BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6 Daya Adsorpsi Komposit Silika-kitosan Terhadap Ion Logam Cd(II) Metode
Kajian adsorpsi komposit silika-kitosan dengan berbagai variasi berat kitosan terhadap ion logam Cd(II) dengan metode Ekstraski Fase Padat (EFP) dilakukan untuk mengkaji kapasitas adsorpsi dari komposit yang dihasilkan dibandingkan dengan silika gel. Laju alir, konsentrasi dan pH optimum yang dipergunakan berdasarkan laju alir, pH optimum dan konsentrasi optimum dari adsorpsi silika gel.
Larutan logam Cd(II) dilewatkan melewati kolom adsorpsi yang berisi 0,5 g adsorben komposit silika kitosan dengan berbagai variasi KSK (20 mL ; 2%); KSK (20 mL : 3%); KSK (20 mL : 4%) dan KSK (20 mL : 5%) dengan konsentrasi awal 24 ppm dan laju alir 4mL/menit dan pH 6. Larutan Effluen yang dihasilkan kemudian dikumpulkan tiap 15 menit dan diukur menggunakan SSA pada panjang gelombang 228,8 nm untuk mengetahui konsentrasi logam Cd(II) akhir.
Konsentrasi akhir (Ct) tiap fraksi pengumpulan 15 menit dengan konsentrasi awal 24 ppm dan laju alir 4 mL/menit dan pH 6 adsorben KSK (20 mL ; 2%); KSK
Parameter Kajian Kajian Adsorpsi
Studi 1 Studi 2 Studi 3
Laju alir (mL/min) 4.00 4.00 4.00
Konsentrasi Kadmium (mg/L) 24.00 24.00 24.00
Silika Gel (g) 0.50 0.50 0.50
Total Kadmium Teradsorp (mg) 10.840 10.924 10.478
Kapasitas adsorpsi(mg/g) 21.681 21.848 20.957
(20 mL : 3%); KSK (20 mL : 4%) dan KSK (20 mL : 5%) dapat dilihat pada
Berdasarkan Gambar 4.22 menunjukkan bahwa perbandingan konsentrasi akhir (Ct) dengan konsentrasi awal (C0) dari logam Cd(II) dengan fraksi pengumpulan tiap 15 menit memiliki pola yang sama. Tampak pola daya adsorpsi yang begitu besar untuk semua adsorben baik Silika gel maupun komposit silika-kitosan pada fraksi pengumpulan 15 menit dan semakin lama waktu pengumpulan fraksi daya adsorpsi semakin menurun. Konsentrasi Cd(II) terserap paling besar pada fraksi 15 menit dan pada fraksi menit ke 75 drastis daya adsorp yang menurun dan semakin menurun pada fraksi - fraksi menit ke 90 – 180 menit, sedangkan untuk silika gel daya adsorpsi masih sangat besar hingga fraksi menit ke- 90 sampai ke-105. Fenomena
ini disebabkan pada dasarnya, suatu adsorben harus memiliki luas permukaan spesifik yang tinggi, yaitu memiliki pori-pori dengan diameter kecil agar proses retensi partikel adsorbat oleh adsorben berlangsung lebih efektif. Secara spesifik, ukuran pori juga menentukan adsorpsi suatu senyawa tertentu dalam larutan. Jika ukuran pori adsorben semakin kecil maka kemampuan adsorpsinya semakin besar, dengan anggapan bahwa komponen yang teradsorpsi dapat memasuki rongga porinya. Logam Cd dalam medium air cenderung berada dalam kompleks aquo komposit silika-kitosan karena silika gel lebih mampu memerangkap ion logam Cd(II) dalam pori-porinya dibandingkan dengan komposit silika kitosan.
Daya adsorpsi untuk semua adsorben komposit silika-kitosan penyerapan terjadi pada menit ke 75 dan mengalami kesetimbangan pada menit 120. Hal ini juga disebabkan dalam proses adsorpsi hal penting yang harus diperhatikan yaitu situs aktif yang dimiliki oleh adsorben yang terletak pada permukaan, akan tetapi ketika larutan Cd (II) dialirkan pada kolom semakin besar maka jumlah situs-situs yang akan berikatan dengan adsorbat akan berkurang karena permukaan yang tertutup semakin bertambah (Husin dan Rosnelly, 2005).
Kapasitas adsorpsi untuk komposit silika kitosan dengan berbagai variasi KSK (20 mL : 2%); KSK (20 mL : 3%); KSK (20 mL : 4%) dan KSK (20 mL : 5%) pada kondisi konsentrasi awal 24 ppm, laju alir = 4 mL/menit, pH = 6 yang tertera pada Tabel 4. 14.
Tabel 4.14. Kapasitas Adsorpsi Komposit Silika-Kitosan Komposit Silika
Berdasarkan Tabel 4.14 maka urutan kapasitas adsorpsi komposit silika-kitosan terhadap logam Cd(II) adalah sbb : KSK (20 mL : 2 %) > KSK (20 mL : 5
%) > KSK (20 mL: 5 %) > KSK (20 mL: 4 %).
Gabungan data parameter kajian adsorpsi silika gel dan KSK dengan variasi KSK (20 mL: 2%) ; KSK (20 mL : 3%) ; KSK (20 mL: 4%) ; KSK (20 mL : 5%) ditunjukkan pada Tabel 4.15. dibawah ini.
Tabel 4.15. Parameter Kajian Adsorpsi Silika gel dan Komposit Silika-Kitosan
Pembentukan kompleks adsorpsi ion Cd(II) pada silika gel maupun komposit silika-kitosan dapat terjadi melalui pembentukan kompleks antara gugus aktif sebagai ligan (donor pasangan elektron) dengan ion Cd(II) sebagai atom pusat (akseptor pasangan elektron). Pada silika gel terdapat gugus silanol (Si-OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si) yang diperkirakan berperan dalam proses adsorpsi ion logam. Gugus silanol (Si-OH) lebih elektronegatif dibandingkan gugus siloksan
Parameter
maka ikatan pada gugus silanol lebih bersifat ionik dibandingkan ikatan pada gugus siloksan yang cenderung lebih bersifat kovalen. Akibatnya atom H pada gugus silanol akan lepas dan tergantikan oleh ion logam Cd(II) yang bersifat elektropositif.
Interaksi tersebut yang memungkinkan terjadinya adsorpsi ion logam melalui mekanisme pertukaran ion.
Pada komposit silika-kitosan walaupun ada penambahan gugus aktif pada permukaan silika yakni gugus amin (-NH2) tetapi daya adsorpsi dari adsorben KSK tidak mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan pada pembentukan komposit silika-kitosan dengan crosslink glutraldehyd menyebabkan luas permukaan spesifik menjadi lebih kecil sesuai hasil analisis dengan metode BET untuk berbagai komposit KSK (20 mL : 2%) ; KSK (20 mL : 3%) ; KSK (20 mL: 4%) ; KSK (20 mL : 5%). Hal ini menunjukkan semakin banyak kitosan yang terikat pada permukaan silika melalui ikatan silang glutaraldehyd menyebabkan komposit silika kitosan semakin rigid. Hal ini tentunya mengakibatkan retensi partikel adsorbat ion Cd (II) oleh adsorben berlangsung tidak efektif memasuki rongga pori adsorben komposit silika kitosan menyebabkan daya adsorpsi komposit silika kitosan menjadi berkurang.
Penambahan asam yakni HCl pada saat pembentukan komposit mungkin menyebabkan sebagian gugus amin(-NH2) pada kitosan terprotonasi menjadi (NH3+).
Dalam kondisi ini situs aktif yang diharapkan sebagai donor pasangan elektron pada permukaan adsorben juga bermuatan positif (Bundnyak et al., 2015; Puchol et al., 2009; Spirk et al., 2013). Hal ini yang menyebabkan terjadi tolakan antara permukaan adsorben dengan ion logam Cd(II), sehingga daya adsorpsi menjadi lebih rendah
Hal lainnya yang yang menyebabkan fenomena ini terjadi adalah interaksi antara gugus silanol (Si-OH) dibandingkan dengan amina (–NH2) maka O lebih bersifat basa lunak sedangkan –NH2 lebih bersifat basa keras sedangkan logam Cd(II) bersifat asam lunak. Berdasarkan teori Hard Soft Acid Base (HSAB) oleh Pearson yang menyatakan bahwa basa keras lebih menyukai berikatan dengan asam keras dan basa lunak berikatan dengan asam lunak. Inilah yang menyebabkan semakin banyak penambahan kitosan pada permukaan silika interaksi yang terjadi antara logam Cd(II) dan komposit semakin sedikit dan kapasitas adsorpsi semakin
menurun. Grafik kapasitas adsorpsi untuk tiap adsorben silika gel dan komposit silika kitosan dengan berbagai variasi ditunjukkan pada Gambar 4.23.
A B C D E
0 5 10 15 20
14,93 12,48
13,76 16,16
21,63
Kapasitas Adsorpsi (mg/g)
Adsorben
Gambar 4.23. Kapasitas Adsorpsi A Silika gel ; B. KSK (20 mL : 2%); C.
KSK(20 mL : 3%); D. KSK (20 mL : 4%); E. KSK (20 mL : 5%)
5 BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Silika gel berhasil disintesis dari abu vulkanik Gunung Sinabung berupa serbuk putih dengan rendemen sebesar 41,66% dan kitosan dari kulit udang berupa serbuk putih dengan % DD 71,54%.
2. Karakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM-EDX dan BET menunjukkan bahwa silika gel berhasil disintesis terdapat gugus fungsi Si-OH (silanol) dan Si- Si-O-Si (siloksan), struktur amorf, memiliki pori dan rongga yang kasar, luas permukaan spesifik 374,994 m²/g . Kitosan memiliki gugus fungsi (-NH2), kristalin dan rapat
3. Komposit silika kitosan berbagai variasi kitosan dengan crosslink glutaraldehyd telah berhasil disintesis meliputi: KSK (20 mL : 2 %) KSK (20 mL:2%), D.KSK (20 mL: 3 %), E.KSK (20 mL:4 %), F.KSK (20 mL: 5 %) muncul gugus baru pada bilangan gelombang 1600 cm-1 menunjukkan adanya gugus (-C=N) yang terikat pada komposit yang dihasilkan, amorf, memiliki rongga dan pori kasar
4. Pengamatan BET menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah kitosan yang ditambahkan maka luas permukan spesifiknya semakin kecil dengan luas permukaan sbb: KSK (20 mL: 2%) 138,509 m²/g ; KSK (20 mL : 3%) 76,644 m²/g ; KSK (20 mL: 4%) 42,079 m²/g; KSK (20 mL : 5%) 85,021 m²/g
5. Kapasitas adsorpsi terhadap logam Cd(II) oleh adsorben silika gel dan komposit silika kitosan adalah sbb : Sg > KSK (20 mL : 2 %) > KSK (20 mL : 3 %) >
KSK (20 mL: 5 %) > KSK (20 mL: 4 %).
5.2 Saran
1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan sintesis adsorben komposit silika kitosan berbasis abu vulkanik Sinabung dan kulit udang untuk memperoleh karakteristik material komposit yang lebih optimal meliputi : penggunaan prekurson Na2SiO3
tanpa crosslink glutaraldehyd, kemurnian dari silika gel dan kitosan yang dihasilkan, perbandingan komposisi antara silika dan kitosan serta efek crosslink dalam
2. Perlu dilakukan kajian adsorpsi dengan metode ekstraksi fase Padat terhadap komposit silika kitosan dengan crosslink glutaraldehyd untuk logam berat lainnya yang bersifat basa keras
DAFTAR PUSTAKA
Agency for Toxic Substance and Disease Registry, 2008. Cadmium Toxicity, Case Studies in Enviromental Medicine (CSEM) Course WB 1096. Hal 20-27.
Agilent Technologies.Inc, 2015. Flame Atomic Absorption Spectrometry Analytical Methods. Agilent Technologies. Ltd, Victroria, Australia. p. 25 and 66.
Airoldi C, Arakaki LNH, 2001. Immobilization of Ethylensulfide on Silica Surface though Sol-Gel Process and some Thermodynamic Data of Divalent Cation Interaction. Polyhedron, 20: 929-936
Al Asheh SF, Banat RAO, Duvnjak Z, 2000. Prediction of Binary Sorption Isotherm for The Sorption of Heavy Metal by Pine bark Using Single Isotherm Data.
Chemosphore. 41: 659-665.
Alexander 2010. Waspada Gunung Sinabung, http://www.medanmagazine.com Anastopoulos, I. Bhatnagar A, Bikiaris DN, Kyzas GZ, 2017. Chitin Adsorbents for
Toxic Metals: A Review, Int. J. Mol. Sci. 18, 114
Anda M, Sarwani M, 2012. Mineralogical, Chemical Composition and Dissolution of Fresh Ash Eruption: New Potential Source of Nutrients, Soil Science Society of America Journal, 76:733-747
Antonio SF, Paras LP, Mendoza EM, Leyva A, Bautista LA, Bulach SF, Baron AM, Rios JB, Elizalde LE, 2016. Spectroscopic and Thermal Studies of Polyalkoxysilanes and Silica Chitosan Hybrid Materials. Journal of Materials Science Research; 5(1).
Antovska P, Cvetkovska M, Goračinova K, 2006. Preparation and Characterization of Sol-Gel Processed Spray Dried Silica Xerogel Microparticles as Carrier of Heparin Sodium, Bulletin of the Chemists and Technologists of Macedonia, Vol. 25, No. 2, 121-126
Arakaki, LNH, Airoldi C, 2000. Ethylenamine in the Synthetic Routes of a New Silylating agent: Chelating Ability of Nitrogen and Sulfur Donor Atoms after Anchoring onto the Surface of Silica Gel, Polyhedron, 19 : 367-737.
Astuti MD, Nurmasari R, Mujiyanti DR, 2012. Imobilisasi 1,8 Dihidroxyanthraquinon Pada Silika Gel Melalui Proses Sol-Gel. Sains dan Terapan Kimia, 6(1) : 25-34.
Ayu, Annisa M., Sri Wardhani, & Darjito. 2013. Studi Pengaruh Konsentrasi NaOH dan pH terhadap Sintesis Silika Xerogel Berbahan Dasar Pasir Kuarsa. Kimia Student Journal. 2(2): 517-523
Babel S, Opiso EM, 2007. Removal of Cr From Synthetic Wastewater by Sorption Into Volcanic Ash Soil. Int. J. Environ. Sci. Tech., 4 (1) : 99
Babu, Rao G, 2016. Removal of Cadmium (II) From Aqueous Solutions Using Marine Macro Algae as The Sorbing Biomass: Isotherms and Spectroscopic Characterization, Rasayan J. Chem, 9(3) 373
Badan Geologi, http://pvmbg.bgl.esdm.go.id
Barasa RF, Rauf A, Sembiring M, 2013. Dampak Debu Vulkanik Letusan Gunung Sinabung Terhadap Kadar Cu, Pb, Dan B Tanah Di Kabupaten Karo, Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(4): 1288-1297
Basset J, Denney RC, Jeffrey GH, Mendhom J, 1994. Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Kedokteran EGC, Jakarta, , Hal 779 – 783
Bird T, 1987. Kimia Fisika untuk Universitas, Jakarta, Gramedia, Hal 30 – 33
Blais JF, Dufresne B, Mercier G, 2000. State of The Art of Technologies for Metal Removal from Industrial Effluents. Rev. Sci. Eau, 12(4): 687-711
[BPOM] 2014. Persyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat Dalam Kosmetika.
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No 17 Tahun 2014.
[BNPB] 2017. Status Gunung Api,
https://www.bnpb.go.id/home/status_gunung_detail (19 Juli 2018).
Bragman CP, Goncalves MRF, 2006. Thermal Insulators Made with Rice Husk Ashes: Production and Correlation Betwen Properties and Microstructure, Construction and Building Materials, 21: 2059-2065
Brinker CJ, Scherer GW, 1990. Sol – Gel Science : The Physics And Chemistry of Sol-Gel Processing Academic Press, San Diego
Budnyak ТM, Tetykh VА, Yanovska ES, 2013. Chitosan and its Derivatives as Sorbents for Effective Removal of Metal Ions. Surface. Suppl, 20:118–34.
Budnyak TM, Pylypchuket, LV, Tertykh VA, Yanovska ES, Kolodynska D, 2015, Synthesis and adsorption properties of chitosan-silica nanocomposite prepared by sol-gel method, Nanoscale Research Letters, 10:87.
Champagne LM, 2002. The synthesis of water soluble n-acyl chitosan derivatives for characterization as antibacterial agents, [Dissertation], B.S. Xavier University of Louisian
Chernev G, Todorova E, Djambazov S, Salvado MMI, Ivanova J, 2014. Synthesis and Structure of sol - gel Silica - Polysaccharida Hybrids. Journal of Chemical Tehnology Metallurgy, 49, 2, 128-132
Darmono,1995. Logam dalam Sistem Biologi, Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), Jakarta, Hal 145 – 150.
Djumat HD, 2013. Sintesis Nano Silika Gel Dari Abu Gunungapi Merapi dengan Polietilen Glikol P-(1,1,3,3-tetrametilbutil)-fenil eter (Triton X-100) [Thesis]
UGM, Yogyakarta
El Nahrawy AM, Hammadi ABA, Turkyll G, Elnasharty MMM, Youssef AM, 2015.
Synthesis and Characterization of Hybrid Chitosan/Calcium Silicate Nanocomposite Prepared Using Sol-Gel Method. Ijaetcs , 2(1): 9-14.
Fardiaz S,1992. Polusi Air dan Udara, Penerbit Kanisius, Yogyakarta
Fiantis D, 2006. Laju Pelapukan Kimia Debu Vulkanis Gunung Talang dan Pengaruhnya Terhadap Proses Pembentukan Mineral Liat Non-Kristalin, Artikel Penelitian, Universitas Andalas, Padang
Gandhi MR, Meenakshi, 2012. Preparation and Characterization of Silica Gel/Chitosan Composite For the Removal of Cu(II) and Pb(II). International Journal of Biological Macromolecules, 50(3): 650–657
Ghoul M., Bacquet M, Morcellet M, 2003. Uptake of Heavy Metals from Synthetic Aquoeous Solution using Modified PEI-Silica Gels, Water Research, 37, 729-734
Global Volcanism Program. 2008. Gunung Sinabung. Diakses dari http://www.volcano.si.edo.com (19 Februari 2015).
Hanif A, 2014. Studi Struktur Bawah Permukaan Daerah Gunung Sinabung dan Sekitarnya berdasarkan Data Anomali Gaya Berat di Daerah Sumatera Utara Sebelum Letusan Tahun 2010. [Skripsi]. Lampung: Universitas Lampung, FMIPA
Husin G, Rosnelly CM, 2005. Studi Kinetika Adsorpsi Larutan Logam Timbal Menggunakan Karbon Aktif dari Batang Pisang. [Tesis]. Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Darrusalam, Banda Aceh.
International Cadmium Association, 2017. Home, http://www.cadmium.org Ismail AR, Vejayakumaran P, 2012. Synthesis of Silica Nanoparticles by Sol-Gel:
Size-Dependent Properties, Surface Modification, and Aplication in Silica-Polimer – Ariview. Journal of Nanomaterials Volume, 15 pages
Iswari AR, 2005. Sintesis Silika Gel dari Abu Sekam Padi dengan Asam Klorida.
[Skripsi]. Semarang : Universitas Diponegoro, FMIPA
Jal PK, Patel S, Nanko M, 2004. Chemical Modification of Silica by Immobilization of Fungsional Group for Extractive Concentration of Metal Ions. Talanta, 62, 1005-1028.
Jenkin, Ron, 1988 “X-Ray Fluorescence Spectrometry”, John Wiley & Sons
Kaim W, Schwederski B, 1994, Bioinorganic Chemistry;Inorganic Elements in the Chemistry of Life, John Wiley, New York
Kalapathy U, Proctor A, Shultz J, 2000. A Simple Method for Production of Pure Silica From Rice Hull Ash. Bioresource Technology. 73: 257-262.
Karmas E, 1982, Poultrz and Seafood Technology, Noyes Data Corporation, USA Khan TA, 2002. Reporting Degree of Deacetylation Values of Chitosan: The
Influence of Analytical Methods. J Pharm Pharmaceut Sci., 5(3):205-212 Khopkar SM, 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik, Universitas Indonesia (UI-Press),
Jakarta, Hal 246 – 251.
Knorr D, 1982. Functional Properties of Chitin and Chitosan. Journal of Food Science, 48:36-41
Kolodynska D, 2011. Chitosan as an Effective Low-Cost Sorbent of Heavy Metal Complexes with the Polyaspartic Acid. Chem Eng J., 173:520–9.
Kumar U, Bandyopadhyay, M, 2006. Fixed Bed Column Study for Cd(II) Removal from Wastewater Using Treated Rice Husk. Journal of Hazardous Materials B, 129: 253
Kusumastuti E, 2012. Pemanfaatan Abu Vulkanik Gunung Merapi sebagai Geopolimer (Suatu Polimer Anorganik Aluminosilikat), Jurnal MIPA, 35 (1) : 66-76.
Lesbani A, 2000. Keterlibatan Mekanisme Pertukaran Kation dan Pembentukan Kompleks dalam Adsorpsi Zn(II) dan Cd(II) pada adsorben Cangkang Kepiting Laut (Portunus pelagicus linn) [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
Li B, Shan CL, Zhou Q, Fang Y, Wang YL, Xu F, Han LR, Ibrahim M, Guo LB, Xie GL, 2013. Synthesis, characterization, and antibacterial activity of cross-linked chitosan-glutaraldehyde. Mar. Drugs. 11, 1534–1552.
Li CB, Hein S, Wang K, 2008. Biosorption of Chitin and Chitosan. Mater Sci Technol. 24 Suppl 9:1088–97.
Li C, Champagne P, 2009. Fixed-Bed Column Study for the Removal of Cadmium (II) and Nickel (II) Ions from Aqueous Solutions Using Peat and Mollusk Shells. Journal of Hazardous Materials, 171: 872
Martel AE, Hancock RD, 1996. Metal Complexes in Aqueous Solutions, Fackler JP Jr (ed) Modern Inorganic Chemistry. Springer Science Plenum Press, New York
Minamisawa H, Arai N, Okutani T, 1999. Electrothermal Atomic Adsorption Spectrometric Determination of Copper(II) Using a Tungsten Metal Furnace after Preconcentration onto Chitosan. Anal. Sci., 15: 269-275
Mohan S, Gandhimathi R, 2009. Removal of Heavy Metal Ions From Municipal Solid Waste Leachate Using Coal Fly Ash as an Adsorbent. J. Hazard. Mater, 169 : 351
Mori H, 2003, Extraction of Silicon Dioxide from Waste Colored Glasses by Alkali Fusion Using Sodium Hydroxide, Journal of the Ceramic Society of Japan, 111(6): 376-381
6
Mujiyanti RD, Nuryono, Kunarti ES, 2010. Sintesis dan Karakterisasi Silika Gel dari Abu Sekam Padi yang Diimobilsasi dengan 3(Trimetoksisilil)-1-Propantiol, Sains dan Terapan Kimia, 4(2): 150 - 167.
Muzzarelli RAA, Tanfani K, Scarpini G, 1980. Chelating, Film Forming and Coagulating Ability of the Chitosan – Glucan Compleks from Aspergillus niger Industrial Wastes. Biotech. And Bioeng, 12: 885-896
Nakada S, Yoshimoto M, 2014. Eruptive Activity of Sinabung Volcano in 2013 and 2014, Earthquake Research Institute, The University of Tokyo
Narsito, Nuryono, Suyanta, 2004. Kinetika Adsorpsi Zn(II) dan Cd(II) pada Silika Gel Termodifikasi Hasil Pengolahan Abu Sekam Padi. [Laporan Penelitian Dasar]. Yogyakarta: Lembaga Penelitian UGM.
Neolaka YAB, Kalla EBS, Malelak GA, Rukman NK, Supriyanto G, Puspaningsih NNT, 2018. Adsorption of Methylene Blue using Acid Activated Green Color Natural Zeolite from Ende-Flores Indonesia. Rasayan J. Chem., 11 (2) : 494 Nithyaa. R, Gomathi T, Sudha PN, Venkatesan J, Anil S, Kim SK, 2016. Removal of
Cr(VI) from Aqueous Solution using Chitosan-g-Poly(butylacrylate)/Silica gel Nanocomposite, International Journal of Biological Macromolecules, 87:
545-554.
Nurhasni, 2002. Penggunaan Genjer (Limnocharis flava) untuk Menyerap Ion Kadmium, Kromium dan Tembaga Dalam Air Limbah. [Tesis] FMIPA Universitas Andalas, Padang
Nuryono, Susanti VVH, Narsito, 2003. Kinetic Study on Adsorption of Chromium (III) to Diatomaceous Earth Pre-Treated with Sulfuric and Hydrochloric Acids.
Indo J. Chem 3: 32-38.
Ornum JV, 1992. Shrimp waste must it be waste. Info Fish 6: 48-52 Oscik J, 1982. Adsorption, John Wiley and Sons, New York, pp 40 – 49.
Palar H, 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, Hal 40 – 53
Papandreou A, Stournaras CJ, Panias D, 2007. Copper and Cadmium Adsorption on Pellets Made From Fired Coal Fly Ash J. Hazard. Mater. 148(3) : 538 – 547 Paveena SM, Aris AZ, Radojevic M, 2010. Heavy Metals Dynamic And Source Ni
Intertidal Mangrove Sediment of Sabah , Borneo Island, Environment Asia 3 Phumying S, Labuayai S, Thomas C, Amornkitbamrung V, Swatsitang E, Maensiri
S, 2013. Aloevera Plant-Extracted Solution Hydrothermal Synthesis and Magnetic Properties of Magnetite (Fe3O4) Nanoparticles. Applied Physics A , 111(4): 1187–1193.
Prasetyo Y, 2011. Scanning Electron Microscope dan Optical Emmision Spectroscope, http://yudiprasetyo53.wordpress.com/2011/11/07/scanning-electron-microscope-sem-dan-optical-emission-spectroscope-oes/ (10 Agustus 2018)
Pubchem, 2017, Cadmium, https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/ cadmium.
(10 Agustus 2018)
Puchol V, Haskouri J, Latorre J, Guillem C, Beltra'n A, Beltra'n D, 2009. Biomimetic Chitosan-Mediated Synthesis in Heterogeneous Phase of Bulk and Mesoporous Silica Nanoparticles. Chem Commun ; 2694-2696
Rapierna A, 2012. Sintesis Dan Pemanfaatan Membran Kitosan-Silika Sebagai Membran Pemisah Ion Logam Zn2+ dan Fe2+ [Skripsi]. Semarang : Unnes, FMIPA Kimia UNNES
Rege PR, Lawrence HB, 1999. Chitosan Processing: Influence of Process parameters during Acidic and Alkaline Hydrolysis and Effect of the Processing Sequence on the Resultant Chitosan’s properties. Carbohydr. Res., 321, 235–245.
Riapanitra A, Setyaningtyas T, Riyani K, 2006. Penentuan Waktu Kontak dan pH Optimum Penyerapan Metilen Biru Menggunakan Abu Sekam Padi. J.
Molekul, 1(1): 41-44
Saita K., Nagaoka S., Shirosaki T., Horikawa M., Matsuda S., Ihara H. Preparation and characterization of dispersible chitosan particles with borate crosslinking
and their antimicrobial and antifungal activity. Carbohydr. Res. 2012;349:52–
58. doi: 10.1016/j.carres.2011.12.017
Salomon, Graham TW, 1980. Organic Chemistry 2nd., John Wiley & Sons inc, New York
Santoso MS, Wikartadipura S, Sumpena AD, 1982. Laporan Kegiatan Pemeriksaan Puncak dan Pemetaan Daerah Bahaya G. Sinabung, Sumatra Utara.
Selvi K, Pattabhi S, Kardivelu K, 2001. Removal of Cr(VI) from Aqueous Solution by Adsorption Onto Activated Carbon. Bioresour Technol, Vol 80 : 87-89 Sembiring Z, Buhani, Suharso, Surnadi, 2009. Isoterm Adsorpsi Ion Pb(II), Cu(II),
dan Cd(II) pada Biomassa Nannochloropsis, sp yang Dienkapsulasi Akuagel Silika. Indo J. Chem, 9(1): 1-5
Shchipunov AY, Karpenko YT, BakuninaYI, Burtseva VY, Zvyagintseva NT, 2004.
A New Precursor for the Immobilization of Enzymes Inside Sol–Gel-Derived Hybrid Silica Nanocomposites Containing Polysaccharides. J.
Biochem.Biophys Methods, 58: 25–38.
Shoji S, Dahlgren R, Nanzyo M, 1993. Volcanic Ash Soils. Genesis, Properties and Utilizations. Development in Soil Science. Elsevier, 21: 288
Simatupang L, Narsito, Nuryono, 2007. Simultaneous Adsorption Of Mg(II), Zn(II), Ni(II) And Cd(II) On Amino-Silica Hybrid. Prosiding pertemuan tahunan ICCS, Yogyakarta.
Simatupang L, Devi, 2016. The Preparation and Characterization of Sinabung Volcanic Ash as Silica Based Adsorbent. Jurnal Pendidikan Kimia, 8( 3) : 9-13.
Simatupang L, Octavia DP, Doloksaribu M, 2017. Adsorpsi Logam Berat Pb(II) oleh Adsorben Berbasis Silika dari Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Jurnal Pendidikan Kimia, 9(2) : 330 - 335
Situmorang M, 2007, Kimia Lingkungan, Unimed Press, Medan.
Spirk S, Findenig G, Doliska A, Reichel V, Swanson N, Kargl R, 2013. Chitosan-Silane Sol-Gel Hybrid Thin Films with Controllable Layer Thickness and Morphology. Carbohydr Polym., 93:285–90.
Standar Nasional Indonesia, 2009. SNI 7387:2009. Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta
Sudarlin, 2010, Prinsip dan Teknik Penggunaan Gas Sorption Analyzer (GSA), https://www.researchgate.net/publication/321267826_prinsip_dan_teknik_pe nggunaan_gas_sorption_analyzer_gsa (10 Agustus 2018)
Sudaryo, Sucipto, 2009. Identifikasi dan Penentuan Logam Berat pada Tanah Vulkanik di Daerah Cangkringan, Kabupaten Sleman dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron Cepat. Seminar Nasional V SDM Teknologi, Yogyakarta
Sudjarwo WAA, Wibowo YM, Dipayana DK, 2015. Sintesis Silika Gel dari Abu Vulkanik Gunung Merapi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Kimia, Industri, dan Informasi 2
Suhardi, 1993, Khitin dan Kitosan, Buku Monograf, Universtas Gadjah Mada, Yogyakarta
Suhendrayatna, 2001. Bioremoval Logam Berat Dengan Menggunakan Mikroorganisme: Suatu Kajian Kepustakaan, http://www.starberita.com.,2010 [ 25 April 2010]
Sukarman, Dariah A, 2014. Tanah Andosol di Indonesia. Karakteristik, Potensi, Kendala, dan Pengelolaannya untuk Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor
Sunu P, 2001. Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta
Surdia T, Saito S, 2000. Pengetahuan Bahan Teknik. Pradanya Pramita. Jakarta. Hal 303.
Suryana N, 2001. Teori Instrumentasi dan Teknik Analisa AAS, Pusat Pengujian Mutu Barang, Jakarta, Hal 29 – 37.
Svehla G,1985. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro Edisi ke Lima, PT. Kalman Media Pusaka, Jakarta, Hal 350-354.
Tamilselvi S, Asaithambi M, 2015. Column Mode Adsorption Studies of Acid Dye Using a Novel Adsorbent. Rasayan J. Chem, 8(1), 84-91
Thakur B, Misra AK, Biswas M, Bandyopadhyay K, 2013. Fixed Bed Column Adsorption Studies Using Fly Ash for Removal, of Cadmium from Aqueous Solution. J. Inst. Eng. India Ser. A 94(3):161–168
Thate MR. 2004. Synthesis and Antibacterial Assessment of Water-Soluble Hydrophobic Chitosan Derivatives Bearing Quaternary Ammonium Functionality. Louisiana: Disertasi
Tim Faperta UGM, 2014, Dampak Erupsi Gunung Kelud Terhadap Lahan Pertanian, Yogyakarta
Tokman N, Akman S, Ozcan M, 2003. Solid-phase Extraction of Bismuth, Lead and Nickel From Seawater Using Silica Gel Modified With
3-aminopropyltriethoxysilane in A Syringe Prior to Their Determination by
3-aminopropyltriethoxysilane in A Syringe Prior to Their Determination by