UPACARA MUNCANG DALAM KONTEKS BUDAYA
UPACARA MUNCANG
4.2 Kronologis Jalannya Upacara Muncang di Dusun III Namo Rindang
4.3.3 Data Transkrips
Dalam data transkripsi akan dilampirkan bentuk dasar dari bunyi yang dihasilkan oleh musik Gendang Lima Sedalanen pada upacara Muncang. Adapun data transkripsi yang dimaksud diatas yaitu;
1. Gendang Guru 2. Siarak-araki Guru 3. Siadang-adangi 4. Pengelimbei 5. Sabung Tukuk 6. Peselukken
78
4.3.3.1 Gendang Guru
Pada upacara Muncang reportoar yang digunakan untuk mengiringi kegiatan upacara adalah reportoar Gendang Guru. Gendang Guru adalah sebuah
kesatuan dari beberapa komposisi Gendang Siarak-araki Guru, Gendang
Siadang-adangi, Gendang Pengelimbei, Gendang Sabung Tukuk dan Gendang Peselukken. Dalam kegiatan yang dilakukan pada upacara Muncang, Gendang Guru berfungsi untuk menghantarkan Guru Sibaso mencapai suatu keadaan trance. Dibawah ini adalah lampiran transkripsi bentuk dasar dari reportoar Gendang Guru.
79
4.3.3.2 Gendang Siarak-araki Guru
Komposisi Gendang Siarak-araki Guru adalah sebuah komposisi dari reportoar Gendang Guru yang digunakan untuk mengiringi dalam proses arak-
arakan Ndahi Tembun-Tembunen yang dilakukan pada upacara Muncang.
Komposisi Gendang Siarak-araki Guru ini tidak digunakan dalam kegiatan
upacara Muncang lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam upacara
Muncang, komposisi Gendang Siarak-arakiGuru hanya digunakan dalam proses arak-arakan Ndahi Tembun-Tembunen.
Dari data rekaman audio video upacara Muncang pada tanggal 28 Oktober dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Siarak-araki Guru. Dengan bantuan Metronome Meazel, dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Siarak-araki Guru. Dibawah ini adalah lampiran data transkripsi bentuk dasar komposisi Gendang Siarak-araki Guru:
80
4.3.3.3 Gendang Siadang-adangi
Komposisi Gendang Siadang-adangi adalah sebuah komposisi dari
Gendang Guru. Komposisi ini adalah komposisi awal dari reportoar Gendang Guru yang dimainkan untuk mengiringi proses kegiatan pada upacara Muncang, kecuali pada kegiatan Ndahi Tembun-tembunen. Dalam kegiatan Ndahi Tembun- Tembunen perpindahan komposisi Gendang Siarak-araki Guru ke komposisi Gendang Siadang-adangi terlihat setelah arak-arakan tiba di Mabar, perubahan komposisi tersebut yang diikuti dengan gerakan seperti tari yang dilakukan oleh Guru Sibaso mengelilingi tempat tersebut. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa komposisi Gendang Siadang-adangi adalah komposisi awal yang dimainkan untuk menghantarkan Guru Sibaso untuk mencapai suatu suasana trance, sedangkan komposisi Gendang Siarak-araki Guru hanya digunakan untuk mengiringi arak-arakkan dalam kegiatan Ndahi Tembun-Tembunen.
Dari data rekaman audio video upacara Muncang pada tanggal 28 Oktober dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Siadang-adangi. Dengan bantuan
MM: 65
81
Metronome Meazel, dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Pengelimbei. Dibawah ini adalah lampiran data transkripsi bentuk dasar komposisi Gendang Siadang-adangi:
4.3.3.4 Gendang Pengelimbei
Komposisi Gendang Pengelimbei adalah salah satu komposisi dari Gendang Guru. Komposisi ini adalah komposisi kedua dari reportoar Gendang Guru yang dimainkan untuk mengiringi proses kegiatan pada upacara Muncang. Komposisi Gendang Pengelimbei adalah sebuah kelanjutan dari perpindahan
komposisi Gendang Siadang-adangi. Hal yang paling sederhana untuk
mengetahui perpindahan komposisi Gendang Siadang-adangi ke komposisi
Gendang Pengelimbei adalah perubahan tempo yang semakin cepat. Pada upacara Muncang perpindahan komposisi ini diikuti oleh Guru Sibaso dengan melakukan gerakan seperti tari sesuai dengan irama musik komposisi tersebut. Jadi dapat disimpulkan komposisi Gendang Pengelimbei adalah bagian dari reportoar Gendang Guru yang mengantarkan Guru Sibaso dalam suatu sauasana trance.
Dari data rekaman audio video upacara Muncang pada tanggal 28 Oktober dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Pengelimbei. Dengan bantuan Metronome Meazel, dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Pengelimbei.
MM: 85
82
Dibawah ini adalah lampiran data transkripsi bentuk dasar komposisi Gendang Pengelimbei:
4.3.3.5 Gendang Sabung Tukuk
Komposisi Gendang Sabung Tukuk adalah salah satu komposisi dari reportoar GendangGuru. Pada upacara Muncang komposisi ini adalah komposisi ke tiga dari reportoar Gendang Guru yang menghantarkan kedalam sebuah suasana trance. Komposisi Gendang Sabung Tukuk adalah sebuah kelanjutan perpindahan dari komposisi Gendang Pengelimbei. Proses yang hampir sama dengan perpindahan komposisi sebelumnya. Hal paling sederhana untuk
mengetahui perpindahan komposisi Gendang Pengelimbei ke komposisi Gendang
Sabung Tukuk adalah perubahan tempo yang semakin cepat. Selain itu pada upacara Muncang, perpindahan komposisi ini diikuti oleh Guru Sibaso dengan melakukan gerakan seperti tari sesuai dengan irama musik komposisi tersebut.
Dari data rekaman audio video upacara Muncang pada tanggal 28 Oktober dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Sabung Tukuk. Dengan bantuan Metronome Meazel, dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Sabung
MM: 114
83
Tukuk. Dibawah ini adalah lampiran data transkripsi komposisi Gendang Sabung Tukuk;
4.3.3.6 Gendang Peselukken
Komposisi Gendang Peselukken adalah salah satu komposisi dari
reportoar Gendang Guru. Komposisi Gendang Peselukken adalah komposisi puncak dari reportoar Gendang Guru. Komposisi ini adalah kelanjutan dari perpindahan komposisi Gendang Sabung Tukuk. Perpindahan komposisi dapat dilihat dari perubaha tempo yang semakin cepat. Pada upacara Muncang dalam mengiringi kegiatan upacara, perpindahan komposisi Gendang Sabung Tukuk ke komposisi Gendang Peselukken adalah sebuah klimaks dari rangkaian komposisi- komposisi sebelumnya yang menghantarkan Guru Sibaso untuk mencapai suatu suasana trance.
Pada komposisi ini, Guru Sibaso mengalami keadaan diluar kesadaran dirinya (trance). Hal itu dapat dilihat dari gerakan-gerakan tubuh dan berbicara yang tidak lazim dilakukan oleh orang dalam keadaan kesadaran normal. Guru Sibaso melakukan gerakan-gerakan tubuh seperti gerakan tarian, gerakan menyembah, gerakan silat, gerakan seperti binatang (naga, ular, harimau, dan
MM: 140
84
monyet) dan gerakan menggunakan pedang. Selain itu Guru Sibaso juga berbicara tidak biasa seperti saat kesadarannya dalam keadaan normal.
Pada upacara Muncang komposisi Gendang Sabung Tukuk adalah
komposisi yang berdurasi paling lama karena komposisi ini adalah komposisi yang mengiringi Guru Sibaso yang telah mengalami suatu keadaan trance. Komposisi ini dihentikan setelah roh-roh yang memasuki tubuh Guru Sibaso selesai melakukan tugasnya di desa tersebut.
Dari data rekaman audio video upacara Muncang pada tanggal 28 Oktober dapat diketahui tempo dari komposisi Gendang Peselukken. Dengan bantuan Metronome Meazel, dapat diketahui tempo dari komposisi Peselukken. Dibawah ini adalah lampiran data transkripsi komposisi Gendang Peselukken;