• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1 Hasil Pengujian

4.1.1 Data Pengujian Motor Tanpa Beban

Berdasarkan gambar 4.1 pada setpoint 100 yang kita berikan respon dari enkoder

masih tidak baik, terlihat masih besarnya osilasi yang dihasilkan. Begitu juga dengan

error yang masih terlihat besar nilai errornya dikarenakan nilai enkoder yang belum baik,

karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai dari tachometer terlihat sudah

mendekati dari setpoint yang kita atur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan

roda tergantung atau tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.1 Grafik Setpoint 100

2 Data Grafik Setpoint 200

Berdasarkan gambar 4.2 menjelaskan bahwa respon dari enkoder terhadap setpoint

masih tidak baik karena digrafik terlihat osilasi yang masih besar. Begitu juga dengan nilai

error yang masih besar osilasinya karena nilai error didapat dari error = setpoint –

enkoder. Nilai dari tachometer mendekati nilai setpoint meski terlihat masih diatas dari

BAB IV

Pengujian dan Analisa

4.1 Hasil Pengujian

Data yang diambil dibawah ini adalah data dengan mengatur nilai K

p

= 1.36,

K

i

= 0.2 dan K

d

= 1.33.

4.1.1 Data Pengujian Motor Tanpa Beban

1. Data Grafik Setpoint 100

Berdasarkan gambar 4.1 pada setpoint 100 yang kita berikan respon dari enkoder

masih tidak baik, terlihat masih besarnya osilasi yang dihasilkan. Begitu juga dengan

error yang masih terlihat besar nilai errornya dikarenakan nilai enkoder yang belum baik,

karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai dari tachometer terlihat sudah

mendekati dari setpoint yang kita atur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan

roda tergantung atau tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.1 Grafik Setpoint 100

2 Data Grafik Setpoint 200

Berdasarkan gambar 4.2 menjelaskan bahwa respon dari enkoder terhadap setpoint

masih tidak baik karena digrafik terlihat osilasi yang masih besar. Begitu juga dengan nilai

error yang masih besar osilasinya karena nilai error didapat dari error = setpoint –

enkoder. Nilai dari tachometer mendekati nilai setpoint meski terlihat masih diatas dari

BAB IV

Pengujian dan Analisa

4.1 Hasil Pengujian

Data yang diambil dibawah ini adalah data dengan mengatur nilai K

p

= 1.36,

K

i

= 0.2 dan K

d

= 1.33.

4.1.1 Data Pengujian Motor Tanpa Beban

1. Data Grafik Setpoint 100

Berdasarkan gambar 4.1 pada setpoint 100 yang kita berikan respon dari enkoder

masih tidak baik, terlihat masih besarnya osilasi yang dihasilkan. Begitu juga dengan

error yang masih terlihat besar nilai errornya dikarenakan nilai enkoder yang belum baik,

karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai dari tachometer terlihat sudah

mendekati dari setpoint yang kita atur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan

roda tergantung atau tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.1 Grafik Setpoint 100

2 Data Grafik Setpoint 200

Berdasarkan gambar 4.2 menjelaskan bahwa respon dari enkoder terhadap setpoint

masih tidak baik karena digrafik terlihat osilasi yang masih besar. Begitu juga dengan nilai

error yang masih besar osilasinya karena nilai error didapat dari error = setpoint –

enkoder. Nilai dari tachometer mendekati nilai setpoint meski terlihat masih diatas dari

21

setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau

tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.2 Grafik Setpoint 200

3. Data Grafik Setpoint 300

Berdasarkan gambar 4.3 menjelaskan nilai dari enkoder sudah berusaha mendekati

nilai setpoint yang diatur walaupun masih terlihat osilasi yang besar. Nilai error juga mulai

mengecil karena dipengaruhi dari selisih nilai setpoint dan enkoder. Nilai tachometer

sudah mendekati setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda

tergantung atau tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.3 Grafik Setpoint 300

21

setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau

tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.2 Grafik Setpoint 200

3. Data Grafik Setpoint 300

Berdasarkan gambar 4.3 menjelaskan nilai dari enkoder sudah berusaha mendekati

nilai setpoint yang diatur walaupun masih terlihat osilasi yang besar. Nilai error juga mulai

mengecil karena dipengaruhi dari selisih nilai setpoint dan enkoder. Nilai tachometer

sudah mendekati setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda

tergantung atau tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.3 Grafik Setpoint 300

21

setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau

tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.2 Grafik Setpoint 200

3. Data Grafik Setpoint 300

Berdasarkan gambar 4.3 menjelaskan nilai dari enkoder sudah berusaha mendekati

nilai setpoint yang diatur walaupun masih terlihat osilasi yang besar. Nilai error juga mulai

mengecil karena dipengaruhi dari selisih nilai setpoint dan enkoder. Nilai tachometer

sudah mendekati setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda

tergantung atau tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

4. Data Grafik Setpoint 400

Berdasarkan gambar 4.4 setpoint yang diatur adalah 400, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.4 Grafik Setpoint 400

5. Data Grafik Setpoint 500

Berdasarkan gambar 4.5 setpoint yang diatur adalah 500, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

4. Data Grafik Setpoint 400

Berdasarkan gambar 4.4 setpoint yang diatur adalah 400, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.4 Grafik Setpoint 400

5. Data Grafik Setpoint 500

Berdasarkan gambar 4.5 setpoint yang diatur adalah 500, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

4. Data Grafik Setpoint 400

Berdasarkan gambar 4.4 setpoint yang diatur adalah 400, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.4 Grafik Setpoint 400

5. Data Grafik Setpoint 500

Berdasarkan gambar 4.5 setpoint yang diatur adalah 500, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

23

Gambar 4.5 Grafik Setpoint 500

6. Data Grafik Setpoint 600

Berdasarkan gambar 4.6 setpoint yang diatur adalah 600, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.6 Grafik Setpoint 600

23

Gambar 4.5 Grafik Setpoint 500

6. Data Grafik Setpoint 600

Berdasarkan gambar 4.6 setpoint yang diatur adalah 600, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.6 Grafik Setpoint 600

23

Gambar 4.5 Grafik Setpoint 500

6. Data Grafik Setpoint 600

Berdasarkan gambar 4.6 setpoint yang diatur adalah 600, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

7. Data Grafik Setpoint 700

Berdasarkan gambar 4.7 setpoint yang diatur adalah 700, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.7 Grafik Setpoint 700

8. Data Grafik Setpoint 800

Berdasarkan gambar 4.8 setpoint yang diatur adalah 800, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

7. Data Grafik Setpoint 700

Berdasarkan gambar 4.7 setpoint yang diatur adalah 700, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.7 Grafik Setpoint 700

8. Data Grafik Setpoint 800

Berdasarkan gambar 4.8 setpoint yang diatur adalah 800, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

7. Data Grafik Setpoint 700

Berdasarkan gambar 4.7 setpoint yang diatur adalah 700, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.7 Grafik Setpoint 700

8. Data Grafik Setpoint 800

Berdasarkan gambar 4.8 setpoint yang diatur adalah 800, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

25

Gambar 4.8 Grafik Setpoint 800

9. Data Grafik Setpoint 900

Berdasarkan gambar 4.9 setpoint yang diatur adalah 900, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.9 Grafik Setpoint 900

25

Gambar 4.8 Grafik Setpoint 800

9. Data Grafik Setpoint 900

Berdasarkan gambar 4.9 setpoint yang diatur adalah 900, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.9 Grafik Setpoint 900

25

Gambar 4.8 Grafik Setpoint 800

9. Data Grafik Setpoint 900

Berdasarkan gambar 4.9 setpoint yang diatur adalah 900, terlihat respon dari nilai

enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai yang

mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error dipengaruhi

dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint – enkoder. Nilai

dari tachometer masih diatas nilai setpoint namun masih mendekati dari setpoint yang

diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban.

10. Data Grafik Setpoint 1000

Berdasarkan gambar 4.10 setpoint yang diatur adalah 1000, terlihat respon dari

nilai enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai

yang mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error

dipengaruhi dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint –

enkoder. Nilai dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari

setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau

tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.10 Grafik Setpoint 1000

11. Data Grafik Setpoint 1100

Berdasarkan gambar 4.11 setpoint yang diatur adalah 1100, terlihat respon dari

nilai enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai

yang mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error

dipengaruhi dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint

enkoder. Nilai dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari

setpoint yang diatur.

10. Data Grafik Setpoint 1000

Berdasarkan gambar 4.10 setpoint yang diatur adalah 1000, terlihat respon dari

nilai enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai

yang mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error

dipengaruhi dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint –

enkoder. Nilai dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari

setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau

tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.10 Grafik Setpoint 1000

11. Data Grafik Setpoint 1100

Berdasarkan gambar 4.11 setpoint yang diatur adalah 1100, terlihat respon dari

nilai enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai

yang mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error

dipengaruhi dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint

enkoder. Nilai dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari

setpoint yang diatur.

10. Data Grafik Setpoint 1000

Berdasarkan gambar 4.10 setpoint yang diatur adalah 1000, terlihat respon dari

nilai enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai

yang mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error

dipengaruhi dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint –

enkoder. Nilai dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari

setpoint yang diatur. Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau

tidak menyentuh tanah dan tanpa beban.

Gambar 4.10 Grafik Setpoint 1000

11. Data Grafik Setpoint 1100

Berdasarkan gambar 4.11 setpoint yang diatur adalah 1100, terlihat respon dari

nilai enkoder sudah bagus dan berusaha mendekati setpoint dan mempertahankan nilai

yang mendekati setpoint tersebut. Nilai error juga terlihat stabil karena nilai error

dipengaruhi dari nilai setpoint dan enkoder, karena error didapat dari error = setpoint

enkoder. Nilai dari tachometer masih diata nilai setpoint namun masih mendekati dari

setpoint yang diatur.

27

Gambar 4.11 Grafik Setpoint 1100

Dalam pengujian ini dilakukan dengan keadaan roda tergantung atau tidak

menyentuh tanah dan tanpa beban. Adapun cara pengambilan data enkoder dapat dilihat

pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.12 Cara Pengambilan Data Kecepatan Menggunakan Tachometer

4.1.2 Data Pengujian Motor Dengan Beban

Dokumen terkait