BAB I PENDAHULUAN
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.6. Variabel dan Defenisi Operasional
3.6.2. Defenisi Operasional
Defenisi Operasional : Umur responden merupakan usia responden dari awal kelahiran sampai pada saat kunjungan pertama ke rumah sakit
Cara ukur : Membaca data sekunder Alat ukur : Rekam medik
Skala pengukuran : Nominal
2. Indeks Massa Tubuh
Defenisi operasional : berat badan dalam kilogram (kg) dibagi tinggi dalam meter kuadrat (m2) pada saat kunjungan pertama ke rumah sakit
Cara ukur : Mengukur dengan rumus IMT = Berat badan
Tinggi badan x Tinggi badan
Alat ukur : Rekam medik Hasil ukur : (NHLBI, 2000)
Berat badan kurang ( <18.5)
Berat badan normal (18.5-22.9)
Berat badan lebih (>23.0)
Skala : Ordinal
3. KGD
Defenisi operasional : jumlah kandungan glukosa dalam plasma darah puasa atau 2 jam setelah TTGO pada pemeriksaan laboratorium yang pertama
37
Cara ukur : Membaca hasil pemeriksaan Alat ukur : Rekam Medik
Hasil Ukur : (ADA, 2012)
Normal ( puasa < 100 ; 2 jam setelah TTGO < 140)
Meningkat ( Puasa 126 ; 2 jam setelah TTGO ≤ 200)
Skala pengukuran : Ordinal
4. HbA1c
Defenisi operasional : kadar dari hemoglobin terglikolisasi yang sampelnya diambil dari darah kapiler atau vena dengan antikoagulan pada pemeriksaan laboratorium yang pertama
Cara ukur : Membaca hasil pemeriksaan Alat ukur : Rekam Medik
Hasil Ukur :
Baik ( ≤7% )
Buruk ( >7% ) Skala pengukuran : Nominal
5. Diabetes
Defenisi operasional : adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.
Cara ukur : Membaca hasil pemeriksaan Alat ukur : Rekam Medik
6. Tuberkulosis
Defenisi operasional : adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis, umumnya terjadi pada paru, tetapi dapat pula menyerang organ lain.
Cara ukur : Membaca hasil pemeriksaan Alat ukur : Rekam Medik
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan survey awal yang sudah dilakukan peneliti di RSUP Haji Adam Malik Medan, jumlah kasus DM pada tahun 2016 yang dirawat inap sebanyak 1239 kasus dan rawat jalan sebanyak 2083 kasus dengan total 3322 kasus.
Setelah peneliti melakukan identifikasi rekam medis pasien DM di RSUP Haji Adam Malik Medan periode 1 Januari 2016-31 Desember 2016 ditemukan 149 kasus TB paru pada pasien-pasien DM yang dirawat inap dan dirawat jalan dan didapatkan persentasenya sebesar :
Prevalensi Tuberkulosis pada pasien Diabetes Melitus di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2016 adalah 4,48%, dimana terdapat 149 pasien yang mengalami TB dari 3322 pasien DM. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Workneh et a.l (2016) yang melakukan 19 penelitian, dimana 10 diantaranya berasal dari 4 negara yang ada di Asia, menyatakan bahwa prevalensi yang didapat mulai dari 0,38% di Taiwan hingga 14% di Pakistan. Hal ini memberi arti secara keseluruhan prevalensi TB pada DM di wilayah Asia rata-rata sebesar 3,5%. Untuk penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia, hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riri (2011) yang menunjukan hasil dimana pasien Diabetes Melitus di Bangsal Penyakit Dalam RSUP. DR. M.
Djamil Padang berjumlah 168 orang dan 10 (5,9%) diantaranya adalah pasien dengan TB paru dan pada poliklinik ditemukan pasien DM dengan TB paru sebanyak 9 orang (4,5%). Namun hal ini berbeda dengan penelitian yang dikatakan oleh Sanusi (2004), dimana dikatakan prevalensi TB paru pada pasien DM di Indonesia berkisar 12,8% - 42%.
Rendahnya angka prevalensi yang didapat dalam penelitian ini dapat disebabkan oleh cakupan sampel dalam penelitian ini yang hanya meliputi pasien di RSUP Haji Adam malik Medan tahun 2016 saja. Angka prevalensi yang lebih besar kemungkinan dapat diperoleh jika dilakukan penelitian pada cakupan sampel yang lebih luas.
Pada penelitian ini, karakteristik sampel yang ada dapat dibedakan berdasarkan usia, indeks massa tubuh dan HbA1c. Karakteristik sampel dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pasien DM dengan TB Paru di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2016 Berdasarkan Umur
Umur Frekuensi Persentase
<40 11 7,3
41-50 48 32,2
51-60 63 42,2
61-70 22 14,8
>70 5 3,4
Total 149 100,0
Dari Tabel 4.1, dapat dilihat distribusi frekuensi terbanyak pasien DM dengan TB paru berdasarkan umur berada pada golongan umur 51-60 sebanyak 63 kasus (42,2%), disusul golongan umur 41-50 tahun sebanyak 48 kasus (32,2%).
Hal ini sejalan dengan penelitian Ismail et al. (2012) dimana golongan umur terbanyak yang dilaporkan adalah golongan umur 55-65 tahun sebanyak 37 kasus dan juga serupa dengan penelitian Dina et al (2016) yang menyatakan bahwa pasien DM dengan TB paru paling banyak terjadi pada usia <60 tahun (72,41%).
Pasien usia lanjut lebih rentan terkena infeksi M. tuberkulosis. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan imunitas yang terjadi pada tubuh pasien.
Perubahan tersebut dapat merusak sistem barrier dan mekanisme klierens
41
mikrobial pada sistem pernafasan. Pasien usia lanjut juga lebih rentan mengalami malnutrisi. Hal tersebut berkontribusi dalam menurunnya respon imun seluler terhadap M. tuberculosis. Hiperglikemia yang semakin tidak terkontrol akibat fungsi sel beta yang terganggu dan faktor kontrol yang tidak teratur pada usia lanjut dapat semakin mengganggu sistem imunitas tubuh sehingga juga menjadi penyebab tingginya prevalensi TB paru pada pasien DM usia lanjut (Dina et al., 2016). Dengan bertambahnya usia seseorang akan disertai interaksi dengan lingkungan sekitar yang lebih banyak, hal ini meningkatkan risiko terinfeksi dari lingkungan sekitar, dan semakin bertambahnya usia seseorang perilaku hidup yang tidak produktif akan semakin tinggi sehingga risiko DM akan meningkat.
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Pasien DM dengan TB Paru di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2016 Berdasarkan Indeks Massa Tubuh
Indeks Massa Tubuh Frekuensi Persentase
<18,5 28 18,8
18,5-22,9 81 54,4
≥23 40 26,8
Total 149 100,0
Dari Tabel 4.2, dapat dilihat distribusi frekuensi pasien DM dengan TB berdasarkan indeks massa tubuh, mayoritas memiliki indeks massa tubuh 18,5-22,9 yang digolongkan pada kategori normoweight sebanyak 81 kasus (54,4%) disusul kategori overweight sebanyak 40 kasus (26,8%)
Hal ini sejalan dengan penelitian Lin et al. (2015) yang melakukan penelitian dengan metode cross-sectional di Chiayi Chang Gung Memorial Hospital, Taiwan yang menunjukkan bahwa indeks massa tubuh terbanyak adalah
<24kg/m2 (kategori normowieght) sebanyak 1146 kasus (37%). Hasil ini juga sesuai dengan penelitian Dina et al (2016) yang menyatakan bahwa pasien DM dengan TB paru terbanyak berasal dari kelompok normoweight sebanyak 10 kasus dari 29 kasus (51,72%).
Lebih sedikitnya pasien dari kelompok overweight dapat disebabkan karena terjadinya penurunan berat badan sebagai salah satu gejala klinis penyakit yang sedang dideritanya. Salah satu faktor risiko DM adalah berat badan yang berlebih (overweight), namun pasien DM cenderung mengalami penurunan berat badan seiring dengan perjalanan penyakit akibat penggunaan liposit untuk suplai nutrisi. TB paru merupakan penyakit kronis yang juga memberikan gejala penurunan berat badan akibat infeksi tuberkulosis didalam tubuh. Penurunan berat badan tersebut dapat menjadikan status IMT pasien berubah dari kelompok overweight menjadi normoweight atau underweight. (Amin, et al, 2006)
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Pasien DM dengan TB Paru di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2016 Berdasarkan Kadar HbA1c
Kadar HbA1c Frekuensi Persentase
<7 % 17 11,4
≥7 % 132 88,6
Total 149 100,0
Dari Tabel 4.3, dapat dilihat distribusi frekuensi berdasarkan pengukuran kadar HbA1c, suatu pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk mengukur kepatuhan mengonsumsi obat antidiabetik, diperoleh hasil terbanyak pada kadar HbA1c >7% sebanyak 132 kasus (88,6%).
Hal ini sejalan dengan penelitian Park et al (2012) yang memiliki distribusi frekuensi 74 subjek (59,7%) dengan DM tidak terkontrol (HbA1c ≥7,0), 25 subjek (20,2%) dengan DM terkontrol (HbA1c <7,0) dan tidak terdapat data pada 25 subjek (20,2%). Rata-rata pengelolaan DM pada berbagai penelitian tidak mencapai target terapi (DM terkontrol). Kemungkinan penentu paling penting perkembangan TB adalah tingkat kekontrolan DM. Kadar HbA1c menunjukkan kontrol gula darah yang baik atau buruk dari seseorang yang menderita DM.
Peningkatan risiko TB paru BTA positif telah dibuktikan pada kadar HbA1c sebesar 7% atau lebih. Hasil ini didukung pada penelitian Leung et al (2008)
43
bahwa subjek DM dengan hemoglobin A1c <7% tidak meningkatkan risiko TB.
(Park et al., 2012)
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Angka kejadian Diabetes Melitus di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2016 adalah 3322 kasus
2. Prevalensi Tuberkulosis pada Pasien Diabetes Melitus di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2016 adalah 149 kasus (4,48%)
3. Distribusi frekuensi pasien DM disertai TB paru berdasarkan usia terbanyak pada kelompok umur 51-60 sebanyak 63 kasus (42,2%) 4. Distribusi frekuensi pasien DM disertai TB paru berdasarkan indeks
massa tubuh terbanyak pada normoweight sebanyak 81 kasus (54,4%) 5. Distribusi frekuensi pasien DM disertai TB paru berdasarkan kadar
HbA1c terbanyak pada sebanyak 132 kasus (88,6%)
5.2 Saran
Berdasarkan hasil yang didapat pada penelitian yang telah dilakukan maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Kepada penelitian selanjutnya agar lebih memperdalam lebih lanjut mengenai hubungan terjadinya Tuberkulosis paru pada pasien Diabetes Melitus, dan memperluas variabel sehingga dapat lebih bermanfaat khususnya dalam bidang kesehatan.
2. Kepada pelayan masyarakat agar dapat melakukan sosialisasi mengenai pengelolaan DM pada penderita DM disertai TB untuk mengontrol berat badan, serta melakukan pengecekan rutin kadar gula darah untuk mencapai target glikemik yang direkomendasikan.
3. Kepada pasien diabetes melitus disarankan agar mengatur pola makan serta memeriksakan diri ke unit pelayanan kesehatan terdekat guna
45
deteksi dini tuberkulosis paru untuk mencegah terjadinya TB mengingat angka kejadian TB cukup tinggi di Indonesia.
Prevalence and Incidence Of Diabetes mellitus And Pulmonary tuberculosis’ Romanian Journal of Diabetes Nutrition & Metabolic Diseases,vol. 23, no. 3, pp. 319-26.
Alhomsi, M. F., & Lukic, M.L. 1992. An Update on the pathogenesis of Diabetes Mellitus. Department of Pathology and Medical Microbiology (Immunology Unit)Faculty of Medicine and Health Sciences, UAE University, Al Ain, United Arab Emirates.
American Diabetes Association. 2012. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus : Defenition and Description of Diabetes Mellitus.
Amin Z., Bahar A. 2006. Tuberkulosis Paru: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi ke-4, Jakarta, pp. 998-1000
Cahyadi, A., & Venty. 2011. ‘Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Mellitus’.
The Journal of the Indonesian Medical Association, vol. 61, no. 4, pp.
173-178.
Devendra, D., Liu, E., & Eisenbarth, G.S. 2004 ‘Type 1 diabetes: recent developments’. British Medical Journal, vol. 328, no. 7224, pp. 750-754.
Dina, F., Basyar, M., & Manaf, A. 2016. ‘Insidensi Tuberkulosis paru pada pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M.
Djamil Padang’. Jurnal Kesehatan Andalas, vol. 50, no. 2, pp. 349-54.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. 2012. Profil Kesehatan Sumatera Utara.
Guptan, A., & Shah, A. 2000. ‘Tuberkulosis and Diabetes: An Appraisal’. Indian Journal of Tuberculosis, vol. 47, no. 3, pp. 3-8.
Guyton and Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi kedokteran.
Jeon, C.Y. & Murray, M.B. 2008 Diabetes mellitus increases the risk of active tuberculosis: a systematic review of 13 observational studies. PLoS Med [serial internet]. 15 Juli 2008, Available from:
http://www.plosmedicine.org
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.
47
Kibirige, D., Sekitoleko, R., Mutebi, E., & Worodria, W. 2013. ‘Overt diabetes mellitus among newly diagnosed Ugandan tuberculosis patients: a cross sectional study’. BioMed Central Infectious Diseases, vol. 13, no. 122, pp.
1-8.
Kumar, V., Cotran, R.S., & Robbins, S.L. 2007. Buku Ajar Patologi: Paru dan Saluran Napas Atas, 7thed, EGC Jakarta, pp. 54-60.
Leung, C.C., Lam, T.H., Chan, W.M., Yew, W.W., Ho, K.S., & Leung, G.M.
2008. ‘Diabetic control and risk of Tuberculosis’. American Journal of Epidemiology, vol. 167, no.14, pp. 86–94.
Ljubiae, S., Balachandran, A., Pavliæ-Renar, I., & Barada, A. 2004. ‘Pulmonary infections in diabetes mellitus’. Diabetologia Croatica, vol. 33, no. 4, pp.
15-24.
Ozougwu, J.C., Obimba, K. C., Belonwu, C. D., & Unakalamba, C. B. 2013 ‘The pathogenesis and pathophysiology of type 1 and type 2 diabetes mellitus’.
Journal of Phisiology and Pathophysiology, vol. 4, no. 4, pp. 46-57
Park S.W., Shin J.W., Kim J.Y., Park I.W., Choi B.W., Choi J.C., et al. 2012 ‘The effect of diabetic control status on the clinical features of Pulmonary Tuberculosis.’ European Jurnal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases, vol.31, pp. 1305-10.
PB PERKENI. 2015. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2006. Tuberkulosis: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Jakarta
Ramamurti, T. 1999, ‘Pathology of mycobacterial infection in diabetes’.
International Journal of Diabetes in Developing Countries, vol. 19, pp.
56-60.
Riset Kesehatan Dasar. 2013. Info DATIN Diabetes. Available from : http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf
Sanusi, H. 2004. ‘Diabetes Mellitus dan Tuberkulosis Paru’. Jurnal Medika Nusantara, vol. 25, pp. 1–5.
Scheen, A.J. 2003. ‘Pathophisiology of Type Diabetes 2’. International Journal of Clinical and Laboratory Medicine, vol. 58, no. 6, pp. 335-341.
Werdhani, R.A. 2010. ‘Patofisiologi, Diagnosis, dan Klasifikasi Tuberkulosis’.
Universitas Indonesia
Wijaya, I. 2015. ‘Tuberkulosis Paru pada Penderita Diabetes Melitus’. Kalbemed, vol. 42, no. 6, pp. 412-417.
Wijayanto, A., Burhan, E., Nawas, A., & Rochsismandoko. 2015. ‘Faktor Terjadinya Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2’.
Jurnal Respirologi Indonesia, vol. 35, no. 1, pp. 1-11.
World Health Organization. 2013. Global Tuberkulosis Report. [internet].
Available from :
http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/91355/1/9789241564656_eng.pdf World Health Organization. 2016. Global report on Diabetes.
World Health Organization. 2017. Media Centre; Tuberkulosis.
Wulandari, D.R., & Sugiri, Y.J.. 2013. Diabetes mellitus dan permasalahannya pada infeksi Tuberkulosis. Jurnal Respirologi Indonesia, vol. 33, pp. 126-34.
Zhao, W., Shi, L., Fonseca, He, J., Shao, D., Zhao, J., Chen, Q.M., & Yin, A.
2013. ‘Screening patients with type 2 Diabetes for active Tuberculosis in communities of China’. Diabetes Care, vol. 36, no. 1, pp. 59-60.
LAMPIRAN A
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Sri Veronica Chindy
Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 11 September 1995 Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Kristen Protestan
Alamat : Jl. Bajak V Komplek Kehutanan Blok E No 14
Email : [email protected]
Riwayat Pendidikan :
1. TK Putri Sion Medan tahun 2000-2001
2. SD Swasta Santa Maria Pekanbaru 2001-2007
3. SMP Swasta Wage Rudolf Supratman tahun 2007-2010 4. SMA Negeri 4 Medan tahun 2010-2013
5. S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2014-sekarang
Riwayat Organisasi :
1. Anggota Divisi Minat Bakat dan Rohani MPMF FK USU 2016-2017
LAMPIRAN C
6694 0 54 45 162 17,14 421 452 555 9,0
6840 0 47 59 165 21,67 115 146 173 7,6
6949 0 54 60 165 22,03 211 155 216 6.3
6881 3 53 62 170 27,63 243 221 360 11,0
6865 4 45 50 160 19,53 256 242 361 7,7
6888 6 56 50 160 19,53 351 58 97 8,5
6777 7 63 52 165 19,10 292 145 275 8,9
6743 8 50 42 155 17,48 417 318 460 8,6
6776 9 41 46 157 18,66 159 173 230 10,9
6561 9 52 42 165 15,42 347 265 441 10,0
6657 10 44 43 165 15,79 200 251 538 11,0
6718 10 77 56 165 24,21 69 76 182 9,2
6924 11 48 65 160 25,39 312 335 469 7,9
6469 12 54 58 167 25,51 320 291 378 12,4
6760 13 53 50 170 17,30 401 280 313 9,6
6789 14 44 68 170 23,52 219 159 167 7,0
6719 14 48 57 165 20,93 385 249 308 6,9
6902 14 54 40 144 19,29 159 217 310 7,9
6778 16 61 39 155 16,23 156 189 232 8,5
6661 17 48 49 155 20,39 334 319 442 13,4
6938 17 62 82 170 28,37 194 233 294 8,3
6686 18 51 57 164 21,19 230 521 500 10,3
Usia BB TB IMT KGD
Sewaktu KGD Puasa 2 Jam Post Prandial HbA1C
6812 21 57 65 160 25,39 236 200 276 8,8
6926 22 55 50 165 27,55 155 167 189 8,8
6908 22 45 68 165 20,54 128 96 394 7,8
6905 23 59 66 170 22,83 193 173 282 8,7
6851 23 49 64 165 23,50 136 83 190 10,3
6791 25 45 62 168 21,96 107 142 82 7,2
6929 25 55 55 160 21,48 278 138 234 9,5
6895 25 51 52 155 20,31 156 107 263 9,1
6637 26 55 45 150 20,00 370 241 238 12,6
6615 27 45 56 165 24,21 347 249 325 6,7
5191 28 56 46 160 17,96 203 269 397 9,9
6648 29 50 42 165 15,42 108 137 305 9,3
6918 29 58 40 160 25,39 286 294 349 6,3
6900 30 59 52 165 19,10 319 309 341 12,4
6524 30 41 85 167 30,47 267 122 333 6,5
6756 31 47 40 150 17,77 164 219 223 8,0
5248 31 48 62 168 21,96 295 360 472 12,0
6926 31 47 61 170 21,10 253 232 280 7,8
6843 31 65 58 172 19,60 149 92 269 7,5
6697 32 50 46 155 19,14 362 311 369 11,8
6614 32 51 53 150 23,55 235 235 540 10,2
6592 32 40 53 164 19,70 397 246 577 10,2
6614 32 32 57 160 22,26 235 332 540 10,2
6924 35 59 60 165 22,03 301 246 249 14,8
6932 35 53 59 164 21,93 102 96 148 7,4
6475 35 66 40 160 23,04 287 215 287 12,4
6813 35 71 53 155 21,63 239 204 255 8,2
6936 36 49 65 165 23,87 70 105 354 6,1
6773 37 65 65 160 25,39 324 153 277 8,5
6856 37 60 50 159 19,77 158 92 240 6,8
6648 38 37 72 170 24,91 249 299 336 11,8
6832 38 52 49 157 25,78 285 264 354 12,8
6708 39 51 39 152 16,88 333 218 352 10,7
6700 40 63 57 175 18,61 207 266 259 12,3
5486 41 52 55 165 20,20 372 219 372 11,1
6498 41 44 63 160 24,60 108 228 365 10,6
6554 42 55 59 165 25,00 119 142 176 7,2
6636 43 46 49 155 20,39 100 117 140 9,0
6662 43 45 58 166 21,04 376 276 346 11,7
6928 46 65 50 160 19,53 216 222 241 9,3
6744 46 59 65 168 23,03 200 127 215 9,9
6698 46 48 58 160 22,65 182 167 196 7,7
6706 46 64 35 156 26,95 287 81 272 8,3
6828 48 61 44 160 17,18 405 266 329 15,6
Usia BB TB IMT KGD
Sewaktu KGD Puasa 2 Jam Post Prandial HbA1C
6612 48 64 42 160 16,40 79 145 259 8,1
6674 49 50 47 156 19,31 170 224 234 6,8
6894 49 50 60 165 22,03 378 293 379 11,5
6859 52 56 55 168 19,48 126 140 157 7,5
5021 53 50 65 170 22,49 399 307 277 10,2
6443 53 49 44 158 17,62 377 327 403 13,8
6860 56 58 65 167 23,30 171 278 294 8,6
6841 56 57 62 170 21,45 209 110 230 7,9
6829 57 55 53 155 22,06 487 450 479 9,5
6395 57 75 58 165 20,81 432 278 400 12,8
6933 58 63 38 148 27,34 271 298 354 8,8
6753 59 44 59 160 23,04 284 328 358 12,1
6263 59 46 52 155 21,79 260 198 291 9,5
6946 59 64 54 160 24,48 136 95 163 8,9
4567 60 47 58 155 24,14 157 153 279 9,4
6711 62 57 55 162 20,95 279 261 352 9,2
6369 63 32 53 170 18,33 359 371 430 12,7
6849 63 60 58 157 23,53 220 159 113 13,4
6654 63 54 47 165 17,26 392 157 179 10,2
6754 63 60 48 162 18,28 242 165 213 13,4
6689 64 64 33 150 14,66 130 217 276 8,1
4117 65 60 62 166 22,49 429 410 533 11,9
6926 65 64 50 150 22,22 206 240 310 8,4
6834 67 59 60 160 23,43 116 186 359 6,0
6782 68 52 45 170 15,57 213 229 326 11,6
6993 68 51 44 155 26,03 242 210 217 10,0
6577 69 32 56 164 20,82 294 266 374 11,1
6846 69 63 58 163 21,82 267 135 270 10,0
6854 69 44 65 165 23,87 90 298 318 9,1
6329 70 30 50 160 19,53 275 256 380 10,1
6727 70 56 50 150 22,22 243 215 303 9,1
6939 71 55 60 165 22,03 489 555 588 7,8
6920 72 68 52 158 20,82 79 165 306 7,9
6738 72 41 50 160 19,53 227 216 417 11,8
6884 72 63 50 157 20,28 122 203 347 10,7
6781 73 57 45 160 17,57 418 276 303 10,8
6830 74 49 60 160 23,43 340 409 509 12,7
6916 74 43 50 155 20,81 129 161 262 10,3
6927 76 65 54 162 20,57 181 180 219 7,6
6766 77 60 58 159 22,94 147 123 153 5,6
6624 77 55 48 157 19,47 228 215 271 8,0
6938 77 54 55 160 21,48 221 304 406 9,0
6709 78 60 55 165 20,20 365 253 509 15,9
6610 78 51 57 157 23,12 291 274 366 9,3
Usia BB TB IMT KGD
Sewaktu KGD Puasa 2 Jam Post Prandial HbA1C
6476 79 49 68 170 23,52 191 240 326 5,6
6929 79 64 55 170 19,03 119 116 259 5,8
6880 79 52 58 165 21,30 233 147 302 9,4
6807 80 60 44 155 18,31 175 129 155 8,2
6872 80 38 38 148 17,34 684 558 478 17,3
6741 80 44 58 165 21,30 322 350 570 11,2
6919 81 55 52 155 21,64 427 348 398 12,2
6770 81 68 52 155 21,64 256 225 279 8,7
6396 82 50 50 165 18,36 311 229 313 8,0
6578 82 53 52 167 27,05 172 140 168 8,3
6638 83 45 54 160 21,09 414 329 431 13,4
6480 83 49 68 165 24,97 102 145 131 5,9
6854 84 40 40 160 15,62 343 223 244 11,9
6650 84 52 58 167 20,79 328 169 305 6,6
6723 84 54 65 167 23,30 287 308 411 12,9
6638 85 43 60 170 20,76 520 135 355 8,7
6962 85 55 47 164 21,22 246 162 316 8,7
6696 87 47 45 150 20,00 332 206 238 12,6
6867 87 53 52 167 18,64 185 252 380 12,3
6957 88 60 65 167 16,64 289 247 280 12,1
6841 89 56 53 157 21,50 703 711 450 13,4
6849 90 62 60 165 22,03 318 327 404 11,4
6614 90 75 50 160 19,53 102 85 205 14,3
1604 92 71 56 165 20,56 126 98 167 6,5
6384 93 37 40 160 15,62 618 308 535 10,2
6683 94 44 62 170 21,45 190 99 232 6,5
6888 94 57 53 157 25,39 229 188 266 11,1
6904 96 41 53 155 22,06 516 273 397 9,1
6647 96 28 35 156 14,38 185 522 579 7,5
6922 96 59 60 170 21,48 375 323 367 9,9
6664 98 45 59 165 21,67 142 111 159 7,9
6697 98 36 49 157 19,87 429 293 489 11,2
6645 99 49 50 166 18,14 85 87 199 10,5
LAMPIRAN E
PERNYATAAN
Prevalensi Tuberkulosis Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rsup Haji Adam Malik Medan
Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh Sarjana Kedokteran pada Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adlah benar merupakan hasil karya penulis sendiri.
Adapun pengutipan yang penulis lakukan pada bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan skripsi ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penelitian ilmiah.
Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian skripsi ini bukan hasil karya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penulis sandang dan sanksi lainnnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Medan, Desember 2017 Penulis,
Sri Veronica Chindy 140100198