegrasi dalam kurun waktu tertentu dan tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Kerinci-Jambi. RIP arah pengembangan IAIN Kerinci-Jambi dalam jangka panjang dalam kurun waktu 16 tahun ke depan (tahun 2017-2032) yang ingin dicapai. Sebagai sebuah RIP, maka dokumen ini memuat kerangka filosofis dan kebijakan strategis. Dengan demikian, RIP ini merupakan kerangka pengembangan strategis jangka panjang IAIN Kerinci-Jambi dengan mempertimbangkan potensi kekuatan dan kelembagan yang dimiliki sekaligus memperhatikan peluang dan tantangan dihadapi.

B. SEJARAH SINGKAT INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI-JAMBI

Berdirinya IAIN Kerinci berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 20164 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 20165. Keberadaan IAIN Kerinci yang ada saat ini merupakan perjungan panjang dan semangat memperjuangan Islam khususnya di Kabupaten/kota Kerinci oleh para tokoh dan pejuang Islam yaitu para kyai, ulama, dan tokoh masyarakat. Secara kelembagaan IAIN Kerinci berawal dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci. Dasar hukum berdirinya STAIN Kerinci sendiri adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 19976 yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 294 Tahun 19977 dan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor E/136/19978.

Menindaklanjuti status kemandirian menjadi STAIN tersebut di atas, maka pada Tahun Akademik 1998/1999 dibuka program Sarjana (S.1) Jurusan Tarbiyah, dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kependidikan Islam (KI) serta Program Diploma Dua (D.2) bidang Program Pendidikan Professional. Sehingga pada Tahun Akademik 1998/1999 STAIN Kerinci mengembangkan program studi, yaitu :

4 tentang Institut Agama Islam Negeri Kerinci yang merupakan alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci, ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo tanggal 1 Agustus 2016 di Jakarta.

5 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Kerinci, yang ditandatangani oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin tanggal 6 November 2016 di Jakarta.

6 tentang tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci yang diserahkan oleh Menteri Agama (dr.H.Tarmizi Thaher) pada tanggal 25 Syafar 1418 H bertepatan dengan tanggal 30 Juni 1997 M, dan dilanjutkan dengan serah terima dari Rektor IAIN STS Jambi (Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah) kepada pjs Ketua STAIN Kerinci (Drs. Mohd. Said Ridwan).

7 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci.

8 tentang Alih Status dari Fakultas daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, yaitu dari Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thoha Saipuddin (STS) Jambi di Kerinci menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci, dengan Jurusan Syariah.

1. Program Sarjana (S.1), meliputi :

a. Jurusan Syari’ah dengan Program Studi, yaitu : (1) Akhwal al- Asyakhsiyah (AS); dan (2) Muamalah (M);

b. Jurusan Tarbiyah, dengan program Studi, yaitu : (1) Pendidikan Agama Islam (PAI); dan (2) Kependidikan Islam (KI).

2. Program Pendidikan Profesional, yaitu : (1) Akta IV; dan (2) Program Diploma II (D.II) bidang Pendidikan Guru Agama Islam (PGAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Embrio berdirinya STAIN Kerinci adalah Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci pada tahun 1964, yang dimotori oleh KH. Daud Qahiri dan Sutan Abdullah Arifin yang mendapatkan dukungan kuat dari Bupati KDH Tk. II Kerinci (Syamsu Bahrun) dan Danres Kerinci (Drs.

Sukamto). Adapun pimpinan Fakultas Syariah Muhammadiyah pada saat itu, yaitu Drs Sukamto sebagai Dekan dan Sutan Abdullah Arifin sebagai sekretaris Fakultas. Dalam perjalanannya mengelola dan mengembangkan Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci, ada upaya meningkatkan status kelembagaan Fakultas Syariah Muhammadiyah dari berstatus swasta menjadi berstatus negeri.

Berdasarkan ketetapan MPR Nomor 11 tahun 1960 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 5 tahun 1963 bahwa untuk mendirikan IAIN minimal memiliki 3 (tiga) fakultas dan jumlah mahasiswa yang memadai. Pada saat itu, jumlah mahasiswa Fakultas Syari’ah Perguruan Tinggi al-Hikmah Jambi, Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin Yayasan Perguruan Tinggi Al-Ma’arif Jambi belum memadai sedangkan Fakultas Syari’ah Muhammadiyah Kerinci sudah memiliki mahasiswa yang cukup untuk satu Fakultas. Berdasarkan hal tersebut, maka para ulama dan tokoh masyarakat serta Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten/Kota Kerinci dan Tingkat I Propinsi Jambi, mengusulkan Fakultas Syari’ah Muhammadiyah Kerinci menjadi salah satu

fakultas di lingkungan IAIN Sulthan Thaha Saipunddin Jambi.

Perjuangan para kyai, ulama, tokoh masyarakat yang didukung pemerintah daerah usaha menjadi status negeri Fakultas Syariah Muhammadiyah Sungai Penuh Kerinci, membuahkan hasil dengan keluarnya Surah Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 116 tahun 1967 tentang Penegerian Fakultas Syari’ah Muhammadiyah Sungai Penuh menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sulthan Thaha Saipuddin Jambi di Kerinci, tertanggal tanggal 27 September 1967. Adapun pimpinan Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saipuddin Jambi di Kerinci, yaitu (1) KH. A Rahman Dayah (Dekan);

(2) KH. Syarifuddin DNB (Pembantu Dekan); (3) KH. Djanan Thaib; (4) KH.

Adnan Thaib; (5) Syekh H. Nahri; (6) KH. Fachruddin Samad; (7) KH.

Abdullah Ahmad; (8) KH. Daud Qahiri; dan (9) KH. Usman Jamal.

Sehingga secara ringkas berdirinya IAIN Kerinci saat ini diawali dari berdirinya Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci tahun 1964. Pada tahun 1967 berubah menjadi Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saipunddin Jambi di Kerinci. Dengan adanya kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Agama pada waktu itu, semua fakultas cabang yang ada di daerah di seluruh Indonesia ditingkatkan kemandiriannya menjadi STAIN tepatnya tahun 1997 yang berjumlah 33 (tiga puluh tiga) Perguruan Tinggi.

C. DEFINISI ISTILAH

Beberapa definisi istilah dimaksud, yaitu :

1. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang ilmu Agama Islam, Teknologi, dan/atau seni yang bernafaskan Islam;

2. Kebijakan Strategis adalah pokok-pokok pikiran utama yang berisi kebijakan dan strategi IAIN Kerinci yang dijadikan pedoman atau

arah dalam mengembangkan program strategis;

3. Rencana Induk Pengembangan atau disingkat dengan RIP merupakan dokumen resmi IAIN Kerinci yang berisi kebijakan strategis jangka panjang dalam mengembangkan program-program penyelenggaraan pendidikann tinggi dalam kurun waktu 16 (enam belas) tahun ke depan;

4. Perencanaan Strategis atau sering disebut dengan Rencana Strategis atau Renstra adalah dokumen resmi IAIN Kerinci yang berisi kebijakan strategis, sasaran strategis, strategi, program, kegiatan, indikator kinerja utama, faktor kunci keberhasilan, dan periodisasi pencapaian dalam kurun waktu 4 (empat) tahunan, yang merupakan penjabaran dari RIP;

5. Rencana Operasional atau Rencana Kerja dan Anggaran adalah pedoman pelaksanaan program dan anggaran setiap tahun, ia merupakan penjabaran dari Renstra 4 (empat) tahunan;

6. Prinsip Dasar adalah pernyataan tertulis tentang kerangka dasar yang bersifat umum yang mendasari penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

7. Nilai adalah pernyataan tertulis tentang jiwa, filosofi, dan ruh yang mendasari penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

8. Visi adalah pernyataan tertulis tentang cita-cita atau arah yang akan dicapai oleh IAIN Kerinci dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di masa yang akan datang dan dalam kurun waktu tertentu;

9. Misi adalah pernyataan tertulis tentang prinsip dan alasan mendasar berdirinya IAIN Kerinci dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi;

10. Tujuan adalah penjabaran dari visi dan misi berupa pernyataan tertulis tentang hal-hal yang secara umum akan dicapai dan merupakan dampak dari pernyataan visi dan misi yang dikembangkan oleh IAIN Kerinci;

11. Analisis Lingkungan adalah proses dalam melakukan penelusuran (scanning) lingkungan dengan tujuan untuk mengetahui lingkungan yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak dan berdampak terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

12. Isu-isu Strategis adalah permasalahan menonjol yang harus dihadapi, apabila tidak direspon dengan baik dapat menghambat atau mengancam eksistensi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh IAIN Kerinci;

13. Tujuan Strategis adalah pernyatan tertulis tentang hal-hal yang hendak dicapai oleh IAIN Kerinci dalam menghadapi lingkungan dan isu strategis yang berkembang;

14. Rumusan Strategi adalah rumusan mengenai cara mencapai tujuan IAIN Kerinci dan sekaligus tujuan strategis;

15. Sasaran Strategis adalah sasaran-terukur yang hendak dicapai oleh IAIN Kerinci dalam periode waktu tertentu;

16. Program Strategis adalah sekumpulan kegiatan yang memperlihatkan urutan cara mencapai sasaran strategis;

17. Stakeholder internal adalah adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan langsung dan setiap hari terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi (unsur pimpinan, dosen, pegawai administrasi, dan mahasiswa aktif);

18. Stakeholder internal kunci adalah pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan atau pengambil kebijakan (semua unsur pimpinan : Ketua, Wakil Ketua, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Pusat, Kepala Unit, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, dan Kepala Unit Penunjang Teknis lainnya; dan

19. Stakeholder eksternal adalah pihak-pihak yang secara langsung tidak terlibat langsung dalam pengelolaan IAIN Kerinci, tetapi mempunyai kepentingan dan kepedulian dengan keberadaan IAIN Kerinci, diantaranya para kyai, ulama, tokoh masyarakat, masyarakat, lingkungan sekitar, organisasi sosial dan keagamaan, instansi pemerintah dan swasta, dan pengguna lulusan.

D. PRINSIP DAN NILAI DASAR

Sebagai perguruan tinggi negeri yang bersifat nirlaba, IAIN Kerinci di kembangkan berdasarkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

1. Prinsip Dasar

a. Ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat universal dan objektif;

b. Ilmu ke-Islaman yang berhubungan tentang segala hal yang bertalian dengan agama Islam bersifat universifal dan mengingkat;

c. Penyelenggaraan pendidikan tinggi merupakan proses Tridharma Perguruan Tinggi dilandasi dengan kebebasan akademik; dan

d. Pengelolaan perguruan tinggi mengacu pada prinsip-prinsip good university governance yang dicirikan dengan transparan, kemandirian, akuntabilitas, kesetaraan, berkelanjutan, kewajaran, efisien dan efektif, taat pada peraturan dan perundang-undangan, mampu meningkatkan kesejahteraan stakeholder dan daya saing bangsa.

2. Nilai Dasar yang Dianut :

Dalam melaksanakan kegiatannya Civitas Akademika wajib menjunjung tinggi dan mangamalkan nilai-nilai sebagai berikut :

a. Ketauhidan. Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, IAIN Kerinci mengacu pada nilai-nilai ketauhidan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh sivitas akademika mengingat dan menyadari bahwa kebebasan akademik yang melekat padanya sebagai insan akademik, tetap dibatasi oleh nilai-nilai ketauhidan.

Dengan demikian, sifat sombong dan angkuh yang mungkin saja dapat menganggu tetap dapat diredam;

b. Akhlakul Karimah. Dalam menjalankan tugas dan fungsi, serta tanggung jawabnya. Civitas akademika dan seluruh masyarakat kampus IAIN Kerinci senantiasa bersikap dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah, baik di dalam kampus maupun di luar kampus;

c. Unggul. Yang dimaksud unggul dalam kontek ini yaitu dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi melebihi dari standar yang telah ditentukan dan lebih baik dari para penyelenggara pendidikan tinggi pada umumnya atau dengan kata lain menjadi pemenang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi;

d. Keterbukaan. Nilai keterbukaan dapat diartikan dengan transparansi.

Nilai ini dimaksudkan agar seluruh proses penyelenggaraan Akademik dan Nonakademik di IAIN Kerinci dilakukan secara transparan sehingga dapat diakses oleh stakeholders, baik internal maupun eksternal;

e. Akademis. Setiap warga kampus IAIN Kerinci memahami, mencintai, dan menggunakan serta menampakkan sebagai ilmuan, religius, dan cendiakawan pada masyarakat;

f. Religius. Setiap warga kampus IAIN Kerinci wajib menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan menjalankan agama secara sungguh-sungguh sesuai petunjuk dalam al-Qur'an dan as-Sunnah;

g. Disiplin. Setiap warga kampus IAIN Kerinci harus disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang di amanahkan dalam rangka menghasilkan layanan pendidikan yang bernilai dan berdaya saing tinggi;

h. Profesional. Setiap warga kampus IAIN Kerinci wajib mengedepankan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan ditunjukkan melalui pengetahuan, kemampuan, dan kompetensi sesuai bidangnya;

i. Kreativitas. Setiap warga kampus IAIN Kerinci diharuskan mengembangkan ide-ide atau gagasan baru dan karya baru dan/atau kombinasi dari keduanya;

j. Objektif. Setiap warga kampus IAIN Kerinci harus menjunjung tinggi nilai-nilai objektifitas dalam menyampaikan pendapat, baik lisan maupun tertulis, jujur apa adanya sesuai dengan kaidah ilmiah serta bertanggungjawab;

k. Akuntabilitas. Setiap warga kampus IAIN Kerinci dalam menjalankan tugas-tugas senantiasa dapat dipertanggungjawabkan, terukur output dan outcome-nya, dan berbasis kinerja;

l. Taat azas. Setiap warga kampus IAIN Kerinci senantiasa mengikuti dan mentaati semua peraturan, ketentuan, dan standar prosedur yang berlaku dan berkaitan dengan tugas-tugas pokok;

m. Budaya mutu. Setiap warga kampus IAIN Kerinci senantiasa mengedepankan pelayanan kepada mahasiswa dan/atau masyarakat internal dan/atau eksternal kampus yang berorientasi mutu dan kepuasan stakeholer, senantiasa meningkatan mutu secara berkelanjutan (continous improvement);

n. Budaya kearifan lokal. Warga kampus IAIN Kerinci wajib menghargai menjunjung tinggi pranata sosial, budaya dan adat-istiadat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh khususnya dan Propinsi Jambi.

E. VISI, MISI, DAN TUJUAN

1. Visi :

"Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang Unggul, Integratif, Entrepreneur, Berkarakter dan sebagai Pusat Kajian serta Pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat tahun 2032".

Dalam pernyataan visi tersebut di atas, terdapat kata kunci (key word) yang perlu di breakdown agar semua stakeholder IAIN Kerinci memahami dan bekerja keras untuk mencapainya. Adapun keyword dimaksud, diantaranya : (1) menjadi; (2) unggul; (3) integratif; (4) entrepreneur; (5) berkarakter; dan (6) sebagai pusat kajian dan pengembangan budaya Islam Sumatera Barat.

a. Makna "Menjadi" :

Bermakna bahwa secara kelembagaan IAIN Kerinci masih dalam tahap "menuju" atau "dalam perjalanan" sebagai perguruan Islam yang Unggul, Integratif, Entrepreneur, Berkarakter dan sebagai Pusat Kajian serta Pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat pada Tahun 2032.

b. Makna "Unggul" :

Keunggulan IAIN Kerinci dikembangkan dalam rangka mencapai 3 (tiga) pilar tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang bermutu. Ketiga pilar itu diupayakan berjalan secara integratif sehingga menjadikan IAIN Kerinci sebagai perguruan tinggi yang unggul dan terpandang berkarakter islami.

1) Unggul dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, dengan Key Performance Indicators :

a) Desain kurikulum menggambarkan integrasi keilmuan antara ilmu umum dan ilmu agama;

b) Proses pengajaran dan pembelajaran di dasarkan pada standar mutu pendidikan berskala nasional dan/atau internasional dan Standar Operasional Prosedur yang jelas dan terukur;

c) Proses pengajaran dan pembelajaran di dukung teknologi informasi dan komunikasi yang memadai baik dosen maupun mahasiswa dengan menggunakan pendekatan multimedia dan e-learning system;

d) Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif dan produktif serta modern dalam mendukung proses belajar-mengajar bagi dosen dan mahasiswa;

e) Dosen pengajar minimal 80% berkualifikasi pendidikan doktor (S.3) dan/atau profesor serta sesuai bidang kompetensinya;

f) Materi pengajaran dan pembelajaran didasarkan dasar keilmuan yang up-to-date dan didasarkan hasil riset dosen;

g) Dosen dan mahasiswa menggunakan bahasa internasional dalam proses pengajaran dan pembelajaran;

h) Mahasiswa dibekali dengan ilmu dan pengetahuan serta ketrampilan dengan memperhatikan kebutuhan stakeholder dalam skala global;

i) Didukung dengan pembiayaan yang proporsional dalam menciptakan atau melahirkan lulusan yang berdaya saing;

j) Kegiatan akademik berskala nasional dan/atau internasional setiap fakultas/jurusan minimal 2 (satu) kali setiap tahun anggaran; dan

k) Mempunyai sistem tatakelola manajemen pengajaran dan pembelajaran.

2) Unggul dalam bidang Mahasiswa dan Lulusan, dengan Key Performance Indicators :

a) Terdapat mahasiswa asing, minimal 2% dari total mahasiswa;

b) Perbandingan antara pendaftaran calon mahasiswa dengan kuota sebesar 4:1;

c) Prestasi kegiatan kemahasiswaan masuk dalam skala regional dan/atau nasional;

d) Indeks prestasi kumulatif kelulusan mahasiswa rata-rata 3,75;

d) Indeks prestasi kumulatif kelulusan mahasiswa rata-rata 3,75;

Dalam dokumen RENCANA INDUK PENGEMBANGAN ( ) (Halaman 14-0)

Dokumen terkait