BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
LANDASAN TEORI
D. Data Penelitian
Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data hasil tes diagnostik, data hasil observasi, dan data hasil wawancara terhadap siswa.
E. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Metode pengumpulan data
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes, observasi, dan wawancara.
a. Tes
Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab, ditanggapi, atau tugas yang harus dilaksanakan oleh seseorang yang dites. Tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana seorang siswa telah menguasai pelajaran yang telah disampaikan meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan (Jihad & Haris, 2013: 67). Tes dalam penelitian ini digunakan untuk melihat jenis-jenis kesalahan
yang dilakukan siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
b. Observasi
Sugiyono (2010) mengemukakan, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Teknik pengumpulan data dengan observasi dilakukan untuk meneliti aktivitas siswa di kelas pada saat pembelajaran mengenai materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan.
c. Wawancara
Wawancara pada penelitian kualitatif ini menggunakan bentuk wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya, pedoman wawancara yang digunakan berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2010:197). Setelah tes diagnostik diberikan kepada siswa nilai tes diagnostik kemudian diurutkan dari yang tertinggi sampai terendah dan di bagi
menjadi 3 kelompok yaitu siswa dengan nilai tinggi, sedang, dan rendah. Dari kelompok nilai tinggi dan sedang peneliti memilih masing-masing 3 siswa untuk diwawancarai, sedangkan dari kelompok nilai rendah dipilih 4 orang untuk diwawancarai. Wawancara digunakan untuk mengethui faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
2. Instrumen pengumpulan data a. Soal tes
Untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat digunakan instrumen penelitian berupa tes uraian. Soal tes diambil berdasarkan pada indikator yang ingin dicapai pada materi bilangan bulat, soal tes uraian berjumlah 7 soal. Berikut ini kisi-kisi soal tes yang digunakan :
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Tes Kompetensi dasar Indikator Nomor soal Jumlah soal Melakukan operasi hitung bilangan bulat Siswa dapat melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat 1a, 1b 2 Siswa dapat melakukan operasi hitung pengurangan bilangan bulat 1c,1d 2 Siswa dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat secara bersamaan 1e,1f 2 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah Siswa dapat Menggunakan sifat-sifat operasi hitung penjumlahan dan dan pengurangan bilangan bulat dalam pemecahan masalah 2,3,4,5,6 5 b. Lembar observasi
Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi nonpartisipan di mana peneliti hanya mengamati aktivitas belajar mengajar di dalam kelas tanpa ikut terlibat aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Tabel 3.2 Lembar Observasi
No Kegiatan yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Guru mengkondisikan kelas
sebelum pembelajaran dilaksanakan
2 Guru melakukan apersepsi
3 Guru memotivasi siswa 4 Guru melibatkan siswa
secara aktif dalam kegiatan pembelajaran
5 Guru sering bertanya kepada siswa
6 Siswa aktif bertanya kepada guru/teman saat mengalami kesulitan 7 Siswa mengemukakan pendapat saat diskusi/pembelajaran berlangsung 8 Guru memberikan
latihan/tugas sesuai dengan indikator/tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai
9 Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan
c. Pedoman wawancara
Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berupa garis besar permasalahan. Garis besar permasalahan tersebut berupa bagaimana langkah-langkah yang
digunakan siswa untuk memperoleh jawabannya, dan kesulitan apa yang dialami siswa dalam menjawab soal.
Siswa yang di wawancarai adalah siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar ketuntasan yang telah di tetapkan sekolah.
Berikut ini kisi- kisi wawancara yang digunakan : Indikator soal :
1. Siswa dapat melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat
Pertanyaan :
a. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ini?
b. Bagaimana cara kamu mengerjakannya? c. Mengapa kamu menjawab seperti itu?
d. Apakah menurutmu jawaban tersebut sudah benar? 2. Siswa dapat melakukan operasi hitung pengurangan
bilangan bulat Pertanyaan :
a. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ini?
b. Bagaimana cara kamu mengerjakannya? c. Mengapa kamu menjawab seperti itu?
3. Siswa dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat secara bersamaan
Pertanyaan :
a. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut?
b. Bagaimana cara kamu mengerjakan soal? Bagian mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu?
c. Mengapa kamu menjawab seperti itu?
d. Apakah menurutmu jawaban tersebut sudah benar?
4. Siswa dapat Menggunakan sifat-sifat operasi hitung penjumlahan dan dan pengurangan bilangan bulat dalam pemecahan masalah
Pertanyaan :
a. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut?
b. Apa yang diketahui dari soal? c. Apa yang ditanyakan dalam soal?
Untuk soal no 4 dan 6
Bagaimana kamu menggambarkan permasalahan dari apa yang telah kamu ketahui dari soal?
Bagaimana cara kamu menjawab apa yang ditanyakan dengan gambar yang kamu buat?
d. Bagaimana cara kamu mengerjakan soal? Mengubah kedalam bentuk matematikanya? e. Mengapa kamu menjawab/menggambar seperti
itu?
f. Apakah gambar/ jawabanmu tersebut sudah benar?
d. Tingkat kesukaran soal, validitas dan reliabilitas instrumen penelitian
1. Tingkat kesukaran soal
Kriteria soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar (Arikunto, 1990 : 209). Sukar atau mudahnya soal ditunjukkan dengan indeks kesukaran (difficulty index). Tingkat kesukaran (TK) masing-masing butir soal dihitung dengan menggunakan rumus (Jihad & Haris, 2013:183) :
Keterangan :
TK = Tingkat kesukaran
SA = Jumlah skor kelompok atas SB = Jumlah skor kelompok bawah
n = Jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah maks = skor maksimal soal yang bersangkutan
Kriteria interpretasi menurut sudjana (dalam Jihad & Haris, 2013:183) : TK Tingkat Kesukaran 0,00-0,30 Sukar 0,31-0,70 Sedang 0,71-1,00 Mudah 2. Validitas
Sebelum soal tes diberikan kepada siswa harus diuji coba terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan pengujian validitas. Validitas dilakukan untuk menentukan kesesuian antara soal dengan materi yang telah diajarkan dengan tujuan yang ingin diukur.
Pada penelitian ini,validitas dilakukan dengan meminta pertimbangan dari pakar/ahli dalam bidang matematika yaitu guru bidang studi dan dosen pembimbing untuk memvalidasi soal tes yang akan diberikan kepada siswa, kemudian soal juga akan diuji cobakan terlebih dahulu.
Dalam menentukan tingkat validitas butir soal digunakan korelasi product moment pearson dengan mengkorelasikan skor yang didapat pada butir soal
dengan skor total yang didapat (Jihad & Haris, 2013 : 180)
Rumus yang digunakan :
( )( )
√ ( ) ( )
Keterangan
= Koefisien korelasi antara variable X dan Y N = Banyaknya peserta tes
X = Nilai hasil uji coba Y = Nilai rata-rata harian
Interpretasi nilai koefisien korelasi sebagai berikut : : sangat tinggi : tinggi : cukup : rendah : sangat rendah 3. Reliabilitas
Reliabilitas soal merupakan ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistenan soal tes (Jihad & Haris, 2013 : 180-181). Perhitungan yang digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas soal digunakan perhitungan Alpha Cronbach dengan rumus :
[
] [ ] Keterangan :
n = banyaknya butir soal
= jumlah varians skor tiap item = variansi skor soal
Untuk mencari variansi digunakan rumus :
( )
Intrepretasi nilai mengacu pada pendapat Guilford: : sangat rendah : rendah : cukup : tinggi : sangat tinggi F. Teknik Analisis Data
1. Analisis data hasil tes diagnostik
Analisis data hasil tes diagnostik diperoleh dengan cara mengoreksi data hasil jawaban tertulis siswa yang terdapat pada lembar jawaban siswa untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan apa saja yang dilakukan siswa.
2. Analisis data hasil observasi
Faktor penyebab kesalahan diperoleh dengan cara menganalisis data hasil observasi pada saat proses pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat berlangsung untuk mengetahui faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal tes diagnostik. 3. Analisis data hasil wawancara
Analisis data wawancara diperoleh dengan menganalisis hasil wawancara siswa. siswa diwawancarai berdasarkan jawaban yang dituliskan siswa pada lembar jawaban yaitu tentang bagaimana siswa memperoleh hasil jawaban selain itu didasarkan pula pada kesalahan yang telah ditemukan peneliti saat mengoreksi jawaban siswa untuk mengetahui lebih jelas jenis-jenis kesalahan apa saja yang dilakukan siswa dan faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal tes. Saat wawancara belangsung peneliti menggunakan alat perekam berupa handphone untuk merekam hasil wawancara. G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Secara Keseluruhan
1. Tahap persiapan
a. Membuat surat ijin penelitian dari kampus.
b. Menyerahkan surat ijin penelitian ke SMP Joannes Bosco Yogyakarta.
d. Menyesuaikan jadwal pengambilan data dengan pihak sekolah.
2. Tahap observasi
Observasi dilaksanakan untuk mengetahui dan memahami kondisi siswa, guru, maupun kelas yang akan digunakan untuk penelitian. Observasi dilakukan pada saat pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan, observasi tersebut bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
3. Tahap pengambilan data
a. Melakukan uji coba instrument penelitian.
Uji coba instrument penelitian dilaksanakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas soal tes.
b. Melakukan tes penguasaan dan analisis kesalahan siswa. c. Menganalisis hasil jawaban siswa.
d. Mewawancarai siswa yang mendapatkan nilai dibawah kriteria ketuntasan.