1. Harga (X1)
Harga didefenisikan sebagai tingkat kesesuaian harga sebuah produk dan manfaat produk. Pada penelitian ini data mengenai variabel harga didapatkan dari kuesioner dengan indikator:
Keterjangkauan harga 1. Keterjangkauan harga
2. Kesesuian harga dan kualitas produk 3. Daya saing harga
4. Kesesuaian harga dengan manfaat yang dirasakan
Harga dalam penelitian ini di ukur mengunakan adalah Skala Likert dengan pernyataan positif:
1. Sangat Setuju (SS) skor 5 2. Setuju (S) skor 4
3. Ragu (R) skor 3
4. Tidak Setuju (TS) skor 2
5. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1 5. Kualitas Produk (X2)
Kualitas produk didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ditawarkan sesuai dengan kriteria yang dicari dan diminta konsumen terkait produk kosmetik. Kualitas produk dalam penelitian ini adalah
tanggapan konsumen yang didapatkan dari kuesioner dengan indikator :
1. Performance (kinerja) 2. Durability (daya tahan),
3. Comformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi) 4. Features (fitur)
5. Reliability (reliabilitas) 6. Aesthetics (estetika),
7. Perceived quaility (kesan kualitas),
Tolak ukur penilaian yang digunakan adalah Skala Likert dengan pernyataan Positif:
1. Sangat Setuju (SS) skor 5, 2. Setuju (S) skor 4
3. Ragu (N) skor 3
4. Tidak Setuju (TS) skor 2
5. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1 6. Kualitas Pelayanan (X3)
Kualitas pelayanan didefenisikan sebagai serangkaian aktivitas intangible (tidak berwujud) yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi antara penjual dengan pembeli terkait dengan bentuk pelayanan yang diberikan.
Kualitas pelayanan dalam penelitian ini adalah tanggapan konsumen yang didapatkan dari kuesioner dengan indikator :
1. Tangible (Berwujud) 2. Reliability (Kehandalan),
3. Responsiveness (Respon/Ketanggapan) 4. Assurance (Jaminan),
5. Emphaty (Empati),
Tolak ukur penilaian yang digunakan adalah Skala Likert dengan pernyataan positif:
1. Sangat Setuju (SS) skor 5, 2. Setuju (S) skor 4
3. Ragu (RG) skor 3 4. Tidak Setuju (TS) skor 2
5. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1 7. Kepuasan Konsumen (Y)
Kepuasan konsumen didefinisikan sebagai keseluruhan sikap yang ditunjukkan konsumen atas barang dan jasa setelah mereka memperoleh dan menggunakannya. Kepuasan konsumen dalam penelitian ini adalah tanggapan konsumen yang didapatkan dari kuesioner dengan indikator :
1. Sistem keluhan dan saran 2. Ghost Shopping
3. Lost Customer Analysis 4. Survei Kepuasan Pelanggan
Tolak ukur penilaian yang digunakan adalah Skala Likert dengan pernyataan positif:
1. Sangat Setuju (SS) skor 5, 2. Setuju (S) skor 4
3. Ragu (RG) skor 3 4. Tidak Setuju (TS) skor 2
5. Sangat Tidak Setuju (STS) skor 1 E. Jenis dan sumber Data
Jenis data pada penelitian ini adalah kuantitatif yaitu data numeric yang memberikan informasi berupa angka yang diperoleh dari hasil data yang berhubungan dengan penelitian.
1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini, yaitu:
a. Data primer
Data primer, atau data tangan pertama, adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan mengenakan alat ukur atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari .
b. Data sekunder
Data sekunder atau data tangan kedua adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subjek penenlitiannya.data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia
Data sekunder bersumber dari buku,jurnal, dan internet dan dokumen untuk mendukung data primer
F. Teknik Analisis Data
1. Uji Instrumen Penelitian
Uji Instrumen Penelitian ini menggunakan Uji Validitas dan Relialibilitas. Data dikumpulkan dengan teknik kuisioner, yaitu dengan memberikan pernyataan tertulis kepada responden. Selanjutnya responden memberikan tanggapan atas pernyataan yang diberikan.
Mengingat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian.
Kuesioner yang diberikan dirancang dengan menggunakan seven point-skala likert. Keabsahan atau kesahihan suatu hasil penelitian sosial sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan dua macam pengujian yaitu test of validity (uji validitas atau kesahihan) dan test of reliability (uji kehandalan).
Validitas atau kesahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi.
Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 1998:160).
Cara pengukurannya menggunakan SPSS, untuk mengetahui setiap butir pertanyaan valid atau tidak valid yaitu dengan syarat:
a. Jika r hitung≥ r tabel dengan signifikasi 95%, maka instrumen tersebut dinyatakan valid.
b. Jika r hitung≤ r tabel dengan signifikasi 95%, maka instrumen tersebut dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2005:213).
Reliablitas artinya memiliki sifat dapt dipercaya. Suatu alat ukur dapat dikatakan memiliki reliabilitas apabila digunakan berkali-kali oleh peneliti yang sama atau peneliti lain tetap memberikan hasil yang sama (Rakhmat, 2001:17). Uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS yang akan dilakukan menggunakan Reliability Analysis Statistic dengan Cronbach Alpha (α). Jika nilai Cronbach Alpha (α)>0,60, maka dapat dikatakan variabel tersebut reliabel.
2. Uji Asumsi Klasik
Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan pengujian analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis penelitian, maka terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengujian asumsi klasik atas data yang akan diolah sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal.
Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi
apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji statistik Scatter Plot.
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukanadanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.
Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y‟ = a + b1X1+ b2X2+…..+ bnXn
Keterangan:
Y‟ = Kepuasan Konsumen X1 = Harga
X2 = Kualitas Produk X3 = Kualitas Pelayanan
a = Konstanta (nilai Y‟ apabila X1, X2…..Xn = 0)
b = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)
c. Pengujian Hipotesis
Uji t pada dasarnya digunakan untuk mengetahui tingkat signifikan koefisien regresi. jika suatu koefesien regresi signifikan menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen (explanatory) secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Untuk menguji koefisien hipotesis: Ho = 0.
untuk itu langkah yang digunakan untuk menguji hipotesa tersebut dengan uji t adalah sebagai berikut :
Menentukan Ho dan Ha
(tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen)
(terdapat pengaruh yang signifikan antaravariabel independen dan variabel dependen)
1. Menentukan Level of Significance
Level of Significance yang digunakan sebesar 5% atau (α) = 0,05
2. Menentukan nilai t ( t hitung )
Melihat nilai t hitung dan membandingkannya dengan t tabel.
3. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan Ho
sebagai berikut :
Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak
Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima
53 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum perusahaan
Profil online shop Ulfiahshop
Ulfiahshop adalah suatu online shop yang bergerak dibidang kosmetik berdiri sejak 2018 barang-barang yang dipasarkan berupa body lotion dengan berbagai merek dan varian yang diambil langsung ke supplayer. karena seperti pada umum nya wanita memiliki tingkat keinginan tingkat berbelanja yang tinggi. Ulfiahshop merupakan usaha berbasis online yang
menggunakan media sosial marketplace facebook sebagai media penjualan nya. Facebook adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial. Fitur tersebut dianggap sangat mudah untuk mempromosikan produknya secara instan kepada konsumen nya.keunikan pada kosmetik ulfiahshop yaitu display yang di gunakan di facebook adalah real picture hal tersebut yang menjadi unggulan ulfiahshop dalam segi
packaging pada produk kosmetiknya. Sehingga terlihat produk kosmetik yang berkelas namun tetap dengan harga terjuangkau
B. Karakteristik Responden
Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penghasilan per bulan. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi dari responden dan kaitannya dengan masalah dan tujuan penelitian tersebut.
1. Berdasarkan Jenis Kelamin
Keragaman responden berdasarkan jenis kelamin dapat ditunjukkan pada tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4. 1
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 7 14%
Perempuan 43 86%
JUMLAH 50 100%
Sumber: hasil olah data kuesioner tahun 2020
Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel 4.1 tersebut, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 7 orang dengan presentase sebesar 14% dan responden perempuan yaitu sebanyak 43 orang dengan presentasi sebesar 86%. Sebagian besar responden yang ada adalah responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 86%.
Hal tersebut dikarenakan perempuan lebih banyak yang menggunakan produk kosmetik daripada laki-laki.
2. Berdasarkan Umur
Keragaman responden berdasarkan umur dapat ditunjukkan pada tabel 4.2 berikut ini:
Tabel 4. 2
Responden Berdasarkan Umur
Berdasarkan karakteristik umur responden pada tabel 4.2 tersebut, terlihat bahwa responden dengan umur 16-20 Tahun sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 12%, umur 21-25 Tahun sebanyak 32 orang dengan persentase sebesar 18%, umur 26-30 Tahun sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar 18%, umur di atas 30 Tahun sebanyak 3 orang dengan persentase sebesar 6%. Pengguna berdasarkan interval umur yang terbanyak adalah umur 21-25 Tahun sebanyak 64% disebabkan karena menjadi kebutuhan dalam menjaga dan merawat kulit di usia tersebut.
Umur Jumlah
Responden Persentase
16-20 Tahun 6 12,0
21-25 Tahun 32 64,0
26-30 Tahun 9 18,0
> 30 Tahun 3 6,0
TOTAL 50 100
Sumber: hasil olah data kuesioner tahun 2020
C. Statistif Deskriptif a. Harga
Harga akan menggambarkan penilaian konsumen tentang harga kosmetik pada UlfiahShop. Tanggapan dari responden mengenai harga kosmetik tersebut ditunjukkan pada tabel 4.3 sebagai berikut:
Tabel 4. 3
Tanggapan responden tentang Harga kosmetik pada UlfiahShop
Indikator
Berdasarkan tabel 4.3 Tanggapan responden tentang harga kosmetik pada ulfiahshop mempunyai rata-rata 4.34 dan indikator yang memiliki rata-rata tertinggi ialah pernyataan kedua atau X1.2 dengan nilai rata-rata 4.46
Adapun statistif deskriptif berdasarkan tabel diatas:
Indikator X1.1 tentang harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk semua kalangan memiliki nilai rata-rata 4.36.
Indikator X1.2 tentang harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas produk dengan nilai rata-rata 4.46.
Indikator X1.3 daya saing harga di ulfiahshop lebih terjangkau dibanding yang lain dengan nilai rata-rata 4.12.
Indikator X1.4 Manfaat yang dirasakan sangat sesuai dengan harga yang dirasakan dengan nilai rata-rata 4.44
b. Kualitas Produk
Kualitas Produk akan menggambarkan penilaian konsumen terhadap
produk kosmetik pada UlfiahShop. Tanggapan dari responden mengenai kualitas produk kosmetik tersebut ditunjukkan pada tabel 4.4 sebagai berikut:
Tabel 4. 4
Tanggapan responden tentang kualitas produk kosmetik pada UlfiahShop
Berdasarkan tabel 4.4 Tanggapan responden tentang harga kosmetik pada ulfiahshop mempunyai rata-rata 4.44 dan indikator yang memiliki rata-rata tertinggi ialah pernyataan kelima atau X2.5 dengan nilai rata-rata 4.72
Adapun statistif deskriptif berdasarkan tabel diatas:
Indikator X2.1 tentang kualitas produk yang ditawarkan ulfiahshop memberikan efek yang baik pada kulit memiliki nilai rata-rata 4.32
Indikator X2.2 mengenai kualitas produk daya tahan produk ulfiahshop lebih baik di banding yang lain. Memiliki nilai rata-rata 4.16
Indikator X2.3 Produk yang diberikan ulfiahshop sangat sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan memiliki nilai rata-rata 4,36
Indikator X2.4 jenis-jenis kosmetik yang ditawarkan ulfiahshop sangat beragam memiliki nilai rata-rata sebesar 4.6
Indikator X2.5 Produk yang ditawarkan ulfiahshop adalah real bukan penipuan memiliki nilai rata-rata sebesar 4.72
Indikator X2.6 tentang nilai estetika pada ulfiahshop sangat ditekankan dengan nilai rata-rata sebesar 4.44
Indikator X2.7 tentang produk yang dipasarkan ulfiahshop berkualitas baik memiliki nilai rata-rata sebesar 4.52
Kualitas Pelayanan
Kualitas Pelayanan akan menggambarkan penilaian konsumen terhadap produk kosmetik pada UlfiahShop. Tanggapan dari responden mengenai kualitas pelayanan penjualan kosmetik tersebut ditunjukkan pada tabel 4.5 sebagai berikut:
Tabel 4. 5
Tanggapan responden tentang kualitas pelayanan penjualan kosmetik pada UlfiahShop
Berdasarkan tabel 4.5 Tanggapan responden tentang kualitas pelayanan kosmetik pada ulfiahshop mempunyai rata-rata 4.49 dan indikator yang memiliki rata-rata tertinggi ialah pernyataan kedua atau X3.2 dengan nilai rata-rata 4.54
Adapun statistif deskriptif berdasarkan tabel diatas:
Indikator X3.1 Tentang pelayanan yang diberikan ulfiahshop sangat myata bagi konsumen memiliki rata-rata sebesar 4.44
Indikator X3.2 handal dalam menjelaskan produk-produk yang ditawarkan memiliki nilai rata-rata 4.54
Indikator X.3 costumer cepat dilayani bilamana pada setiap costumer yang melakukan penawaran memiliki nilai rata-rata sebesar 4.48
Indikator X3.4 costumer mendapatkan jaminan ketahanan pemakaian dari ulfiahshop memiliki nilai rata-rata sebesar 4.48
Indikator X3.5 ulfiahshop sangat berempati pada setiap costumer yang melakukan penawaran memiliki nilai rata-rata sebesar 4.52
c. Kepuasan Konsumen
Kepuasan Konsumen akan menggambarkan secara umum penilaian konsumen terhadap produk kosmetik pada UlfiahShop. Tanggapan dari responden mengenai kepuasan dalam membeli kosmetik tersebut ditunjukkan pada tabel 4.6 sebagai berikut:
Tabel 4. 6
Tanggapan responden tentang kepuasan dalam membeli kosmetik pada UlfiahShop
Mean variabel kategori kepuasan konsumen 4,55
Sumber : lampiran 4
Berdasarkan tabel 4.6 Tanggapan responden tentang kepuasan konsumen dalam membeli kosmetik pada ulfiahshop mempunyai rata-rata 4.55 dan indikator yang memiliki rata-rata tertinggi ialah pernyataan ketiga atau Y1.3 dengan nilai rata-rata 4.62
Adapun statistif deskriptif berdasarkan tabel diatas:
Indikator Y1.1 mengenai costumer mendapatkan tanggapan bilamana ada keluhan dan saran yang diberikan memiliki nilai rata-rata sebesar 4.5 Indikator Y1.2 tentang ulfiahshop tidak pernah melakukan penipuan dengan pembelian palsu (ghost shopping) memiliki nilai nilai rata-rata sebesar 4.54 Indikator Y1.3 costumer tidak pernah kehilangan kepercayaan pada ulfiahshop memiliki nilai rata-rata sebesar 4.62
Indikator Y1.4 ulfiahshop selalu menanyakan kepuasan costumer dalam membeli produk kecantikan memiliki nilai rata-rata sebesar 4.56
D. Uji Validitas dan Reliability
Uji validitas adalah uji yang bertujuan untuk menilai apakah seperangkat alat ukur sudah tepat. Proses mengukur validitas faktor tersebut adalah dengan cara menghubungkan atau mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan dari semua item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan dari faktor). Sedangkan pengukuran validitas item yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total dari semua item yang ada. Alat ukur yang digunakan harus memenuhi kriteria, yaitu valid dan reliabel. Valid berarti sahih atau tepat apa yang diukur sedangkan reliabel adalah handal, yaitu digunakan kapan saja dan dimana saja maka hasilnya tetaplah sama. Berikut ini adalah Hasil Uji Validitas dan Reabilitas beberapa item pertanyaan dari Variabel Penelitian ;
Tabel 4. 7
Sumber : lampiran 3 hasil uji validitas (2020)
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa nilai dari r hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai rtabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,050. Hal ini berarti untuk kualitas data yang di tunjukkan dari Uji Validitas bahwa variabel Harga (X1), Kualitas Produk (X2), kualitas pelayanan (X3) dan kepuasan konsumen (Y) semuanya valid
Tabel 4. 8
Kepuasan konsumen (Y) 0,796 0,60 Reliabel Sumber : lampiran 3 hasil uji reabilitas (2020)
Berdasarkan data pada tabel diatas, hasil yang di peroleh setelah uji reabilitas menunjukkan bahwa, untuk variabel penelitian bisa di uji selanjutnya atau seluruh variabel menunujukkan nilai yang reliabel yaitu standar yakni 0,060.
E. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data penelitian ini berdistribusi normal. Oleh karena itu Uji yang digunakan dengan grafik histogram dan P-Plot SPSS dengan dasar pengambilan keputusan Data dikatakan berdistribusi normal, jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah grafik histogramnya
Gambar 4.1 Histogram Grafik Uji Normalitas
Pada hasil uji histogram, perhatikan garis melengkung ke atas seperti membentuk gunung. Apabila garis tersebut membentuk gunung dan terlihat sempurna dengan kaki yang simetris, maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian berdistribusi normal.
Gambar 4.2 Uji Normalitas Probability Plots
Pada hasil uji normal probability plots, perhatikan titik-titik dan garis diagonal. Jika titik-titik mengikuti garis diagnal dari titik 0 dan tidak melebar terlalu jauh, maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
Namun, jika titik-titik melebar terlalu jauh dari garis diagonal, maka dapat disimpulkan data tidak berdistribusi normal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinearitas
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolineritas maka dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai Tolerance dan variance inflating factor (VIF). Berikut adalah tabel hasil analisis Uji Multikolinearitas
Tabel 4. 9
Hasil Uji Multikolinearitas Variabel penelitian
Untuk menganalisis Kolinearitas berdasarkan hasil pengujian pada tabel didapatkan nilai VIF variabel harga (1,594), VIF variabel Kualitas Produk (2,819), dan VIF variabel Kualitas Pelayanan (2,136).
Karena nilai VIF masing-masing variabel tersebut < 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gangguan multikolinearitas atau dengan kata lain penelitian ini terbebas dari gejala multikolinearitas.
Variabel Collinearity Statistics
Tolerance VIF
HARGA 0,627 1,594
KUALITAS PRODUK 0,355 2,819
KUALITAS PELAYANAN 0,468 2,136
Sumber : lampiran 6 Hasil uji Multikolinearitas (2020)
F. Uji Statistik Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel bebas yaitu harga (X1), kualitas produk(X2) dan kualitas pelayanan (X3) terhadap Kepuasan konsumen (Y). Hasil analisis regresi linear berganda ditunjukkan pada tabel 4.7 berikut ini
Tabel 4. 10
Hasil analisis Uji Regresi Linear Berganda
Variabel
Sumber lampiran 5 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda (2020)
Persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
Y = 2,124 + 0,185X1 + 0,348X2 + 0,392X3
Dari persamaan regresi diatas dapat diartikan sebagai berikut:
1. Koefisien regresi kepuasan konsumen (Y) adalah 2,124 yang artinya apabila nilai dari variabel lainnya tetap (konstan), maka keputusan pembelian adalah sebesar 2,124
2. Nilai Koefisien pada variabel Harga (X1) bernilai positif yaitu sebesar 0,185 Artinya setiap perubahan pada variabel Harga sebesar 1% akan berpengaruh terhadap minat beli dan kepuasan terhadap konsumen
3. Nilai koefisien pada variabel kualitas produk (X2) bernilai positif yaitu sebesar 0,348 artinya setiap perubahan pada kualitas produk akan meningkatkan kepuasan konsumen.
4. Koefisien regresi kualitas pelayanan (X3) adalah 0,392 yang artinya setiap kenaikan ataupun penurunan nilai promosi dan nilai dari variabel lainnya tetap (konstan), maka kepuasan konsumen akan mengalami kenaikan ataupun penurunan sebesar 0,392.artinya semakin bagus kualitas pelayanan yang di berikan oleh konsumen maka akan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
1. Uji Hipotesis 1. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas yaitu harga (X1), kualitas produk (X2), dan promosi (X3) secara parsial terhadap variabel terikatnya yaitu kepuasan konsumen. Apabila nilai t hitung > t tabel dan nilai signifikan < 0,05 maka secara parsial variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan konsumen.
Berdasarkan hasil regresi linear berganda pada tabel 4.7 tersebut menunjukkan bahwa semua variabel bebas yang meliputi harga, kualitas produk, dan kualitas pelayanan memiliki signifikansi < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan konsumen pada pembelian kosmetik pada UlfiahShop,dengan penjelasan sebagai berikut :
a. Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen
Berdasarkan hasil uji t variabel harga (X1) diperoleh nilai t hitung sebesar 2.468 dengan tingkat signifikansi 0,017. Dengan demikian maka hipotesis pertama diterima, bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen produk kosmetik. Hal ini menunjukkan bahwa harga mempengaruhi kepuasan konsumen karena harga yang diberikan pada Ulfiah Shop merupakan harga yang sesuai dengan standar.hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Indah Ayu lestari (2015) bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara harga terhadap kepuasan konsumen
b. Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen
Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen Berdasarkan hasil uji t variabel kualitas produk (X2) diperoleh nilai t hitung sebesar 2,939 dengan tingkat signifikansi 0,005.
Dengan demikian maka hipotesis kedua diterima, bahwa kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen produk kosmetik. Hal ini menunjukkan semakin tinggi manfaat yang diperoleh konsumen, rasa dari produk yang di jual, kemasan produk yang menarik, kreatif, dan unik maka keputusan pembelian konsumen akan meningkat.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi (2012), bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan tehadap kepuasan konsumen.
c. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Berdasarkan hasil uji t variabel promosi (X3) diperoleh nilai t hitung sebesar 3.474 dengan tingkat signifikansi 0,001. Dengan demikian maka hipotesis ketiga diterima, bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen produk kosmetik. Hal ini manunjukkan semakin baik pelayanan yang diberikan seperti melayani konsumen dengan baik serta tanggap dengan cepat dan tepat terhadap keluhan konsumen, maka kepuasan konsumen akan meningkat. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hapsari (2013), bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan tehadap kepuasan konsumen pembelian produk kosmetik.
2. Koefisien Determinasi (R2)
Analisis R2 (Adjust R Square) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen dalam penelitian. Nilai koefisien determinasi yaitu antara nol sampai dengan satu (0< R2>1). Variabel independen yang hampir semua memberikan informasi yang dibutuhkan dalam memprediksi variasi variabel dependen akan menujukan Adjusted R Square atau nilai R2 mendekati satu. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2) tersebut yang ditunjukkan dengan Adjusted R Square yaitu sebesar 0,689 artinya adalah sebesar 68,9% .model menggambar fakta 31,1 merupakan keterbatatasan alat ukur dan error penelitian
G. Pembahasan
1. Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen
Berdasarkan hasil pengaruh harga (X1) terhadap kepuasan konsumen (Y).
Di peroleh nilai t hitung sebesar 2.468 dengan tingkat signifikansi 0,017.
Dengan demikian maka hipotesis pertama diterima, bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) dalam melakukan pembelian.oleh karena hal tersebut semakin tinggi tingkat kesesuain harga sebuah produk dan manfaatnya maka semakin tinggi pula keputusan dalam melakukan pembelian, konsumen terhadap suatu
Dengan demikian maka hipotesis pertama diterima, bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) dalam melakukan pembelian.oleh karena hal tersebut semakin tinggi tingkat kesesuain harga sebuah produk dan manfaatnya maka semakin tinggi pula keputusan dalam melakukan pembelian, konsumen terhadap suatu