• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

A. Definisi Bank Sampah

Mendengar kata bank biasanya tempat penghimpunan dan penyaluran dana pihak ketiga. Namun dalam hal ini yang dibicarakan adalah bank sampah. Bagi yang tidak mengerti pasti bertanya-tanya apa itu bank sampah. Secara istilah, bank sampah terdiri atas dua kata yaitu bank dan sampah. Bank sampah adalah suatu cara pengolahan sampah kering secara teliti yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif didalamnya. Cara ini akan menampung, mamilah dan menyalurkan sampah bernilai jual pada pasar sehingga masayarkat mendapat keuntungan dan pendapatan dari menabung sampah.1

Pada umumnya bank merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang penyimpanan, terutama yang berhubungan dengan uang. Namun belakangan ini bank yang berhubungan dengan uang menjadi berbeda fungsinya yakni berhubungan dengan sampah.

Bank sampah merupakan sebuah yayasan yang didirikan di daerah Binjai Utara tepatnya di Jalan Jawa Kelurahan Kampung Damai yang diberi nama Bank Sampah Wijaya Kesuma.

Tujuannya tentu saja menerima tabungan dan setoran sampah masyarakat sekitar, dan menjadikan sampah tersebut menjadi bernilai dan dapat ditukar menjadi uang sesuai dengan harga sampah yang telah ditentukan. Jumlah sampah yang masuk dengan uang yang diterima tentu akan berbeda jauh. Kalau sampah yang masuk banyak, jangan mengharap uang yang

1Unilever Indonesia, Buku Panduan Sistem Bank Sampah dan 10 Kisah Sukses, ( Jakarta: Unilever, 2014), hlm. 3.

Semua pengelolaan tersebut diserahkan kepada masyarakat setempat. Dari masyarakat dan kembali ke masyarakat. Pemikiran tentang bank sampah sungguh langka. Ternyata bank sampah bukan hanya bergerak dibidang uang saja, tetapi juga terhadap benda yang dibuang.

Pemikiran untuk memberi nama bank sampah membuat gambaran tentang pengumpulan barang bekas menjadi berbeda dan terkesan keren.2 Harus diingat juga perbedaan tersebut juga ternyata berpengaruh. Bank sampah adalah suatu organisasi yang dibangun dengan tujuan mengurangi jumlah sampah yang masih memilki jumlah sehingga menghasilkan pendapatan dan lebih bernilai. Bank sampah ini juga mendaur ulang sampah yang mempunyai arti sebagai proses menjadikan bahan bekas atau sampah menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali, dan dijual ke pengumpul sampah dimana bisa dimanfaatkan sebagai penambahan pendapatan keluarga. Dengan proses daur ulang, sampah dapat menjadi sesuatu yang berguna sehingga bermanfaat untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru. Manfaat lainnya adalah menghemat tenaga, mengurangi kerusakan lahan, dan kelebihan gas rumah kaca dari proses pemnbuatan barang baru.

B. Profil, Tujuan, dan Latar Belakang Bank Sampah 1. Profil Bank Sampah Wijaya Kesuma

Sejarah berdirinya Bank Sampah Wijaya Kesuma ini berawal dari Pak Amir (58 Tahun). Beliau asli mayarakat Kelurahan Kampung Damai Kecamatan Binjai Utara. Pada tahun 2013 lalu, Kelurahan Kampung Damai dikenal sebagai lingkungan bersih sampai pernah di nobatkan sebagai pemenang pertama lomba tertib administratif kelurahan. Pada masa itu masyarakat Kampung Damai hanya memungut sampah dari rumah kerumah saja

2Bambang Wintoko, Panduan Praktis Mendirikan Bank Sampah Keuntungan Ganda Lingkungan Bersih dan Kemampuan Finansial, Cetakan I, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press), hlm. 60.

Amir berfikir bagaimana cara pemungutan sampah ini bisa berkembang dan lebih praktis cara mengumpulkannya. Beliau mengajak masyarakat Kelurahan Kampung Damai Kecamatan Binjai Utara bekerja sama untuk mengembangkan kegiatan tersebut melalui pendirian Bank Sampah.3

Dengan rencana dan niat baik Pak Amir tersebut, beliau langsung menemui Ibu Lurah untuk membicarakan rencana tersebut agar cepat terealisasikan. Akhirnya Ibu Lurah Siti Herlina menyetujui dan menyambut baik rencana Pak Amir tersebut. Akhirnya tanggal 25 Januari 2014 mereka secara resmi mendirikan Bank Sampah di Jalan Jawa Kelurahan Kampung Damai Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai yang diberi nama Bank Sampah Wijaya Kesuma yang bentuk organisasinya sebagai kelompok masyarakat. Nama tersebut diambil atas ide Pak Amir yang melihat sampah sebagai barang yang sederhana tetapi bisa dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Bank sampah tersebut mengelola beragam jenis sampah plastik. Sampah-sampah yang disetorkan oleh masyarakat sekitar dipilih berdasarkan jenis dan ukurannya.

Selanjutnya dicuci bersih dan dikeringkan, kemudian di olah dengan cara dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Dari hari ke hari tabungan sampah pun semakin melunjak dan meningkat serta banyak juga didaur ulang untuk dijadikan kerajinan tangan.

Banyaknya permintaan masyarakat tabungan sampah menjadikan Bank Sampah Wijaya Kesuma semakin dikenal keberbagai daerah.

Saat ini Bank Sampah Wijaya Kesuma sudah mempunya anggota kurang lebih 20 orang yang bersedia bekerja keras untuk menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan rapi yang terhindar dari tumpukkan sampah. Dengan kata lain, Bank Sampah Wijaya Kesuma

3 Data administratif Bank Sampah Wijaya Kesuma Jalan Jawa Kelurahan Kampung Damai Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai.

ketempat tersebut. Adapun data jumlah penduduk Kelurahan Kampunng Damai Kecamtan Binjai Utara sebagai berikut:

Tabel 1. Data Penduduk Kelurahan Kampung Damai Kecamatan Binjai Utara

NO KELOMPOK USIA

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH TOTAL L PERSENTASE P PERSENTASE

1 0-1 47 41 88

2 1-5 200 242 442

3 5-7 84 117 201

4 7-12 213 213 426

5 12-15 271 122 393

6 16-20 244 285 529

7 21-25 204 240 244

8 26-30 246 211 457

9 31-40 204 263 467

10 41-50 194 267 461

11 51-55 134 279 463

12 55-60 194 274 463

13 60+ 110 128 238

JUMLAH 239 2682 5077

Menjadi Bank Sampah andalan untuk membantu mengefektifkan pengelolaan sampah daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan nilai guna dari sampah itu sendiri.

b. Misi Bank Sampah Wijaya Kesuma

Misi Bank Sampah Wijaya Kesuma yaitu mengelola sampah masyarakat secara profesional yang didasarkan pada prinsip keikhlasan dan ketulusan.

c. Slogan Budaya Bank Sampah Wijaya Kesuma

Slogan budaya suatu organisasi atau yang sering dikenal dengan nama motto dari Bank Sampah Wijaya Kesuma adalah memberikan pelayanan terbaik. Adapun penjabaran dari kata terbaik adalah sebagai berikut:

1) Berusaha untuk selalu terpercaya

2) Energik didalam melakukan setiap kegiatan 3) Senantiasa bersikap ramah

4) Membina hubungan secara bersahabat

5) Menciptakan suasana yang aman dan nyaman 6) Memiliki integritas tinggi

7) Komitmen penuh untuk memberikan yang terbaik.

d. Kriteria Yang Harus Dimilki Seorang Pemimpin

1) Bertaqwa kepada Allah Subhanawata’ala. Untuk menjadi seorang pemimpin maka dari itu harus ditanamkan etika dan dasar kepemimpinan dalam islam yang kuat yakni sikap bertaqwa kepada Allah Subhanawata’ala.

2) Tanggung jawab. Kepemimpinan adalah dasar dari sebuah tanggung jawab.

3) Musyawarah. Pemimpin harus pandai dalam mengajak para bawahan atau orang-orang yang ia pimpin untuk tetap bermusyawarah dengan baik. Dan selalu

4) Adil. Pemimpin yang bertaqwa maka akan selalu berlaku adil terhadap apapun.

Karena sikap inilah sikap yang terpuji dan sangat di sukai Allah Subhanawata’ala.

5) Tidak membebani orang lain. Sifat dasar kepemimpinan lain yang seharusnya dimiliki pemimpin dalam ajaran islam adalah tidak memberatkan apapun kepada orang lain apalagi diluar kemampuan orang tersebut.

6) Amanah (dapat dipercaya). Pemimpin yang seharusnya memenuhi dasar syariah islam adalah ia yang amanah dan tidak munafik.

7) Taat kepada hal yang baik. Pemimpin yang baik akan selalu mengetahui mana ajaran yang layak di ikuti sesuai dengan syariah islam dan mana yang boleh diikuti. Pemimpin yang baik akan selalu mengetahui serta taat pada hal yang baik seperti yang dinyatakan dalam dasar-dasar islam.

8) Suri tauladan. Pemimpin yang sesuai dengan ajaran islam adalah dia yang bisa dijadikan sebagai orang yang berperilaku baik atau memiliki suri tauladan yang baik.

2. Tujuan Bank Sampah Wijaya Kesuma

Adapun tujuan Bank Sampah Wijaya Kesuma adalah sebagai berikut:4 a. Aspek Lingkungan

Jika kita lihat dari aspek lingkungan pasti Bank Sampah Wijaya Kesuma ini ingin menciptakan lingkungan yang semakin bersih dan sehat. Selain itu, ingin membantu Pemerintah Kota Binjai dalam mengurangi jumlah sampah yang ada di Kecamatan Binjai Utara, serta merubah cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap sampah dimana dulu sampah di jauhi atau dimusuhi, sekarang didekati dengan cara mengolah

4 Hasil wawancara bersama Ibu Lurah Siti Herlina pada tanggal 21 Desember 2019 pukul 09.00 WIB.

rupiah ketika ditabung di Bank Sampah Wijaya Kesuma.Masyarakatnantinya diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, terutama pada sungai dan parit-parit kecil. Sungai yang berada di lingkungan Bank Sampah Wijaya Kesuma telah mengurangi sampah yang ada disungai-sungai menjadi sungai yang bersih dari sampah karena masyarakat tidak membuang sampah disungai, tetapi pada tempatnya yakni Bank Sampah Wijaya Kesuma.

b. Aspek Sosial

Jika tujuan Bank Sampah Wijaya Kesuma dilihat dari aspek sosial pastinya ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian satu sama lain agar selau bekerjasama dan bergotong royong untuk menciptakan dan menerapkan lingkungan sehat dan bersih.

Munculnya rasa kepedulian dan kegotong royongan masyarakat berbentuk lingkungannya menjadi bersih dan asri. Dengan adanya Bank Sampah Wijaya Kesuma dapat menjadi inspirasi dan ide terbentuknya Bank Sampah di setiap daerah yang ada di Kota Binjai. Dengan melihat langsung hasil atau manfaat dari pengelolaan sampah yang ada di Bank Sampah Wijaya Kesuma.

c. Aspek Pendidikan

Terkadang kita tidak memperdulikan dan menganggap sepele dengan keberadaan sampah yang bisa menimbulkan bibit penyakit. Padahal Bank Sampah Wijaya Kesuma bertujuan untuk menjaga untuk mengajak pemuda pemudi sekitar untuk membuat pelatihan pengelolaan sampah yang akan dipimpin langsung oleh Ibu Lurah Kelurahan Kampung Damai Ibu Siti Herlina selaku ketua Bank Sampah Wijaya Kesuma. Terdapat pendidikan lingkungan pada masyarakat dan siswa-siswi sekolah yang tergabung dalam Bank Sampah Wijaya Kesuma akan mengetahui bahaya dari sampah yang tidak diolah

d. Aspek Pemberdayaan

Aspek pemberdayaan bertujuan untuk memberdayakan sampah melalui proses daur ulang dimana sampah yang sudah tidak terpakai dan tidak ada manfaatnya menjadi sampah yang bermanfaat dan ada nilai jualnya. Terdapat pemberdayaan di lingkungan Bank Sampah Wijaya Kesuma dengan bergabung dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah Wijaya Kesuma.

e. Aspek Ekonomi

Dalam aspek ekonomi Bank Sampah Wijay Kesuma menerapkan sistem kerajinan tangan dan penjualan sampah kembali yang hasilnya bisa dinikmati oleh penjual sampah yang menjual ke Bank Sampah Wijaya Kesuma. Terdapat cara menabung sampah yang ada nilai rupiahnya yang langsung di beri harga oleh Bank Sampah Wijaya Kesuma disemua kalangan masyarakat. Selain itu akan menambah lapangan kerja baru akibat dari pengelolaan sampah tersebut terutama ibu-ibu eumah tangga dan karang taruna.

3. Latar Belakang Bank Sampah Wijaya Kesuma

Adapun yang melatarbelakangi pendirian Bank Sampah Wijaya Kesuma adalah sebagai berikut:

a. Lingkungan

Lingkungan menjadi salah satu faktor yang sangat penting karena berkaitan erat dengan timbulnya dan menyebarnya sampah kemana-mana. Adanya masyarakat yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya terutama disungai dan dibakar yang

pencemaran lingkungan dan rusaknya ekosistem. Masyarakat nantinya diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, terutama membuang disungai dan parit-parit kecil.

Sungai yang berada di lingkungan Bank Sampah Wijaya Kesuma telah mengurangi sampah yang ada dan tidak membuang sampah di sungai tetapi di Bank Sampah Wijaya Kesuma.

b. Ekonomi

Pendirian Bank Sampah Wijaya Kesuma sangatlah terbatas karena masih baru memulai dan masih membutuhkan dana yang cukup banyak untuk membuat Bank Sampah Wijaya Kesuma berkembang. Belum ada nilai ekonomis terhadap pengelolaan sampah, selain masyarakat belum paham terhadap pengelolaan sampah yang mempunyai nilai ekonomis dan sebagian besar kesadaran terhadap pengelolaan sampah masih rendah dikarenakan masyarakat masih menganggap bahwa sampah merupakan sisa dari sebuah proses yang tidak diinginkan dan tidak mempunyai nilai ekonomis.

c. Sosial

Pada kenyataannya latar belakang berdirinya Bank Sampah Wijaya Kesuma mengharapkan tingkat sosial yang tinggi agar terciptanya saling peduli antar masyarakat satu sama lain. Sebagian besar masyarakat belum peduli terhadap pengelolaan sampah dan walaupun ada pengelolaan sampah masih bersifat individual dan belum tertata secara terpadu, sehingga intensitas kebersamaan dalam sosial kemasyarakatan sangat rendah.

C. Pembiayaan Operasional, Struktur Kepengurusan dan Kegiatan Bank Sampah

Dokumen terkait