Usia Berat Suhu Lebar Tinggi Heart Rate Produktivitas
Operator Badan Kerja kemudi kemudi Kerja Kerja
( th ) ( kg ) ( oC ) ( cm ) ( cm ) ( dB ) ( m2/s ) ( denyut/mnt ) ( m2/jam )
I-1 I-2 I-3 I-4 I-5 I-6 I-7 O-1 O-2
1 26 58 31 80.08 91 91.45 0.36 124 1849.60 2 26 58 31 80.08 85 93.25 0.36 131 2083.11 3 26 58 31 80.08 92 92.15 0.36 137 2483.89 4 26 58 31 80.08 88 92.75 0.48 132 2086.92 5 26 58 31 80.08 83 93.30 0.50 131 2015.88 6 26 58 31 80.08 84 93.30 0.48 129 2062.50 7 23 51 29.5 76.88 86 91.45 0.40 132 1762.76 8 23 51 30 76.88 86 91.45 0.39 127 1818.92 9 23 51 30 76.88 88 91.40 0.39 127 1882.06 10 23 51 30.5 76.88 85 91.40 0.70 127 1665.10 11 23 51 30 76.88 88 90.70 0.75 127 1810.08 12 23 51 30.5 76.88 86 90.70 0.70 131 2056.79 13 35 61 34.5 76.58 89 92.15 0.43 124 1977.05 14 35 61 34.5 76.58 94 92.70 0.44 128 2053.06 15 35 61 35.6 76.58 95.5 93.55 0.38 125 2053.42 16 35 61 32 76.58 93 93.30 0.55 127 1791.70 17 35 61 31.5 76.58 98 92.80 0.53 125 1892.31 18 35 61 31.5 76.58 90 93.15 0.55 123 1945.76 19 35 61 29 76.58 88 92.75 0.49 117 2165.17 20 35 61 30.5 76.58 90 93.10 0.50 115 2383.42 21 35 61 31 76.58 87 93.25 0.50 114 2459.89 22 35 58 30 76.98 94 92.10 0.29 118 2371.64 23 35 58 31.5 76.98 100 93.90 0.34 130 2510.99 24 35 58 31 76.98 96 92.40 0.29 138 2113.98 25 35 58 32 76.98 106 92.35 0.41 139 2204.91 26 35 58 31.5 76.98 98 92.35 0.36 139 2116.72 27 36 66 30.5 76.09 88 93.50 0.71 116 1661.79 28 36 66 30 76.09 85 93.65 0.74 117 1675.74 29 36 66 31 76.09 86 92.30 0.58 121 1557.93 30 36 66 31 76.09 88 93.25 0.61 115 1846.71 31 29 54 31.5 77.18 82 91.20 0.36 133 1455.12 32 29 54 32 77.18 82 91.80 0.54 138 1447.55 33 29 54 32 77.18 81 92.30 0.37 133 1835.89 34 29 54 31 77.18 80 93.40 0.34 126 2242.09 35 26 58 30 80.08 82 93.75 0.39 131.13 1989.6 36 26 58 30.5 80.08 85 92.1 0.34 127.25 1789.8 37 26 58 30.5 80.08 84 92.94 0.28 131.12 1846.7 38 23 51 30 76.88 88 92.46 0.49 130.39 1900.4 39 23 51 31 76.88 89 91.73 0.67 128.6 1805.4 40 23 51 31 76.88 89 93.07 0.32 129.9 2250.8 41 35 61 30 76.58 89 93.76 0.53 116.09 2455.6 42 35 58 30 76.98 96 92.23 0.32 122.3 2355.8 43 35 58 30 76.98 92 91.93 0.31 119.17 2239.85 44 35 58 31 76.98 94 92.23 0.33 129.45 2185.6 45 29 54 32 77.18 83 93.2 0.3 130.28 2085.9 46 29 54 31 77.18 83 91.05 0.29 129.5 1344.5 47 29 54 31 77.18 83 92.85 0.36 134.4 2108.3 Data Training Data Validasi Lahan Kebisingan Getaran
PENGEMBANGAN MODEL PRODUKTIVITAS KERJA
MENGGUNAKAN FAKTOR - FAKTOR ERGONOMI
PADA PENGOLAHAN TANAH PERTAMA AREAL PADI SAWAH
ARIEF RM AKBAR
SEKOLAH PASCA SARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2005
SURAT PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi Pengembangan Model
Produktivitas Kerja Menggunakan Faktor-Faktor Ergonomi Pada Pengolahan
Tanah Pertama Areal Padi Sawah
adalah karya saya sendiri dan belum diajukan
dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang
berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis
lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir
disertasi ini.
Bogor, Juni 2005
Arief RM Akbar
ABSTRAK
ARIEF RM AKBAR. Pengembangan Model Produktivitas Kerja Menggunakan
Faktor-Faktor Ergonomi Pada Pengolahan Tanah Pertama Areal Padi Sawah. Dibimbing
oleh BAMBANG PRAMUDYA, SAM HERODIAN dan I WAYAN ASTIKA.
Pengukuran produktivitas kerja traktor tangan serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya dalam pengolahan tanah di areal padi sawah selama ini belum
terukur secara tepat. Produktivitas kerja traktor tangan sangat dipengaruhi oleh
kemampuan dan keahlian serta kenyamanan operator dalam mengoperasikannya. Aspek
desain yang berpengaruh adalah kesesuaian desain dari segi ergonomi terhadap
kemampuan operator sehingga diperoleh produktivitas kerja yang optimal.
Dua model yang dikembangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk
mempelajari dan menentukan hubungan parameter ergonomi yang meliputi aspek
kebisingan, getaran, kesesuaian anthropometri, usia operator, berat badan dan suhu
lingkungan terhadap produktivitas kerja pengolahan tanah di lahan sawah. Model
pertama (A) diaplikasikan pada pengolahan tanah menggunakan traktor tangan dengan
implemen gelebeg sedangkan model kedua (B) pada pengolahan tanah dengan
implemen rotari. Jaringan syaraf tiruan digunakan untuk memformulasikan hubungan
non linier di antara parameter yang dianalisis. Hasil kalibrasi pada Model A dan B
mempunyai akurasi 97% dan 93%, sedangkan terhadap validasi model mempunyai
akurasi 89% dan 87%. Keluaran model adalah produktivitas kerja dan beban kerja
berdasarkan parameter laju denyut jantung.
Pada penggunaan implemen gelebeg peningkatan usia dan berat badan operator
memberikan pengaruh penurunan produktivitas kerja dan laju denyut jantung, begitu
juga pada implemen rotari tetapi pengaruhnya terhadap laju denyut jantung operator
terjadi peningkatan. Hal ini disebabkan cara pengoperasian traktor dengan rotari yang
berbeda di mana operator harus berjalan selama melakukan pengolahan tanah.
Peningkatan getaran traktor yang disebabkan oleh peningkatan putaran motor
(engine) pada penggunaan implemen gelebeg walaupun memberikan pengaruh
peningkatan laju denyut jantung tetapi tidak berdampak terhadap pencapaian
produktivitas kerja. Sedangkan pada implemen rotari peningkatan getaran traktor tidak
berpengaruh terhadap laju denyut jantung dan produktivitas kerja pengolahan tanah.
Tingkat kebisingan traktor yang juga disebabkan oleh peningkatan putaran motor
(engine), pada penggunaan implemen gelebeg memberikan pengaruh peningkatan
produktivitas kerja dengan laju denyut jantung yang menurun, begitu juga pengaruhnya
pada pengolahan tanah dengan implemen rotari, tetapi dengan pola laju denyut jantung
yang relatif datar.
Kenaikan suhu lingkungan pada selang 31.5
oC hingga 33.5
oC pada penggunaan
implemen gelebeg tidak mempengaruhi produktivitas kerja dan laju denyut jantung
operator. Tetapi pada penggunaan implemen rotari kenaikan suhu pada selang tersebut
menyebabkan kenaikan laju denyut jantung operator tetapi masih dalam batas yang
tidak mempengaruhi pencapaian produktivitas kerja.
Tinggi dan lebar kemudi optimum pada penggunaan implemen gelebeg
dan
rotari berhubungan terhadap daerah kerja optimum operator, semakin kecil perbedaan
terhadap daerah optimum akan meningkatkan produktivitas kerja dan menurunkan laju
denyut jantung operator. Posisi optimum tinggi kemudi traktor dengan implemen
gelebeg berada pada selang 110 cm – 113 cm dengan ∆ lebar kemudi 7 cm – 8 cm (dari
lebar kemudi 70 cm) sedangkan tinggi kemudi traktor dengan implemen rotari berada
pada selang 86 cm – 93 cm dengan ∆ lebar kemudi 11 cm (dari lebar kemudi 67 cm).
ABSTRACT
ARIEF RM AKBAR. Development Model of Working Productivity using Ergonomic
Factors in Primary Tillage of Paddy Field. Under the guidance of BAMBANG
PRAMUDYA, SAM HERODIAN and I WAYAN ASTIKA.
The measurement of working productivity of hand tractor including factors
affecting the productivity, in soil tillage of paddy field has not been performed
precisely. The working productivity is more likely influenced by the skill and comfort in
operating the tractor. Design aspect on work productivity is the suitable ergonomic
design which gives optimum working productivity.
Two models have been developed to investigate the relationship between
ergonomic factors and working productivity in primary tillage. The first model (A) was
applied to soil tillage by hand tractor with gelebeg implement and the second model (B)
was applied to soil tillage by hand tractor with rotary implement. Ergonomic factor
analyzed in the model was the optimal height of the steer. Artificial neural network was
used to formulate the non linear relationship among the analyzed parameters. The
models, which are A and B, have accuracy of calibration 97% and 93% respectively, as
well as accuracy of validation 89% and 87%. The outputs models are productivity and
workload.
In application of gelebeg implement, the increase of age and body weight of the
operator will potentially affect the decrease the working productivity and heart rate.
Whereas application of rotary implement could not affect the working productivity, but
it has effect on increasing operator’s heart rate.
Increasing tractor vibration that caused by increasing rotation of the engine, on
application of gelebeg has effect increasing the heart rate even though it has not effect
on working productivity. Whereas, on application of rotary implement, increasing
tractor vibration that caused by increasing rotation of the engine, has no effect on
operator’s heart rate dan working productivity. The higher the level of tractor noise that
also caused by increasing rotation of the engine, on the application of gelebeg
implement will give more effect on increasing the work productivity and decreasing
operator’s heart rate. In addition, in application of rotary implement in the certain range
of noise level is potentially increase the work productivity with relatively flats pattern of
operator’s heart rate.
Increasing the work environmental temperature in the range of 31.5
oC and
33.5
oC in application of gelebeg implementhas no a effect on working productivity and
operator’s heart rate. Conversely, on the application of rotary implement, increasing the
temperature in the same range will give effect on increasing the operator’s heart rate
with no effect on working productivity.
There is an influence of optimum position of height and width of tractor steer on
the operator, where a little influence on the optimum position will increase the working
productivity and will decrease the heart rate of the operator. The result of the optimum
height of tractor steers with gelebeg implement
was in a range of 110 cm and 113 cm
with the ∆ width of steer of 7 cm and 8 cm (actual width of steer 70 cm). In addition,
the optimum height of tractor steers with rotary implement was in a range of 86 cm and
93 cm with the ∆ width of steer of 11 cm (actual width of steer 67 cm).
Hak cipta milik Arief RM Akbar, tahun 2005
Hak cipta dilindungi
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari
Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apa pun, baik
cetak, fotocopi, mikrofilm, dan sebagainya
PENGEMBANGAN MODEL PRODUKTIVITAS KERJA
MENGGUNAKAN FAKTOR - FAKTOR ERGONOMI
PADA PENGOLAHAN TANAH PERTAMA AREAL PADI SAWAH
ARIEF RM AKBAR
DISERTASI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
DOKTOR
pada Departemen Teknik Pertanian
SEKOLAH PASCA SARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2005
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan
rahmatNya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih adalah
Ergonomi dengan judul Pengembangan Model Produktivitas Kerja Menggunakan
Faktor - Faktor Ergonomi Pada Pengolahan Tanah Pertama Areal Padi Sawah.
Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada Bapak Prof.Dr.Ir.Bambang
Pramudya, M.Eng, Bapak Dr.Ir. Sam Herodian, MS serta Bapak Dr. Ir. I Wayan Astika,
M.Si selaku komisi pembimbing atas arahan dan waktu yang telah tercurah buat penulis
selama ini. Disamping itu penghargaan juga penulis sampaikan kepada Bapak
Dr.Ir. M Faiz Syuaib, M.Agr staf pengajar Fateta, IPB dan Bapak Dr. Ing. Suwandi
Sugondo dari PT. Agrindo Surabaya yang telah bersedia menjadi penguji luar komisi,
juga atas saran yang telah diberikan bagi penyempurnaan karya ilmiah ini.
Penghargaan yang tinggi penulis sampaikan kepada Fakultas Pertanian
Universitas Lambung Mangkurat atas dukungan yang telah diberikan selama penulis
menjalani studi program doktor dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas
melalui beasiswa BPPS yang telah penulis terima selama ini serta PT. Indofood Sukses
Makmur atas bantuan biaya penelitian yang telah diberikan.
Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada sdri. Safrina R Nasution,
STP, Sofi Maulidia, STP dan Nur Aini, STP alumni Fateta, IPB serta Bapak Asep
Rahayu dari Dinas Pertanian Kab. Karawang yang telah membantu selama
pengumpulan data di lokasi penelitian. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada
istri dan anak-anak tercinta serta seluruh keluarga atas segala doa dan kasih sayangnya.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Juni 2005
Arief RM Akbar
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sidoarjo pada tanggal 3 September 1968 sebagai anak ke-6
dari pasangan H.M. Usman dan Sulastri (alm). Pendidikan sarjana ditempuh di Jurusan
Mekanisasi Pertanian - PS. Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB,
lulus pada tahun 1992. Pada tahun 1999 penulis diterima di Program Pascasarjana IPB
pada Program Studi Ilmu Keteknikan Pertanian dan menamatkannya pada tahun 2001.
Pada tahun yang sama penulis mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke program
doktor pada program studi dan pada perguruan tinggi yang sama. Beasiswa pendidikan
pascasarjana diperoleh dari Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Penulis bekerja sebagai staf pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Lambung
Mangkurat Banjarbaru pada jurusan Budidaya Pertanian sejak tahun 1995. Selama
mengikuti program S3, penulis menjadi anggota Perhimpunan Teknik Pertanian
(PERTETA) cabang Bogor. Karya ilmiah berjudul Model Optimasi Jadwal Kerja
Pengolahan Tanah pada Pertanaman Padi dengan Metode Genetic Algorithms dan
Pemodelan Faktor Ergonomi terhadap Produktivitas Kerja pada Pengolahan Tanah
Pertama Areal Padi Sawah telah diterbitkan di Jurnal Keteknikan Pertanian pada
tahun 2003 dan 2004. Sebuah artikel berjudul Model of Relation of Height dan Width of
Hand Tractor Steer on The Work Load in Primary Tillage of Paddy Field telah
disajikan pada International Seminar on Advanced Agricultural Engineering and Work
Operation di Bogor pada bulan Agustus 2004. Karya-karya ilmiah tersebut merupakan
bagian dari program S3 penulis.
DAF T AR I S I
Halaman
DAFTAR TABEL ... x DAFTAR GAMBAR xi
DAFTAR LAMPIRAN xvi PENDAHULUAN Latar Belakang ... 1 Perumusan Masalah ... 4 Tujuan Penelitian ... 5 TINJAUAN PUSTAKA Traktor Tangan ... 6 Ergonomi ... 7 Anthropometri ... 9 Kebisingan ... 10 Getaran... 13 Beban Kerja ... 14 Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network) ... 16 METODOLOGI PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian ... 19 Peralatan Penelitian ... 19 Pengambilan Data dan Analisis ... 19 1. Aspek Anthropometri ... 19 2. Aspek Denyut Jantung ... 24 3. Aspek Kebisingan dan getaran ... 25 Pemodelan ... 27 Proses pembelajaran model JST ... 29 Pola data masukan (input) model JST ... 32 Kalibrasi dan Validasi model JST ... 33 Optimasi Rancangan dan Pengoperasian Rancangan Traktor ... 33
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengolahan Tanah ... 35 Sebaran Data ... 38 Analisis Model ... 40 Kalibrasi Model A ... 40 Kalibrasi Model B ... 42 Validasi Model A ... 43 Validasi Model B ... 44 Prediksi Model ... 44 a. Usia dan Berat Badan Operator ... 45 b. Getaran Traktor Tangan ... 52 c. Kebisingan ... 56 d. Suhu Lingkungan ... 61 e. Tinggi dan Lebar Kemudi Traktor Tangan ... 66 Optimasi Model ... 73 a. Optimasi Rancangan ... 73 b. Optimasi Pengoperasian Rancangan Traktor di Lapangan ... 76
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan ... 78 Saran ... 80 DAFTAR PUSTAKA ... 81 LAMPIRAN ... 86 DAFTAR TABEL Halaman 1 Jumlah alat dan mesin pertanian di Indonesia tahun 1995-2000 ... 2 2 Produksi, luas panen dan produktivitas padi tahun 1998-2002 ... 3 3 Standar tingkat kebisingan berdasarkan OSHA ... 11 4 Hubungan tingkat kerja fisik dengan denyut jantung ... 15 5 Efek lengas tanah terhadap konsistensi tanah berkadar liat sedang
hingga tinggi ... 36 6 Data anthropometri operator traktor tangan di Kabupaten Karawang ... 37
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1 Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja traktor tangan
dalam pengolahan tanah di areal padi sawah ... 4 2 Kontribusi human science terhadap ergonomi ... 8 3 Ilustrasi sederhana jaringan syaraf tiruan (JST) ... 16 4 Pengukuran anthropometri operator menggunakan anthropolometer ... 20
5 Skema kerja pengambilan data di lapangan ... 21 6 Ilustrasi posisi optimum tinggi kemudi traktor ... 22 7 Ilustrasi posisi pengukuran untuk menentukan lebar jangkauan kemudi
optimum traktor ... 23 8 Heart rate monitor dipasang pada operator selama pengolahan tanah ... 24
9 Peralatan yang digunakan pada pengukuran getaran dan kebisingan
10 Pengukuran kebisingan traktor tangan di lapangan ( pada engine dan
di telinga operator ... 26 11 Penempatan sensor getaran pada stang kemudi traktor tangan ... 26 12 Pengukuran getaran traktor tangan di lapangan ... 27 13 Skema pemodelan dengan jaringan syaraf tiruan ... 28 14 Model JST yang dikembangkan pada tiap jenis implemen ... 29 15 Ilustrasi pembelajaran backpropagation ... 30 16 Tampilan sebaran data dengan metode boxplot ... 32 17 Pola pengolahan tanah yang dilakukan operator traktor tangan ... 34 18 Traktor tangan yang digunakan dalam penelitian ... 37 19 Pola sebaran data usia dan berat badan operator ... 38 20 Pola sebaran data lebar jangkauan kemudi dan tinggi kemudi ... 39 21 Pola sebaran data suhu, getaran (vibrasi) dan kebisingan (noise) ... 39 22 Pola sebaran data produktivitas kerja dan laju denyut jantung operator ... 40 23 Pengaruh jumlah iterasi dan jumlah node pada hidden layer terhadap
nilai error (tingkat ketelitian) model A ... 41
24 Pengaruh jumlah iterasi terhadap nilai r2 kalibrasi/training (model A
dengan 9 node pada hidden layer) ... 41
25 Pengaruh jumlah iterasi dan jumlah node pada hidden layer terhadap
nilai error (tingkat ketelitian) model B ... 42
26 Pengaruh jumlah iterasi terhadap nilai r2 kalibrasi/training (model B dengan
9 node pada hidden layer) ... 42
27 Pengaruh jumlah iterasi terhadap nilai r2 validasi (model A dengan 9 node pada hidden layer) ... 43
28 Pengaruh jumlah iterasi terhadap nilai r2 validasi (model B dengan 9 node
pada hidden layer) ... 44
29 Pola hubungan data nilai produktivitas kerja pengolahan tanah pada beberapa
tingkatan usia operator ... 46 30 Pola hubungan data nilai produktivitas kerja pengolahan tanah pada beberapa
tingkatan berat badan operator ... 46 31 Pengaruh usia dan berat badan operator terhadap produktivitas kerja
pengolahan tanah pada penggunaan implemen gelebeg (model A) ... 47 32 Pengaruh usia dan berat badan operator terhadap laju denyut jantung pada
penggunaan implemen gelebeg (model A) ... 47 33 Diagram sebab-akibat usia dan berat badan operator terhadap produktivitas
kerja dan laju denyut jantung (penggunaan implemen gelebeg - model A) ... 48
34 Pengaruh usia dan berat badan operator terhadap produktivitas kerja
pengolahan tanah pada penggunaan implemen rotari (model B) ... 49
35 Pengaruh usia dan berat badan operator terhadap laju denyut jantung pada
penggunaan implemen rotari (model B) ... 50 36 Diagram sebab-akibat usia dan berat badan operator terhadap produkivitas
kerja dan laju denyut jantung (penggunaan implemen rotari - model B) ... 51 37 Pola hubungan data nilai produktivitas kerja pada beberapa tingkatan
getaran traktor tangan di lapangan ... 52 38 Hubungan pola getaran traktor akibat pengaruh putaran motor (engine)
terhadap laju denyut jantung operator pada penggunaan implemen
gelebeg (model A) ... 52 39 Pengaruh putaran motor (engine) traktor terhadap getaran dan produktivitas
kerja pengolahan tanah dengan implemen gelebeg ... 53 40 Diagram sebab-akibat getaran traktor terhadap produkivitas kerja dan
laju denyut jantung (penggunaan implemen gelebeg - model A) ... 54 41 Hubungan pola getaran traktor akibat pengaruh putaran motor (engine)
terhadap laju denyut jantung operator pada penggunaan implemen
rotari (model B) ... 55 42 Diagram sebab-akibat getaran traktor terhadap produkivitas kerja dan
laju denyut jantung (penggunaan implemen rotari - model B) ... 55 43 Pengaruh putaran motor (engine) traktor terhadap getaran dan
produktivitas kerja pengolahan tanah dengan implemen rotari ... 56 44 Pola hubungan data nilai produktivitas kerja pengolahan tanah pada
beberapa tingkatan kebisingan traktor tangan di lapangan ... 57 45 Hubungan pola kebisingan traktor akibat pengaruh putaran motor (engine)
terhadap laju denyut jantung operator pada penggunaan implemen
gelebeg (model A) ... 57 46 Diagram sebab-akibat kebisingan traktor terhadap produkivitas kerja
dan laju denyut jantung (penggunaan implemen gelebeg - model A) ... 58 47 Pengaruh putaran motor (engine) traktor terhadap tingkat kebisingan
traktor tangan dengan implemen gelebeg ... 49 48 Pengaruh putaran motor (engine) traktor terhadap tingkat kebisingan
traktor tangan dengan implemen rotari ... 50 49 Hubungan pola kebisingan traktor akibat pengaruh putaran motor (engine)
terhadap laju denyut jantung operator pada penggunaan implemen
rotari (model B) ... 60 50 Diagram sebab-akibat kebisingan traktor terhadap produkivitas kerja
dan laju denyut jantung (penggunaan implemen rotari - model B) ... 61 51 Pola hubungan data nilai produktivitas kerja pada beberapa tingkatan
suhu lingkungan ... 61 52 Pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap produktivitas kerja
pada beberapa tingkatan usia operator (model A) ... 62 53 Pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap laju denyut jantung
operator pada beberapa tingkatan usia (model A) ... 62 54 Diagram sebab-akibat suhu lingkungan terhadap produkivitas kerja
dan laju denyut jantung (penggunaan implemen gelebeg - model A) ... 63 55 Pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap produktivitas kerja
pada beberapa tingkatan usia operator (model B) ... 64 56 Pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap laju denyut jantung
operator pada beberapa tingkatan usia (model B) ... 64 57 Diagram sebab-akibat suhu lingkungan terhadap produkivitas kerja
dan laju denyut jantung (penggunaan implemen rotari - model B) ... 65 58 Pola hubungan data produktivitas kerja pada beberapa posisi tinggi kemudi ... 66 59 Pola hubungan data produktivitas kerja pada beberapa posisi lebar jangkauan
kemudi .... 67
60 Pengaruh perubahan tinggi dan ∆ lebar kemudi traktor terhadap produktivitas
kerja pada penggunaan implemen gelebeg (model A) ... 67 61 Posisi lebar jangkauan kemudi maksimum operator terhadap lebar kemudi
kemudi traktor tangan ... 68 62 Pengaruh perubahan tinggi dan ∆ lebar kemudi terhadap laju denyut jantung
operator pada penggunaan implemen gelebeg (model A) ... 69 63 Diagram sebab-akibat posisi tinggi dan lebar kemudi terhadap produkivitas
kerja dan laju denyut jantung (penggunaan implemen gelebeg - model A) ... 70 64 Pengaruh perubahan tinggi dan ∆ lebar kemudi traktor terhadap produktivitas
kerja pada penggunaan implemen rotari (model B) ... 71 65 Pengaruh perubahan tinggi dan ∆ lebar kemudi terhadap laju denyut jantung
operator pada penggunaan implemen rotari (model B) ... 71 66 Diagram sebab-akibat posisi tinggi dan lebar kemudi terhadap produkivitas
kerja dan laju denyut jantung (penggunaan implemen rotari - model B) ... 72 67 Hasil optimasi tinggi dan lebar kemudi traktor pada penggunaan implemen
gelebeg ... 74
68 Pengaruh tinggi dan lebar kemudi optimum pada penggunaan implemen
gelebeg terhadap laju denyut jantung operator ... 74 69 Hasil optimasi tinggi dan lebar kemudi traktor pada penggunaan implemen
rotari ... 75 70 Pengaruh tinggi dan lebar kemudi optimum pada penggunaan implemen
71 Hasil optimasi karakteristik operator (usia dan berat badan) pada
pengoperasian traktor dengan implemen gelebeg di lapangan ... 77 72 Hasil optimasi karakteristik operator (usia dan berat badan) pada
pengoperasian traktor dengan implemen rotari di lapangan ... 77
DAF T AR L AMPI R AN
Halaman
1 Tampilan program Jaringan Syaraf Tiruan yang digunakan dalam
pengembangan model faktor ergonomi terhadap produktivitas kerja pada
pengolahan tanah pertama areal padi sawah ... 86
2 Koefisien korelasi JST Model A pada proses kalibrasi validasi ... 87 3 Koefisien korelasi JST Model B pada proses kalibrasi validasi ... 88 4 Data laju denyut jantung hasil pengukuran di lapangan ... 89 5 Jumlah Traktor Pertanian di Indonesia Menurut Propinsi ... 92
6 Jumlah Traktor Pertanian di Propinsi Jawa Barat ... 93 7 Luas Penggunaan dan Fungsi Lahan di Kabupaten Karawang tahun 2003 ... 94 8 Rata-rata curah hujan dan hari hujan di Kabupaten Karawang tahun 2003 ... 95 9 Data Alat dan Mesin Pertanian Kabupaten Karawang tahun 2003 ... 96 10 Perhitungan Usaha Tani Padi (per musim tanam) di Kabupaten Karawang ... 97 11 Data Luas Tanam Padi Sawah Tahun 2003 Kabupaten Karawang ... 98 12 Data Luas Panen Padi Sawah Tahun 2003 Kabupaten Karawang ... 99 13 Data Produktivitas Padi Sawah Tahun 2003 Kabupaten Karawang ... 100 14 Data dimensi jenis traktor tangan di lapangan ... 101 15 Data input-output JST – Model A ... 102 16 Data input-output JST – Model B ... 103
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penerapan mekanisasi pertanian khususnya traktor tangan masih banyak
mengalami kendala, baik kendala teknis maupun kendala ekonomi dan sosial.
Ketidaktahuan petani dalam hal pengoperasian traktor tangan secara benar menjadi
salah satu hambatan dalam aplikasinya di lapangan. Aspek sosial yang juga menjadi
kendala penerapannya adalah masih adanya anggapan disebagian petani bahwa
penerapan mekanisasi pertanian khususnya traktor tangan akan menggantikan tenaga
mereka sendiri yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya pengangguran tenaga
kerja di tingkat petani maupun kelompok tani. Aspek ekonomi yang sangat berpengaruh
adalah besarnya biaya investasi alat dan mesin khususnya traktor tangan.
Di lapangan penggunaan tenaga kerja traktor untuk pengolahan tanah baik di
daerah-daerah yang padat penduduknya tetap akan dapat meningkatkan produktivitas
serta tidak akan menyebabkan pengangguran, karena target musim tanam (luas tanam)
dengan pola tanam dan pola panen serempak dapat dipenuhi, yang nantinya akan
berdampak pada peningkatan produksi (produktivitas) serta upaya pengendalian hama
terpadu.
Perkembangan jumlah traktor tangan di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (1995 – 2000) mengalami pertumbuhan sekitar 80.13% atau 13.36% per tahun, sedangkan traktor roda 4 mengalami penurunan sebesar 34.47% atau 5.75% per tahun (Tabel 1). Luas penggunaan lahan di Indonesia pada tahun 2001 mengalami peningkatan sekitar 11.29% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 75.9 juta ha (yang didominasi lahan perkebunan sebesar 26.2%) dengan total luas lahan sawah (luas panen) mengalami penurunan sekitar 0.81% menjadi 10.37 juta ha, sedangkan jumlah tenaga kerja pertanian pada tahun 2001 mengalami penurunan sebesar 6.2% (Deptan 2003).
Tabel 1. Jumlah Alat dan Mesin Pertanian di Indonesia Tahun 1995 – 2000
Sumber : Statistik Pertanian, Deptan (2000)
* Badan Pusat Statistik (2000)
Berdasarkan persentase penggunaan lahan sawah menurut jenis pengairannya, terbesar adalah lahan sawah berpengairan teknis 29%, kemudian di ikuti sawah tadah hujan 25% (Deptan 2003). Produksi padi secara nasional berasal dari produksi padi dari lahan sawah dan lahan kering (Tabel 2). Dalam lima tahun terakhir (1999-2003) terjadi kenaikan produksi padi nasional sebesar 1.93% sedangkan