III. KERANGKA PEMIKIRAN
6.1 Data Identifikasi Rajungan
Rajungan yang diolah di mini plant pengolahan rajungan tentunya sangat banyak setiap harinya bahkan mencapai puluhan ton untuk mini plant di Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. Rajungan yang diolah pun beragam jenis, ukuran, dan kondisi fisiknya sehingga dilakukan pengukuran untuk mengetahui kondisi rajungan yang diolah di mini plant dan mini plant skala rumah tangga. Pengukuran/identifikasi sampel rajungan ini dilakukan dengan melihat jenis kelamin, ukuran karapas, kondisi fisik, dan berat rajungan. Pada penelitian ini pengukuran rajungan dilakukan dengan alat bantu penggaris/mistar dan timbangan emas digital dengan akurasi (200 x 0,1 gr).
Mini plant pengolahan rajungan mendapatkan input rajungan langsung dari nelayan maupun dari pedagang (bakul). Mini plant yang mendapatkan input rajungan langsung dari nelayan merupakan mini plant yang terbilang besar sehingga mini plant tersebut telah memiliki mitra kerja dengan nelayan. Sedangkan mini plant yang mendapatkan input rajungan dengan membeli dari pedagang (bakul) yaitu mini plant skala rumah tangga (kecil) yang tidak memiliki mitra kerja dengan nelayan. Pengukuran rajungan pun dilakukan di dua lokasi yang berbeda untuk mengetahui kondisi rajungan yang diolah di mini plant maupun mini plant skala rumah tangga.
Pengukuran rajungan di tingkat nelayan dilakukan untuk mengetahui kondisi rajungan yang diolah di mini plant yang mendapatkan input rajungan langsung dari nelayan. Pada pengukuran rajungan ini diambil sampel acak sebanyak dua ratus ekor rajungan yang merupakan hasil tangkapan satu perahu nelayan. Berdasarkan pengambilan sampel acak, sampel rajungan yang terambil adalah 103 ekor rajungan jantan dan 97 ekor rajungan betina. Lebar karapas rajungan rata-rata dari sampel yaitu 9,13 cm dengan berat rata-rata 59,6 gram. Hasil observasi pengukuran rajungan di tingkat nelayan dapat dilihat pada Lampiran 3.
46 Pengukuran kedua dilakukan di sebuah mini plant Bapak Abdul Hamid yaitu mini plant skala rumah tangga yang membeli input produksi dari pedagang (bakul) rajungan. Pengukuran di mini plantBapak Abdul hamid dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak lima ratus ekor rajungan untuk diidentifikasi. Berdasarkan pengambilan sampel secara acak, sampel rajungan yang terambil adalah rajungan jantan dengan jumlah 294 ekor dan rajungan betina dengan jumlah 206 ekor. Lebar karapas rajungan rata-rata sampel yaitu 9,85 cm dengan berat rata-rata 72,39 gram. Rajungan yang diolah di mini plant skala rumah tangga terlihat lebih besar dari sisi ukuran karapas dan beratnya dikarenakan rajungan tersebut telah disortir dahulu oleh pedagang (bakul). Penyortitan dilakukan karena mini plant skala rumah tangga ini tidak memesan rajungan kecil, namum secara aktual masih terdapat rajungan kecil karena penyortiran dilakukan tanpa alat ukur. Hasil observasi pengukuran rajungan di tingkat mini plant skala rumah tanggadapat dilihat pada Lampiran 4.
Rajungan yang diolah di mini plant secara ukuran rata-rata melebihi delapan sentimeter, hal ini menyatakan bahwa ukuran tersebut telah mematuhi peraturan/kebijakan minimum legal size input production. Namun, secara aktual masih terdapat rajungan dengan ukuran kurang dari delapan sentimeter dan dengan kondisi bertelur yang seharusnya tidak boleh digunakan sebagai input produksi pengolahan rajungan karena bertentangan dengan kebijakan.
6.1.1 Persentase Jumlah Rajungan
Mini plant pengolahan rajungan memproduksi daging rajungan dengan menggunakan input rajungan yang jenis kelamin dan ukurannya berbeda. Dalam penelitian ini rajungan dikelompokkan berdasarkan jantan, betina, dan betina bertelur dengan ukuran 5-7 cm, 8-10 cm, dan 11-13 cm. Jumlah rajungan yang diproduksi tentunya berbeda bila dikelompokan berdasarkan ketentuan di atas. Setelah melakukan observasi lapang di tingkat nelayan dan salah satu mini plant skala rumah tangga, diketahui persentase jumlah rajungan berdasarkan jenisukuran dankelamin, hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 12 dan Tabel 13.
47 Tabel 12. Persentase Jumlah Rajungan di Tingkat Nelayan
KATAGORI
JANTAN BETINA BETINA BERTELUR
JUMLAH PERSENTASE (%) JUMLAH PERSENTASE (%) JUMLAH PERSENTASE (%) 5-7 Cm 6 5.83 5 11.11 0 8-10 Cm 74 71.84 40 88.89 49 94.23 11-13 Cm 23 22.33 0 0.00 3 5.77 TOTAL 103 100 45 100 52 100
Tabel 13. Persentase Jumlah Rajungan di Mini PlantAbdul Hamid
KATAGORI
JANTAN BETINA BETINA BERTELUR
JUMLAH PERSENTASE (%) JUMLAH PERSENTASE (%) JUMLAH PERSENTASE (%) 5-7 cm 2 0,68 2 3,03 - - 8-10 cm 204 69,39 49 74,24 129 92,14 11-13 cm 88 29,93 15 22,73 11 7,86 TOTAL 294 100 66 100 140 100
Berdasarkan kebijakan minimum legal size input production yang menyatakan ukuran minimal rajungan yang boleh diolah adalah delapan sentimter maka ukuran rajungan dapat dikatagorikan menjadi : kecil, sedang, dan besar. Rajungan yang memiliki ukuran 5-7 cm dikatagorikan sebagai rajungan kecil, rajungan yang berukuran 8-10 cm dikatagorikan sebagai rajungan sedang, dan rajungan yang berukuran 11-13 cm dikatagorikan sebagai rajungan besar.
6.1.2 Hubungan antara Lebar Karapas dengan Berat Rajungan
Lebar karapas dan berat rajungan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti usia, kondisi fisik (bertelur/moulting), kondisi lingkungan, dan jenis kelamin rajungan. Berdasarkan observasi yang telah diakukan dapat diketahui keterkaitan antara lebar karapas rajungan dengan berat badannya. Namun, hal tersebut masih tergantung dari kondisi fisik dan jenis kelamin rajungan tersebut.Hubungan antara lebar karapas dengan berat rajungan ditunjukan pada trendline grafik berdasarkan jenis kelamin rajungan dan rajungan yang sedang bertelur. Grafik yang dimaksud dapat dilihat pada Gambar 6-8.
48 Gambar 6. Hubungan antara Lebar Karapas dengan Berat Rajungan
Jantan
Berdasarkan data hasil observasi lapang, rajungan jantan ini memiliki lebar karapas terbesar yaitu 11,8 cm dan terkecil 7 cm dengan rata-rata lebar karapas 10,18 cm. Sedangkan berat rajungan jantan terbesar yaitu 126,1 gram dan terkecil 24,2 gram dengan rata-rata 80,456 gram.Berdasarkan grafik di atas, hubungan antara lebar karapas dengan berat rajungan jantan memiliki trendline yang meningkat. Trendline yang terus meningkat tersebut menyimpulkan jika semakin besar lebar karapas rajungan maka semakin besar juga berat rajungan.
Gambar 7. Hubungan antara Lebar Karapas dengan Berat Rajungan Betina y = 17.82x - 101.0 R² = 0.730 0 20 40 60 80 100 120 140 6 7 8 9 10 11 12 13
HUBUNGAN ANTA RAJUNGAN JANTAN BERAT BADAN &