3 METODOLOGI PENELITIAN
3.2 Definisi Operasional
Beberapa variabel dalam penelitian ini secara garis besar dapat tergambar
pada definisi operasional sebagai berikut:
1. Kepercayaan (trust) adalah rasa percaya dalam berhubungan dengan orang lain yang dimiliki warga masyarakat dalam mempersepsikan seseorang berdasarkan perasaan dan kondisi yang dialami. Kepercayaan diukur dari kepercayaan terhadap pengetahuan warga tentang manfaat dukuh dan fungsi aturan, serta kepercayaan terhadap kemampuan kerjasama warga untuk mengelola dan melestarikan dukuh, sebagaimana pada Tabel 2.
2. Kerjasama (cooperation) adalah cara tindakan bersama dengan orang lain untuk kebaikan bersama dalam proses saling membantu di antara sesama warga komunitas untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama diukur dari Performansi Dukuh Aturan (Rules) Solidaritas (Solidarity) Jaringan (Networks) Peranan (Roles)
Modal Sosial
Kerjasama (Cooperation) Kepercayaan (Trust)Kognitif
Struktural
tingkat kerjasama dalam kegiatan lingkungan/sosial kemasyarakatan warga dan tingkat kerjasama warga komunitas dalam kegiatan pengelolaan dukuh, sebagaimana pada Tabel 2.
3. Solidaritas (solidarity) adalah aktivitas/kegiatan yang dilakukan dengan membantu orang lain di luar kelompok/komunitas sehingga turut mendukung dalam pengelolaan dan pelestarian dukuh. Solidaritas diukur dari tingkat pelibatan tetangga/warga yang tidak memiliki dukuh sebagai tenaga kerja dalam kegiatan pengelolaan dukuh, serta intensitas membagikan hasil panen secara cuma-cuma kepada tetangga/warga yang tidak memiliki dukuh, sebagaimana pada Tabel 2.
4. Aturan (rules) adalah ketentuan yang berlaku baik yang tersirat maupun yang tersurat yang berlaku dalam kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai pengontrol dan pengatur perilaku. Aturan diukur dari tingkat pemahaman dan tingkat pelanggaran warga komunitas dukuh terhadap aturan yang berlaku baik aturan tertulis (peraturan per UUan) maupun aturan tidak tertulis (norma-norma) dalam pengelolaan dukuh, sebagaimana pada Tabel 2.
5. Peranan (roles) adalah perilaku penting dari kedudukan yang terkait dengan fungsi sosial masyarakat yang dilaksanakan oleh orang tertentu dalam kegiatan pengelolaan dukuh. Peranan yang diteliti adalah peranan para tokoh baik formal maupun informal dalam mendukung pengelolaan dan pelestarian
dukuh, yang diukur dari tingkat peranan tokoh agama, tokoh adat, kepala
desa, dan camat, sebagaimana pada Tabel 2.
6. Jaringan sosial (social networking) adalah pola pertukaran dan interaksi sosial yang menggambarkan hubungan antar masyarakat. Jaringan sosial diukur dari tingkat keterbentukan kelompok/lembaga formal, intensitas kunjungan/pertemuan dg keluarga, tetangga, anggota komunitas, dan dengan kelompok atau komunitas lain serta tingkat kepadatan organisasi yg diikuti, sebagaimana pada Tabel 2.
7. Performansi dukuh adalah kondisi/keadaan/bentuk/tampilan/kenampakan (performa) dukuh yang dikelola oleh komunitas pemilik dukuh, yang diukur dari kerapatan tumbuhan, produktivitas, keberlanjutan (sustainabilitas), keadilan (equitabilitas), dan efisiensi, sebagaimana pada Tabel 2.
8. Kerapatan Tumbuhan adalah komposisi jenis tumbuhan, yang diukur dari jumlah individu perhektar yang tersebar dari tingkat semai hingga pohon, sebagaimana pada Tabel 2.
9. Produktivitas adalah keluaran (output) produk yang bernilai, yang diukur dari nilai/pendapatan dari buah yang dihasilkan dukuh permusim perhektar, sebagaimana pada Tabel 2.
10. Sustainabilitas (keberlanjutan) adalah kemampuan dukuh untuk menjaga produktivitasnya dari waktu ke waktu, yang diukur berdasarkan usaha-usaha yang dilakukan untuk mempertahankan keberadaan tanaman (replanting/peremajaan dan pemeliharaan tanaman), sebagaimana Tabel 2. 11. Equitabilitas (keadilan) adalah pemerataan distribusi produk dari dukuh di
antara yang berhak menerima manfaat, yang diukur dari banyaknya pihak yang turut merasakan manfaat atas keberadaan dukuh, sebagaimana pada Tabel 2.
12. Efisiensi adalah penghematan (minimalisasi) biaya dalam proses pengelolaan
dukuh hingga menghasilkan produk (buah), diukur dari persentase biaya
produksi terhadap nilai produksi (nilai jual buah), sebagaimana pada Tabel 2. Tabel 2 Variabel pengukuran modal sosial berdasarkan definisi operasional
Variabel Indikator Kategori
Kepercayaan (trust)
Kepercayaan responden terhadap:
Pengetahuan warga tentang manfaat dukuh Pengetahuan warga tentang fungsi aturan tertulis Pengetahuan warga tentang fungsi aturan tidak tertulis Kemauan dan kemampuan warga dalam menjaga
kelestarian dukuh
Kemauan dan kemampuan kerjasama warga dalam kegiatan pengelolaan dukuh
Pengetahuan warga tentang fungsi hubungan sosial dapat memudahkan pekerjaan
Kesediaan warga untuk saling menguatkan hubungan sosial dalam pengelolaan dukuh.
1. Tidak Percaya 2. Ragu-ragu 3. Percaya
Kerjasama (cooperation)
Kerjasama dengan sesama komunitas dukuh dalam hal Kegiatan lingkungan/kemasyarakatan (sehari-hari) Pengelolaan dukuh. 1. Tidak Pernah 2. Jarang 3. Selalu/Sering Solidaritas (solidarity) Intensitas:
Pelibatan warga sekitar yang tidak memiliki dukuh sbg tenaga kerja/mitra dlm keg pengelolaan dukuh Membagikan hasil panen scr cuma2 kpd tetangga Menolong/membantu tetangga/warga sekitar.
1. Sangat Jarang/ Tidak Pernah 2. Kadang-kadang 3. Sering/Selalu Aturan (rules)
Tingkat pemahaman dan kepatuhan responden terhadap: Aturan-aturan tertulis yang mengikat individu atau
masyarakat
1. Tidak Paham 2. Cukup Paham
Aturan-aturan tidak tertulis yang mengikat individu atau masyarakat
Tingkat pelanggaran warga terhadap aturan: Pelanggaran oleh pribadi responden
Pelanggaran oleh warga yang lain menurut responden.
3. Paham 1. Sering 2. Jarang 3. Tidak Pernah Peranan (roles)
Pendapat responden terhadap peranan para tokoh dalam mendukung pengelolaan & pelestarian dukuh:
Tokoh Agama Tokoh Adat Kepala Desa Camat 1. Rendah 2. Sedang 3. Tinggi Jejaring (network)
Keterbentukan organisasi/lembaga formal
Intensitas kunjungan kepada keluarga/ sanak famili dalam satu desa
Intensitas kunjungan kepada tetangga Intensitas pertemuan anggota komunitas Kerjasama dengan komunitas lain Negosiasi pemasaran hasil panen
Kepadatan organisasi/perkumpulan yang diikuti
1. Rendah 2. Sedang 3. Tinggi Performansi Dukuh Performansi dukuh: Kerapatan Tumbuhan Jumlah individu/ha - Buruk : < 1000 - Baik : 1000 s/d 25000 - Sangat Baik : > 25000 1. Buruk 2. Baik 3. Sangat Baik Produktivitas
Nilai/Pendapatan dari buah yang dihasilkan dukuh - Rendah : < Rp 7 juta perhektar
- Sedang : Rp 7 juta s/d Rp 10 juta perhektar - Tinggi : > Rp 10 juta perhektar
1. Rendah 2. Sedang 3. Tinggi Sustainabilitas
Usaha-usaha untuk mempertahankan keberadaan tanaman (replanting/peremajaan dan pemeliharaan) - Rendah : Tidak pernah
- Sedang : Jarang (Kadang-kadang) - Tinggi : Sering dilakukan
1. Rendah 2. Sedang 3. Tinggi Equitabilitas
Tingkat akses terhadap manfaat yang dirasakan oleh masyarakat:
- Rendah : Hanya bermanfaat bagi pemiliknya saja - Sedang : Bermanfaat bagi pemilik dan pembeli
buahnya saja
- Tinggi : Bermanfaat bagi banyak pihak (pemilik, masyarakat sbg tenaga kerja/ mitra, sanak famili & tetangga yg tdk memiliki dukuh, serta para pembeli buahnya, dll)
1. Rendah 2. Sedang 3. Tinggi
Efisiensi
Tingkat efisiensi:
- Rendah : biaya produksi > 40% - Sedang : biaya produksi 20% – 40% - Tinggi : biaya produksi < 20%
1. Rendah 2. Sedang 3. Tinggi