• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.2 Penyajian Data

4.2.2 Data berkaitan dengan Lingkungan Usaha

Pada sub bab ini penulis akan menyajikan data terkait dengan tindakan dan persepsi Kuliner Nasi Padang serta yang membedakan dengan kuliner- kuliner lain secara internal, untuk itu penulis mengajukan beberapa pertanyaan terait dengan perihal tersebut antara lain:

8. Pertanyaan : Apa yang membedakan kuliner Nasi Padang dengan kuliner yang lainnya?

Hasil wawancara dengan Bapak Isneldi selaku Pemilik Kuliner Nasi Padang, ia mengatakan :

“yang membedakan, hanya jenis makanan nya saja. Dari beberapa kuliner yang berjualan seperti usaha saya hanya ada dua. Dan juga, posisi tempat saya berjualan sangat strategis. Sedangkan yang satunya lagi, berada jauh di pintu keluar plaza millennium. Itu yang menjadi kesempatan saya untuk menarik pelanggan agar membeli kuliner di tempat saya”.

Peneliti menganalisa hasil wawancara tersebut, menurut Hari Purnomo (1996:20-21) analisis lingkungan merupakan proses awal dalam manajemen strategi yang bertujuan untuk memantau lingkungan perusahaan. Secara garis besar analisis lingkungan mencakup analisis lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal mencakup analisis mengenai analisis mengenai sumber daya, kapabilitas serta kompetensi inti yang dimilikinya sedangkan lingkup eksternal mencakup lingkungan umum dan industri.

Diawal pemilik mencoba melihat peluang untuk membuka usaha didepan plaza milenium. Dan juga, usaha nasi padang belum ada yang berjualan di tempat tersebut. Maka dari itu, pemilik berinisiatif memanfaatkan peluang yang ada. Serta melakukan idea tau strategi untuk memaksimalkan usahanya tersebut.

Hasil wawancara dengan Bapak Isneldi selaku Pemilik Kuliner Nasi Padang, ia mengatakan :

“menurut saya, yang menjadi kekuatan terbesar saya adalah tempat saya berada didekat pintu keluar Plaza Milenium. Jadi, orang-orang yang keluar dari Plaza itu dan yang ingin mencari makanan pastinya mereka akan berjumpa langsung dengan jualan saya. Dan juga, saya mempunyai anggota yang siap memanggil orang-orang yang akan keluar dari plaza millennium. Disamping itu, yang menjual nasi padang seperti saya hanya dua pedagang saja. Itupun, pedagang nasi padang yang lain berada jauh dari pintu keluar plaza millennium. Ini yang menjadi kesempatan dan peluang untuk membuka usaha ini. Dan, pesaing saya pun ada juga berada diseberang ditempat saya jualan. Orangpun, tidak usah capek menyeberang membeli nasi. Sudah ada warung nasi berjualan disini. Saya jamin tidak akan kecewa dan tidak kalah saing dengan rumah makan di seberang jalan”.

Peneliti menganalisa hasil wawancara tersebut, pemilik memanfaatkan peluang tempat atau lokasi yang strategis. Tepatnya didekat pintu keluar atau gerbang keluar dari lingkungan plaza milenium. Ini menjadi sebuah usaha pematangan dalam mengembangkan usaha tersebut. Hanya saja, pemilik mencoba untuk melakukan suatu usaha yang mendukung dengan kondisi lokasi tersebut.

10. Pertanyaan : Bagaimana pengelolaan usaha yang anda lakukan?

Hasil wawancara dengan Bapak Isneldi selaku Pemilik Kuliner Nasi Padang, ia mengatakan :

“saya kelola dengan teliti dan semaksimal mungkin. Mulai dari persiapan sampai ke penjualan. Saya tidak mau pelanggan kecewa, tapi seiring, ada juga pelanggan yang merasa mengeluh. Seperti : kelamaan menunggu dsb. Itu menjadi masukan positif bagi usaha saya. Usaha saya ini sudah dua tahun lebih. Serta harus mencari kualitas bahan yang baik agar kualitas makanan saya tidak kalah saing dengan rumah makan yang ada diseberang”.

Peneliti menganalisa hasil wawancara tersebut, pemilik mengelola usaha tersebut sesuai peluang yang ada. Ditambahkan lagi dengan manajemen strategis dan pengelolaan sumber yang ada menjadi suatu keutuhan dalam menjalankan usaha tersebut.

11. Pertanyaan : Apa yang anda lakukan agar lingkungan usaha tetap terjaga?

Hasil wawancara dengan Bapak Isneldi selaku Pemilik Kuliner Nasi Padang, ia mengatakan :

“sewaktu pelanggan sudah selesai makan, harus dibersihkan. Dan, sayapun sudah bayar iuran wajib tiap hari untuk kebersihan, jadi, saya tidak perlu capek- capek membersihkannya ketika saya pulang. Sudah ada yang membersihkannya. Dan juga, ini dilakukan supaya pelanggan merasa nyaman untuk makan disini. Apalagi usaha saya ini, berdiri diatas saluran pembuangan. Maka dari itu, setiap bulan kami melakukan gotong royong untuk membersihkan lapak berjualan kami. Tapi, yang sering menjadi permasalahan. Sering ada bangkai tikus di lingkungan usaha saya”.

Peneliti menganalisa hasil wawancara tersebut, pelayanan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula untuk penegembangan usaha tersebut. Dari segala segi seperti bagaimana membuat calon pelanggan dan pelanggan tetap nyaman dalam menikmati produk yang dibeli. Dengan cara membersihkan lokasi tersebut itu merupakan langkah pelayanan yang baik.

12. Pertanyaan : Bagaimana cara anda mengatur tata letak usaha anda ?

Hasil wawancara dengan Bapak Isneldi selaku Pemilik Kuliner Nasi Padang, ia mengatakan :

“saya menggunakan gerobak dorong. Dari rumah gerobak itu didorong sampai ditempat lapak berjualan saya. Harus diatur sebaik mungkin sesuai kondisi luas lapak yang ada. Mulai dari : jalan pelanggan masuk, dimana pelanggan duduk, dan dimana tempat pelanggan untuk membayar makanan. Itu yang menjadi penting, agar pelanggan tidak dikecewakan. Walaupun, tempat kami tidak seluas dan sebagus rumah makan, kami harus menatanya dengan baik. Sesulit apapun itu, saya harus memikirkan cara menarik minat pelanggan dengan kondisi yang ada. Bisa dikatakan serba sederhana. Tapi, yang menjadi pikiran saya adalah lokasi untuk parkir calon pembeli dan pelanggan saya sebenarnya. Tidak ada jarak atau ruang parkir dikarenakan didepan gerobak saya, ada pangkalan tukang becak. Terlalu dekat tukang becak memangkalkan becaknya dengan gerobak saya. Itu membuat, calon pembeli dan pelanggan saya bingung memarkirkan keretanya. Ujung-ujungnya, ada juja yang tidak jadi membeli makanan ditempat saya”.

Peneliti menganalisa hasil wawancara tersebut, analisis lingkungan akan memberikan gambaran tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi usaha yang diperoleh dari analisis SWOT. Pemilik melihat permasalahan yang ada dan menjadi ancaman bagi usaha pemilik. Dengan kondisi tidak ada ruang bagi calon pelanggan atau pelanggan untuk memarkirkan kendaraan itu menghambat proses penjualan. Dan akhirnya, calon pelanggan dan pelanggan mengurungkan niatnya untuk membeli produk tersebut.

13. Apa yang menjadi ancaman terbesar bagi usaha anda ?

Hasil wawancara dengan Bapak Isneldi selaku Pemilik Kuliner Nasi Padang, ia mengatakan :

“menurut saya, rumah makan yang ada diseberang yang menjadi ancaman usaha saya. Tapi saya tidak takut. Karena, saya mempunyai kualitas makanan yang tidak kalah saing dengan rumah makan itu. Dan, lokasi lapak saya pun, mudah terjangkau oleh pembeli. Dan, satu lagi apabila lapak ini digusur, saya tidak bisa berjualan lagi. Tapi, karena ada iuran wajib, pikiran saya lebih tenang sekarang. Mengingat, usaha saya baru berumur dua tahun lebih”.

Pemilik menganalisa hasil wawancara tersebut,pemilik mengatur formulasi strategi untuk meminimalisir anacaman yang ada. Agar apa yang menjadi harapan pemilik menjadi kenyataan serta pemilik merasa terjaga dalam melakukan penjualan.

Dokumen terkait