• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Penelitian

4.3.2 Data Setelah Penelitian

Data setelah penelitian ini berupa data minat dan hasil belajar siswa setelah dilakukan penelitian. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai data setelah penelitian penelitian.

4.3.2.1Data Minat Belajar

Data minat belajar siswa setelah penelitian diperoleh dari hasil angket minat akhir setelah kelas eksperimen dan kelas kontrol mendapatkan perlakuan yang berbeda pada saat pembelajaran. Angket minat akhir berisi pertanyaan- pertanyaan tentang minat siswa belajar IPA yang berjumlah 20 butir pertanyaan berbentuk pilihan ganda. Angket yang digunakan merupakan angket yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Nilai minat belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penelitian selengkapnya dapat dibaca pada lampiran 31 dan 32. Distribusi frekuensi data nilai minat belajar kelas eksperimen sebelum penelitian dapat dibaca pada tabel 4.12 berikut:

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Nilai Minat Belajar Kelas Eksperimen Setelah Penelitian

No Kelas Kelas Interval Frekuensi

1 69,5-74,4 2 2 74,5-79,4 2 3 79,5-84,4 1 4 84,5-89,4 5 5 89,5-94,4 10 6 94,5-99,4 4 Jumlah 24

Berdasarkan tabel 4.12 tersebut, selanjutnya dapat dibuat diagram distribusi frekuensi nilai minat belajar kelas eksperimen setelah penelitian sebagai berikut:

Diagram 4.5 Distribusi Frekuensi Nilai Minat Belajar Kelas Eksperimen Setelah Penelitian

Distribusi frekuensi data nilai minat belajar kelas kontrol setelah penelitian dapat dibaca pada tabel 4.13 berikut:

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Nilai Minat Belajar Kelas Kontrol Setelah Penelitian

No Kelas Kelas Interval Frekuensi

1 56,25-64,24 5 2 64,25-72,24 11 3 72,25-80,24 6 4 80,25-88,24 1 5 88,25-96,24 2 Jumlah 25

Berdasarkan tabel 4.13 tersebut, selanjutnya dapat dibuat diagram distribusi frekuensi nilai minat belajar kelas kontrol setelah penelitian sebagai berikut:

Diagram 4.6 Distribusi Frekuensi Nilai Minat Belajar Kelas Kontrol Setelah Penelitian

Berdasarkan distribusi frekuensi nilai minat belajar siswa setelah penelitian pada kelas eksperimen, diperoleh nilai tertinggi 98,75 dan nilai terendah 72,5 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 56,25. Sementara rata-rata nilai untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing yaitu 88,12 dan 70,85. Selisih rata-rata nilai hasil belajar setelah penelitian kedua kelompok tersebut yaitu 17,27. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara minar belajar siswa pada kelas eksperimen dan minat belajar siswa pada kelas kontrol.

Data hasil belajar siswa setelah penelitian diperoleh dari hasil tes akhir atau tes formatif setelah kelas eksperimen dan kelas kontrol mendapatkan perlakuan yang berbeda pada saat pembelajaran. Tes akhir berisi soal-soal mengenai materi struktur bumi yang berjumlah 20 butir soal pilihan ganda. Soal yang digunakan merupakan soal yang sudah teruji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembedanya. Nilai tes akhir atau hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penelitian selengkapnya dapat dibaca pada lampiran 34 dan 35. Distribusi frekuensi data nilai hasil belajar kelompok eksperimen sebelum penelitian dapat dibaca pada tabel 4.14 berikut:

Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kelas Eksperimen Setelah Penelitian

No Kelas Kelas Interval Frekuensi

1 65-70 6 2 71-76 3 3 77-82 4 4 83-88 2 5 89-94 3 6 95-100 6 Jumlah 24 Berdasarkan tabel 4.14 tersebut, dibuat diagram distribusi frekuensi nilai hasil belajar kelas eksperimen setelah penelitian sebagai berikut:

Diagram 4.7 Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kelas Eksperimen Setelah Penelitian

Distribusi frekuensi data nilai hasil belajar kelas kontrol setelah penelitian dapat dibaca pada tabel 4.15 berikut:

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kelas Kontrol Setelah Penelitian

No Kelas Kelas Interval Frekuensi

1 55-59 4 2 60-64 5 3 65-69 4 4 70-74 7 5 75-79 3 Jumlah 24 Berdasarkan tabel 4.15 di atas, selanjutnya dapat dibuat diagram distribusi frekuensi nilai hasil belajar kelas kontrol setelah penelitian sebagai berikut:

Diagram 4.8 Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar Kelas Kontrol Setelah Penelitian

Berdasarkan distribusi frekuensi nilai hasil belajar siswa setelah penelitian pada kelas eksperimen, diperoleh nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 70, sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 55. Sementara rata-rata nilai untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing yaitu 82,71 dan 66,2. Selisih rata-rata nilai hasil belajar setelah penelitian kedua kelas tersebut yaitu 16,51. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

4.4 Uji Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan analisis akhir, maka perlu dilakukan pengujian prasyarat pada data yang telah diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini meliputi pengujian data minat dan hasil

belajar siswa, baik sebelum maupun setelah penelitian. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai uji prasyarat analisis minat dan hasil belajar siswa.

4.4.1 Data Sebelum Penelitian

Analisis data sebelum penelitian meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan rata-rata. Hasil analisis data sebelum penelitian dijelaskan sebagai berikut:

4.4.1.1Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi awal data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 17 melalui uji Liliefors. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila α > 0,05 pada kolom Kolmogorof-Smirnov. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai uji normalitas data sebelum penelitian.

4.4.1.1.1 Data Minat Belajar

Output hasil uji normalitas data minat belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.16 berikut:

Tabel 4.16 Hasil Uji Normalitas Data Minat Belajar Siswa Sebelum Penelitian

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

Minat AwalEksperimen .106 24 .200* .984 24 .952

Minat sAwalKontrol .114 24 .200* .983 24 .939

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Dari tabel 4.16, pada kolom Kolmogorov-Smirnov dapat dipahami bahwa nilai signifikansi kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebesar

0,200. Jadi, dapat disimpulkan bahwa data minat belajar siswa sebelum penelitian berdistribusi normal karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.1.1.2 Data Hasil Belajar

Output hasil uji normalitas data hasil belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.17 berikut:

Tabel 4.17 Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Sebelum Penelitian

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

NilaiUTSEksperimen .145 24 .200* .911 24 .036

NilaiUTSKontrol .176 24 .054 .901 24 .022

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Dari tabel 4.17, pada kolom Kolmogorov-Smirnov dapat diketahui bahwa nilai signifikansi kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebesar 0,200 dan 0,054. Jadi, dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa sebelum penelitian berdistribusi normal karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.1.2Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian populasi data kelas eksperimen dan kelas kontrol sama atau tidak. Uji homogenitas pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 17 melalui uji Independent Sampel T Test. Data dinyatakan homogen atau memiliki varian yang sama apabila α > 0,05 pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai uji homogenitas data sebelum penelitian.

4.4.1.2.1 Data Minat Belajar

Output hasil uji homogenitas data minat belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.18 berikut:

Tabel 4.18 Hasil Uji Homogenitas Data Minat Belajar Siswa Sebelum Penelitian

Independent Samples Test

Levene's Test for

Equality of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

Nilai Equal variances assumed .004 .952 -.025 47

Equal variances not assumed -.025 46.947

Dari tabel 4.24, pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,952. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat homogen dari segi minat belajar karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.1.2.2 Data Hasil Belajar

Output hasil uji homogenitas data hasil belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.19 berikut:

Tabel 4.19 Hasil Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Siswa Sebelum Penelitian

Levene's Test for Equality

of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

Nilai Equal variances assumed .996 .324 .296 46

Equal variances not assumed .296 45.010

Dari tabel 4.19, pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,324. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat homogen dari segi hasil belajar karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.1.3Uji Kesamaan Rata-rata

Uji kesamaan rata-rata dilakukan untuk mengetahui apakah kedua sampel memiliki kemampuan awal yang sama atau tidak. Uji kesamaan rata-rata pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 17 melalui uji Independent Sampel T Test. Data dinyatakan memiliki kesamaan rata-rata apabila

α > 0,05 pada kolom t-test for Equality of Means. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai uji kesamaan rata-rata yang dilakukan pada data minat dan hasil belajar siswa.

4.4.1.3.1 Data Minat Belajar

Output hasil uji kesamaan rata-rata data minat belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.20 berikut:

Tabel 4.20 Hasil Uji Kesamaan Rata-rata Data Minat Belajar Siswa Sebelum Penelitian

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

Nilai Equal variances assumed .980 -.07917 3.13763

Equal variances not assumed .980 -.07917 3.13710

Dari tabel 4.20, pada kolom t-test for Equality of Means dapat dipahami bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,890. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kesamaan rata-rata dari segi minat belajar karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.1.3.2 Data Hasil Belajar

Output hasil uji kesamaan rata-rata data hasil belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.21 berikut:

Tabel 4.21 Hasil Uji Kesamaan Rata-rata Data Hasil Belajar Siswa Sebelum Penelitian

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

Nilai Equal variances assumed .769 .625 2.113

Equal variances not assumed .769 .625 2.113

Dari tabel 4.21, pada kolom t-test for Equality of Means dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,769. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kesamaan rata-rata dari segi hasil belajar karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

Analisis data setelah penelitian meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis data setelah penelitian dijelaskan sebagai berikut:

4.4.2.1Uji Normalitas

Uji normalitas data setelah penelitian melalui langkah yang sama seperti uji normalitas data sebelum penelitian, yaitu menggunakan bantuan program SPSS versi 17 melalui uji Liliefors. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila

α > 0,05 pada kolom Kolmogorof-Smirnov. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai uji normalitas data setelah penelitian.

4.4.2.1.1 Data Minat Belajar

Output hasil uji normalitas data minat belajar siswa setelah penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.22 berikut:

Tabel 4.22 Hasil Uji Normalitas Data Minat Belajar Siswa Setelah Penelitian

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

MinatAkhirEksperimen .165 24 .090 .907 24 .030

MinatAkhirKontrol .130 24 .200 .945 24 .212

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Dari tabel 4.22 pada kolom Kolmogorov-Smirnov dapat diketahui bahwa nilai signifikansi kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebesar 0,090 dan 0,200. Jadi, dapat disimpulkan bahwa data minat belajar siswa setelah penelitian berdistribusi normal karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

Output hasil uji normalitas data hasil belajar siswa setelah penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.23 berikut:

Tabel 4.23 Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Setelah Penelitian

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

TesAkhirEksperimen .143 24 .200* .896 24 .017

TesAkhirKontrol .170 25 .061 .930 25 .085

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Dari tabel 4.23, pada kolom Kolmogorov-Smirnov dapat diketahui bahwa nilai signifikansi kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebesar 0,200 dan 0,061. Jadi, dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa setelah penelitian berdistribusi normal karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.2.2Uji Homogenitas

Uji homogenitas data setelah penelitian melalui langkah yang sama seperti uji homogenitas data sebelum penelitian, yaitu menggunakan bantuan program SPSS versi 17 melalui uji Independent Sampel T Test. Data dinyatakan homogen atau memiliki varian yang sama apabila α > 0,05 pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai uji homogenitas data setelah penelitian yang dilakukan pada data minat dan hasil belajar siswa.

Output hasil uji homogenitas data hasil belajar siswa sebelum penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.24 berikut:

Tabel 4.24 Hasil Uji Homogenitas Data Minat Belajar Siswa Setelah Penelitian

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality

of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

Nilai Equal variances assumed .001 .969 7.476 47

Equal variances not assumed 7.486 46.979

Dari tabel 4.24, pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,969. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat homogen dari segi minat belajar karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

4.4.2.2.2 Data Hasil Belajar

Output hasil uji homogenitas data hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penelitian yang dihitung menggunakan bantuan program SPSS versi 17 dapat dibaca pada tabel 4.25 berikut:

Tabel 4.25 Hasil Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Siswa Setelah Penelitian

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality

of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

Nilai Equal variances assumed 4.791 .034 6.291 47

Equal variances not assumed 6.251 41.987

Dari tabel 4.25, pada kolom Levene’s Test for Equality of Variances dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,034. Jadi, dapat

disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat tidak homogen dari segi hasil belajar karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05.

Dokumen terkait