• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Data Perolehan Nilai Tes Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Berdasarkan observasi tersebut, maka aktivitas siswa kelas V SD Inpres Pampang 1 selama proses pembelajaran IPA dengan penerapan model pembelajaran discoverydapat dikategorikan cukup. Hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran discoveryyang dilaksanakan oleh guru sehingga siswa kurang memberikan respon. Oleh karena itu, data observasi siswa tersebut akan dianalisis sehingga akan menjadi bahan refleksi pada pembelajaran IPA denganmodel pembelajaran discoverypada tindakan siklus II.

4 Arya L 30 Tidak tuntas

5 Dimas Saputra L 27 Tidak tuntas

6 Faturahman Faturusi N.A L 59 Tidak tuntas

7 Jordan Oktafan Latupapua L 45 Tidak tuntas

8 Muh. Agung Setiawan L 90 Tuntas

9 Muh. Rafli L 30 Tidak tuntas

10 Muh. Alif Adit Saputra L 50 Tidak tuntas

11 Muh. Alif AL. Fathan L 27 Tidak tuntas

12 Muh. Alif Darma Wangsa L 50 Tidak tuntas

13 Muh. Amir Arifin L 50 Tidak tuntas

14 Muh. Fadil L 50 Tidak tuntas

15 Muh. Fahri L 50 Tidak tuntas

16 Muh.IQram Al Kauzar L 50 Tidak tuntas

17 Muh. IQram Pratama L 59 Tidak tuntas

18 Muh. Rifa Saputra L 50 Tidak tuntas

19 Muh. Saldi Nur L 30 Tidak tuntas

20 Muh. Tamsil Ardiansyah L 30 Tidak tuntas

21 Muh. Adam Pratama Nur L 86 Tuntas

22 Rian Basalan L 50 Tidak tuntas

23 Adinda P 90 Tuntas

24 Anggung Nailah Ridwan P 77 Tuntas

25 AQilah Nada Syafira P 95 Tuntas

26 Arifa P 63 Tidak tuntas

27 Dina Aulia Syahputri P 77 Tuntas

28 Dwi NurFadillah P 63 Tidak tuntas

29 Hanifa P 90 Tuntas

30 Hikmawati P 86 Tuntas

31 Indah Asis P 77 Tuntas

32 Keisa Naila Sari P 90 Tuntas

33 Mizka Asisa Ramadani P 77 Tuntas

34 Nabila Dwi Cantika P 90 Tuntas

35 Naura Izza Jabila J P 86 Tuntas

36 Novilasari P 86 Tuntas

37 Nur Hidayah P 59 Tidak tuntas

38 Nurkhadija Aisyah A.S P 91 Tuntas

39 Pratiwi P 90 Tuntas

40 Rizka Amelia P 63 Tidak tuntas

41 Salsabila Alfahira P 63 Tidak tuntas

42 Salwa P 63 Tidak tuntas

43 Sriwardani Astri P 63 Tidak tuntas

Jumlah 2.780 18 Tuntas

25 Tidak tuntas

Rata-rata 64,65%

Ketuntasan belajar 46.51%

Ketidaktuntasan belajar 53.48%

Berdasarkan data pada tabel, diperoleh gambaran bahwa dari 44 siswa kelas V SD Inpres Pampang 1, pada siklus I hanya 17 siswa atau 39,53% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 23siswa atau 53, 48% yang tidak memenuhi ketuntasan.

Selanjutnya untuk mengetahui frekuensi dan persentase nilai hasil belajar siswa dan skala deskriptifnya, maka dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3 Data Deskripsi Frekuensi Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I

Nilai Kategori Jumlah Siswa Persentase (%)

85%- 100% Baik Sekali (BS) 14 32,55%

70%-84% Baik (B) 6 9,30%

55%-69% Cukup (C) 8 18,60%

40%-54% Kurang (K) 9 20,93%

0%-39% Kurang Sekali (KS) 6 13,95 %

Jumlah 43 100 %

Berdasarkan data pada tabel 4.4 di atas diperoleh gambaran bahwa hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Pampang I. Pada siklus I umumnya dalam skala deskriptif terdapat 14 siswa atau 32,55% yang hasil belajarnya terkategori baik sekali (BS), 4 siswa atau 9,30% yang hasil belajarnya terkategori baik (B), 8 siswa atau 918,60% yang hasil belajarnya terkategori cukup (c) 9 siswa atau 20, 93% yang hasil belajarnya kategori (k) 6 siswa atau 13,95% yang katagori kurang sekali.

Kemudian untuk melihat persentase ketuntasan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA materi sumber dan sifat – sifat cahaya metode discovery pada siswa kelas V SD Inpres Pampang, pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I

Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

70– 100 Tuntas 18 41,86%

0 – 69 Tidak Tuntas 25 58,13%

Jumlah 43 100%

Dari tabel di atas dari 43 siswa kelas V SD Inpres Pampang 1, hasil belajar IPA materi sumber dan sifat – sifat cahaya,18 siswa ( 41,86%) termasuk dalam kategori tuntas dan 25 siswa (58,13%) yang termasuk dalam kategori tidak tuntas.

Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I ketuntasan hasil belajar belum tercapai sepenuhnya karena indikator keberhasilan yang ditetapkan mengisyaratkan bahwa pembelajaran dengan materi sumber dan sifat sifat cahaya dikategorikan berhasil jika setiap siswa mendapat nilai minimal 70 dengan tingkat penguasaan 80%.Dengan demikian tujuan pembelajaran belum tercapai sehingga pembelajaran dapat dilanjutkan pada siklus berikutnya.

d.

Refleksi Siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan, dan hasil belajar IPA siswa, guru dan peneliti berdiskusi melakukan refleksi sebagai berikut:

1) Siswa dalam kegiatan kelompoknya masih senang protes dan mengeluh untuk mengganti anggota kelompoknya. Selain itu, siswa kurang mampu bekerja sama dengan anggota kelompoknya.

2) Siswa acuh tak acuh terhadap tugas yang diberikan dan ada pula siswa yang malu bertanya dan tidak mau bekerjasama dengan teman kelompoknya, sehingga ada siswa yang pasif dan hanya siswa yang berkemampuan tinggi saja yang mendominasi jalannya diskusi kelompok.

3) Siswa hanya menunggu jawaban dari temannya tanpa memahami tugas-tugas yang diberikan kepadanya, hal ini dibuktikan dengan evaluasi pada akhir pertemuan tentang tugas kelompoknya sehingga ada kelompok yang cuma perwakilannya saja yang menjawab evaluasi dari gurunya.

4) Guru lebih menyiapkan diri agar penampilan dan penyampaian materi dalam pembelajaran dapat lebih maksimal, sehingga siswa akan lebih mudah menerima materi dan merasa antusias dalam mengikuti pembelajaran.

5) Guru selalu memberikan bimbingan dan perhatian pada semua kelompok, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.

6) Guru lebih kreatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, aktif, nyaman, dan menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

7) Guru harus senantiasa memberikan arahan kepada siswa tentang pentingnya pembelajaran kooperatif, bahwa dalam pembelajaran kooperatif kerjasama dan saling ketergantungan dalam struktur tugas, tujuan, dan penghargaan merupakan tuntutan dalam pembelajaran ini sehingga siswa lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya.

kekurangan yang ada pada siklus I. Pertemuan I dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Agustus 2017 dan pertemuan II dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Agustus 2017 di ruang kelas V SD Inpres Pampang I. Proses pembelajaran IPA pada siklus II dilakukan dengan beberapa langkah perbaikan pada tindakan siklus I, yaitu:

1) Guru lebih kreatif dalam pengelolaan kelas dengan membuat pembelajaran yang lebih menarik perhatian siswa dan membangkitkan semangat siswa.

2) Guru lebih mengoptimalkan pemberian motivasi kepada siswa untuk meningkatkan kerjasama antar kelompok, dan pembentukan kelompok kerja bukan guru yang menentukan, tetapi siswa sendiri yang memilih anggota kelompoknya.

3) Guru selalu memberikan bimbingan pada semua kelompok supaya dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.

4) Guru lebih mempersiapkan diri, baik materi yang akan disampaikan maupun penampilan.

Berpijak dari uraian tersebut, peneliti kemudian menyusun rencanapelaksanaan pembelajaran IPA dengan metode discovery untuk pertemuan selanjutnya. Urutan langkah-langkah yang dilaksanakanpada siklus II sebagai berikut:

a) Peneliti bersama guru melakukan analisis kurikulum dan membuat skenario pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan selama 2 x35 menit dengan materi pokok yang diajarkan adalah sumber dan sifat – sifat cahaya dan Standar Kompetensi adalah menerapkan sifat-sifat cahaya melalui suatu kegiatan membuat karya atau model.Kompetensi Dasar adalah mendeskripsikan sifat-sifat cahaya

b) Membuat pedoman observasi dan menyusun alat evaluasi untuk melihat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal berdasarkan materi yang diberikan.

b. Pelaksanaan Siklus II

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I berlangsung dalam dua kali pertemuan. Pertemuan I dilaksanakan pada hari Selasa 29 Agustus 2017 dan pertemuan II dilaksanakan pada hari rabu 30 Agustus 2017, dengan mengajarkan materi sumber dan sifat-sifat cahaya di akhir pertemuan kedua atau akhir siklus I dilaksanakan tes hasil belajar siswa. Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan, meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Masing-masing kegiatan tersebut akan dideskripsikan sebagai berikut:

1) Kegiatan Awal (±10 Menit)

Kegiatan awal yang dilakukan dalam pembelajaran IPA yaitu guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan dilanjutkan dengan membaca doa belajar kemudian dilanjutkan dengan penyampaian indikator pencapaian hasil belajar dan guru menginformasikan model pembelajaran discoveryyang akan digunakan. Kegiatan-kegiatan tersebut tercantum dalam RPP dan dilaksanakan berdasarkan pada hasil observasi dalam proses pembelajaran IPA di kelas V SD Inpres Pampang 1.

2) Kegiatan Inti (±50 Menit)

Kegiatan inti yang dilakukan guru dalam pertemuan I pada siklus II, yaitu guru menjelaskan materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu sumber dan sifat-sifat cahaya Kegiatan ini dilakukan untuk mengecek kemampuan awal siswa.

Guru memberikan penjelasan cahaya sumber cahaya dan sifat-sifat cahayadengan

menerapkan pembelajaran discovery yaitu:

a.) Gurumengelompokan siswa ke dalam 6 kelompok, yaitu: I, II, III, IV, V danVI.

Tiap kelompok beranggotakan 6-7 orang.Gurumembentukkelompoksecara heterogenyaitu dengan cara memilih teman yang pandai, sedang dan rendah serta laki-laki dan perempuan. Setelah siswa berkumpul dengan teman kelompoknya, guru mulai bertanya dengan mengajukan atau mengarahkan peserta didik membaca atau mendengarkan uraian tentang sumber cahaya dan sifat – sifat cahaya yang terdapat dalam buku pelajaran IPA.

b.) Siswa diberi kesempatan mengidentifikasi berbagai permasalahan. Sebagian besar memilihnya yang dipandang menarik dan fleksibel untuk dipecahkan.

c.) Siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan informasi tentang sumber dan sifat-sifat cahaya

d.) Semua informasi hasil bacaan, wawancara, observasi diolah atau ditinjau kembali.

e.) Berdasarkan hasil diskusi peserta didik, guru mengecek atau verifikasi kembali apakah pembelajaran sudah berhasil atau belum berhasil.

f.) Berdasarkan hasil verifikasi tadi, peserta didik diarahkan untuk menarik kesimpulan terkait materi yang sedang dipelajari.

Kegiatan inti pada pertemuan II relatif sama dengan langkah-langkah pada pertemuan I, akan tetapi guru mengingatkan kembali sumber dan sifat-sifat cahaya Selanjutnya pada pertemuan II membahas tentang sumber dan sifat- sifat cahaya.

Akhir pertemuan IIdiadakan tes siklus II untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus II.

3) Kegiatan Akhir (±10 Menit)

Kegiatan penutup yang dilakukan guru dengan materi sumber dan sifat-sifat cahaya yaitu guru memberikan kesimpulan atau jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.Memberikan tugas dan memberikan pesan-pesan moral yaitu untuk lebih giat lagi dalam belajar dan mengulang kembali pelajaran yang telah dipelajari.

c. Observasi Siklus II

Kegiatan observasi dilakukan terhadap penerapan model pembelajaran discoverydengan mengamati aktivitas siswa kelas V SD Inpres Pampang 1.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, maka hal-hal yang ditemukan saat observasi adalah sebagai berikut:

1. Data Hasil Observasi Kegiatan Belajar Siswa pada Siklus II

Adapun hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung melalui model pembelajaran discoverypada siklus II selama dua pertemuan dapat dideskripsikan sebagai berikut:

Pelaksanaan tindakan pertemuan pertama, aktivitas siswa ketika mendengarkan penjelasan dari guru berada pada kategori baik, aktivitas siswa dalam pembagian kelompok, aktivitas siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru berada pada kategori baik sedangkan aktivitas siswa dalam berdiskusi dengan teman kelompoknya tentang jawaban yang dianggap benar berada pada kategori cukup dan aktivitas siswa dalam menanggapi hasil laporan dari kelompok lain berada pada kategori cukup. Serta siswa menyimpulkan materi pelajaran dikategorikan baik.Sehingga, diperoleh nilai persentase aktivitas belajar

siswa pada pertemuan pertama ini sebesar 100% atau dikategorikan baik sekali (BS).

Tabel 4.5 Data Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Siswa pada Siklus II

No Indikator Aspek yang dinilai Penilaian Kater angan 3 2 1

1 .

Stimulasi Rangasangan

Siswa mendengarkan

penjelasan dari guru tentang sifat sifat cahaya

Siswa Bertanya jawab seputar materi sifat sifat cahaya

Siswa memperhatikan masalah yang dimunculkan oleh guru dalam pembelajaran.

2 .

Identifikasi Masalah

Siswamembentuk7 kelompok secara heterogen.

Siswa mendengarkan

penjelasan skenario dan aturan-aturan belajar dengan

kelompok kecil untuk memecahkan masalah/tugas belajar.

Siswa mengambil LKS yang disediakan oleh guru untuk kelompoknya.

3 .

Pemecahan Masalah

Siswa mengisi lembar LKS yang telah disiapkan.

Siswa mengemukakan ide sebagai bentuk kerjasama dalam menyelidiki dan menyelesaikan masalah kelompoknya.

Siswabergantian memberi jawaban.

4 .

Pengumpulan Data

Siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan.

Siswa menuliskan di papan tulis hasil kerja kelompoknya.

Siswa memperhatikan penyajian hasil kerja tiap kelompok.

5 Pengolahan Data

Siswa bertukar pikiran dan mengoreksi kembali informasi yg telah diperoleh untuk mendapatkan jawaban

.Siswa masing masing menjelaskan informasi yang diperoleh melalui hasil wawancara.

Siswa membandingkan setian hasil kerja

6 .

Pembuktian Siswa aktif berdiskusi dan memberikan pertanyaan ataupun tanggapan terhadap sajian hasil pemecahan masalah

Siswa menguji atau membahas pendapat sementara yang dikemukakan siswa atas dasar bukti (data) yang ada di depan kelas

Siswa memberikan saran terhadap laporanyang telah di laporkan oleh pasangan.

Berdasarkan data hasil observasi pengamat terhadap subjek penelitian yang berjumlah 43 orang siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa, pada tindakan siklus II (pertemuan I dan II) menunjukkan bahwa, dari 3 indikator yang direncanakan, siswa telah dapat melaksanakan ke tiga indikator tersebut dengan baik. Berdasarkan observasi siswa tersebut, maka aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dapat dikategorikan baik sekali (BS).

2) Data Perolehan Nilai Tes Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Setelah melalui proses pembelajaran dengan model pembelajaran discoveryselama dua pertemuan pada siklus II dan diakhiri dengan melakukan

tes pada akhir siklus, maka diperoleh hasil tes belajar sebagaimana terlampir pada tabel berikut ini:

Tabel 4.6 Data hasil perolehan nilai tes belajar siswa pada siklus II

No Nama Siswa L/P Nilai Kategori

1 Achmad Khadir L 70 Tuntas

2 Ahmad Pratama L 86 Tuntas

3 Aprisal Arifin L 86 Tuntas

4 Arya L 70 Tuntas

5 Dimas Saputra L 75 Tuntas

6 Faturahman Faturusi N.A L 72 Tuntas

7 Jordan Oktafan Latupapua L 86 Tuntas

8 Muh. Agung Setiawan L 100 Tuntas

Skor perolehan 6 0 0 6

Jumlah skor perolehan 18 0 0 18

Indikator Keberhasilan (Persentase %) 100%

9 Muh. Rafli L 60 Tidak tuntas

10 Muh. Alif Adit Saputra L 85 Tuntas

11 Muh. Alif AL. Fathan L 70 Tuntas

12 Muh. Alif Darma Wangsa L 90 Tuntas

13 Muh. Amir Arifin L 78 Tuntas

14 Muh. Fadil L 75 Tuntas

15 Muh. Fahri L 77 Tuntas

16 Muh.IQram Al Kauzar L 75 Tuntas

17 Muh. IQram Pratama L 69 Tidak tuntas

18 Muh. Rifa Saputra L 85 Tuntas

19 Muh. Saldi Nur L 66 Tidak tuntas

20 Muh. Tamsil Ardiansyah L 70 Tuntas

21 Muh. Adam Pratama Nur L 90 Tuntas

22 Rian Basalan L 60 Tidak tuntas

23 Adinda P 100 Tuntas

24 Anggung Nailah Ridwan P 95 Tuntas

25 AQilah Nada Syafira P 100 Tuntas

26 Arifa P 86 Tuntas

27 Dina Aulia Syahputri P 59 Tidak tuntas

28 Dwi NurFadillah P 70 Tuntas

29 Hanifa P 95 Tuntas

30 Hikmawati P 90 Tuntas

31 Indah Asis P 90 Tuntas

32 Keisa Naila Sari P 100 Tuntas

33 Mizka Asisa Ramadani P 95 Tuntas

34 Nabila Dwi Cantika P 100 Tuntas

35 Naura Izza Jabila J P 90 Tuntas

36 Novilasari P 86 Tuntas

37 Nur Hidayah P 78 Tuntas

38 Nurkhadija Aisyah A.S P 100 Tuntas

39 Pratiwi P 100 Tuntas

40 Rizka Amelia P 86 Tuntas

41 Salsabila Alfahira P 78 Tuntas

42 Salwa P 86 Tuntas

43 Sriwardani Astri P 81 Tuntas

Jumlah 3.558 38 Tuntas

5 Tidak tuntas

Rata-rata 82.74%

Ketuntasan belajar 88.37%

Ketidaktuntasan belajar 11.62%

Berdasarkan data pada tabel diperoleh gambaran bahwa dari 43 siswa kelas V SD Inpres Pampang 1, pada siklus II hanya 38 orang siswa atau 88,37% yang memenuhi kriteria ketuntasanminimal (KKM) dan 5 orang siswa atau 11,62% yang tidak memenuhi ketuntasan belajar. Adapun secara individual, nilai yang dicapai siswa tersebar dari nilai terendah 59 sampai dengan nilai tertinggi 80 dari nilai ideal yang mungkin dicapai 100. Selanjutnya untuk mengetahui frekuensi dan persentase nilai hasil belajar siswa dan skala deskriptifnya, maka dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 Data Deskripsi Frekuensi Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II

Nilai Kategori Jumlah Siswa Persentase (%)

85%- 100% Baik Sekali (BS) 23 53,48%

70%-84% Baik (B) 15 34,88%

55%-69% Cukup (C) 5 11,62%

40%-54% Kurang (K) - -

0%-30% Kurang Sekali (KS) - -

Jumlah 43 100 %

Berdasarkan data pada tabel 4.7 di atas diperoleh gambaran bahwa hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Pampang 1. Pada siklus II umumnya kategori sangat baik sebanyak 23 siswa atau 53,48%, terdapat 15 siswa atau 34,88% yang hasil belajarnya terkategori baik dan 5 siswa atau 11,62% hasil belajarnya terkategori cukup dan tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai kurang dan sangat kurang.

Kemudian untuk melihat persentase ketuntasan hasil belajar IPA materi sumber dan sifat-sifat cahaya dengan penerapan model pembelajaran discoverypada siswa kelas V SD Inpres Pampang 1, pada siklus I dapat dilihat

tabel berikut:

Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II

Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

70 – 100 Tuntas 38

88,37%

0 – 79 Tidak Tuntas 5

11,62%

Jumlah 43 100%

Dari tabel di atas dari 43 siswa kelas V SD Inpres Pampang 1,, hasil belajar IPA materi sumber dan sifat-sifat cahaya,38 siswa (88,37%) termasuk dalam kategori tuntas dan 5 siswa (11,62%) yang termasuk dalam kategori tidak tuntas.

Berdasarkan data nilai hasil dari tes hasil belajar siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sudah berhasil. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sudah tercapai karena menunjukkan bahwa ketuntasan belajar dengan penerapan model pembelajaran discoverymata pelajaran IPA materi sumber dan sifat–sifat cahaya telah tercapai secara klasikal karena dikategorikan berhasil jika setiap siswa mendapat nilai minimal 70 dengan tingkat penguasaan 80%. Dengan demikian tujuan pembelajaran sudah tercapai sehingga pembelajaran dapat dihentikan.

d. Refleksi Siklus II

Pelaksanaan tindakan siklus II yang dilaksanakan selama dua kali pertemuanmasing-masing dua jam pelajaran (2x35 menit), menunjukkan adanya kemajuanproses pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran discovery. Kemajuan bukan hanya terjadi pada proses pembelajaran saja,

tetapijuga pada hasil belajar IPA siswa antara lain:

1) Perhatian siswa terjadi peningkatan pada saat mengerjakan LKS kekompakan antara anggota kelompok terjadi, dengan saling memberikan bimbingan kepada anggota kelompok yang kurang memahami materi pelajaran.

2) Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar seperti sudah berani bertanya dan berebutan menaikkan tangan untuk menjawab pertanyaan dari guru.

3) Mempersentasikan hasil diskusinya sudah tampak berani dan serius dalam memberikan penjelasan terhadap hasil diskusi kelompok.

4) Pada saat persentasi hasil diskusi setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menanggapi hasil diskusi kelompok lain. Semangat siswa semakin meningkat terutama dalam memberikan tanggapan dan penjelasan.

5) Siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh dikarenakan model pembelajaran IPA yang menarik dan siswa yang pandai dapat mengajar siswa yang kurang pandai. Dalam proses interaksi sosialnya guru dan siswa dapat terjalin secara sehat, berdiskusi dengan baik, bermusyawarah dan bertukar pikiran untuk saling mengisi dan menyelesaikan permasalahan sehingga siswa hanya aktif

di dalam pembelajaran e. Pembahasan

Pembahasan dalam hasil penelitian ini terdiri dari aktivitas guru, siswa dan hasil belajar dalam memahami materi pelajaran IPA melalui model pembelajaran discovery.

Dokumen terkait