BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN
6. Perhitungan Persentil
5.1. Pengumpulan Data
5.1.2. Data Fasilitas Kerja di Bagian Pengepakan
Salah satu faktor penting dalam sistem kerja selain manusia adalah peralatan dan fasilitas kerja. Peralatan dan fasilitas kerja ini berhubungan langsung dengan manusia dimana rancangan peralatan dan fasilitas kerja yang baik sangat diperlukan sesuai dengan kemampuan manusia untuk berinteraksi dengan fasilitas kerjanya. Pada hasil pengamatan yang telah dilakukan pada bagian pengepakan di PT. SOCI ada fasilitas kerja yang digunakan yaitu meja penyablonan. Fasilitas kerja tersebut kurang ergonomis karena operator di bagian
Winda Meta Sari : Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Menggunakan Prinsip Antropometri Pada Bagian Pengepakan Di PT. Sinar Oleochemical International, 2009.
USU Repository © 2009
pengepakan jumbo bag ini melakukan kegiatan membungkuk lebih lama sehingga operator tidak merasa nyaman terhadap fasilitas kerja yang ada. Dan pada stasiun pengisian fatty acid kemasan jumbo bag operator melakukan kegiatan menjinjit berulang-ulang. Sehingga diusulkan perbaikan sistem kerja untuk pijakan kaki berupa anak tangga. Jadi untuk melihat apakah kegiatan ini sekarang telah ergonomis atau tidak maka perlu diketahui ukuran jumbo bag dan meja penyablonan yang terlihat pada Gambar 5.1.
30 cm 140 cm 100 cm 40 cm 100 cm 100 cm 40 cm
Jumbo bag (tampak samping) Jumbo bag (tampak atas)
100 cm
60 cm
65 cm
Winda Meta Sari : Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Menggunakan Prinsip Antropometri Pada Bagian Pengepakan Di PT. Sinar Oleochemical International, 2009.
USU Repository © 2009
Gambar 5.1. Jumbo bag dan Meja penyablonan 5.1.3. Uraian Proses Kegiatan Operator di Bagian Pengepakan
Pada proses kegiatan di bagian pengepakan jumbo bag ini operator yang bekerja sebanyak 3 orang dan dibantu dengan forklif sebagai pengangkat jumbo
bag yang sudah berisi fatty acid untuk dibawa ke gudang penyimpanan. Operator
pertama bertugas di stasiun penyablonan, operator kedua bertugas di pengisian
fatty acid jumbo bag, sedangkan operator ketiga bertugas untuk menjalankan forklif. Adapun uraian proses kegiatan operator di stasiun penyablonan terlihat
pada Tabel 5.2.
Tabel 5.2. Uraian Proses Kegiatan Operator di Stasiun Penyablonan
No Uraian Proses Kegiatan Operator Postur Tubuh
1 Mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk kegiatan
penyablonan seperti tinta sablon (stencil system ink) dan cairan pencampur tinta (conditioner) dan meletakkannya di meja penyablonan. Sementara untuk kertas marking (stencil board) dan roll sablon (replacement rolls) sudah tersedia di meja penyablonan.
Berjalan, berdiri dan membungkuk
2 Mengambil 1 bal jumbo bag dari tempat penyimpanan dan
meletakkannya di atas meja penyablonan
Berjalan, berdiri dan membungkuk 3 Mencampurkan tinta sablon dengan conditioner dalam satu wadah Berdiri dan
membungkuk
4 Melebarkan jumbo bag di atas meja penyablonan Berdiri dan
Winda Meta Sari : Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Menggunakan Prinsip Antropometri Pada Bagian Pengepakan Di PT. Sinar Oleochemical International, 2009.
USU Repository © 2009
5 Meletakkan kertas marking di atas jumbo bag dengan posisi yang sesuai
Berdiri dan membungkuk
Tabel 5.2. Uraian Proses Kegiatan Operator di Stasiun Penyablonan (Lanjutan)
No Uraian Proses Kegiatan Operator Postur Tubuh
6 Mulai menyablon dengan roll sablon yang telah dicelupkan ke dalam wadah campuran tinta sablon dan conditioner.
Berdiri dan membungkuk
7 Merapikan hasil penyablonan di atas meja. Berdiri dan
membungkuk 8 Membawa hasil penyablonan ke tempat penyimpanan sebelumnya Berjalan, berdiri dan
membungkuk Untuk uraian proses kegiatan operator di bagian pengisian fatty acid
terlihat pada Tabel 5.3.
Tabel 5.3. Uraian Proses Kegiatan Operator di Bagian Pengisian Fatty Acid
No Uraian Proses Kegiatan Operator Postur Tubuh
1 Mengambil pallet di tempat penyimpanan dan meletakkannya di atas timbangan.
Berjalan, membungkuk dan jongkok
2 Mengambil kemasan jumbo bag yang sudah disablon di tempat
penyimpanan dan meletakkannya di atas pallet.
Berjalan, berdiri dan membungkuk 3 Merapikan bagian bawah kemasan jumbo bag sehingga berbentuk
segi empat dan kemudian mengaitkan ujung-ujung jumbo bag ke ujung-ujung pallet agar jumbo bag tidak goyang pada saat pengisian
Membungkuk dan jongkok
Winda Meta Sari : Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Menggunakan Prinsip Antropometri Pada Bagian Pengepakan Di PT. Sinar Oleochemical International, 2009.
USU Repository © 2009 fatty acid.
4 Merapikan bagian atas (mulut jumbo bag) dan mengarahkannya pada mesin penuangan fatty acid.
Berdiri dan menjinjit
Tabel 5.3. Uraian Proses Kegiatan Operator di Bagian Pengisian Fatty Acid (Lanjutan)
No Uraian Proses Kegiatan Operator Postur Tubuh
5 Menghidupkan mesin penuangan dan memegang mulut jumbo bag
agar fatty acid tidak keluar pada saat penuangan.
Berdiri dan menjinjit
6 Setelah jarum timbangan mengarah pada berat yang diinginkan maka operator menekan tombol pada mesin untuk memberhentikan pengisian fatty acid.
Berdiri dan menjinjit
7 Memindahkan jumbo bag ke timbangan digital dengan menggunakan
forklift untuk lebih memastikan ketepatan berat fatty acid.
Berdiri dan duduk
8 Menutup jumbo bag dengan menyimpulkan semua sudut jumbo bag dan mengikatnya.
Berdiri dan menjinjit
9 Membawa jumbo bag dengan menggunakan forklif ke gudang
penyimpanan.
Duduk
5.2. Pengolahan Data
Data yang sudah terkumpul akan diolah dengan menggunakan perhitungan rata-rata, standar deviasi, nilai maksimum dan nilai minimum. Kemudian data itu akan diuji dengan uji keseragaman data untuk melihat apakah data sudah memenuhi spesifikasi atau belum. Untuk bisa menggunakan data dimensi ke
Winda Meta Sari : Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Menggunakan Prinsip Antropometri Pada Bagian Pengepakan Di PT. Sinar Oleochemical International, 2009.
USU Repository © 2009
dalam perancangan tersebut maka harus dihitung juga nilai persentilnya. Persentil yang digunakan adalah persentil 95 %. Maksudnya adalah 95 % dari populasi operator tersebut harus bisa menggunakan fasilitas kerja yang diusulkan dengan sebaik-baiknya.
5.2.1. Rata-rata
Untuk menentukan nilai nilai rata-rata pada masing-masing pengukuran dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
n x x_ =
∑
i Dimana : −x = Nilai rata-rata pengamatan
Σ xi = Jumlah pengamatan ke-i n = Jumlah pengamatan
Berikut ini adalah perhitungan nilai rata-rata dari masing-masing dimensi tubuh operator yang akan dihitung.
1. Untuk dimensi Tinggi Berdiri Tegak (TBT) :
30 5 , 170 . . . 170 159 5 , 171 _ + + + + = x = 169,25 cm
2. Untuk dimensi Tinggi Mata Berdiri (TMB) :
30 159 . . . 159 5 , 149 5 , 158 _ + + + + = x = 157,45 cm
3. Untuk dimensi Tinggi Bahu Berdiri (TBB) :
30 5 , 141 . . . 141 5 , 136 5 , 142 _ + + + + = x = 141,73 cm
Winda Meta Sari : Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Menggunakan Prinsip Antropometri Pada Bagian Pengepakan Di PT. Sinar Oleochemical International, 2009.
USU Repository © 2009
4. Untuk dimensi Tinggi Siku Berdiri (TSB) :
30 107 . . . 105