BAB 5 HASIL PENELITIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN
5.2 Data Khusus
5.2.1 Pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Tabel 5.6 Distribusi frekuensi ibu hamil berdasarkan pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Kategori Frekuensi Presentase (%)
Kurang 18 60
Cukup 12 40
Baik 0 0
Jumlah 7 100
(Sumber : Data primer penelitian Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 5.6 dapat diinterpretasikan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi suportif sebagian besar (60%) memiliki pengetahuan kurang.
5.2.2 Pengetahuan ibu hamil sesudah diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Tabel 5.7 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pengetahuan sesudah diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Kategori Frekuensi Presentase (%)
Kurang 0 0
Cukup 12 40
Baik 18 60
Jumlah 7 100
(Sumber : Data primer penelitian Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 5.7 dapat diinterpretasikan bahwa pengetahuan responden sesudah diberikan edukasi suportif sebagian besar (60%) memiliki pengetahuan baik.
5.2.3 Sikap ibu hamil sebelum diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Tabel 5.8 Distribusi frekuensi responden berdasarkan sikap sebelum
diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Kategori Frekuensi Presentase (%)
Tidak mendukung 16 53,3
Kurang mendukung 14 46,7
Mendukung 0 0
Jumlah 30 100
(Sumber : Data primer penelitian Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 5.8 dapat diinterpretasikan bahwa sikap responden sebelum diberikan edukasi suportif sebagian besar (53,3%) dari responden tidak mendukung.
5.2.4 Sikap ibu hamil sesudah diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Tabel 5.9 Distribusi frekuensi responden berdasarkan sikap sesudah diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Kategori Frekuensi Presentase (%)
Tidak mendukung 0 0
Kurang mendukung 14 46,7
Mendukung 16 53,3
Jumlah 7 100
(Sumber : Data primer penelitian Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 5.9 dapat diinterpretasikan bahwa sikap responden sesudah diberikan edukasi suportif sebagian besar (53,3%) dari responden mendukung.
5.2.5 Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Tabel 5.10 Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Pengetahuan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
PENGETAHUAN
Kategori Kurang Cukup Baik Jumlah
Ʃ % Ʃ % Ʃ % Ʃ %
Sesudah 0 0 12 40 18 60 30 100
Jumlah 18 30 24 40 18 30 60 100
p.value : 0,02 α = 0,05
(Sumber : Data primer penelitian Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 5.10 dapat diinterprestasikan bahwa ada pengaruh pengetahuan konsumsi tablet Fe sesudah diberikan edukasi suporif terhadap pengetahuan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Berdasarkan uji statistik dengan Wilcoxon maka di peroleh p value 0,02, maka nilai p value < α (0,02<0,05). Hal ini berarti (H0) ditolak dan (H1) diterima. Jadi kesimpulannya didapatkan ada pengaruh edukasi suportif terhadap pengetahuan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
5.2.6 Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Sikap Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Tabel 5.11 Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Sikap Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
SIKAP
Kategori Tidak
Mendukung
Kurang
Mendukung Mendukung Jumlah
Ʃ % Ʃ % Ʃ % Ʃ %
Sebelum 16 53,3 14 46,7 0 0 30 100
Sesudah 0 0 14 46,7 16 53,3 30 100
Jumlah 16 26,65 28 46,7 16 26,65 60 100
p.value : 0,02 α = 0,05
(Sumber : Data primer penelitian Tahun 2015)
Berdasarkan tabel 5.11 dapat diinterprestasikan bahwa ada pengaruh sikap konsumsi tablet Fe sesudah diberikan edukasi suporif terhadap pengetahuan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Berdasarkan uji statistik dengan Wilcoxon maka di peroleh p value 0,02, maka nilai p value < α (0,02<0,05). Hal ini berarti (H0) ditolak dan (H1) diterima. Jadi kesimpulannya didapatkan bahwa ada pengaruh edukasi suportif terhadap sikap konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
5.3 Pembahasan
5.3.1 Pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet Fe sebelum diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Berdasarkan tabel 5.6 dapat diinterpretasikan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi suportif sebagian besar (60%) memiliki pengetahuan kurang, dikarenakan dalam kondisi ini ibu hamil kurang mengerti manfaat dari konsumsi tablet Fe, artinya ibu hamil masih membutuhkan penambahan pengetahuan terutama mengembangkan kemampuan motivasi dan menanamkan pengetahuan yang positif sehingga dapat menumbuhkan motivasi dan pada akhirnya tingkat pengetahuannya menjadi lebih tinggi yakni tingkat pengetahuan baik.
Tingkat pengetahuan seseorang mengenai tablet besi berpengaruh terhadap perilaku dalam memilih makanan yang mengandung zat besi (Ramawati, 2008). Menurut Wipayani (2008) mengatakan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang dampak dan manfaat dari konsumsi tablet Fe didapat dari penyuluhan yang diberikan bidan pada waktu ibu hamil tersebut melakukan pemeriksaan ANC. Tingkat pengetahuan ibu juga mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi. Hal ini
menunjukkan bahwa pengetahuan sangat penting peranannya dalam menentukan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Dengan adanya pengetahuan tentang zat besi, ibu hamil akan tahu bagaimana menyimpan dan menggunakan tablet besi. Memperbaiki konsumsi tablet Fe merupakan salah satu bantuan terpenting yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas status gizi pada ibu hamil. Tingkat pengetahuan yang cukup tentang manfaat dan dampak yang mungkin timbul akibat kekurangan tablet Fe pada ibu hamil sangat berpengaruh dalam kepatuhan konsumsi tablet Fe (Ramawati, 2008).
Menurut peneliti, didapatkan hasil penelitian ibu hamil di di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015 sebagian besar memiliki pengetahuan kurang terhadap konsumsi tablet Fe. Berdasarkan usia responden dalam penelitian ini hampir seluruhnya pada usia 26-35 tahun. Pada kelompok usia ini tingkat produktivitas ibu hamil masih tinggi karena fungsi fisik yang masih stabil, sehingga ibu hamil memiliki motivasi yang tinggi untuk mendapatkan pengetahuan sebanya-banyaknya mengenai kebutuhan akan diri dan janinnya, oleh karena itu ibu hamil akan cendurung lebih memperhatikan informasi yang diberikan petugas kesehatan dan termotivasi untuk menjaga kesehatanya serta memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Selain usia, yang dapat menambah motivasi ibu hamil adalah dampak dari mengkonsumsi tablet Fe tidak teratur, sehingga ibu hamil termotivasi agar tidak memperbesar dampak yang muncul dengan menjaga kesehatannya dan konsumsi tablet Fe secara teratur. Sehingga dengan
motivasi yang tinggi dan pengetahuan yang luas diharapkan pengetahuan konsumsi tablet Fe penelitian ini akan meningkat.
5.3.2 Pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet Fe sesudah diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Berdasarkan tabel 5.7 dapat diinterpretasikan bahwa sikap responden sesudah diberikan edukasi suportif sebagian besar (53,3%) dari responden memiliki pengetahuan baik. Dimana responden mampu dan yakin mengkonsumsi tablet Fe secara teratur.
Menurut Hastutik (2008), pengetahuan berpengaruh terhadap kepatuhan konsumsi table Fe karena pengetahuan merupakan pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan perilaku. Perilaku akan bertahan lama jika didasari oleh pengetahuan. Edukasi suportif yang diperoleh melalui pengindraan ibu hamil terhadap kesehatan selama kehamilan akan berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil dalam menjaga kesehatannya.
Menurut peneliti, didapatkan hasil penelitian ibu hamil di di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015 sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik terhadap konsumsi tablet Fe. Tingkat pengetahuan ibu hamil dalam penelitian ini setelah dilakukan edukasi suportif, yaitu ibu hamil mampu memahami atau belajar tentang kebutuhan nutrisi selama hamil dan intervensi kebidanan yang perlu dilakukan lebih kepada memotivasi responden untuk melakukan pengetahuan yang sudah diterima. Kesuksesan tindakan edukasi suportif yang dilakukan secara optimal menjamin ibu
hamil mampu melakukan tindakan lanjutan yang aman dan realistis setelah mendapatkan banyak informasi.
5.3.3 Sikap ibu hamil tentang konsumsi tablet Fe sebelum diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Berdasarkan tabel 5.8 dapat diinterpretasikan bahwa sikap responden sebelum diberikan edukasi suportif sebagian besar (53,3%) dari responden tidak mendukung, dikarenakan dalam kondisi ini ibu hamil memiliki anggapan bahwa tablet Fe merupakan obat bukan multivitamin. Karena kurangnya pengetahuan akan pengertian serta manfaat dari konsumsi tablet Fe, responden memiliki respon yang negatif.
Sikap ibu hamil terhadap suatu objek menunjukkan pengetahuan ibu hamil terhadap objek yang bersangkutan. Sehingga semakin baik edukasi suportif yang diberikan maka akan semakin positif sikap yang terbentuk dalam kepatuhan konsumsi tablet Fe. Pengaruh edukasi suportif yang baik dapat menimbulkan rasa kepercayaan serta motivasi pada ibu hamil, sehingga dapat menimbulkan sikap pada ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe dalam menjaga kesehatannya beserta janinnya. Edukasi suportif sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses kehamilan (Azwar, 2011). artinya ibu hamil masih membutuhkan penambahan pengetahuan terutama mengembangkan kemampuan motivasi dan menanamkan pengetahuan yang positif sehingga dapat menumbuhkan motivasi dan pada akhirnya tingkat pengetahuannya menjadi lebih tinggi yakni tingkat pengetahuan baik.
Edukasi suportif dapat memberikan rasa nyaman kepada ibu hamil karena ibu merasa selalu diperhatian, serta banyak yang mendukung
kelancaran proses kehamilan dengan selalu memberikan motivasi. Konsumsi tablet Fe secara teratur juga karena motivasi untuk pencapaian kesehatan yang lebih baik setelah mengkonsumsi tablet Fe (W. A. Gerungan, 2009). Selain usia, yang dapat menambah motivasi ibu hamil adalah adanya respon intrinsik disebut juga sebagai motif (pendorong) yang mengarahkan perilaku ke rumusan kebutuhan atau pencapaian tujuan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Serta adanya stimulus ekstrinsik dapat berupa hadiah atau insentif, mendorong individu melakukan atau mencapai sesuatu. Jadi motivasi adalah interaksi instrinsik dan ekstrinsik yang dapat dilihat berupa perilaku atau penampilan (Sadili, 2006). Sehingga dampak dari mengkonsumsi tablet Fe tidak teratur, sehingga ibu hamil termotivasi agar tidak memperbesar dampak yang muncul dengan menjaga kesehatannya dan konsumsi tablet Fe secara teratur. Motivasi yang tinggi dan pengetahuan yang luas diharapkan pengetahuan konsumsi tablet Fe penelitian ini akan meningkat.
Menurut peneliti, didapatkan hasil penelitian ibu hamil di di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015 sebagian besar responden memiliki respon tidak mendukung terhadap konsumsi tablet Fe. Berdasarkan usia responden dalam penelitian ini hampir seluruhnya pada usia 26-35 tahun. Pada kelompok usia ini tingkat produktivitas ibu hamil masih tinggi karena fungsi fisik yang masih stabil, sehingga ibu hamil memiliki motivasi yang tinggi untuk mendapatkan pengetahuan sebanya-banyaknya mengenai kebutuhan akan diri dan janinnya, oleh karena itu ibu hamil akan cendurung lebih memperhatikan informasi baru yang diberikan petugas kesehatan, serta
menanyakan segala informasi yang didapat dan termotivasi untuk menjaga kesehatanya serta memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
5.3.4 Sikap ibu hamil tentang konsumsi tablet Fe sesudah diberikan edukasi suportif di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Berdasarkan tabel 5.9 dapat diinterpretasikan bahwa sikap responden sesudah diberikan edukasi suportif sebagian besar (53,3%) dari responden mendukung. Dimana responden memiliki respon yang positif sehingga mampu dan yakin mengkonsumsi tablet Fe secara teratur.
Menurut Sadili (2006), motivasi merupakan kemauan yang kuat untuk berusaha ke tingkat yang lebih tinggi atau lebih baik untuk mencapai tujuan, tanpa mengabaikan kemampuan untuk memperoleh kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu dan janinnya. Sehingga dampak dari mengkonsumsi tablet Fe tidak teratur, sehingga ibu hamil termotivasi agar tidak memperbesar dampak yang muncul dengan menjaga kesehatannya dan konsumsi tablet Fe secara teratur. Motivasi yang tinggi dan pengetahuan yang luas diharapkan pengetahuan konsumsi tablet Fe penelitian ini akan meningkat.
Menurut peneliti, didapatkan hasil penelitian ibu hamil di di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015 sebagian besar responden memiliki respon mendukung terhadap konsumsi tablet Fe. Sikap ibu hamil dalam penelitian ini setelah dilakukan edukasi suportif dapat memberikan rasa nyaman kepada ibu hamil karena ibu merasa selalu diperhatian, serta banyak yang mendukung kelancaran proses kehamilan dengan selalu memberikan
motivasi. Konsumsi tablet Fe secara teratur juga karena motivasi untuk pencapaian kesehatan yang lebih baik setelah mengkonsumsi tablet Fe (W. A. Gerungan, 2009).
5.3.5 Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Pengetahuan Konsumsi Tablet Fe pada Ibu Hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Berdasarkan tabel 5.10 dapat diinterprestasikan bahwa ada pengaruh pengetahuan konsumsi tablet Fe sesudah diberikan edukasi suporif terhadap pengetahuan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015. Berdasarkan uji statistik dengan Wilcoxon maka di peroleh p value 0,02, maka nilai p value < α (0,02<0,05). Hal ini berarti (H0) ditolak dan (H1) diterima. Jadi kesimpulannya didapatkan bahwa ada pengaruh edukasi suportif terhadap pengetahuan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Kesuksesan tindakan edukasi suportif menjamin ibu hamil mampu mengkonsumsi tablet Fe secara teratur. Oleh karena itu, ibu hamil dinyatakan siap menghadapi masa kehamilan apabila mengetahui kebutuhan nutrisi, tanda-tanda bahaya, aktivitas, serta perawatan diri di rumah. Pengaruh edukasi suportif sangat penting terhadap kesiapan ibu hamil menjalani masa kehamilannya dimana tujuan edukasi suportif adalah untuk mempromosikan tahap kemandirian pencapaian kesehatan yang lebih baik setelah mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan untuk pengetahuan konsumsi tablet Fe selama kehamilan yang tidak mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi suportif dikarenakan sulitnya pemikiran ibu hamil tentang keyakinan, mitos, motivasi dan rasa percaya diri dari ibu hamil sehingga
sulit untuk merubah pola pengetahuan tersebut kearah yang lebih baik. Setiap asuhan kebidanan harus diberikan edukasi suportif secara maksimal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet Fe.
Menurut peneliti, didapatkan hasil penelitian ibu hamil di di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015, terdapat pengaruh edukasi suportif terhadap pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet Fe yang mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi suportif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan konsumsi tablet Fe yaitu seperti penyuluhan yang diberikan bidan pada waktu ibu hamil tersebut melakukan pemeriksaan ANC. Pengetahuan ibu hamil terbentuk karena pengalaman dan informasi yang diterima pada saat pemeriksaan ANC. Pengalaman yang negatif dan kurangnya informasi yang diterima oleh ibu hamil akan membentuk ketidaktahuan ibu hamil untuk konsumsi tablet Fe selama kehamilan. 5.3.6 Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Sikap Konsumsi Tablet Fe pada Ibu
Hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015
Berdasarkan tabel 5.11 dapat diinterprestasikan bahwa ada pengaruh sikap konsumsi tablet Fe sesudah diberikan edukasi suporif terhadap pengetahuan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015. Berdasarkan uji statistik dengan Wilcoxon maka di peroleh p value 0,02, maka nilai p value < α (0,02<0,05). Hal ini berarti (H0) ditolak dan (H1) diterima. Jadi kesimpulannya didapatkan bahwa ada pengaruh edukasi suportif terhadap sikap konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015.
Kesuksesan tindakan edukasi suportif menjamin ibu hamil mampu mengkonsumsi tablet Fe secara teratur. Oleh karena itu, ibu hamil dinyatakan siap menghadapi masa kehamilan apabila mengetahui kebutuhan nutrisi, tanda-tanda bahaya, aktivitas, serta perawatan diri di rumah. Pengaruh edukasi suportif sangat penting terhadap kesiapan ibu hamil menjalani masa kehamilannya dimana tujuan edukasi suportif adalah untuk mempromosikan tahap kemandirian pencapaian kesehatan yang lebih baik setelah mengkonsumsi tablet Fe. Semakin baik edukasi suportif yang diberikan maka akan semakin positif sikap yang terbentuk dalam kepatuhan konsumsi tablet Fe. Pengaruh edukasi suportif yang baik dapat menimbulkan rasa kepercayaan serta motivasi pada ibu hamil, sehingga dapat menimbulkan sikap pada ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe dalam menjaga kesehatannya beserta janinnya. Edukasi suportif sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses kehamilan (Azwar, 2011).
Menurut peneliti, didapatkan hasil penelitian ibu hamil di di BPM Ny. “V”, Sidoarjo Tahun 2015, terdapat pengaruh edukasi suportif terhadap sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet Fe yang mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi suportif. Setelah dilakukan edukasi suportif dapat memberikan rasa nyaman kepada ibu hamil sehingga ibu merasa selalu diperhatian, serta banyaknya dukungan dalam kelancaran proses kehamilan dengan selalu memberikan motivasi serta dukungan dalam konsumsi tablet Fe secara teratur. Motivasi untuk konsumsi tablet Fe secara teratur dapat membantu pencapaian kesehatan yang lebih baik.