• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode survey, adapun penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran dan menjelaskan tentang hubungan terpaan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi dalam partisipasi politik. Definisi operasional dan pengukuran variabel adalah segala sesuatu yang akan dijadikan objek pengamatan dalam penelitian yang akan diamati.

3.1.1 Terpaan Iklan Calon Pr esiden Pr abowo-Hatta di Televisi

Variabel Bebas atau Variabel X adalah terpaan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi. Terpaan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi dioperasionalkan dengan kegiatan seseorang menonton iklan calon presiden Prabowo-Hatta di media televisi dan mengetahui serta memahami isi pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut.

Terpaan tayangan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi dijabarkan dalam indikator durasi dan frekuensi.

1. Frekuensi

Frekuensi dijabarkan sebagai seberapa sering responden tersebut menonton tayangan iklan calon presiden

Prabowo-pertanyaan terbuka. Frekuensi operasionalisasinya adalah frekuensi responden berapa menonton tayangan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi dalam seminggu terakhir. Penggunaan frekuensi dikategorikan menjadi 3 dengan pengukuran lebar interval.

Interval : Jarak Pengukuran ( R ) Jarak Interval ( K )

Keterangan : R = Frekuensi tertinggi dikurangi frekuensi terendah

I = 21 – 1

4

= 5

Jadi kategorinya dibedakan menjadi :

a. Sangat Sering = Skor 4, jika frekuensi terpaan

sebanyak 16–21 kali dalam seminggu. b. Sering = Skor 3, jika frekuensi terpaan

sebanyak 11–15 kali dalam seminggu. c. Tidak Sering = Skor 2, jika frekuensi terpaan

sebanyak 6–10 kali dalam seminggu. d. Sangat Tidak Sering = Skor 1, jika frekuensi terpaan

2. Durasi

Durasi dijabarkan sebagai berapa lama responden tersebut menonton tayangan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi. Dalam kuisioner peneliti akan mengajukan pertanyaan tertutup kepada responden yang berkaitan dengan durasi menonton. Durasi operasionalisasi adalah durasi responden menonton tayangan iklan calon Prabowo-Hatta di televisi dalam setiap kali menonton.

Untuk memudahkan pengukuran maka peneliti mengkategorikan penggunaan durasi dalam tiga kategori. Pembagian kategori berdasarkan pada durasi dalam sekali menonton tayangan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi. Langkah pertama yang dilakukan dengan mencari lebar interval ( I ) sebagai berikut :

Interval : Jarak Pengukuran ( R ) Jarak Interval ( K )

Keterangan : R = Durasi tertinggi dikurangi durasi terendah I = 30 - 1

4 = 7,25 = 7

Jadi kategorinya dibedakan menjadi :

a. Sangat Lama = Skor 4, jika durasi terpaan Sebanyak 22 – 30 detik.

b. Lama = Skor 3, jika durasi terpaan sebanyak 15 – 21 detik c. Tidak Lama = Skor 2, jika durasi terpaan

sebanyak 8 – 14 detik. d. Sangat Tidak Lama = Skor 1, jika durasi terpaan

sebanyak 1 – 7 detik.

Jumlah pertanyaan dalam variabel X yakni terpaan iklan calon Presiden Prabowo – Hatta terdiri dari 2 item pertanyaan.

• Skor jawaban tertinggi = 4 x 2 = 8

• Skor jawaban terendah = 1x 2 = 2

Lebar interval sebagai batasan skor = 8- 2 = 2

3

Sehingga batasan skor untuk terpaan iklan calon presiden Prabowo – Hatta di televisi adalah sebagai berikut :

a. 2 – 4 termasuk kategori rendah, artinya terpaan iklan calon presiden Prabowo – Hatta rendah

b. 5 – 7 termasuk kategori sedang, artinya terpaan iklan calon presiden Prabowo – Hatta sedang.

c. 8 – 10 termasuk kategori tinggi, artinya terpaan iklan calon presiden Prabowo – Hatta tinggi.

3.1.2 Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pilpres 2014

Variabel terikat atau Variabel Y adalah tingkat partisipasi politik dalam Pilpres 2014. Partisipasi politik masyarakat Surabaya dioperasionalkan sebagai ukuran untuk mengetahui kualitas kemampuan warga negara dalam menginterpretasikan sejumlah simbol kekuasaan ( kebijaksanaan dalam mensejahterakan masyarakat sekaligus dengan langkah-langkahnya ) ke dalam simbol-simbol pribadi. Partisipasi politik masyarakat Surabaya dalam hal ini adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pemilihan umum yang akan berlangsung di tahun 2014.

Untuk pengoperasionalannya diwujudkan dalam mengukur tingkat partisipasi politik masyarakat Surabaya di tingkat pengamat dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut :

1. Tayangan iklan calon presiden Prabowo-Hatta membuat masyarakat menjadi tahu akan adanya calon presiden yang mengikuti Pemilu.

2. Berdasarkan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi masyarakat menjadi tahu visi dan misi yang akan dijalankan oleh calon presiden tersebut jika akan terpilih nantinya.

3. Calon Presiden Prabowo – Hatta membuat Indonesia menjadi maju.

4. Ikut memberikan suara dalam Pemilu yang merupakan bagian dari kegiatan partisipasi politik.

6. Dengan semboyan Garuda Di Dadaku menjadi tahu ciri khas calon presiden Prabowo – Hatta.

7. Mengikuti perkembangan politik dalam hal ini masalah calon presiden Prabowo-Hatta yang ikut dalam Pemilu.

8. Membandingkan visi dan misi calon presiden Prabowo – Hatta dengan calon presiden lain yang ikut dalam Pemilu 2014. 9. Semangat nasionalisme tinggi menjadi dasar mencontreng di

Pemilu 2014

10.Ikut berusaha meyakinkan orang untuk ikut serta berpartisipasi politik dalam hal ini mengikuti Pemilu.

11.Ikut aksi kampanye yang diadakan calon presiden.

12.Selalu mendukung calon presiden Prabowo – Hatta dalam hal apapun

Garuda di dadaku menjadi semboyan iklan calon presiden Prabowo – Hatta di televisi saat ini. Dengan menjunjung nasionalisme tinggi, calon presiden Prabowo – Hatta bisa membuat Indonesia menjadi negara maju yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat. Dengan tayangan iklan ini banyak masyarakat yang akan menggunakan hak pilih suaranya dan membuang fenomena golput pada Pemilu 2014. Masyarakat menjadi tahu makna dari iklan calon presiden Prabowo – Hatta, apakah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat.

Sedangkan untuk skala pengukuran variabel Y menggunakan skala ordinal yang berdasarkan kategori Tinggi, Sedang dan Rendah dengan rumus :

Interval Class = Skor Jawaban Tertinggi – Skor Jawaban Terendah Jenjang Yang Diinginkan

Dalam penelitian ini, pilihan jawaban pernyataan digolongkan menjadi 4 alternatif, yaitu :

a. Sangat Setuju ( SS ) = Skor 4 b. Setuju ( S ) = Skor 3 c. Tidak Setuju ( TS ) = Skor 2 d. Sangat Tidak Setuju ( STS ) = Skor 1

dalam kategori ini, alternatif jawaban ragu-ragu ( undecided ) ditiadakan, alasannya menurut Hadi ( 1986 : 20 ) adalah sebagai berikut :

1. Kategori undecided memiliki arti ganda, bisa diartikan belum dapat memberikan jawaban, netral dan ragu-ragu. Kategori jawaban yang memiliki arti ganda instrumen.

2. Tersedia jawaban ditengah menimbulkan multi interpretable. Hal ini tidak diharapkan dalam kecenderungan menjawab ke tengah ( central tendency effect ), terutama bagi mereka yang ragu-ragu akan kecenderungan jawabannya.

3. Disediakan jawaban ditengah akan menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga mengurangi banyak informasi yang dapat dijaring responden.

Maka perhitungan interval skornya adalah sebagai berikut :

1. Skor diperoleh dari banyaknya pertanyaan dikalikan dengan skor jawaban tertinggi responden, yaitu : 12 x 4 = 48

2. Skor diperoleh dari banyaknya pertanyaan dikalikan dengan skor jawaban terendah responden, yaitu : 12 x 1 = 12

Interval class = skor tertinggi – skor terendah Jenjang yang diinginkan = 48 – 12 = 12

3

Jadi, penentuan kategorinya adalah :

a. Tidak Berpartisipasi apabila responden tidak memiliki kecendurangan untuk ikut dalam kegiatan berpartisipasi politik, jika skor yang diperoleh antara 12-24

b. Kurang Berpartisipasi apabila responden memiliki kecendurangan jarang terlibat dalam berpartisipasi politik, jika skor yang diperoleh antara 24-36 c. Berpartisipasi apabila responden memiliki kecenderungan untuk selalu

3.1.3 Masyarakat Sur abaya

Definisi masyarakat Surabaya dalam penelitian kali ini adalah warga kota Surabaya yang menonton tayangan iklan calon presiden Prabowo-Hatta di televisi dan berusia 17 tahun ke atas. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut seseorang telah memiliki kemampuan berpikir yang lebih sempurna dan ditunjang oleh sikap dan pandangan yang lebih realistis terhadap lingkungan, disamping itu usia 17 tahun merupakan persyaratan bagi masyarakat Indonesia yang akan ikut mencoblos di Pemilu 2014 selain sudah menikah.

Dokumen terkait